Minggu, 26 Oktober 2008

HUMOURE CORNER....
kisah 1000 ciuman


Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai perusahaan.
Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Sebulan berlalu, tapi Paijo masih belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Otomatis bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman.
Setelah cape muter2 otak (juga kaki) beberapa hari, akhirnya Paijo pasrah. Tapi....demi menentramkan perasaan istrinya, ia mengirim surat meskipun isinya hanya demikian :
Istriku Tercinta,
Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.
Salam Cinta,
Kanda Paijo
Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya :
Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.
Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :
1. Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah.
2. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per-tanggal 10 setiap bulannya.
3. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.
4. Engko pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.
5. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..
6. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650 ribu, lumayan buat ongkos sebulan.
Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.
Kanda Paijo tersayang,
Bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.
Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya?
Salam Paling Sayang,
dari Dinda seorang.
(di kediaman Paijo)
Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.
Just for laugh, why so serious ??
@anggit-buletin



fakta ilmiah wajib baca

Tahukah anda bahwa jika anda berteriak terus menerus selama 8 tahun, 7
bulan dan 6 hari, energi yang anda keluarkan akan cukup untuk memanaskan
secangkir kopi (Ngapain? Nggak sebanding sama hasilnya)
Jika anda kentut secara konsisten selama 6 tahun 9 bulan, anda akan
menghasilkan gas yang cukup untuk menciptakan energi yang diperlukan
alam membuat bom atom. (Nah, kalo ini mendingan lah, lebih sebanding)
Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30 menit lamanya!! (kalo
reinkarnasi ada yang berminat jadi Babi ? ). Cuma gue bingung kok
bisa-bisanya tau soal ini ya
Membenturkan kepala ke tembok menghabiskan 150 kalori setiap jamnya.
(Hmm...Gue masih kepiran soal babi tadi......)
Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-lumba yang bisa melakukan
seks sebagai sebuah kesenangan.(Oh jadi itu sebabnya Flipper sang
lumba-lumba slalu tersenyum dan babi bisa orgasme 30 menit? Nggak
adil, nggak adil!!!)
Semua beruang kutub kidal. (Emang siapa yang peduli? lagian dari mana
bisa tau?)
Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa kepala,sebelum
mati karena kelaparan. (Hii syeerem..)
Seekor kutu mampu melompat sejauh 350 kali panjang badannya. Kira-kira
sama dengan seorang manusia melompat sejauh lapangan sepak bola !!!
(30menit bow...kebayang nggak sih?.... dan kenapa musti babi?)
Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi betinanya selama kepalanya
masih menempel pada tubuhnya. Sang betina harus memulai ritual seks
dengan memenggal kepala sang jantan. (Mudah-mudahan nggak ada yang
memberi tahu mereka soal babi tadi....)
Beberapa jenis singa mampu kimpoi sebanyak 50 kali dalam sehari.(Boleh
juga, tapi lebih gila babi :quality over quantity bow..)
Alat perasa pada kupu-kupu adalah kakinya. (Hii...)
Bintang laut tidak mempunyai otak... (Ah, nggak cuma bintang laut.
Manusia juga ada.)
Setelah membaca semua ini, kesimpulannya... tetep :
Satu hari Sultan merasa sungguh "boring n bete abis", jadi dia tanya Bendahara, "Bendahara, siapa paling pandai saat ini?"
"Abunawas" jawab Bendahara...
Sultan pun manggil Abunawas dan baginda bertitah : "Kalau kamu pandai, coba buat satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti dimulai dengan huruf 'J' ".
Terperanjat Abunawas, tapi setelah berfikir, diapun mulai bercerita :
Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta.
Jamu jagoannya: jamu jahe. "Jamu-jamuuu..., jamu jahe-jamu jaheee...!"
Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.
Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan.
Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh..." Juminten jengkel,
jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.
Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan,
juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug.
Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.
Johny justru jadi jelous Juminten jadi juliet-nya Jack.
Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget.
"Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny.
Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten. "Jangan jealous, John..." jawab Juminten.
Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil
jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!"
Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebr eeet..., Jack jotos Johny.
Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol... jeleekk.
"John, jangan jahilin Juminten...!" jerit Jack.
Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack, janji... Johnny jera," jawab Johny.
Jack jadikan Johny join jualan jajan jejer Juminten.
Jhony jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol
jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny "Jolly-jolly Jumper" Jumpalagi, jek........!!!
Jeringatan :
Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja, juga jangan jikin jerita jengan juruf-juruf jainnya!!
JUJAH....!!!!


