Minggu, 26 Oktober 2008

HUMOURE CORNER....
kisah 1000 ciuman


Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai perusahaan.
Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Sebulan berlalu, tapi Paijo masih belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Otomatis bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman.
Setelah cape muter2 otak (juga kaki) beberapa hari, akhirnya Paijo pasrah. Tapi....demi menentramkan perasaan istrinya, ia mengirim surat meskipun isinya hanya demikian :
Istriku Tercinta,
Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.
Salam Cinta,
Kanda Paijo
Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya :
Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.
Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :
1. Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah.
2. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per-tanggal 10 setiap bulannya.
3. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.
4. Engko pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.
5. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..
6. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650 ribu, lumayan buat ongkos sebulan.
Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.
Kanda Paijo tersayang,
Bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.
Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya?
Salam Paling Sayang,
dari Dinda seorang.
(di kediaman Paijo)
Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.
Just for laugh, why so serious ??
@anggit-buletin



fakta ilmiah wajib baca

Tahukah anda bahwa jika anda berteriak terus menerus selama 8 tahun, 7
bulan dan 6 hari, energi yang anda keluarkan akan cukup untuk memanaskan
secangkir kopi (Ngapain? Nggak sebanding sama hasilnya)
Jika anda kentut secara konsisten selama 6 tahun 9 bulan, anda akan
menghasilkan gas yang cukup untuk menciptakan energi yang diperlukan
alam membuat bom atom. (Nah, kalo ini mendingan lah, lebih sebanding)
Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30 menit lamanya!! (kalo
reinkarnasi ada yang berminat jadi Babi ? ). Cuma gue bingung kok
bisa-bisanya tau soal ini ya
Membenturkan kepala ke tembok menghabiskan 150 kalori setiap jamnya.
(Hmm...Gue masih kepiran soal babi tadi......)
Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-lumba yang bisa melakukan
seks sebagai sebuah kesenangan.(Oh jadi itu sebabnya Flipper sang
lumba-lumba slalu tersenyum dan babi bisa orgasme 30 menit? Nggak
adil, nggak adil!!!)
Semua beruang kutub kidal. (Emang siapa yang peduli? lagian dari mana
bisa tau?)
Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa kepala,sebelum
mati karena kelaparan. (Hii syeerem..)
Seekor kutu mampu melompat sejauh 350 kali panjang badannya. Kira-kira
sama dengan seorang manusia melompat sejauh lapangan sepak bola !!!
(30menit bow...kebayang nggak sih?.... dan kenapa musti babi?)
Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi betinanya selama kepalanya
masih menempel pada tubuhnya. Sang betina harus memulai ritual seks
dengan memenggal kepala sang jantan. (Mudah-mudahan nggak ada yang
memberi tahu mereka soal babi tadi....)
Beberapa jenis singa mampu kimpoi sebanyak 50 kali dalam sehari.(Boleh
juga, tapi lebih gila babi :quality over quantity bow..)
Alat perasa pada kupu-kupu adalah kakinya. (Hii...)
Bintang laut tidak mempunyai otak... (Ah, nggak cuma bintang laut.
Manusia juga ada.)
Setelah membaca semua ini, kesimpulannya... tetep :
Satu hari Sultan merasa sungguh "boring n bete abis", jadi dia tanya Bendahara, "Bendahara, siapa paling pandai saat ini?"
"Abunawas" jawab Bendahara...
Sultan pun manggil Abunawas dan baginda bertitah : "Kalau kamu pandai, coba buat satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti dimulai dengan huruf 'J' ".
Terperanjat Abunawas, tapi setelah berfikir, diapun mulai bercerita :
Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta.
Jamu jagoannya: jamu jahe. "Jamu-jamuuu..., jamu jahe-jamu jaheee...!"
Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.
Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan.
Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh..." Juminten jengkel,
jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.
Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan,
juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug.
Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.
Johny justru jadi jelous Juminten jadi juliet-nya Jack.
Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget.
"Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny.
Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten. "Jangan jealous, John..." jawab Juminten.
Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil
jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!"
Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebr eeet..., Jack jotos Johny.
Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol... jeleekk.
"John, jangan jahilin Juminten...!" jerit Jack.
Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack, janji... Johnny jera," jawab Johny.
Jack jadikan Johny join jualan jajan jejer Juminten.
Jhony jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol
jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny "Jolly-jolly Jumper" Jumpalagi, jek........!!!
Jeringatan :
Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja, juga jangan jikin jerita jengan juruf-juruf jainnya!!
JUJAH....!!!!


Cerita Polisi
Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang
tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula
ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat.
Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :
Kepada Yth
Tuhan
di Surga
Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya
tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan
saya butuh uang Rp 30.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk
membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan
uang buku Rp 10.000.
Jadi semuanya Rp 70.000*
Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari: Ucok
Ucok pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya.
Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Ucok ,
sehingga tidak tega untuk mengembalikan suratnya. Bingung mau di
kemanakan surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi
terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak
hatinya untuk menceritakan hal tersebut kepada anak buahnya. alhasil, para
polisi pun mengumpulkan dana utk diberikan ke Ucok, tetapi dana yang terkumpul
Hanya Rp 65.000,-
Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop,
menuliskan keterangan: "Dari Tuhan di Surga" dan menyerahkan ke
anak buahnya untuk di kembalikan ke Ucok
Menerima uang tersebut, Ucok merasa sangat senang permintaannya
terkabul, walaupun yang diterima hanya Rp 65.000,-. Ucok pun
bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat
lagi.
"TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA
@anggit-buletin

Jumat, 24 Oktober 2008

Coklat Hitam Cegah Kerusakan Jantung

Coklat Hitam Cegah Kerusakan Jantung

Lagi-lagi penggemar coklat mendapat kabar baik. Mengunyah satu keping kotak coklat hitam sehari mampu mencegah kerusakan jantung, demikian menurut ilmuwan Italia. Tapi itu khusus coklat hitam saja, bukan coklat yang sudah bercampur susu. Cukup 6,7 gram coklat sehari, sudah merupakan takaran ideal mencegah gangguan jantung, demikian menurut studi yang diadakan Proyek Moli-san, salah satu studi terbesar yang pernah diadakan di Eropa.

Flavonoid

Kerusakan kronis jaringan di sistem sirkulasi sangat berisiko memicu penyakit kardiovaskular seperti stroke. Salah satu penanda kerusakan di dalam darah adalah protein C-reaktif. Studi ini menemukan bahwa ada hubungan antara asupan coklat hitam dengan kandungan protein ini dalam darah sebanyak 4.849 subjek relawan yang sehat dan bebas dari faktor risiko ( kolesterol tinggi, tekanan darah dan parameter lain). Temuan anyar ini telah dipublikasikan di Journal of Nutrition.

“Kami mulai dari hipotesa bahwa kandungan antioksidan dalam biji kokoa cukup tinggi, terutama flavonoid dan jenis polifenol. Bisa jadi hal ini menguntungkan bagi penderita kerusakan,” ujar Romina di Giuseppe, pimpinan studi tersebut.
Ternyata hasilnya cukup mendukung. Orang yang banyak mengonsumsi coklat hitam akan mengalami penurunan protein C-reaktif dalam darahnya. Dengan kata lain, coklat bisa mengurangi kerusakan.