Cerita Polisi
Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang
tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula
ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat.
Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :
Kepada Yth
Tuhan
di Surga
Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya
tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan
saya butuh uang Rp 30.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk
membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan
uang buku Rp 10.000.
Jadi semuanya Rp 70.000*
Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari: Ucok
Ucok pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya.
Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Ucok ,
sehingga tidak tega untuk mengembalikan suratnya. Bingung mau di
kemanakan surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi
terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak
hatinya untuk menceritakan hal tersebut kepada anak buahnya. alhasil, para
polisi pun mengumpulkan dana utk diberikan ke Ucok, tetapi dana yang terkumpul
Hanya Rp 65.000,-
Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop,
menuliskan keterangan: "Dari Tuhan di Surga" dan menyerahkan ke
anak buahnya untuk di kembalikan ke Ucok
Menerima uang tersebut, Ucok merasa sangat senang permintaannya
terkabul, walaupun yang diterima hanya Rp 65.000,-. Ucok pun
bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat
lagi.
"TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA
@anggit-buletin

Jumat, 24 Oktober 2008

Coklat Hitam Cegah Kerusakan Jantung

Coklat Hitam Cegah Kerusakan Jantung

Lagi-lagi penggemar coklat mendapat kabar baik. Mengunyah satu keping kotak coklat hitam sehari mampu mencegah kerusakan jantung, demikian menurut ilmuwan Italia. Tapi itu khusus coklat hitam saja, bukan coklat yang sudah bercampur susu. Cukup 6,7 gram coklat sehari, sudah merupakan takaran ideal mencegah gangguan jantung, demikian menurut studi yang diadakan Proyek Moli-san, salah satu studi terbesar yang pernah diadakan di Eropa.

Flavonoid

Kerusakan kronis jaringan di sistem sirkulasi sangat berisiko memicu penyakit kardiovaskular seperti stroke. Salah satu penanda kerusakan di dalam darah adalah protein C-reaktif. Studi ini menemukan bahwa ada hubungan antara asupan coklat hitam dengan kandungan protein ini dalam darah sebanyak 4.849 subjek relawan yang sehat dan bebas dari faktor risiko ( kolesterol tinggi, tekanan darah dan parameter lain). Temuan anyar ini telah dipublikasikan di Journal of Nutrition.

“Kami mulai dari hipotesa bahwa kandungan antioksidan dalam biji kokoa cukup tinggi, terutama flavonoid dan jenis polifenol. Bisa jadi hal ini menguntungkan bagi penderita kerusakan,” ujar Romina di Giuseppe, pimpinan studi tersebut.
Ternyata hasilnya cukup mendukung. Orang yang banyak mengonsumsi coklat hitam akan mengalami penurunan protein C-reaktif dalam darahnya. Dengan kata lain, coklat bisa mengurangi kerusakan.

Tinjauan Psikologis Terhadap Anak-anak Terlantar

Perhatian masyarakat terhadap anak-anak terlantar masih sering dikaitkan dengan kemiskinan atau kondisi peperangan. Padahal masalah penelantaran anak terjadi di banyak tempat, di berbagai negara, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun. Keberadaan anak-anak terlantar adalah suatu peristiwa yang sebenarnya terjadi sehari-hari namun banyak tidak disadari oleh masyarakat.
Penelantaran anak dipengaruhi oleh adanya berbagai masalah di lingkungan sosial suatu masyarakat tertentu. Masalah ketidaklayakan perlakuan terhadap anak berkaitan dengan karakter individu yang bersangkutan, kondisi keluarga, kondisi lingkungan hidup masyarakat, khususnya di wilayah kehidupan bertetangga, dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
Penelantaran anak (neglected children) merupakan salah satu bentuk ketidaklayakan perlakuan terhadap anak. Bentuk-bentuk ketidaklayakan perlakuan terhadap anak adalah pelecehan fisik, penelantaran, pelecehan seksual, dan ketidaklayakan pembinaan hubungan emosional. Semua itu melibatkan tindakan menyakiti anak secara fisik maupun emosional, eksploitasi anak, dan menempatkan anak dalam situasi yang mengancam kesejahteraan anak. Deprivasi (keterasingan) pendidikan merupakan salah satu bentuk penelantaran anak. Orang tua yang tidak memberikan peluang pendidikan yang layak bagi anak-anaknya berarti menelantarkan anak-anak mereka untuk memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara baik. Lingkungan sosial yang tidak memberikan failitas pendidikan yang baik bagi anak-anak juga berarti menelantarkan anak-anak.
Anak-anak yang mengalami ketidaklayakan perlakuan cenderung menunjukkan gangguan perkembangan meliputi ganguan afeksi, pengendalian diri yang rendah, ketidakmatangan mekanisme pertahanan dan distorsi dalam mengkaji realita. Ganguan afeksi yang muncul meliputi mudah tersinggung, cepat marah, depresi, kecenderungan berikap pasif. Anak-anak yang mengalami gangguan ini menunjukkan perilaku yang bersikap masa bodoh. Selanjutnya menunjukkan kelemahan dalam pengendalian impuls atau dorongan perilaku. Sehingga mereka mudah menunjukkan amarah, membentak-bentak, berteriak-teriak atau bisa juga menyerang secara fisik. Mereka mengalami gangguan karena penelantaran menyebabkan mereka mengalami hambatan memahami kasih sayang, memperoleh penghargaan dan kelayakan. Contohnya; upaya mereka untuk melakukan perbuatan baik tidak mendapatkan perhatian dari orang tua, akibatnya mereka tidak pernah belajar bahwa hal yang mereka lakukan adalah hal yang baik. Mereka justru memperolah perhatian saat melakukan hal yang salah, akibatnya mereka akan mengembangkan perilaku-perilaku keliru untuk memperoleh perhatian yang mereka harapkan. Sehingga berkembang persepsi bahwa dengan jalan membandel mereka akan memeperoleh perhatian yang lebih besar dari orang tua.
Ketidaklayakan perlakuan terhadap anak-anak menimbulkan beragam masalah seperti kenakalan anak, tindak kekerasan, kecenderungan melukai diri sendiri, PTSD (post traumatic stress disorder), depresi, dan masalah lainnya. Namun masalah yang paling sering muncul adalah masalah sekolah. Anak-anak telantar tidak mudah menyesuaikan diri mereka untuk mengikuti pendidikan mereka di sekolah karena mereka tidak biasa mengikuti aturan-aturan sekolah. Bagi anak-anak telantar proses belajar merupakan tekanan yang besar dan kurangnya bekal keterampilan untuk mengatasi masalah itu. Disamping itu, fasilitas sosial yang dimiliki sangatlah terbatas.
Mekanisme pertahanan berupa pembatalan (undoing), tinggi pada anak-anak telantar. Pembatalan merupakan bentuk mekanisme pertahanan yang bertujuan secara simbolis membatalkan peristiwa yang dialami. Salah satu contoh bentuk pembatalan yang dialami anak telantar adalah bunuh diri untuk membatalkan ketidaklayakan perlakuan yang mereka alami. Mereka merasa tidak memiliki makna bagi keluaga, sehingga berupaya membatalkan kehadiran mereka lewat bunuh diri.
Anak-anak telantar sulit mengembangkan kelekatan emosional dengan orang lain (emosional attachment), karena mereka terbiasa ditelantarkan dan ditolak kehadirannya dalam keluarganya sendiri. Hambatan untuk mengembangkan hubungan emosional dengan erat merupakan bentuk gangguan kelekatan amosional (attachment disorder). Akibatnya mereka tumbuh sebagai anak yang sulit dikendalikan dan mengalami gangguan perilaku.
Keluarga adalah lingkungan sosial utama yang mempengaruhi peluang terbentuknya atau terhindarnya anak dari penelantaran. Anak-anak telantar kebanyakan tumbuh dari keluarga yang kaku, tidak stabil dan mengalami konflik peran atau hambatan komunikasi. Keluarga yang kaku adalah keluarga yang menerapkan aturan-aturan secara kaku terhadap anggota keluarganya. Kesempatan anak untuk bermain menjadi terbatas, dan mereka diharuskan mengerjakan tugas-tugas mereka sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Dalam keluarga yang kaku, anak-anak tidak berpeluang untuk mengemukakan pendapat, intinya harus patuh pada aturan keluarga. Hambatan komunikasi dalam keluarga juga merupakan salah satu faktor terbentuknya penelantaran anak. Orang tua sesungguhnya sebagai pelindung anak. Dalam kasus penelantaran anak, anak-anak merasa tidak dilindungi bahkan sering kali mereka ditugasi mencari nafkah bagi kedua orang tuanya padahal seharusnya mereka masih harus belajar dan bermain.
Dampak penelantaran anak menimbulkan beragam masalah sosial meliputi:
  • Borderline Personality Disorder (BPD) adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan ketidakstabilan hubungan interpersonal, ketidakjelasan konsep diri, ketidakstabilan afeksi dan kecenderungan bertindak impulsive. Individu yang ditelantarkan mengalami kecemasan ditelantarkan, mudah merasa takut ditinggal sendiri, karena mereka menganggap diri mereka ditelantarkan. Toleransi mereka rendah dan mudah menunjukkan amarah yang tidak pada tempatnya. Berkenaan dengan kasus penelantaran, dampak ini bisa terjadi karena anak-anak yang mengalami kondisi traumatis akibat penelantaran menjadi sensitive apabila menghadapi situasi ketika ia ditinggalkan seseorang yang dianggapnya sebagai pelindung.
  • Phobia sosial ditandai dengan takut tampil di hadapan umum karena bisa menimbulkan rasa malu. Mereka yang phobia sosial merasa takut kalau orang lain menilai diri mereka bodoh, rendah dan lemah. Anak yang mengalami penelantaran kemungkinan mengalami phobia sosial, karena mereka tidak terbiasa tampil di hadapan publik. Mereka juga mungkin merasa rendah diri karena keterbatasan hidup mereka akibat penelantaran. Akibatnya mereka cenderung menjauhi situasi untuk tampil secara individu.
  • IQ rendah (low intelligence quotients) merupakan salah satu akibat penelantaran anak. Rendahnya IQ terkait dengan kemungkinan hambatan perkembangan akibat ketidakseimbangan gizi yang mereka peroleh, hambatan respon akibat tidak memperoleh cukup perangsangan dalam program pengasuhan dan akibat keterbatasan pengetahuan akibat deprivasi pendidikan.
  •  Kecanduan alkohol dan narkoba mungkin terjadi pada anak-anak telantar akibat dari perilaku mencontoh orang tua yang mengalami kecanduan maupun mencontoh orang lain karena orang tua tidak mengawasi lingkungan bermain mereka. Kecanduan alkohol menyebabkan tingginya toleransi seseorang terhadap alkohol sehingga pada suatu saat tidak lagi peduli untuk terus mengkonsumsi alkohol sekalipun kondisi fisiknya terancam.
Masalah ketidaklayakan perlakuan terhadap anak termasuk penelantaran anak seringkali terkait dengan masalah kemiskinan, kehidupan masyarakat yang terisolasi, dan kelangkaan dukungan sosial. Oleh karena itu, salah satu kunci untuk mangatasi masalah penelantaran anak adalah dengan memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menyediakan berbagai fasilitas sosial yang dapat dimanfaatkan oleh para keluarga untuk mendukung program perkembangan anak. Untuk mendukung upaya tersebut, keterlibatan masyarakat secara menyeluruh merupakan hal yang penting. Masyarakat harus lebih memberdayakan diri untuk mampu menjangkau sentra-sentra layanan yang tersedia demikian juga instasi pemerintah maupun swasta harus meningkatkan layanan sosial yang dapat menjangkau anggota masyarakat hingga pelosok daerah. Semakin lama anak-anak mengalami penelantaran, maka semakin besar beban psikologis yang mereka hadapi. Oleh karena itu perlu juga dikembangkan klinik-klinik yang dapat mengevaluasi kondisi anak-anak dalam proses perkembangan mereka. Perlu pula tenaga professional yang bergerak di bidang sosial, kesehatan masyarakat, serta pendidikan untuk membina kerja sama dengan keluarga dalam rangka menerapkan program layanan sosial bagi anak-anak telantar. Dalam upaya membina kerjasama perlu dipertimbangkan aspek budaya yang berlaku dalam masyarakat serta landasan etika dalam menjalankan program layanan tersebut. Karena program untuk mengatasi penelantaran anak harus melibatkan banyak pihak yaitu anak yang bersangkutan, keluarga, masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya.
Selamat Berteman Hidup