Tinjauan Psikologis Terhadap Anak-anak Terlantar

Perhatian masyarakat terhadap anak-anak terlantar masih sering dikaitkan dengan kemiskinan atau kondisi peperangan. Padahal masalah penelantaran anak terjadi di banyak tempat, di berbagai negara, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun. Keberadaan anak-anak terlantar adalah suatu peristiwa yang sebenarnya terjadi sehari-hari namun banyak tidak disadari oleh masyarakat.
Penelantaran anak dipengaruhi oleh adanya berbagai masalah di lingkungan sosial suatu masyarakat tertentu. Masalah ketidaklayakan perlakuan terhadap anak berkaitan dengan karakter individu yang bersangkutan, kondisi keluarga, kondisi lingkungan hidup masyarakat, khususnya di wilayah kehidupan bertetangga, dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.
Penelantaran anak (neglected children) merupakan salah satu bentuk ketidaklayakan perlakuan terhadap anak. Bentuk-bentuk ketidaklayakan perlakuan terhadap anak adalah pelecehan fisik, penelantaran, pelecehan seksual, dan ketidaklayakan pembinaan hubungan emosional. Semua itu melibatkan tindakan menyakiti anak secara fisik maupun emosional, eksploitasi anak, dan menempatkan anak dalam situasi yang mengancam kesejahteraan anak. Deprivasi (keterasingan) pendidikan merupakan salah satu bentuk penelantaran anak. Orang tua yang tidak memberikan peluang pendidikan yang layak bagi anak-anaknya berarti menelantarkan anak-anak mereka untuk memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara baik. Lingkungan sosial yang tidak memberikan failitas pendidikan yang baik bagi anak-anak juga berarti menelantarkan anak-anak.
Anak-anak yang mengalami ketidaklayakan perlakuan cenderung menunjukkan gangguan perkembangan meliputi ganguan afeksi, pengendalian diri yang rendah, ketidakmatangan mekanisme pertahanan dan distorsi dalam mengkaji realita. Ganguan afeksi yang muncul meliputi mudah tersinggung, cepat marah, depresi, kecenderungan berikap pasif. Anak-anak yang mengalami gangguan ini menunjukkan perilaku yang bersikap masa bodoh. Selanjutnya menunjukkan kelemahan dalam pengendalian impuls atau dorongan perilaku. Sehingga mereka mudah menunjukkan amarah, membentak-bentak, berteriak-teriak atau bisa juga menyerang secara fisik. Mereka mengalami gangguan karena penelantaran menyebabkan mereka mengalami hambatan memahami kasih sayang, memperoleh penghargaan dan kelayakan. Contohnya; upaya mereka untuk melakukan perbuatan baik tidak mendapatkan perhatian dari orang tua, akibatnya mereka tidak pernah belajar bahwa hal yang mereka lakukan adalah hal yang baik. Mereka justru memperolah perhatian saat melakukan hal yang salah, akibatnya mereka akan mengembangkan perilaku-perilaku keliru untuk memperoleh perhatian yang mereka harapkan. Sehingga berkembang persepsi bahwa dengan jalan membandel mereka akan memeperoleh perhatian yang lebih besar dari orang tua.
Ketidaklayakan perlakuan terhadap anak-anak menimbulkan beragam masalah seperti kenakalan anak, tindak kekerasan, kecenderungan melukai diri sendiri, PTSD (post traumatic stress disorder), depresi, dan masalah lainnya. Namun masalah yang paling sering muncul adalah masalah sekolah. Anak-anak telantar tidak mudah menyesuaikan diri mereka untuk mengikuti pendidikan mereka di sekolah karena mereka tidak biasa mengikuti aturan-aturan sekolah. Bagi anak-anak telantar proses belajar merupakan tekanan yang besar dan kurangnya bekal keterampilan untuk mengatasi masalah itu. Disamping itu, fasilitas sosial yang dimiliki sangatlah terbatas.
Mekanisme pertahanan berupa pembatalan (undoing), tinggi pada anak-anak telantar. Pembatalan merupakan bentuk mekanisme pertahanan yang bertujuan secara simbolis membatalkan peristiwa yang dialami. Salah satu contoh bentuk pembatalan yang dialami anak telantar adalah bunuh diri untuk membatalkan ketidaklayakan perlakuan yang mereka alami. Mereka merasa tidak memiliki makna bagi keluaga, sehingga berupaya membatalkan kehadiran mereka lewat bunuh diri.
Anak-anak telantar sulit mengembangkan kelekatan emosional dengan orang lain (emosional attachment), karena mereka terbiasa ditelantarkan dan ditolak kehadirannya dalam keluarganya sendiri. Hambatan untuk mengembangkan hubungan emosional dengan erat merupakan bentuk gangguan kelekatan amosional (attachment disorder). Akibatnya mereka tumbuh sebagai anak yang sulit dikendalikan dan mengalami gangguan perilaku.
Keluarga adalah lingkungan sosial utama yang mempengaruhi peluang terbentuknya atau terhindarnya anak dari penelantaran. Anak-anak telantar kebanyakan tumbuh dari keluarga yang kaku, tidak stabil dan mengalami konflik peran atau hambatan komunikasi. Keluarga yang kaku adalah keluarga yang menerapkan aturan-aturan secara kaku terhadap anggota keluarganya. Kesempatan anak untuk bermain menjadi terbatas, dan mereka diharuskan mengerjakan tugas-tugas mereka sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Dalam keluarga yang kaku, anak-anak tidak berpeluang untuk mengemukakan pendapat, intinya harus patuh pada aturan keluarga. Hambatan komunikasi dalam keluarga juga merupakan salah satu faktor terbentuknya penelantaran anak. Orang tua sesungguhnya sebagai pelindung anak. Dalam kasus penelantaran anak, anak-anak merasa tidak dilindungi bahkan sering kali mereka ditugasi mencari nafkah bagi kedua orang tuanya padahal seharusnya mereka masih harus belajar dan bermain.
Dampak penelantaran anak menimbulkan beragam masalah sosial meliputi:
  • Borderline Personality Disorder (BPD) adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan ketidakstabilan hubungan interpersonal, ketidakjelasan konsep diri, ketidakstabilan afeksi dan kecenderungan bertindak impulsive. Individu yang ditelantarkan mengalami kecemasan ditelantarkan, mudah merasa takut ditinggal sendiri, karena mereka menganggap diri mereka ditelantarkan. Toleransi mereka rendah dan mudah menunjukkan amarah yang tidak pada tempatnya. Berkenaan dengan kasus penelantaran, dampak ini bisa terjadi karena anak-anak yang mengalami kondisi traumatis akibat penelantaran menjadi sensitive apabila menghadapi situasi ketika ia ditinggalkan seseorang yang dianggapnya sebagai pelindung.
  • Phobia sosial ditandai dengan takut tampil di hadapan umum karena bisa menimbulkan rasa malu. Mereka yang phobia sosial merasa takut kalau orang lain menilai diri mereka bodoh, rendah dan lemah. Anak yang mengalami penelantaran kemungkinan mengalami phobia sosial, karena mereka tidak terbiasa tampil di hadapan publik. Mereka juga mungkin merasa rendah diri karena keterbatasan hidup mereka akibat penelantaran. Akibatnya mereka cenderung menjauhi situasi untuk tampil secara individu.
  • IQ rendah (low intelligence quotients) merupakan salah satu akibat penelantaran anak. Rendahnya IQ terkait dengan kemungkinan hambatan perkembangan akibat ketidakseimbangan gizi yang mereka peroleh, hambatan respon akibat tidak memperoleh cukup perangsangan dalam program pengasuhan dan akibat keterbatasan pengetahuan akibat deprivasi pendidikan.
  •  Kecanduan alkohol dan narkoba mungkin terjadi pada anak-anak telantar akibat dari perilaku mencontoh orang tua yang mengalami kecanduan maupun mencontoh orang lain karena orang tua tidak mengawasi lingkungan bermain mereka. Kecanduan alkohol menyebabkan tingginya toleransi seseorang terhadap alkohol sehingga pada suatu saat tidak lagi peduli untuk terus mengkonsumsi alkohol sekalipun kondisi fisiknya terancam.
Masalah ketidaklayakan perlakuan terhadap anak termasuk penelantaran anak seringkali terkait dengan masalah kemiskinan, kehidupan masyarakat yang terisolasi, dan kelangkaan dukungan sosial. Oleh karena itu, salah satu kunci untuk mangatasi masalah penelantaran anak adalah dengan memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menyediakan berbagai fasilitas sosial yang dapat dimanfaatkan oleh para keluarga untuk mendukung program perkembangan anak. Untuk mendukung upaya tersebut, keterlibatan masyarakat secara menyeluruh merupakan hal yang penting. Masyarakat harus lebih memberdayakan diri untuk mampu menjangkau sentra-sentra layanan yang tersedia demikian juga instasi pemerintah maupun swasta harus meningkatkan layanan sosial yang dapat menjangkau anggota masyarakat hingga pelosok daerah. Semakin lama anak-anak mengalami penelantaran, maka semakin besar beban psikologis yang mereka hadapi. Oleh karena itu perlu juga dikembangkan klinik-klinik yang dapat mengevaluasi kondisi anak-anak dalam proses perkembangan mereka. Perlu pula tenaga professional yang bergerak di bidang sosial, kesehatan masyarakat, serta pendidikan untuk membina kerja sama dengan keluarga dalam rangka menerapkan program layanan sosial bagi anak-anak telantar. Dalam upaya membina kerjasama perlu dipertimbangkan aspek budaya yang berlaku dalam masyarakat serta landasan etika dalam menjalankan program layanan tersebut. Karena program untuk mengatasi penelantaran anak harus melibatkan banyak pihak yaitu anak yang bersangkutan, keluarga, masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya.
Selamat Berteman Hidup

Mengapa orang menikah? Karena jatuh Cinta. Mengapa rumah tangganya bahagia? Bukan karena bangun cinta. Jatuh cinta berebeda dengan bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, dalam sepuluh menit saja juga bisa. Tetapi membangun cinta itu perlu waktu seumur hidup.
Mengapa jatuh cinta itu gampang? Karena ketika jatuh cinta, kita buta, bisu dan tuli. Kita buta sehingga tidak bisa melihat keburukan si dia. Seandainya kita melihat, kita tidak mencelanya karena kita bisu. Dan seandainya kita mencela, dia tidak akan mendengar sebab dia tuli.. itulah sebabnya pada masa pacaran dan bulan madu, biasanya pasangan akan rukun-rukun saja.
Setelah masa bulan madu berakhir, barulah kita melihat keburukan si dia, lalu kita mengkritik, ia membela diri dan akhirnya pertengkaran pun terjadi.
Kalau begitu apakah sebaiknya kita lakukan? Kita perlu menyepakati pedoman berumah tangga demi penyesuaian diri kita sebagai pasangan hidup.
Interaksi dengan teman hidup memang berbeda dengan interaki dengan teman di kampus, kantor yang hanya berlangsung beberapa jam saja sehari. Kita berinteraksi dengan pasangan hidup kita selama 24 jam sehari selama tujuh hari. Interaksi yang intensif berdampak positif dan negatif. Positifnya, kita betul-betul saling mengenal watak dan kebiasaan masing-masing. Semua belang kita tersingkap. Tidak ada sifat buruk yang tersembunyi di balik topeng. Negatifnya, kita jadi mudah saling kecewa dan jengkel terhadapa semua keburukan itu.
Disinilah letak perbedaan antara jatuh cinta dan bangun cinta. Kita jatuh cinta dalam keadaan menyukai. Padahal bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel. Dalam suasana jengkelitu, cinta bukan berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik, lalu bersama-sama mencari solusi yang akseptebel untuk semua pihak.
Dalam cinta yang dewasa tidakada uneg-uneg yang dipendam. Memang ada persoalan yang sensitif untuk dibicarakan, seperti tentang mertua, hubungan seksual, bantuan uang untuk keponakan, namun hal itu pun perlu untuk dibicarakan supaya kejengkelan tidak berlarut-larut.
Prasarat untuk keberhasilan pembicaraan itu adalah bahwa kita saling memperhitungkan perasaan. Si istri berkata, “Kalau kamu lebih meladeni ibumu daripada aku, kamu tidur saja dengan ibumu”. Ucapan seperti itu hanya memperhitungkan perasaan sendiri, yaitu perasaan jengkel terhadap suami. Padahal dengan ucapan seperti itu bisa membuat perasaan suami menjadi terluka. Cinta yang dewasa menegur dan memarahaibukan secara destruktif, melainkan konstruktif. Kita saling memperhatikan perasaan masing-masing. Rasul Paulus memakai istilah “memperhatikan kepentingan” yang bermaksud serupa. Tulisnya, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” (Flp 2:4).
Jika suami istri hanya memperhatikan perasaannya sendiri dan kurang memperhatikan perasaan pihak lain, maka mereka akan saling melukai hati. Makin berlarut, makin dalam luka itu. Suasana terasa menyiksa dan pernikahan seakan menjadi neraka bagi mereka.
Apakah rumaha tangga ini bisa utuh kembali? Tentu saja! Caranya sederhana.coaba ingat-ingat, dulu ketika masih berpacaran, kita mencari teman hidup atau musuh hidup? Lalu sekarang mengapa kita memusuhi dia?
Berteman hidup dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudah itu kita perlu bangun cinta. Membangun cinta berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, memahami, mengalah, bertanggung jawab, menopang, setia, mendengarkan, memperhitungkan perasaan atau memperhatikan kepentingan.
Mau punya teman hidup? Silahkan jatuh cinta. Jatuhlah sedalam-dalamnya. Tetapi sesudah itu bangunlah! Bangun cinta! Selamat berteman hidup!!!


@Bee…
Awas, Stres Akibat Ekonomi Picu Bunuh Diri!


Di tengah krisis ekonomi global seperti sekarang, jangan heran kalau banyak orang stres. Saham terpuruk, keuangan tak menentu, harga barang melambung. Memang harta bukan segalanya, tapi tak bisa dipungkiri banyak kasus stres bahkan bunuh diri dipicu oleh masalah keuangan.

Loren Coleman, penulis “The Copycat Effect,” yang juga banyak menganalisa kasus bunuh diri, mengingatkan bahwa kasus bunuh diri selalu meningkat selama terjadi stres akibat masalah ekonomi dan sosial.

“Sejumlah studi historis yang dilakukan pakar sosiologi Steven Stack dan lainnya juga menemukan bahwa bunuh diri serta kasus kekerasan lain meningkat dalam periode depresi ekonomi dan perang,” jelasnya.
Walau tak selalu mendorong untuk bunuh diri, namun stres juga mengakibatkan hal-hal berbahaya lain.

Stres memicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Stres juga membuat orang melakukan perilaku tak sehat seperti merokok dan minum minuman keras. Saat stres kita cenderung mencari makanan yang enak, cenderung berlemak dan berkolesterol tinggi, juga malas berolahraga. Paduan antara makanan berlemak dan kemalasan inilah yang memicu masalah kesehatan.

Kondisi stres berkepanjangan membuat orang tak lagi berpikir rasional. Mereka akan beralih ke kepercayaan mistis seperti astrologi, angka keberuntungan, arti mimpi, dan sejenisnya. Semua ini mendorong mereka melakukan langkah yang tak logis lagi dan membuat gaya hidup kian terperosok.

Ingin terhindar dari itu semua? Ekspresikan saja stres Anda ke gaya hidup yang lebih sehat.

Kamis, 23 Oktober 2008

Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik


Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

Hati-hati saja memilih pemimpin, siapa tahu dia cuma pengidap narsis yang berbahaya. Masih ingat studi tentang orang narsis? Kali ini ada lagi studi lain. Pengidap narsisme dikatakan suka sekali mengemban tugas, senang menjadi pemimpin, dan bahkan cenderung menjadi politisi. Tapi bukan berarti mereka adalah pemimpin yang baik. Studi ini juga mengatakan bahwa orang narsis tidak memiliki kelebihan lain dalam bidang kepemimpinan. Melebih-lebihkan kemampuan dan bakatnya, egois, juga sering dilakukan oleh orang narsis. Tapi ingat, narsis ini beda dengan rasa percaya diri yang tinggi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

Suka Memimpin

“Orang dengan percaya diri tinggi biasanya sangat konfiden dan menarik, mereka masih punya komponen peduli dengan orang lain,” ujar Amy Brunell, psiklog dari Ohio State University.”Sedangkan kaum narsis hanya terpusat menonjolkan bakat dan kemampuannya tanpa peduli perasaan orang lain.”
Namun tak heran jika orang narsis bisa jadi pemimpin. Mereka suka kekuatan, kekuasaan, egois dan mampu tampil menarik dan sangat terbuka. Masalahnya adalah mereka bukan pemimpin yang baik.

Hasil studi yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Bulletin ini melibatkan 432 pelajar yang mengikuti survei seputar kepribadian. Terlihat bahwa pelajar dengan skor tinggi dalam dimensi narsism, yaitu merindukan kekuasaan, memang terbukti jadi pemimpin kelompok. Studi lain melibatkan 150 orang manajer bisnis yang sudah mengecap pendidikan MBA program.

Brunell yakin bahwa hasil studi itu berlaku juga bagi semua profesi dan aspek kehidupan, mulai dari politisi sampai pebisnis. “Saya tak akan heran jika banyak orang narsis menyalonkan diri sebagai kandidat presiden,” ujar Brunell.

Nah, di masa menjelang Pemilu ini, waspadalah memilih pemimpin bangsa yang narsis!
Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung

Sejak dulu ternyata manusia bisa membedakan mana saudara biologis dan mana bukan berdasarkan naluri bawah sadar. Bagaimana bisa?

Teori dasar dalam biologi evolusi telah lama menyatakan bahwa hubungan keluarga biologis adalah fondasi dalam unit keluarga. Itu tidak hanya menciptakan rasa altruisme yang eksis diantara anggota keluarga yang berhubungan secara genetis, namun juga menciptakan pembatas, yang terkait hubungan seksual di dalam keluarga inti. Pertanyaan masih menggantung, mengenai bagaimana cara manusia mengenali anggota keluarga-terutama saudara kandung- sebagai berhubungan dekat secara genetis.

Tim peneliti dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB), telah menemukan bukti akan keberadaan mekanisme bahwa sadar pada otak manusia yang mengidentifikasi saudara kandung secara genetis atas dasar signal yang memandu nenek moyang pemburu kita. Penemuan mereka telah diterbitkan di Jurnal Nature. Dalam kajian yang melibatkan lebih dari 600 subjek tes, peneliti menemukan bahwa manusia merasa lebih altruistik terhadap individu yang oleh mekanisme tersebut dikenali sebagai saudara kandung, dan, pada waktu yang sama, merasakan tingginya kehendak untuk menghindari berhubungan seks dengan mereka.

Paradigma

“Paradigma lama menyatakan bahwa Darwinisme diterapkan pada manusia secara fisis, namun tidak secara sosial. Namun sekarang kita lihat, bahwa terjadi evolusi pada mekanisme yang akhirnya mengatur aspek penting dari Sifat sosial manusia,’ demikian kata John Tooby, Profesor antropologi dan wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi di UCSB.

Ia melakukan kajian tersebut dengan Leda Cosmides, profesor psikologi dan juga wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi, dan Debra Lieberman, mantan mahasiswa pada pusat kajian tersebut, dan sekarang profesor psikologi pada Universitas Hawaii. Mekanisme seperti yang ditemukan pada kajian ini telah ditemukan pada banyak spesies, demikian menurut dia, namun keberadaannya pada manusia telah menjadi kontroversi. Menurut peneliti, pengembangan dari altruisme antara saudara kandung adalah hasil dari seleksi alam, dimana penghindaran mereka pada hubungan seks satu dengan lainnya, dan penghindaran terhadap hubungan seks diantara saudara kandung secara umum.

Sosioekologi

Penemuan pada kajian ini mengindikasikan, bahwa sensibilitas tersebut bukan terutama karena hasil sosialisasi dari keluarga atau orang tua, namun adalah sistim motivasi yang berevolusi untuk menanggapi signal dari kekerabatan genetis. Pertanyaan yang dicoba dijawab oleh peneliti, adalah bagaimana saudara kandung mengenali pasangan genetik mereka yang pas (pasangan yang secara genetis identik). Berdasarkan sosioekologi dari nenek moyang manusia yang masih pemburu, mereka menemukan jawaban pada satu set signal yang membolehkan manusia untuk mengidentifikasi kakak atau adik mereka sebagai saudara kandung. Untuk saudara kandung yang lebih tua, apa yang dinamakan peneliti sebagai ‘asosiasi maternal perinatal’-menlihat perhatian ibu terhadap saudara kandung yang masih bayi- mengaktifkan mekanisme pada otak, yang pada akhirnya, meningkatkan perasaan altruisme dan penghindaran seksual terhadap saudara kandung yang lebih muda. Signal ini, bagaimanapun, tidak tersedia pada saudara kandung yang lebih muda, dimana urutan lahir mereka tidak memungkinkan dia melihat ibunya merawat dan memperhatikan saudara kandung yang lebih tua.

Untuk saudara kandung ini, mekanisme tersebut diaktivasi oleh banyaknya waktu mereka hidup bersama dalam suatu keluarga selama periode dari bayi sampai ke remaja. Peneliti menemukan bahwa ‘residensi bersama’ ini mengatur alturisme dan penghindaran seksual dari saudara kandung terhadap saudara tiri dan saudara adopsi juga-inidvidual dimana secara sadar tidak berhubungan secara genetik. “Ini menunjukkan bahwa mekanisme beroperasi secara independen dari kepercayaan kita terhadap hubungan keluarga,’ demikian kata Cosmides. “Signal tersebut mengatur altruisme saudara kandung dan penghindaran seksual, tidak peduli apa yang kita percaya.”

Penemuan dari mekanisme yang didisain untuk menjadikan hubungan keluarga ke arah non erotis telah menyebabkan teori Sigmund Freud mengenai anggota keluarga adalah obyek hasrat seksual yang utama dan pertama, akhirnya diragukan. Demikian penjelasan pengarang. Ini juga menolong untuk menyelesaikan debat yang sudah berlangsung lama dalam antropologi mengenai apakah hubungan keluarga adalah secara sosial diciptakan murni hanya oleh kultur, atau terdapat keterlibatan mekanisme evolusi di dalam otak yang berperan. Hasil kajian tersebut juga bisa bermanfaat untuk profesional dunia kesehatan, seperti psikiatri dan psikologi, yang merawat korbat inses dan pelakunya.

“Teori tersebut memberikan cara untuk mengidentifikasi siapa saja yang beresiko menjadi korban dan pelaku inses,’ demikian kata Tooby. ” Saudara kandung yang telah hidup secara terpisah dalam periode sangat panjang sama sekali tidak terpapar signal dari otak tersebut. Ini bisa memberikan penjelasan, mengapa seseorang bisa memiliki tendensi ke arah inses.” Ini juga menjelaskan, demikian kata dia, cara untuk membangun keluarga yang dapat lebih kuat terikat oleh ikatan perhatian dan cinta kasih.
Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung

Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung

Sejak dulu ternyata manusia bisa membedakan mana saudara biologis dan mana bukan berdasarkan naluri bawah sadar. Bagaimana bisa?

Teori dasar dalam biologi evolusi telah lama menyatakan bahwa hubungan keluarga biologis adalah fondasi dalam unit keluarga. Itu tidak hanya menciptakan rasa altruisme yang eksis diantara anggota keluarga yang berhubungan secara genetis, namun juga menciptakan pembatas, yang terkait hubungan seksual di dalam keluarga inti. Pertanyaan masih menggantung, mengenai bagaimana cara manusia mengenali anggota keluarga-terutama saudara kandung- sebagai berhubungan dekat secara genetis.

Tim peneliti dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB), telah menemukan bukti akan keberadaan mekanisme bahwa sadar pada otak manusia yang mengidentifikasi saudara kandung secara genetis atas dasar signal yang memandu nenek moyang pemburu kita. Penemuan mereka telah diterbitkan di Jurnal Nature. Dalam kajian yang melibatkan lebih dari 600 subjek tes, peneliti menemukan bahwa manusia merasa lebih altruistik terhadap individu yang oleh mekanisme tersebut dikenali sebagai saudara kandung, dan, pada waktu yang sama, merasakan tingginya kehendak untuk menghindari berhubungan seks dengan mereka.

Paradigma

“Paradigma lama menyatakan bahwa Darwinisme diterapkan pada manusia secara fisis, namun tidak secara sosial. Namun sekarang kita lihat, bahwa terjadi evolusi pada mekanisme yang akhirnya mengatur aspek penting dari Sifat sosial manusia,’ demikian kata John Tooby, Profesor antropologi dan wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi di UCSB.

Ia melakukan kajian tersebut dengan Leda Cosmides, profesor psikologi dan juga wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi, dan Debra Lieberman, mantan mahasiswa pada pusat kajian tersebut, dan sekarang profesor psikologi pada Universitas Hawaii. Mekanisme seperti yang ditemukan pada kajian ini telah ditemukan pada banyak spesies, demikian menurut dia, namun keberadaannya pada manusia telah menjadi kontroversi. Menurut peneliti, pengembangan dari altruisme antara saudara kandung adalah hasil dari seleksi alam, dimana penghindaran mereka pada hubungan seks satu dengan lainnya, dan penghindaran terhadap hubungan seks diantara saudara kandung secara umum.

Sosioekologi

Penemuan pada kajian ini mengindikasikan, bahwa sensibilitas tersebut bukan terutama karena hasil sosialisasi dari keluarga atau orang tua, namun adalah sistim motivasi yang berevolusi untuk menanggapi signal dari kekerabatan genetis. Pertanyaan yang dicoba dijawab oleh peneliti, adalah bagaimana saudara kandung mengenali pasangan genetik mereka yang pas (pasangan yang secara genetis identik). Berdasarkan sosioekologi dari nenek moyang manusia yang masih pemburu, mereka menemukan jawaban pada satu set signal yang membolehkan manusia untuk mengidentifikasi kakak atau adik mereka sebagai saudara kandung. Untuk saudara kandung yang lebih tua, apa yang dinamakan peneliti sebagai ‘asosiasi maternal perinatal’-menlihat perhatian ibu terhadap saudara kandung yang masih bayi- mengaktifkan mekanisme pada otak, yang pada akhirnya, meningkatkan perasaan altruisme dan penghindaran seksual terhadap saudara kandung yang lebih muda. Signal ini, bagaimanapun, tidak tersedia pada saudara kandung yang lebih muda, dimana urutan lahir mereka tidak memungkinkan dia melihat ibunya merawat dan memperhatikan saudara kandung yang lebih tua.