Mengapa orang menikah? Karena jatuh Cinta. Mengapa rumah tangganya bahagia? Bukan karena bangun cinta. Jatuh cinta berebeda dengan bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, dalam sepuluh menit saja juga bisa. Tetapi membangun cinta itu perlu waktu seumur hidup.
Mengapa jatuh cinta itu gampang? Karena ketika jatuh cinta, kita buta, bisu dan tuli. Kita buta sehingga tidak bisa melihat keburukan si dia. Seandainya kita melihat, kita tidak mencelanya karena kita bisu. Dan seandainya kita mencela, dia tidak akan mendengar sebab dia tuli.. itulah sebabnya pada masa pacaran dan bulan madu, biasanya pasangan akan rukun-rukun saja.
Setelah masa bulan madu berakhir, barulah kita melihat keburukan si dia, lalu kita mengkritik, ia membela diri dan akhirnya pertengkaran pun terjadi.
Kalau begitu apakah sebaiknya kita lakukan? Kita perlu menyepakati pedoman berumah tangga demi penyesuaian diri kita sebagai pasangan hidup.
Interaksi dengan teman hidup memang berbeda dengan interaki dengan teman di kampus, kantor yang hanya berlangsung beberapa jam saja sehari. Kita berinteraksi dengan pasangan hidup kita selama 24 jam sehari selama tujuh hari. Interaksi yang intensif berdampak positif dan negatif. Positifnya, kita betul-betul saling mengenal watak dan kebiasaan masing-masing. Semua belang kita tersingkap. Tidak ada sifat buruk yang tersembunyi di balik topeng. Negatifnya, kita jadi mudah saling kecewa dan jengkel terhadapa semua keburukan itu.
Disinilah letak perbedaan antara jatuh cinta dan bangun cinta. Kita jatuh cinta dalam keadaan menyukai. Padahal bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel. Dalam suasana jengkelitu, cinta bukan berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik, lalu bersama-sama mencari solusi yang akseptebel untuk semua pihak.
Dalam cinta yang dewasa tidakada uneg-uneg yang dipendam. Memang ada persoalan yang sensitif untuk dibicarakan, seperti tentang mertua, hubungan seksual, bantuan uang untuk keponakan, namun hal itu pun perlu untuk dibicarakan supaya kejengkelan tidak berlarut-larut.
Prasarat untuk keberhasilan pembicaraan itu adalah bahwa kita saling memperhitungkan perasaan. Si istri berkata, “Kalau kamu lebih meladeni ibumu daripada aku, kamu tidur saja dengan ibumu”. Ucapan seperti itu hanya memperhitungkan perasaan sendiri, yaitu perasaan jengkel terhadap suami. Padahal dengan ucapan seperti itu bisa membuat perasaan suami menjadi terluka. Cinta yang dewasa menegur dan memarahaibukan secara destruktif, melainkan konstruktif. Kita saling memperhatikan perasaan masing-masing. Rasul Paulus memakai istilah “memperhatikan kepentingan” yang bermaksud serupa. Tulisnya, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Flp 2:4).
Jika suami istri hanya memperhatikan perasaannya sendiri dan kurang memperhatikan perasaan pihak lain, maka mereka akan saling melukai hati. Makin berlarut, makin dalam luka itu. Suasana terasa menyiksa dan pernikahan seakan menjadi neraka bagi mereka.
Apakah rumaha tangga ini bisa utuh kembali? Tentu saja! Caranya sederhana.coaba ingat-ingat, dulu ketika masih berpacaran, kita mencari teman hidup atau musuh hidup? Lalu sekarang mengapa kita memusuhi dia?
Berteman hidup dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudah itu kita perlu bangun cinta. Membangun cinta berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, memahami, mengalah, bertanggung jawab, menopang, setia, mendengarkan, memperhitungkan perasaan atau memperhatikan kepentingan.
Mau punya teman hidup? Silahkan jatuh cinta. Jatuhlah sedalam-dalamnya. Tetapi sesudah itu bangunlah! Bangun cinta! Selamat berteman hidup!!!