Untuk saudara kandung ini, mekanisme tersebut diaktivasi oleh banyaknya waktu mereka hidup bersama dalam suatu keluarga selama periode dari bayi sampai ke remaja. Peneliti menemukan bahwa ‘residensi bersama’ ini mengatur alturisme dan penghindaran seksual dari saudara kandung terhadap saudara tiri dan saudara adopsi juga-inidvidual dimana secara sadar tidak berhubungan secara genetik. “Ini menunjukkan bahwa mekanisme beroperasi secara independen dari kepercayaan kita terhadap hubungan keluarga,’ demikian kata Cosmides. “Signal tersebut mengatur altruisme saudara kandung dan penghindaran seksual, tidak peduli apa yang kita percaya.”

Penemuan dari mekanisme yang didisain untuk menjadikan hubungan keluarga ke arah non erotis telah menyebabkan teori Sigmund Freud mengenai anggota keluarga adalah obyek hasrat seksual yang utama dan pertama, akhirnya diragukan. Demikian penjelasan pengarang. Ini juga menolong untuk menyelesaikan debat yang sudah berlangsung lama dalam antropologi mengenai apakah hubungan keluarga adalah secara sosial diciptakan murni hanya oleh kultur, atau terdapat keterlibatan mekanisme evolusi di dalam otak yang berperan. Hasil kajian tersebut juga bisa bermanfaat untuk profesional dunia kesehatan, seperti psikiatri dan psikologi, yang merawat korbat inses dan pelakunya.

“Teori tersebut memberikan cara untuk mengidentifikasi siapa saja yang beresiko menjadi korban dan pelaku inses,’ demikian kata Tooby. ” Saudara kandung yang telah hidup secara terpisah dalam periode sangat panjang sama sekali tidak terpapar signal dari otak tersebut. Ini bisa memberikan penjelasan, mengapa seseorang bisa memiliki tendensi ke arah inses.” Ini juga menjelaskan, demikian kata dia, cara untuk membangun keluarga yang dapat lebih kuat terikat oleh ikatan perhatian dan cinta kasih.

Rabu, 22 Oktober 2008

Ingatlah Untuk Bersyukur

Seorang remaja putri berusia delapan belas tahun pernah bertanya kepada saya, “Jika harus memilih satusaja saran yang menurut Anda akan membuat hidup seorang remaja lebih baik, mana yang akan Anda pilih?”.
Jika harus memilih, saya akan menganjurkan untuk memberikan jauh lebih banyakperhatian pada sikap bersyukur. Satu sikap sederhana ini, “sikap bersyukur” mempunyai kekuatan untuk mengubah hidupmu.
Bersikap bersyukur berarti lebih banyak memikirkan apa yang kamu miliki dan apa yang baikdalam hidupmu daripada memikirkan apa yang salah, apa yang tidak ada, apa yang harus lebih baik, dan apa yang tidak kamu miliki.
Strategi ini kelihatannya sangat sederhana, tapi kenyataannya, hal ini jauh lebih mudah dikataklandarpada dilakukan. Karena kita hidup dalam dunia yang begitu dipenuhi oleh keinginan untuk mencapai berbagai hal, sangat mudah untuk terjebak dalam kebiasaan memusatkan perhatian pada apa yang kurang dalam hidupmu, pada berbagai kelemahan dan masalahnya.
Sebagai contoh bila kamu telah berhasil menjawab 95 persen soal tes dengan benar, pertanyaan pertama yang sering diajukan adalah “Bagaimana dengan yang lima persen?” setelah saya memenangkan benyak penghargaan selama bertahun-tahun, pertanyaan pertama yang saya ajukan hampir selalu, “Selanjutnya apa?”.
Kita semua tahu betapa menggodanya untuk memusatkan perhatian pada kekurangan tubuh kita daripada pada apa yang kita sukai, atau pada apa yang kurang pada orang tua kta, atau guru kita, atau kulit kta atau apapun. Jika kamu melakukan sepuluh hal dalam satu hari dan sembilan diantaranya berjalan dengan baik, yang mana yang kemungkinan paling besar kankamu bicarakan pada waktu makan malam? Kiat hampir selalu membicarakan satu-satunya hal yang tidak berjalandengan baik. Bagian terburuk dari hari kita. Seolah kita telah menyiapkan diri sendiri untuk menderita. Kebiasaan kita terus menerus memusatkan perhatian pada apa yang tidak ada, yang salah, atau pada betapa besarnya keinginan kita untuk menjadi lebih baik lagi atau menyelesaikan banyakhal membuat kita tidak bisa merasa bahagai saat ini.
Sebagai percobaan, cobalah sesuatu yang baru. Pikirkan lebih banya lagi apa yang baik dalam hidupmu daripada yang buruk. Mulailah di pagi hari dengan bangun dan memikirkan sedikitnya tiga hal yang harus kamu syukuri. Jika mungkin tulislah dalam sebuah jurnal. Kamu akan kagum melihat apa yang akan terjadi, betapa akan jauh lebih barbahagianya kamu, ketika kamu memusatkan perhatian tidakpada tubuhmu yang tidak sempurna, tapi pada betapa beruntungnya kamu memiliki tubuh yang berfungsi, tidak pada ketidaksempurnaan orang tuamu, tidak pada apa yang buruk dalam dirimu, tetapi pada apa yang sukai pada diri sendiri.
Bagian lain dari bersyukur adalah pengungkapan rasa syukur kepada orang lain. Seperti juga kamu mungkin senang ketika seseorang menyatakan penghargaannya kepadamu, orang lain juga senang mendengarnya.cobalah ingat, setiap kali ada kesempatan, untuk tidak menganggap orang lain sudah sepantasnya melakukan hal tertentu bagimu. Tunjukkan penghargaan danrasa syukurmu. Ucapkan “terima kasih “ dengan tulus. Tulislah pesan terima kasih ketika seseorang melakukan sesuatu yang menyengkan untukmu, atau tinggalakan pesan pada emailnya yang menunjukkan perhatianmu.
Mengungkapkan penghargaanmu akan memberikan beberapa keuntungan. Pertama, tindakan itu akan menambah sukacita orang lain. Kedua, selalu ingat untuk mengungkapkan rasa syukur akan mengarahkan pikiranmu pada hal-hal yang berjalan dengan baik dalam hidupmu, apa yang dilakukan orang lain untukmu, dan apa yang harus kamu syukuri. Yang menyenangkan adalah ketika kamu mencari apa yang baik,kamu akan menemukan semakin banyak hal semacam itu.
Boleh percaya atau tidak, jika kamu mencoba mengungkapkan rasa syukurmu, pengalaman itu akan sangat membuka matamu. Ketika terbiasa melakukannya, kamu kan menyadari perbedaan besar dalam kualitas hidupmu.


@Bee…-

Mengatasi "Hobi" Isap Jempol & Gigit Kuku

Ada banyak alasan kenapa si kecil suka mengisap jari (umumnya jempol), atau menggigit kukunya. Penyebab dari sekadar rasa ingin tahu seperti apa rasanya, mengatasi rasa bosan , stress atau berusaha menutupi rasa takut. Yang jelas, kebiasaan ini dikenal dengan sebutan nervous habit, alias kebiasan yang disebabkan oleh perasaan takut atau gelisah.

Selain isap jempol, ada kebiasaan lain semisal gigit kuku, mengupil, memainkan rambut (memelintir atau menarik-narik rambut), serta menggeretakkan gigi. Celakanya, jika tidak cepat-cepat ditangani, kebiasaan ini kerap terbawa hingga si anak tumbuh dewasa.

Tumbuh dan berkembang merupakan proses yang menggelisahkan bagi anak dan banyaknya tekanan yang muncul bersamaan, kerap tidak tidak tertangkap oleh orang tua. Bila si kecil melakukan kebiasaan ini secara tidak berlebihan (dan tidak melukai dirinya), juga secara tidak sadar (misal selagi menonton teve), atau bila dia cenderungmenggigit sebagai respon terhadap situasi tetentu (ketika akan menghadapi ujian), Anda tidak perlu cemas berlebihan. Itu hanyalah cara anak menghadapi stress ringan. Kemungkinan besar cara ini akan berhenti dengan sendirinya.

Namun, bila kebiasaan menggigit kuku atau mengisap ibu jaritetap berlangsung atau tidak dapat dihindari, ada beberapa cara sederhana untuk membantu si kecil menghentikan kebiasaan tersebut. Yaitu :

a. Cari Sebabnya

Yang pertama harus anda lakukan adalah bertanya padanya, apa yang memebuatnya gelisah. Biasanya respon awalkita bila anak melakukan sesuatu yang mengkhawatirkan adalah mencoba menghentikan kebiasannya. Hal ini boleh saja sebagai sasaran jangka panjang. Namun,sebelummelakukan kita perlu mengetahui penyebabnya dan memikirkan apakah anak mengalami stress dan itulah yang perlu ditanyakan pada si kecil.

Jika sudah tahu apa yang membuat anak gelisah, bisa karena baru pindah rumah, perceraian orang tua, sekolah baru ataupun ujian, bantulah anak untuk mengungkapkan kekhawatirannya. Bagi sebagian besar anak, mereka akan berpikir, hal itu memang mudah untuk diucapkandaripada dilakukan. Toh, tetap tak ada salahnya Anda mencoba menyakinkan anak agarbersedia meninggalkan kebiasaan buruknya dengan tips-tips berikut ini :

Yang perlu diingat, jangan pernahlelah mengingatkan si kecil bahwa setiap orangmemeberi respon teknik yang berbeda dan dukung anak untuk mencoba berbagai macam solusi bila yang pertama tidak berhasil. Pada umumnya, semakin besar seorang anak, semakin besar rasa tanggung jawab yang dapat dilakukan atas usahanya. Jangan lupa pula ingatkan anak dan diri sendiri, pada akhirnya kesabaran dan ketekunan akan membuahkan hasil.

b. Jangan Memarahi

Kecuali bila anak memang betul-betul ingin berhenti menggigit kukunya, tidak banyak yang dapat Anda lakukan. Seperti nervous habit lainnya, menggigit kuku cenderung dilakukan tanpa sadar. Bila anak tidak menyadarinya, maka memarahi atau memaksanya menghentikan kebiasaan buruknya itu merupakan cara yang sia-sia. Bahkan orang dewasa pun mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan tersebut dan sebagian besar orang tua menyadari, justru merekalah yang memeberi contoh dari perilaku tadi. Jujurlah, apakah Anda suka memainkan telinga, memilin-milin rambut saat sedang berbicara di telepon?

c. Tentukan Batasannya

“dilarang menggigit kuku di meja makan” merupaka peraturan yang masuk akal sama halnya “Tidak boleh memberi makanan anjing dari piringmu”. Bila Anda sungguh-sungguh tidak dapat menerima kebiasaan buruknya itu, jelaskan baik-baik bahwa Anda tahu baginya sulit untuk meninggalkan kebiasaan tersebut tetapi,”Bunda ingin kamu tahu, Bunda tak suka melihatnya dan akan meninggalkan ruangan untuk beberapa saat bila kamu masih melakukannya”.

Bisa juga dengan mengingatkan anak bahwa mengisap jempol atau menggigit kuku adalah kebiasaan buruk dan tidak sopan, oleh karena itu bila dia tidak tahan ingin melakukannya sebaiknya jangan dilakukan di depan umum. Yang terpenting adalah, membuat anak mengerti untuk menjaga agar kebiasaan tersebut tidak meluas sehingga mengganggu orang lain.

Pada umumnya, sejauh anak tidak menyakiti atau melukai dirinya sendiri dan tidak tampak mengalami stres yang berlebihan, yang terbaik untuk Anda lakukan adalah menjaga kebersihan jari/kukunya. Ingatkan anak untuk tetap menjaga kebersihan tangannya, sering mencuci tangan, menggunting kuku secara teratur,dan bersusaha untuk mengalihkan perhatian bila keinginan menggigit kuku/mengisap jempol muncul.

Bila Anda menekan atau memaksanya untuk menghentikan kebiasaanya, Anda hanya akan membuat dia semakin stres dan resikonya akan semakin hebat. Semakin sedikit kerewelan Anda, semakin lebih mudah baginya untuk menghentikan kebiasaanyasesuai dengan keinginannya bila dia sudah siapdan dia akan merasa lebih nyaman untuk meminta bantuan Anda.

d. Beri Bantuan

Jika teman-temannya mengejeknya karena kebiasaannya menggigit jarinya, dia mungkin siap untuk berhenti dan anak akan membutuhkan bantuan Anda. Pertama-tama, bicarakan tentang anak-anak yang menggodanya. Dukung dia bagaimana perasaanya. Yakinkan anak, bahwa Anda akan selalu mencintainya,tidak peduli bagaimanapun bentuk kuku atau jempolnya. Lalu bicarakan tentang beberapa kemungkinan solusi.

e. Ajak Diskusi

Ajak anak untuk membicarakan cara menghentikan suatu kebiasaan buruk. Anda dapat memulai pembicaraan mengenai apa yang dimaksud dengan nervous habit dan bagaimana menghentikannya. Lalu tentukan sejauh mana keterlibatan Anda. Apakah anak ingin Anda mengingatkannya bila dia lupa atau apakah bila Anda mengingatkannya akan membuat dia merasa terganggu? Semakin besar anak maka semakin sedikit ia menginginkan keterlibatan orang tuanya.

f. Bantu Menyadari Kebiasaannya

Dukung anak untuk mejadi lebih sadar kapan dan dimana dia dapat mengisap jempol/menggigit kukunya. Buat persetujuan bersama bagaimana cara Anda mengingatkannya, terutamabila di depan umum. Entah dengan menggunakan bahasa tubuh tertentu atau kode kata-kata yang sudah Anda sepakati bersama anak. Ada anak yang lebih senang diperingatkanmelalui bahasa tubuh. Pilihan ani memebantu sejauh anak yang memilihnya. Bila tidak, hal ini akan tampak seperti hukuman baginya. Beberapa teknik yang dapat dicobaantara lain, memasang plester di jari atau mengoleskan cairan yang rasanya pahit atau tidak enak(yang tidak berbahaya bagi anak Anda menggosok matanya) di jarinya akan membuatnya tidak ingin menggigit.

g. Tawarkan Alternatif

Beri saran agar ia mengganti kebiasaanya dengan satu atau dua kegiatanlalu mintalah ia mempraktekkan kebiasaan alternative tersebut dalam beberapa menitsebelum masuk kelas atau sebelum tidur di malam hari. Anda dapat menambahkan beberapa teknik relaksasi yang dapat dicobanyabila ia merasa sangat ingin menggigit. Misalnya, menarik nafas dalam-dalamatau menggenggam dan melepas kepalan tangan.

h. Kapan Harus Khawatir

Pada kasus-kasus yang jarang terjadi, menggigit kuku dapat merupakan tanda kegelisahan yang berlebihan. Jika itu yang terjadi, konsultasikan anak ke dokter. Terlebih jika menggigit kukunya sangat kuat sehingga menyebabkan luka dan berdarah, jempolnya mengecil karena terlalu sering diisap atau bila kebiasaan buruknya itu dilakukan bersamaan dengan perilaku lain yang mengkhawatirkan sepertimanarik alisnya atau menarik rambutnya, atau bila dia tidak dapat tidur nyenyak. Konsultasikan ke dokter anak atau ke psikolog bila kebiasaan tersebut mendadak menjadi lebih hebat dan sering.

Temukan Pasangan Hidupmu...

Permasalahan yang tidak asing dikalangan anak muda adalah CINTA, mencari PASANGAN HIDUP dan seputarnya.setiap anak muda pasti berharap bahwa mereka akan menemukan seseorang yang dicintainya, dan berharap untuk menjadi yang untuk selamanya atau sebagai cinta terakhirnya. Tetapi seringkali kenyataan yang kita hadapi tidak seindah harapankita. Seringkali ada permasalahan yang terjadi dan kadang yang terjadi justru menyakiti hati kita dan orang yang kita cintai tersebut. Jadi daripada nyesel, disini ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menemukan pasangan hidupmu……………………….

  • Kenalan dulu donk… ya kalo ga’ kenal gimana bisa tau namanya, rumahnya, aktivitasnya, dllsbgnya….
Mengenal dia itu penting… yang ini beda ama yang nomor satu, mengenal berarti lebih mengarah kearah karakternya. Kalian tetap baik berteman, karena dari berteman itu segalanya jadi transparan, ga’ ada yang ditutupi atau pura-pura. Kamu bisa tau kelebihan dan kekurangan dia, seperti apa kalau dia marah, sebel, atau kalau dia lagi seneng, apa aja yang disukai n’ tidak disukainya dll.

  • Libatkan teman-teman… karena biasanya teman itu lebih tau, lebih bisa mengerti,, karena kalau kita udah kena yang namanya CINTA itu bisa-bisa kita lupa mana yang namanya baik n’ mana yang buruk, segalanya terlihat baik. Kalau ada temen ka nada yang ingetin kalau itu baik atau buruk…
Tanyakan pada diri sendiri apa komitmenmu… dalam pacaran nanti kalau cuman buat seneng-seneng, lebih baik ya berteman ajalah kan bisa tetep bisa seneng-seneng……..
Jangan terburu-buru!!!! butuh waktu untuk mengambil keputusanpacaran sama pentingnya dengan mengambil keputusan untuk menikah, makanya lebih baik jaga hubungan kalian dengan berteman dan bersahabat.
  • Libatkan ORTU…. ceritakan perasaanmu itu ke ortu, harus minta restu ortu doonnkk, kalo direstui mereka juga akan mendoakan pergumulanmu itu loh………
Yang terpenting dari semuanya itu adalah libatkan TUHAN, minta hikmat dari TUHAN, doakan si calon pasanganmu atau pasanganmu itu, apa bener dia adalah pasangan tulang rusukmu atau apakah kamu itu tulang rusuknya dia, karena tulang rusuk ga’ akan masuk ke lobang yang salah, harus pas dariman tulang rusuk itu diambil.
Nah kalau semuanya udah OK, katakan kalau kamu mengasihinya. Sekali lagi perla diINGAT,, KEPUTUSAN PACARAN = KEPUTUSAN MENIKAH.

Tuhan Tau

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari semua usaha yang sia-sia...
TUHAN tau betapa keras engkau sudah berusaha
Ketika kau menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
TUHAN sudah menghitung air matamu
Jika kau pikir hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...
TUHAN sedang menunggu bersama denganmu
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon
TUHAN selalu ada disampingmu
Ketika kau pikir kau sudah mencoba segalanya dan tidak tau hendak berbuat apa lagi...
TUHAN punya jawabannya
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan
TUHAN dapat menenangkanmu
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
TUHAN sedang berbisik kepadamu
Ketika segala sesuatu berjalan dengan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur
TUHAN telah memberkatimu
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
TUHAN selalu tersenyum padamu
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
TUHAN sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu
TUHAN slalu tau dan slalu ada karna Dia yang memilikimu dan...
memberkatimu karna Dia mengasihimu, slalu.

Labels:

PROBLEMA SOSIAL YANG DILATARBELAKANGI OLEH PERBEDAAN GENDER - based on Budaya JAWA

Pada dasarnya, semua orang sepakat bahwa perempuan dan laki-laki berbeda. Manakala kita melihat karakteristik dari masing-masing secara fisik, kita akan dengan mudah membedakannya. Perbedaan alami yang dikenal dengan perbedaan jenis kelamin sebenarnya hanyalah perbedaan biologis yang dibawa sejak lahir antara perempuan dan laki-laki. Permasalahan antara perbedaan ini tidak akan muncul apabila perbedaan itu tidak menjadikan ketidakadilan, tidak menjadikan pertentangan dan tidak ada penekanan dan penindasan satu di antara yang lain. Pada kenyataannya, perbedaan itu telah merambat pada salah satu pihak yang merasa dan dianggap
lebih tinggi derajatnya, lebih berkuasa dan lebih segalanya dari pihak lain. Hal inilah yang memunculkan adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan atau lebih dikenal dengan istilah kesetaraan gender telah menjadi pembicaraan yang hangat akhir-akhir ini.
Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu “genus”, berarti tipe atau jenis. Jender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Karena dibentuk oleh sosial dan budaya setempat, maka gender tidak berlaku selamanya tergantung kepada waktu (tren) dan tempatnya. Sebagai contoh: kalau dulu hanya perempuan yang menggunakan anting-anting, tren akhir-akhir ini ternyata banyak juga laki-laki yang menggunakan anting-anting. Gender juga sangat tergantung kepada tempat atau wilayah, misalnya kalau di sebuah desa perempuan memakai celana dianggap tidak pantas, maka di tempat lain bahkan sudah jarang menemukan perempuan memakai rok. Karena bentukan pula, maka gender bisa dipertukarkan. Misalnya kalau dulu pekerjaan memasak selalu dikaitkan dengan perempuan, maka sekarang ini sudah mulai banyak laki-laki yang malu karena tidak bisa mengurusi dapur atau susah karena harus tergantung kepada perempuan untuk tidak kelaparan.
Yang dimaksud dengan ketidakadilan gender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasarkan alasan jender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengkibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasinya, persamaan antara laki-laki dan perempuan, maupun hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. Beberapa bentuk diskriminasi terhadap gender adalah
• Marginalisasi (peminggiran). Peminggiran banyak terjadi dalam bidang ekonomi. Misalnya banyak perempuan hanya mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu bagus, baik dari segi gaji, jaminan kerja ataupun status dari pekerjaan yang didapatkan. Hal ini terjadi karena sangat sedikit perempuan yang mendapatkan peluang pendidikan. Peminggiran dapat terjadi di rumah, tempat kerja, masyarakat, bahkan oleh negara yang bersumber keyakinan, tradisi/kebiasaan, kebijakan pemerintah, maupun asumsi-asumsi ilmu pengetahuan (teknologi).
• Subordinasi (penomorduaan), anggapan bahwa perempuan lemah, tidak mampu memimpin, cengeng dan lain sebagainya, mengakibatkan perempuan jadi nomor dua setelah laki-laki
• Stereotip (citra buruk) yaitu pandangan buruk terhadap perempuan. Misalnya perempuan yang pulang larut malam adalah pelacur, jalang dan berbagai sebutan buruk lainnya.
• Violence (kekerasan), yaitu serangan fisik dan psikis. Perempuan, pihak paling rentan mengalami kekerasan, dimana hal itu terkait dengan marginalisasi, subordinasi maupun stereotip diatas. Perkosaan, pelecehan seksual atau perampokan contoh kekerasan paling banyak dialami perempuan.
• Beban kerja berlebihan, yaitu tugas dan tanggung jawab perempuan yang berat dan terus menerus. Misalnya, seorang perempuan selain melayani suami (seks), hamil, melahirkan, menyusui, juga harus menjaga rumah. Disamping itu, kadang ia juga ikut mencari nafkah (di rumah), dimana hal tersebut tidak berarti menghilangkan tugas dan tanggung jawab diatas.
Salah satu contoh ketidaksetaraan gender ada pada kebudayaan Jawa. Dalam masyarakat Jawa, berkembang patriaki, di mana ukuran fisik dan seluruh sistem otot para lelaki yang lebih unggul, bersama dengan peran biologis wanita yang melahirkan anak, menghasilkan suatu pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, yang masih berlaku hingga sekarang. Kaum lelaki menjadi penyedia kebutuhan hidup dan pelindung dalam menghadapi dunia di luar keluarga itu. Tanggung jawab yang mendalam sedemikian dapat memberikan otonomi dan kesempatan yang relative besar. Pembagian kerja ini menyebabkan berkembangnya peran-peran sosial yang terbatas bagi kedua jenis kelamin, dan terciptanya perbedaan kekuasaan dalam beberapa hal lebih menguntungkan kaum lelaki. Dalam bentuknya yang paling dasar, otoritas berdasarkan peraturan terkondisi secara biologis. Kepala rumah tangga, suami, para sesepuh, kakek kandung dan berbagai jenis orang-orang kuat lainnya memaksakan dan mempertahankan ketertiban dalam zona pengaruh mereka. Perlahan dari peran yang dikembangkan dalam kebudayaan pra modern. Jenjang wewenang yang berasal dari perbedaan biologis meluas secara mendalam ke dunia publik. Dewasa ini kaum lelaki mendominasi lembaga-lembaga ekonomi, politik dan keagamaan di mana-mana.. Dalam budaya Jawa, banyak istilah-istilah yang mendudukkan posisi perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Dan istilah-istilah itu sudah tertanam dalam dalam hati masyarakat, sehingga dimaklumi dan diterima begitu saja. Contohnya, dalam istilah Jawa ada menyebutkan bahwa istri sebagai kanca wingking, artinya teman belakang, sebagai teman dalam mengelola urusan rumah tangga, khususnya urusan anak, memasak, mencuci dan lain-lain. Ada lagi istilah lain suwarga nunut neraka katut. Istilah itu juga diperuntukkan bagi para istri, bahwa suami adalah yang menentukan istri akan masuk surga atau neraka. Kalau suami masuk surga, berarti istri juga akan masuk surga, tetapi kalau suami masuk neraka, walaupun istri berhak untuk masuk surga karena amal perbuatan yang baik, tetapi tidak berhak bagi istri untuk masuk surga karena harus katut atau mengikuti suami masuk neraka. Ada lagi istilah yang lebih merendahkan lagi bagi para istri, yaitu bahwa seorang istri harus bisa manak, macak, masak dan berapa kata yang berawal ‘m’ yang lain lagi. Bahwa seorang istri itu harus bisa memberikan keturunan, harus selalu berdandan untuk suaminya dan harus bisa memasak untuk suaminya. Istilah lain yang melekat pada diri seorang perempuan atau istri yakni dapur, pupur, kasur, sumur dan mungkin masih ada akhiran “ur-ur” yang lain yang bisa diteruskan untuk dilekatkan pada perempuan. Citra, peran dan status sebagai perempuan, telah diciptakan oleh budaya. Citra bagi seorang perempuan seperti yang diidealkan oleh budaya, antara lain, lemah lembut, penurut, tidak membantah, tidak boleh “melebihi” laki-laki. Peran yang diidealkan seperti pengelola rumah tangga, sebagai pendukung karir suami, istri yang penurut dan ibu yang mrantasi. Citra yang dibuat untuk laki-laki antara lain, “serba tahu”, sebagai panutan harus “lebih” dari perempuan, rasional, agresif. Peran laki-laki yang ideal adalah sebagai pencari nafkah keluarga, pelindung, “mengayomi”, sedangkan status idealnya adalah kepala keluarga. Perempuan masih dianggap the second class yang sering disebut sebagai “warga kelas dua” yang keberadaannya tidak begitu diperhitungkan. Implikasi dari konsep dan common sense tentang pemosisian yang tidak seimbang telah menjadi kekuatan di dalam pemisahan sektor kehidupan ke dalam sector “domestik” dan sektor “publik”, di mana perempuan dianggap orang yang berkiprah dalam sektor domestik sementara laki-laki ditempatkan dalam sektor publik. Ideologi semacam ini telah disyahkan oleh berbagai pranata dan lembaga sosial, yang ini kemudian menjadi fakta sosial tentang status dan peran yang dimainkan oleh perempuan.
Untuk mengubah ideologi gender yang telah berurat akar di dalam kehidupan masyarakat kita bukan merupakan suatu hal yang mudah, tetapi untuk mengubah suatu budaya memerlukan proses yang panjang. Untuk mewujudkan kesetaraan gender perlu dilakukan berbagai tindakan yang didasari komitmen kuat untuk mengangkat perempuan dari kemiskinan struktural mulai dari individu atau diri sendiri, masyarakat, negara dan dunia internasional. Tentu saja semuanya harus dimulai dari kemauan diri untuk berubah dengan melakukan gerakan transformasi, di mana gerakan tersebut berupaya menciptakan hubungan antara sesama manusia yang secara fundamental lebih baik dan baru. Untuk memperjuangkan kesetaraan gender tidak sama dengan perjuangan perempuan melawan laki-laki. Persoalan penindasan terhadap perempuan adalah persoalan sistem dan struktur dalam masyarakat (ketidakadilan gender) bukan persoalan kaum laki-laki. Adanya kesadaran yang diikuti kemauan untuk membongkar pemahaman diri sendiri dari alam bawah sadar ketidakadilan yang membelenggu akan terus menerus mendorong diri untuk melakukan perubahan yang lebih luas dalam masyarakat. Pada intinya adalah, perempuan harus bisa memperjuangkan haknya, meningkatkan kemampuan, berani ambil bagian dan menunjukkan kemampuannya itu di berbagai bidang, jangan hanya berdiam diri saja menerima “perlakuan” yang sebenarnya artificial. Lama-kelamaan ‘ketidakadilan gender’ akan dapat diminamilisir bahkan diakhiri untuk tujuan penghargaan hak asasi yang paling hakiki. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Dari lingkungan yang paling kecil, keluarga. Tatanan budaya, khususnya budaya Jawa yang sebenarnya adi luhung, seharusnya tidak malah dijadikan sebagai kambing hitam dalam menciptakan ketidakadilan gender. Pranata budaya harusnya tidak menghalangi para perempuan untuk berkiprah dan menunjukkan eksistensinya dalam ranah publik. Sehingga antara budaya dan kesetaraan gender dapat berjalan seirama tanpa harus dipertentangkan




When I Say " I LOVE U..."

* When a dog says ‘I love you, ’it means “I’d love to have puppies with you”.

* When a monkey says ‘I love you, ‘ it means “I’d love to share bananas with you”.

* When a playful person says ‘I love you, ‘ it means “I’d love to have fun with U”.

* When a young man in love says ‘I love you, ‘it means “I’d love to go places with you”.

* When a materialistic girl says ‘I love you, ‘ it means “I’d love to go shopping with you”.

* When a mother or a wife says ‘I love You, ‘it means “I’ll do anything for you”.

* When a husband says ‘I love U, ‘it means “I’ll provide for U”.

* When true lovers say ‘I love u, ‘it means “I DON’T want to have a life without U”.

* When I say ‘I love you, ‘it means……..(?????complete u’r poem yourself)

HAPPY VALENTINE’s DAY





Tips Asik n' Komplit Jadi Remaja Putri...

Memasuki usia remaja, kamu akan banyak mengalami hal-hal yang menakjubkan. Segalanya berbeda dengan masa di waktu kecil… banyak hal yang perlu kamu ketahui agar kamu siap menjadi remaja putri. Nah simak ya tips-tips di bawah ini…

Perubahan di Masa Remaja
Kini saat kamu memasuki masa pubertas. Cobalah perhatikan dirimu… apakah kamu merasakan suatu perubahan…? Di masa ini kamu akan mengalami perubahan Psikologis dan perubahan fisik.

Perubahan Psikologis
Contohnya, kamu mungkin mulai tertarik dengan lawan jenismu, atau kamu mungkin punya idola.


Perubahan Fisik
Muncul rambut di ketiak dan skitar daerah kewanitaanmu
Buah dada membesar
Pinggul mulai membentuk
Dan… kamu akan mengalami peristiwa penting sebagai wanita…HAID


Kenali Tubuhmu
Sebelum menjelaskan tentang HAID… yuk kita kenali dulu tubuhmu!!!

Indung Telur
Ada 2 indung telur, sebelah kiri dan kanan rongga pinggul. Ukurannya kurang lebih sebesar ibu jari tangan. Disinilah proses pematangan sel telur, yang kemudian dikeluarkan untuk proses pembuahan. Biasanya tiap siklus haid, keluar satu sel telur.
Saluran Telur
Saluran ini terletak di kanan atas dan kiri atas rahim. Ia Sangay diperlukan untuk menyalurkan sel telur matang dari indung telursehingga masuk ke dalam rahim. Di dalam saluran ini pula terjadi pembuahan.
Rahim
Di saat tidak hamil, besarnya rahim sebesar telur ayam. Di sinilah tempat berkembangnya janin dan dari sinilah asalnya darah haid.
Vagina
Rahim berhubungan dengan dunia luar mlalui liang ini. Lewat liang inilah bayi keluar dan darah haid keluar.

Apakah HAID itu…?
Haid adalah keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena sel telur tidak dibuahi. Umumnya haid berkisar antara 3 sampai 8 hari. Haid akan dialami oleh semua wanita yang normal. Karena itu kamu tidak perlu was-was bila mengalami peristiwa ini. Umunya wanita mengalami haid pertamanya pada usia 10 hingga 16 tahun.

Haid Tak Teratur di Tahun Pertama
Tak perlu cemas! Haid terjadi akibat sel telur matang dan tidak dibuahi, lalu keluar dalam bentuk darah haid. Nah, di tahun pertama haid, lama proses pematangan sel telur tidak selalu sama. Akibatnya, haid pun jadi tak teratur.