@Bee…
Awas, Stres Akibat Ekonomi Picu Bunuh Diri!


Di tengah krisis ekonomi global seperti sekarang, jangan heran kalau banyak orang stres. Saham terpuruk, keuangan tak menentu, harga barang melambung. Memang harta bukan segalanya, tapi tak bisa dipungkiri banyak kasus stres bahkan bunuh diri dipicu oleh masalah keuangan.

Loren Coleman, penulis “The Copycat Effect,” yang juga banyak menganalisa kasus bunuh diri, mengingatkan bahwa kasus bunuh diri selalu meningkat selama terjadi stres akibat masalah ekonomi dan sosial.

“Sejumlah studi historis yang dilakukan pakar sosiologi Steven Stack dan lainnya juga menemukan bahwa bunuh diri serta kasus kekerasan lain meningkat dalam periode depresi ekonomi dan perang,” jelasnya.
Walau tak selalu mendorong untuk bunuh diri, namun stres juga mengakibatkan hal-hal berbahaya lain.

Stres memicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Stres juga membuat orang melakukan perilaku tak sehat seperti merokok dan minum minuman keras. Saat stres kita cenderung mencari makanan yang enak, cenderung berlemak dan berkolesterol tinggi, juga malas berolahraga. Paduan antara makanan berlemak dan kemalasan inilah yang memicu masalah kesehatan.

Kondisi stres berkepanjangan membuat orang tak lagi berpikir rasional. Mereka akan beralih ke kepercayaan mistis seperti astrologi, angka keberuntungan, arti mimpi, dan sejenisnya. Semua ini mendorong mereka melakukan langkah yang tak logis lagi dan membuat gaya hidup kian terperosok.

Ingin terhindar dari itu semua? Ekspresikan saja stres Anda ke gaya hidup yang lebih sehat.

Kamis, 23 Oktober 2008

Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik


Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

Hati-hati saja memilih pemimpin, siapa tahu dia cuma pengidap narsis yang berbahaya. Masih ingat studi tentang orang narsis? Kali ini ada lagi studi lain. Pengidap narsisme dikatakan suka sekali mengemban tugas, senang menjadi pemimpin, dan bahkan cenderung menjadi politisi. Tapi bukan berarti mereka adalah pemimpin yang baik. Studi ini juga mengatakan bahwa orang narsis tidak memiliki kelebihan lain dalam bidang kepemimpinan. Melebih-lebihkan kemampuan dan bakatnya, egois, juga sering dilakukan oleh orang narsis. Tapi ingat, narsis ini beda dengan rasa percaya diri yang tinggi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

Suka Memimpin

“Orang dengan percaya diri tinggi biasanya sangat konfiden dan menarik, mereka masih punya komponen peduli dengan orang lain,” ujar Amy Brunell, psiklog dari Ohio State University.”Sedangkan kaum narsis hanya terpusat menonjolkan bakat dan kemampuannya tanpa peduli perasaan orang lain.”
Namun tak heran jika orang narsis bisa jadi pemimpin. Mereka suka kekuatan, kekuasaan, egois dan mampu tampil menarik dan sangat terbuka. Masalahnya adalah mereka bukan pemimpin yang baik.

Hasil studi yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Bulletin ini melibatkan 432 pelajar yang mengikuti survei seputar kepribadian. Terlihat bahwa pelajar dengan skor tinggi dalam dimensi narsism, yaitu merindukan kekuasaan, memang terbukti jadi pemimpin kelompok. Studi lain melibatkan 150 orang manajer bisnis yang sudah mengecap pendidikan MBA program.

Brunell yakin bahwa hasil studi itu berlaku juga bagi semua profesi dan aspek kehidupan, mulai dari politisi sampai pebisnis. “Saya tak akan heran jika banyak orang narsis menyalonkan diri sebagai kandidat presiden,” ujar Brunell.

Nah, di masa menjelang Pemilu ini, waspadalah memilih pemimpin bangsa yang narsis!
Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung

Sejak dulu ternyata manusia bisa membedakan mana saudara biologis dan mana bukan berdasarkan naluri bawah sadar. Bagaimana bisa?

Teori dasar dalam biologi evolusi telah lama menyatakan bahwa hubungan keluarga biologis adalah fondasi dalam unit keluarga. Itu tidak hanya menciptakan rasa altruisme yang eksis diantara anggota keluarga yang berhubungan secara genetis, namun juga menciptakan pembatas, yang terkait hubungan seksual di dalam keluarga inti. Pertanyaan masih menggantung, mengenai bagaimana cara manusia mengenali anggota keluarga-terutama saudara kandung- sebagai berhubungan dekat secara genetis.

Tim peneliti dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB), telah menemukan bukti akan keberadaan mekanisme bahwa sadar pada otak manusia yang mengidentifikasi saudara kandung secara genetis atas dasar signal yang memandu nenek moyang pemburu kita. Penemuan mereka telah diterbitkan di Jurnal Nature. Dalam kajian yang melibatkan lebih dari 600 subjek tes, peneliti menemukan bahwa manusia merasa lebih altruistik terhadap individu yang oleh mekanisme tersebut dikenali sebagai saudara kandung, dan, pada waktu yang sama, merasakan tingginya kehendak untuk menghindari berhubungan seks dengan mereka.

Paradigma

“Paradigma lama menyatakan bahwa Darwinisme diterapkan pada manusia secara fisis, namun tidak secara sosial. Namun sekarang kita lihat, bahwa terjadi evolusi pada mekanisme yang akhirnya mengatur aspek penting dari Sifat sosial manusia,’ demikian kata John Tooby, Profesor antropologi dan wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi di UCSB.

Ia melakukan kajian tersebut dengan Leda Cosmides, profesor psikologi dan juga wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi, dan Debra Lieberman, mantan mahasiswa pada pusat kajian tersebut, dan sekarang profesor psikologi pada Universitas Hawaii. Mekanisme seperti yang ditemukan pada kajian ini telah ditemukan pada banyak spesies, demikian menurut dia, namun keberadaannya pada manusia telah menjadi kontroversi. Menurut peneliti, pengembangan dari altruisme antara saudara kandung adalah hasil dari seleksi alam, dimana penghindaran mereka pada hubungan seks satu dengan lainnya, dan penghindaran terhadap hubungan seks diantara saudara kandung secara umum.

Sosioekologi

Penemuan pada kajian ini mengindikasikan, bahwa sensibilitas tersebut bukan terutama karena hasil sosialisasi dari keluarga atau orang tua, namun adalah sistim motivasi yang berevolusi untuk menanggapi signal dari kekerabatan genetis. Pertanyaan yang dicoba dijawab oleh peneliti, adalah bagaimana saudara kandung mengenali pasangan genetik mereka yang pas (pasangan yang secara genetis identik). Berdasarkan sosioekologi dari nenek moyang manusia yang masih pemburu, mereka menemukan jawaban pada satu set signal yang membolehkan manusia untuk mengidentifikasi kakak atau adik mereka sebagai saudara kandung. Untuk saudara kandung yang lebih tua, apa yang dinamakan peneliti sebagai ‘asosiasi maternal perinatal’-menlihat perhatian ibu terhadap saudara kandung yang masih bayi- mengaktifkan mekanisme pada otak, yang pada akhirnya, meningkatkan perasaan altruisme dan penghindaran seksual terhadap saudara kandung yang lebih muda. Signal ini, bagaimanapun, tidak tersedia pada saudara kandung yang lebih muda, dimana urutan lahir mereka tidak memungkinkan dia melihat ibunya merawat dan memperhatikan saudara kandung yang lebih tua.

Untuk saudara kandung ini, mekanisme tersebut diaktivasi oleh banyaknya waktu mereka hidup bersama dalam suatu keluarga selama periode dari bayi sampai ke remaja. Peneliti menemukan bahwa ‘residensi bersama’ ini mengatur alturisme dan penghindaran seksual dari saudara kandung terhadap saudara tiri dan saudara adopsi juga-inidvidual dimana secara sadar tidak berhubungan secara genetik. “Ini menunjukkan bahwa mekanisme beroperasi secara independen dari kepercayaan kita terhadap hubungan keluarga,’ demikian kata Cosmides. “Signal tersebut mengatur altruisme saudara kandung dan penghindaran seksual, tidak peduli apa yang kita percaya.”

Penemuan dari mekanisme yang didisain untuk menjadikan hubungan keluarga ke arah non erotis telah menyebabkan teori Sigmund Freud mengenai anggota keluarga adalah obyek hasrat seksual yang utama dan pertama, akhirnya diragukan. Demikian penjelasan pengarang. Ini juga menolong untuk menyelesaikan debat yang sudah berlangsung lama dalam antropologi mengenai apakah hubungan keluarga adalah secara sosial diciptakan murni hanya oleh kultur, atau terdapat keterlibatan mekanisme evolusi di dalam otak yang berperan. Hasil kajian tersebut juga bisa bermanfaat untuk profesional dunia kesehatan, seperti psikiatri dan psikologi, yang merawat korbat inses dan pelakunya.

“Teori tersebut memberikan cara untuk mengidentifikasi siapa saja yang beresiko menjadi korban dan pelaku inses,’ demikian kata Tooby. ” Saudara kandung yang telah hidup secara terpisah dalam periode sangat panjang sama sekali tidak terpapar signal dari otak tersebut. Ini bisa memberikan penjelasan, mengapa seseorang bisa memiliki tendensi ke arah inses.” Ini juga menjelaskan, demikian kata dia, cara untuk membangun keluarga yang dapat lebih kuat terikat oleh ikatan perhatian dan cinta kasih.
Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung

Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung

Sejak dulu ternyata manusia bisa membedakan mana saudara biologis dan mana bukan berdasarkan naluri bawah sadar. Bagaimana bisa?