Keluhan di Saat Haid
Ada 2 macam keluhan di saat haid, yaitu keluhan fisik dan psikologi.
Keluhan Fisik
Buah dada nyeri, tegang dan sakit bila di sentuh.
Perut kembung dan nyeri, akibat banyaknya udara dan cairan di perut kita.
Cepat lelah

Keluhan Psikologis
Cepat tersinggung
Cengeng
Sumar berkonsentrasi
Marah tanpa sebab


Tips Mengatasi Nyeri Haid
Nyeri saat haid memang sangat mengganggu. Inilah beberapa tips untuk mengurangi nyeri haid :
Olah raga ringan secara teratur
Kurangi makanan manis
Kurangi kopi, karbohidrat dan coklat
Perbanyak protein dan buah

Menjaga Kebersihan di Saat Haid
Jagalah daerah kewanitaanmu agar terjaga kebersihannya. Bersihkan dengan air dari depan ke belakang. Jangan sekali-kali menyiram dari belakang atau dengan tangan yang telah menyentuh lubang dubur yang banyak mengandung kuman.
Ganti pembalut 3 kali sehari atau 4 jam sekali dan jangan memakai pembalut yang sama dalam waktu yang lama.


Berapa lamakah siklus haid yang normal???
Jika masih diantara 21-35 hari dari 1 siklus ke siklus lainnya, maka masih normal.


@ Bee…

YOU SHOULD READ THIS STORY…………………

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milanor Camarine Sur (Filiphina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya, dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. Setiap kali berhasil melewati jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang pendeta yang merasa terharumenjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut. “Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?” “Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati pendeta tersebut. Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke gereja dan saya akan menemani kamu untuk menyeberang, jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu dapat pulang ke rumah dengan selamat.” “Tarima kasih, Bapak Pendeta.” “Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu mau tinggal tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?” “Aku hanya ingin menyapa Tuhan … sahabatku.” Dan pendeta tersebut segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga. “Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayah mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakanhanyalah kue ini. Tarima casi buat kue ini Tuhan! Aku tadi melihat anakkucing malangyang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. Lucunya,aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tetapi tidak apa-apa…paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang 2 berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapatemanku sudah berhenti ekolah. Tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi, tolong Tuhan! Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ni memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang ibu, Tuhan… Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini… disini… aku rasa Engkau tahu yang ini kan? Tolong jangan marahi ibuku ya…? Dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku… itulah mengapa dia memukul kami. Oh Tuhan, aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik di kelasku, namanya Anita… menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku. Hei…ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Aku harap Engkau akan menyukainya. Ooopss! aku harus pergi sekarang.” Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu,” bapak Pendeta… Bapak Pendeta… Aku sudah selesai bicara dengan Sahabatku, Anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!!” Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaatnya setiap hari Minggu karena ia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang begitu murni kepada Allah… suatu pandangan dalam situasi yang negative. Pada hari natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga Ia tidak bisa memimpingereja dan dirawat di RS. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka. Mereka sedang berlutut memegangi rosario ketika andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa..”Halo Tuhan… Aku…!” “Kurang ajar kamu bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa?!Keluar!!” Andy begitu terkejut, “Dimana Bapa Pendeta Agaton? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya, dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku juga punya hadiah untukNya…”ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita tersebut menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata, “Keluarlah bocah.…kamu akan mendapatkannya!” karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan gereja. Dia mulai menyeberang ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang, disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut di dalan saku bajunya, sehingga ia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar…dan andy tewas seketika. Orang2 disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut. Tiba2 entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah halus dan lembut namun penuh dengan air matadatang dan memeluk bocah tersebut. Dia menangis. Orang2 penasaran dan bertanya “ Maaf Tuan, apakah Tuan keluarga bocah ini?” Pria tersebut dengan hati berduka segera berdiri dan menjawab, “Dia sahabatku.” Hanya itu yang Ia katakan lalu mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah tersebut dan menaruh di dadanya. Dia berdiri dan membawa pergi bocah tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran. Di malam natal Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan ini. Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dan bercakap2 dengan kedua orang tua Andy. “Bagaimana Anda mengetahui putera Anda meninggal?” “Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari” ucap ibu Andy terisak. “Apa katanya?” Ayah Andy berkata, “Dia tak mengucapkan sepatah katapun, Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun Dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Ia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakan rambut Andy darinya dan memberikan kecupan dikeningnya kemudian Dia membisikan sesuatu…” “Apa yang Dia katakana?” “Dia berkata kepada puteraku…”Ujar sang ayah ”Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu, Engkau akan bersamaku” Dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian, semuanya terasa begitu indah, aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia… Aku tidak dapat menjelaskannya bapak pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada sesuatu kedamaian yang memenuhi hati kani, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku… Aku tak dapat melukiskan sukacita yang ada dalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, bapak pendeta… siapakah pria yang selalu berbicara dengan puteraku di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal.” Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik, “Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa kecuali dengan Tuhan.”

MERDEKA DARI GANGGUAN JIWA

Setiap tahunnya pada 10 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Dunia. Dalam peringatan hari tersebut, tujuan yang paling utama tak lain hanya untuk mengatasi masalah gangguan-gangguan kesehatan jiwa yang sudah mengkhawatirkan dan sudah mencapai titik klimaks pada dewasa ini akibat dari sering tejadinyaberbagai konflik, “peperengan”, korupsi, pengangguran, serta lilitan krisis ekonomi yang terus berkepanjangan.
Menurut data yang dihimpun dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masalah gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi masalah yang sangat serius dan harus segera ditangani. Sebab, bagaimanapun juga kesehatan jiwa merupakan suatu yang palingurgen dalam kehidupan sehari-hari. WHO manyatakan, paling tidak ada satu dari empat orang di dunia yang mengalami masalah mental.
Peringatan Hari Kesehatan Jiwa tahun ini tentunya merupakan momen yang paling strategis serta tepat untuk paling tidak mengurangi segala bentuk gangguan penyakit jiwa yang sering melanda manusia di sunia khususnya di Indonesia seperti sekarang ini. Sebab, peringatan hari kesehatan jiwa tahun ini bertepatan dengan Ramadhan serta berdekatan dengan Idul Fitri.

Puasa Sebagai Terapi
Secara ilmiah sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Dr Alan Cott dalam karya besarnya yang berjudul Fasting as a Way of Life dan Fasting the Ultimate Diet, ternyata secara tidak langsung ritual puasa dan idul fitri tersebut dapat dijadikan suatu srana terapi yang paling efektif untuk menanggulangi dan menangani masalah gangguan kesehatan bagi jiwa manusia yang acap kali terjadi dalam diri kita, di samping pada akhirnya juga jasmaninya akan lebih sehat.
Dalam bukunya tersebut, Alan Cott menyebutkan bahwa gangguan jiwa yang parah dapat disenbuhkan dengan jalan berpuasa. Penelitian yang dilakukan Alan Cott terhadap pasien gangguan jiwa di RS Grace Square New York menemukan hasil yang sejalan dengan pemikiranny tersebut. Pasien yang mengalami gangguan sakit jiwa, baik tingkat tinggi maupun rendah, ternyata dapat sembuh dengan jalan terapi puasa. Ditinjau dari segi penyembuhan kecemasan dilaporkan pula bahwa penyakit seperti susah tidur dan merasa rendah diri dapat disembuhkan pula dengan ritual puasa.
Adanya gangguan kesehatan jiwa pada manusia ini sebenarnya banyak sekali penyebabnya, baik secara ekstern maupun intern yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, menurut Prof Dr dr H Aris Sudiyanto SpKJ, guru besar Ilmu Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, setidaknya ada tiga golongan yang paling utama penyebab gangguan jiwa pada manusia ini.
Pertama, gangguan fisik, biologic, atau organic. Penyebabnya yang tak lain berasal dari faktor keturunan, kelainan pada otak, penyakit infeksi (tifus, hepatitis, malaria), serta kecanduan obat dan alcohol.
Kedua, gangguan yang disebabkan oleh cacat mental, emosional, atau kejiwaan seseorang. Penyebabnya antara lain karena salah asuh, hubungan yang patologis diantara anggota keluarga disebabkan frustasi, konflik dan tekanan krisis.
Ketiga, gangguan sosial atau lingkungan yang berada di sekitarnya. Penyebabnya dapat berupa stressor psikososial (baca:perkawinan, problem orang tua, hubungan antar personal dalam pekerjaan, sekolah atau lingkungan hidup, dalam masalah keuangan, hukum, perkembangan diri, faktor keluarga, penyakit fisik dan lainnya).

Menuju hidup sehat
Selain itu, jika dikajilebih mendalam lagi, ternyata ritual puasa tersebut bukan hanya dijadikan sebuah terapi saja, melainkan juga dapat membentuk masyarakat yag sehat, baik secara jasmani maupun rohani.
Untuk mencapai masyarakat sehat tersebut, harus berawal dari pribadi-pribadi yang sehat pula, baik jasmani maupun rohaninya. Dalam hal semacam ini, Erich Fomm(1995) mengungkapkan bahwa pribadi yang sehat mental adalah pribadi yang produktif dan tidak teralienasi, pribadi yang menghubungkan dirinya sendiri dengan duniapenuh cinta, yang menggunakan akal budinya untuk mengungkap realitas-realitas di sekitarnya secara obyektif, yang merasa dirinya sendiri sebagai satu kesatuan individu yang unik dan pada saat yang sama merasa satu dengan seasamanya, dalam artian dalam dirinya mempunyai rasa solidaritas yang tinggi.
Pendek kata, kondisi ewarasan dan kesehatan mental seseorang dapat dicapai hanya dengan perubahan-perubahan simultan dalam perbagai bidang pembangunan yang berada di sekitar kita. Bisa berupa bidang industri, pendidikan, oraganisasi politik, spiritual, orientasi filosofis, struktur karakter, perilaku manusia, aktivitas kebudayaan suatu masyarakat dan kebiasaan yang ada dalam komunitas tersebut.
Untuk mewujudkan kondisi kesehatan jiwa manusia yang benar-benar seperti itu, salah satu kunci yang paling utama tidak lain adalah setiap jiwa dan raga kita harus dapat melakukan peningkatan serta pembangaunan akan kualitas hidup yang dapat menjaminterciptanya kondisi sehat yang sesungguhnya, yaitu melalui terapi puasa.
Dengan ritual, kita akan mendapat jiwa yang fitrah (suci). Dan kondisi yang semacam itu pasti akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang jernih dan sehat pula. Dengan demikian, kita dapat memahami serta mengerti akan keberadaan kita di negara Indonesia sebagai makhluk sosial.




eros

eros

Pada umumnya orang mengenal bahwa CINTA (love) dibagi menjadi empat macam: eros, philea, storge dan agape. Masing-masing memiliki karakternya sendiri lalu dari padanya muncullah pembuatan peringkat dan Agape dimengerti sebagai CINTA yang paling luhur dan mulia. Sementara itu eros sering dianggap sebagaian orang sebagai “wujud” CINTA yang kurang mulia karena dikaitkan dengan kedagingan. Bahkan dalam banyak hal dikaitkan dengan hal-hal yang dipandang tabu atau porno. Sebagai contoh dalam keluarga, apakah suami-istri menempatkan eros dapat terekspresi secara natural (dalam artian proporsional) pada anak kita? Seorang suami untuk merangkul atau mencium istrinya masih banyak yang harus bersembunyi (‘delikan’) supaya tidak dilihat anaknya, karena dimengerti hal itu sebagai hal yang tabu bagi anak. Setidaknya bagi sebagian keluarga memposisikan eros sedemikian rupa. Apakah eros tidak dimungkinkan mengandung agape? Satu hal yang patutnya disadari terlebih dahulu bahwa pembagian CINTA menjadi empat mecam bukanlah satu-satunya pandangan tentang CINTA. Eros sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dengan agape yang terkait dengan kasih Illahi. Kitab Kidung Agung menggunakan bahasa erotis untuk mengungkapkan kemesraan antara Tuhan dan umat, misalnya pada pasal 7 ayat 6-9 :

“Betapa cantik, betapa jelita engkau hai tercinta diantara segala yang disenangi. Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya. Kataku: ‘ Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel. Kata-katamu manis bagaikan anggur!”. Ya anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!”.