Teori dasar dalam biologi evolusi telah lama menyatakan bahwa hubungan keluarga biologis adalah fondasi dalam unit keluarga. Itu tidak hanya menciptakan rasa altruisme yang eksis diantara anggota keluarga yang berhubungan secara genetis, namun juga menciptakan pembatas, yang terkait hubungan seksual di dalam keluarga inti. Pertanyaan masih menggantung, mengenai bagaimana cara manusia mengenali anggota keluarga-terutama saudara kandung- sebagai berhubungan dekat secara genetis.

Tim peneliti dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB), telah menemukan bukti akan keberadaan mekanisme bahwa sadar pada otak manusia yang mengidentifikasi saudara kandung secara genetis atas dasar signal yang memandu nenek moyang pemburu kita. Penemuan mereka telah diterbitkan di Jurnal Nature. Dalam kajian yang melibatkan lebih dari 600 subjek tes, peneliti menemukan bahwa manusia merasa lebih altruistik terhadap individu yang oleh mekanisme tersebut dikenali sebagai saudara kandung, dan, pada waktu yang sama, merasakan tingginya kehendak untuk menghindari berhubungan seks dengan mereka.

Paradigma

“Paradigma lama menyatakan bahwa Darwinisme diterapkan pada manusia secara fisis, namun tidak secara sosial. Namun sekarang kita lihat, bahwa terjadi evolusi pada mekanisme yang akhirnya mengatur aspek penting dari Sifat sosial manusia,’ demikian kata John Tooby, Profesor antropologi dan wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi di UCSB.

Ia melakukan kajian tersebut dengan Leda Cosmides, profesor psikologi dan juga wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi, dan Debra Lieberman, mantan mahasiswa pada pusat kajian tersebut, dan sekarang profesor psikologi pada Universitas Hawaii. Mekanisme seperti yang ditemukan pada kajian ini telah ditemukan pada banyak spesies, demikian menurut dia, namun keberadaannya pada manusia telah menjadi kontroversi. Menurut peneliti, pengembangan dari altruisme antara saudara kandung adalah hasil dari seleksi alam, dimana penghindaran mereka pada hubungan seks satu dengan lainnya, dan penghindaran terhadap hubungan seks diantara saudara kandung secara umum.

Sosioekologi

Penemuan pada kajian ini mengindikasikan, bahwa sensibilitas tersebut bukan terutama karena hasil sosialisasi dari keluarga atau orang tua, namun adalah sistim motivasi yang berevolusi untuk menanggapi signal dari kekerabatan genetis. Pertanyaan yang dicoba dijawab oleh peneliti, adalah bagaimana saudara kandung mengenali pasangan genetik mereka yang pas (pasangan yang secara genetis identik). Berdasarkan sosioekologi dari nenek moyang manusia yang masih pemburu, mereka menemukan jawaban pada satu set signal yang membolehkan manusia untuk mengidentifikasi kakak atau adik mereka sebagai saudara kandung. Untuk saudara kandung yang lebih tua, apa yang dinamakan peneliti sebagai ‘asosiasi maternal perinatal’-menlihat perhatian ibu terhadap saudara kandung yang masih bayi- mengaktifkan mekanisme pada otak, yang pada akhirnya, meningkatkan perasaan altruisme dan penghindaran seksual terhadap saudara kandung yang lebih muda. Signal ini, bagaimanapun, tidak tersedia pada saudara kandung yang lebih muda, dimana urutan lahir mereka tidak memungkinkan dia melihat ibunya merawat dan memperhatikan saudara kandung yang lebih tua.

Untuk saudara kandung ini, mekanisme tersebut diaktivasi oleh banyaknya waktu mereka hidup bersama dalam suatu keluarga selama periode dari bayi sampai ke remaja. Peneliti menemukan bahwa ‘residensi bersama’ ini mengatur alturisme dan penghindaran seksual dari saudara kandung terhadap saudara tiri dan saudara adopsi juga-inidvidual dimana secara sadar tidak berhubungan secara genetik. “Ini menunjukkan bahwa mekanisme beroperasi secara independen dari kepercayaan kita terhadap hubungan keluarga,’ demikian kata Cosmides. “Signal tersebut mengatur altruisme saudara kandung dan penghindaran seksual, tidak peduli apa yang kita percaya.”

Penemuan dari mekanisme yang didisain untuk menjadikan hubungan keluarga ke arah non erotis telah menyebabkan teori Sigmund Freud mengenai anggota keluarga adalah obyek hasrat seksual yang utama dan pertama, akhirnya diragukan. Demikian penjelasan pengarang. Ini juga menolong untuk menyelesaikan debat yang sudah berlangsung lama dalam antropologi mengenai apakah hubungan keluarga adalah secara sosial diciptakan murni hanya oleh kultur, atau terdapat keterlibatan mekanisme evolusi di dalam otak yang berperan. Hasil kajian tersebut juga bisa bermanfaat untuk profesional dunia kesehatan, seperti psikiatri dan psikologi, yang merawat korbat inses dan pelakunya.

“Teori tersebut memberikan cara untuk mengidentifikasi siapa saja yang beresiko menjadi korban dan pelaku inses,’ demikian kata Tooby. ” Saudara kandung yang telah hidup secara terpisah dalam periode sangat panjang sama sekali tidak terpapar signal dari otak tersebut. Ini bisa memberikan penjelasan, mengapa seseorang bisa memiliki tendensi ke arah inses.” Ini juga menjelaskan, demikian kata dia, cara untuk membangun keluarga yang dapat lebih kuat terikat oleh ikatan perhatian dan cinta kasih.

Rabu, 22 Oktober 2008

Ingatlah Untuk Bersyukur

Seorang remaja putri berusia delapan belas tahun pernah bertanya kepada saya, “Jika harus memilih satusaja saran yang menurut Anda akan membuat hidup seorang remaja lebih baik, mana yang akan Anda pilih?”.
Jika harus memilih, saya akan menganjurkan untuk memberikan jauh lebih banyakperhatian pada sikap bersyukur. Satu sikap sederhana ini, “sikap bersyukur” mempunyai kekuatan untuk mengubah hidupmu.
Bersikap bersyukur berarti lebih banyak memikirkan apa yang kamu miliki dan apa yang baikdalam hidupmu daripada memikirkan apa yang salah, apa yang tidak ada, apa yang harus lebih baik, dan apa yang tidak kamu miliki.
Strategi ini kelihatannya sangat sederhana, tapi kenyataannya, hal ini jauh lebih mudah dikataklandarpada dilakukan. Karena kita hidup dalam dunia yang begitu dipenuhi oleh keinginan untuk mencapai berbagai hal, sangat mudah untuk terjebak dalam kebiasaan memusatkan perhatian pada apa yang kurang dalam hidupmu, pada berbagai kelemahan dan masalahnya.
Sebagai contoh bila kamu telah berhasil menjawab 95 persen soal tes dengan benar, pertanyaan pertama yang sering diajukan adalah “Bagaimana dengan yang lima persen?” setelah saya memenangkan benyak penghargaan selama bertahun-tahun, pertanyaan pertama yang saya ajukan hampir selalu, “Selanjutnya apa?”.
Kita semua tahu betapa menggodanya untuk memusatkan perhatian pada kekurangan tubuh kita daripada pada apa yang kita sukai, atau pada apa yang kurang pada orang tua kta, atau guru kita, atau kulit kta atau apapun. Jika kamu melakukan sepuluh hal dalam satu hari dan sembilan diantaranya berjalan dengan baik, yang mana yang kemungkinan paling besar kankamu bicarakan pada waktu makan malam? Kiat hampir selalu membicarakan satu-satunya hal yang tidak berjalandengan baik. Bagian terburuk dari hari kita. Seolah kita telah menyiapkan diri sendiri untuk menderita. Kebiasaan kita terus menerus memusatkan perhatian pada apa yang tidak ada, yang salah, atau pada betapa besarnya keinginan kita untuk menjadi lebih baik lagi atau menyelesaikan banyakhal membuat kita tidak bisa merasa bahagai saat ini.
Sebagai percobaan, cobalah sesuatu yang baru. Pikirkan lebih banya lagi apa yang baik dalam hidupmu daripada yang buruk. Mulailah di pagi hari dengan bangun dan memikirkan sedikitnya tiga hal yang harus kamu syukuri. Jika mungkin tulislah dalam sebuah jurnal. Kamu akan kagum melihat apa yang akan terjadi, betapa akan jauh lebih barbahagianya kamu, ketika kamu memusatkan perhatian tidakpada tubuhmu yang tidak sempurna, tapi pada betapa beruntungnya kamu memiliki tubuh yang berfungsi, tidak pada ketidaksempurnaan orang tuamu, tidak pada apa yang buruk dalam dirimu, tetapi pada apa yang sukai pada diri sendiri.
Bagian lain dari bersyukur adalah pengungkapan rasa syukur kepada orang lain. Seperti juga kamu mungkin senang ketika seseorang menyatakan penghargaannya kepadamu, orang lain juga senang mendengarnya.cobalah ingat, setiap kali ada kesempatan, untuk tidak menganggap orang lain sudah sepantasnya melakukan hal tertentu bagimu. Tunjukkan penghargaan danrasa syukurmu. Ucapkan “terima kasih “ dengan tulus. Tulislah pesan terima kasih ketika seseorang melakukan sesuatu yang menyengkan untukmu, atau tinggalakan pesan pada emailnya yang menunjukkan perhatianmu.
Mengungkapkan penghargaanmu akan memberikan beberapa keuntungan. Pertama, tindakan itu akan menambah sukacita orang lain. Kedua, selalu ingat untuk mengungkapkan rasa syukur akan mengarahkan pikiranmu pada hal-hal yang berjalan dengan baik dalam hidupmu, apa yang dilakukan orang lain untukmu, dan apa yang harus kamu syukuri. Yang menyenangkan adalah ketika kamu mencari apa yang baik,kamu akan menemukan semakin banyak hal semacam itu.
Boleh percaya atau tidak, jika kamu mencoba mengungkapkan rasa syukurmu, pengalaman itu akan sangat membuka matamu. Ketika terbiasa melakukannya, kamu kan menyadari perbedaan besar dalam kualitas hidupmu.


@Bee…-