Penggunaan eros ini dipertegas oleh Tuhan Yesus dengan mengumpamakan diriNya sebagai mempelai laki-laki bagi gerejaNya sebagai memepelai perempuan. Eros yang mengandung arti cinta pada keindahan mengandung suatu keterkaitan antara dinamika duniawi dan sorgawi yang terekspresi pada hasrat.

Apabila kita merenungkan kembali keberadaan kita sebagai menusia pada penciptaan, maka disana kita menjumpai bahwa manusia diciptakan menurut gamabar dan rupa Allah (Kej 1:26) dan juga diciptakan dari debu tanah (Kej 2:27); maka secara spiritual, erotisme dalam diri manusia merupakan manifestasi erotisme Allah. John Climacus, seorang spiritualist abad VI mengatakan : “Bila kita mengasihi Tuhan dengan kekuatan eros, maka eros akan mengalami transformasi menjadi agape”.

Kepaduan antara eros dengan agape akan mempengaruhi pemahaman kita tentang keterkaitan seksualitas dengan spiritualitas. Dengan keyakinan kita bahwa Allah telah berinkarnasidalam diri Yesus dan menjadi daging ini hendaknya pengalaman dalam hidup kita merupakan pengalaman bersama Allah pula. Eros hendaknya menjadi wahana menyatukan Allah dalam pengalaman hidup ini. Dengan demikian apabila kita mengkontemplasikan eros maka di situ akan melahirkan spiritualitas perjumpaan (spiritualitas union) antara manusia dan Allah. Dan eros menjadi sebuah hasrat yang kudus ( a holy desire). Saya menawarkan sebuah kontemplasi eros yaitu :temukan keindahan bersama pasangan saudara dan nikmati kebersamaan yang ada kemuduan renungkan secara mendalam “ nilai perjumpaan dengan Allah” selama bersama pasanganmu., lalu sharingkan itu pada pasangan saudara.

Akhirnya, Kahlil Gibran, seorang theolog asal Libanon, mengatakan : CINTA tak memberikan apa-apa, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, pun tidak mengambil apa-apa, kecuali dari dari dirinya sendiri. CINTA tidak memiliki ataupun dimiliki; karena CINTA telah cukup untuk CINTA.

Pdt. Stefanus Christian Haryono,MACF

Pendeta UKDW

Koran Kampus UKDW vol 1/3

Februari-Maret 2007

jalan terbaik lupakan mantan

Jalan terbaik LUPAKAN MANTAN

Anda sudah berpisah dengan mantan, dan menurut Anda getaran lama sudah tak bersisa. Lalu Anda mulai marasa siap untuk kencan lagi. Tapi mengapa belum juga menemukan seseorang yang cocok? Bisa jadi, ternyata sesungguhnya Anda belum benar-benar melupakan sang mantan!.


Berikut ini beberapa tuntunan bagi anda untuk mulai berkencan lagi.

Anda Akan Siap Bila :

* Sudah mencoret namanya dari daftar

Nama mantan hanya disebut untuk proses perceraian atau putus hubungan dan sesudah itu Anda perlu menyingkirkan namanya dari benak. Tetapi bila sesudah Anda berpisah masih sering menyebut dan membicarakan mengenai kebaikan dan keburukannya, berarti Anda masih memikirkan dia.

* Menghapus kenangan akan dia

Segala sesuatu yang mengingatkan Anda padanya, semanis apa pun, akan menghantui Anda. Singkirkan dan simpan foto-foto Anda dengan dia, maupun benda-benda pemberiannya ke suatu tempat yang jauh dari jangkauan dan pandangan mata Anda. Jangan lupa hapus nomor teleponnya dari ponsel Anda. Demikian juga pesan singakat atau voice mail darinya.

* Jangan Menderita

Bila ada benda-benda atau sesuatu yang tidak dapat disingkirkan yang mau tidak mau membuat Anda teringat padanya, seperti misalnya lagu kenangan Anda berdua dilantunkan di suatu tempat, jangan sampai membuat Anda jadi cengeng. Atau di suatu pesta tersaji salah satu makanan kegemaran mantan, jangan sampai membuat Anda sedih, karena hal itu tidak pada tempatnya.

* Mantan Punya Pacar Baru

Mendengar mantan sudah mempunyai teman kencan baru, wajar saja bila membuat Anda cemburu pada awalnya. Namun, bila disadari, semestinya Anda merasa bahagia telah lepas dari dia dan sudah saatnya bagi Anda untuk melakukan hal yang sama.

* Berhenti Membandingkan

Dapat dimengerti bila tidak/belum ada getaran antaraAnda dan teman kencan baru. Bila tidak siap memulai suatu hubungan, Anda akan memakai berbagai macam alas an mengapa teman kencan tidak berhasil menaklukkan hati Anda. Jangan salahkan teman kencan baru, karena masalahnya justru pada Anda.

* Tak Masalah Berakhir Pekan Sendirian

Bila biasanya Anda menghabiskan akhir pekan berdua dan sekarang harus menjalani sendirian, pasti tidaklah mudah. Bagaimana Anda dapat melewati hari tersebut tanpa seseorang di samping Anda? Sebenarnya perasaan cemas tersebut akan hilang dengan sendirinya. Anda harus menyadari bahwa Anda memang sudah sendiri dan harus menikmati akhir pekan dengan sebaik-baiknya.

KIAT MELUPAKAN

1. Ingat Hal-Hal yang Buruk Dari Dirinya

Pada umumnya wanita cenderung mengingat sisi baik dari mantannya, Anda harus mengingat sisi buruk dari mantan. Misaknya, selalu mengoceh pada waktu menonton film, mengeluarkan suara yang tidak enak pada waktu makan, membuang sampah sembarangan, atau kerap tidak tepat waktu. Bila perlu minta sahabat untuk menambahkan daftarsisi buruk dari mantan Anda.

2. Cari Tempat Curhat

Anda sedang melamar pekerjaan dan perlu saran dari seseorang? Biasanya Anda harus meminta saran dari mantan. Nah, sekarang ini, jangan lakukan itu! Telepon kakak Anda dan minta sarannya. Atau uang kos naik lagi? Keluhkan hal ini pada teman sekerja. Anda harus membiasakan diri untuk mencari seseorang sebagai tempat berkeluh kesah, tempat anda memerlukandukungan dan nasehat. Dengan demikian, anda betul-betul bisa dapat menghilangkan kehadiran mantan dari pikiran Anda.

3. Ciptakan Fantasi

Kita pasti selalu berpikir bila seandainya perpisahan itu tidak terjadi. Masalahnya, Anda sudah berpisahdan daripada hanya membicarakan sesuatu yang sudah menjadi bubur, lebih baik buat daftar beberapa pria yang anda idamkan untuk masa depan dan ceritakan hal ini pada teman-teman wanita Anda. Siapa tahu mereka punya kenalan pria yang mirip seperti yang Anda gambarkan?

JIKA MANTAN MANTAN MENYEBALKAN

Ingatkah saat terakhir bersama mantan pasangan? Apa yang terjadi? Apa yang Anda lakukan atau katakan? Bila kita mencoba mengatasi kejadian atau orang yang membuat kita stress, maka yang terjadi dapat berupa tiga tipe respon yang tidak sehat, yaitu bertengkar (baik secara fisik ataupun emosi, berkelahi, atau mempertahankan diri dan membungkam).

Sekarang tanyakan pada diri sendiri, perilaku mana dari ketiga yang disebutkan tadi yang Anda alami bila berinteraksi dengan mantan? Tidak satu pun dari perilaku tersebut akan membantu Anda. Sesuat yang aneh bila seseorang melakukan hal yang sama berulang kali dan mengharapkan hasil yang berbeda. Apakah Anda termasuk orang jenis ini?

Nah, berikut ini sejumlah alat yang Anda perlukan dan perlu dilatih terus jika berhadapan dengan mantan yang berperilaku menjengkelkan.

* Tetapkan Kembali Hubungan Di Dalam Pikiran

Jangan lagi berpikir bahwa hubungan dengan mantan merupakan arena perkelahian. Dengan menggunakan istilah “Ayahnya anak-anak” atau “Ibunya anak-anak” akan jauh lebih baik daripada menyebutnya dengan kata ”Mantan saya”. Bila mungkin, lepaskan dan tinggalkan semua masalah suami-istri, kecuali masalah sebagai orangtua. Bila berinteraksi dengan manta, bicaralah dengan pelan, karena halini akan membuat Anda lebih tenang. Tarik nafas panjang dan jangan langsung memberi respon. Lalu tanyakan padanya bila ia ingin melanjutkkannya di lain waktu.

* Sadar Dan Tetap Fokus Pada Diri Sendiri

Rasakan kaki Anda menginjak lantai, hubungkan dengan nafas dan lemaskan bahu. Dengan melemaskan tubuh, pikiran Anda akan lebih tenang. Sangat penting unutk membuat permintaan selama pembicaran dan bukan tuntutan semisal “ Maukah kamu….”, dan bukan “Kamu harus…”. Jaga nada suara agar tetap netral, tidak bersikap bermusuhan, sera berbicara dengan singkat dan jelas. Jangan katakana berulang kali permintaan Anda. Hindari kata-kata yang mengandung emosi seoerti “Saya sangat marah karena kamu….”

Berikut ini sejumlah kalimat yang dapat Anda coba saat mencari solusi bila timbul masalah yang menyangkut kerjasama dengan mantan sebagai orangtua dari anak-anak anda berdua sementara mantan suami Anda tidak mau bekerjasama dengan baik.

· “Saya ingin memastikan apakah saya mengerti apa yang kamu katakan”

· “ Persisnya apa yang kamu minta dari saya?”

· “Sebaiknya kita bicarakan masalah ini lain kali saja”

· “saya rasa kamu tidak mengerti apa yang saya katakan. Biar saya coba jelaskan kembali”.

· “Bisakah kamu ulangi apa yang sudah saya katakan?”

· “biar saya mengajukan beberapa usul”

· “Saya mengerti yang kamu inginkan adalah yang terbaik untuk anak-anak kita.

· “ Sangat membantu sekali apa yang telah kamu lakukan terhadap anak-anak minggu lalu.

Bila cara ini gagal, lebih baik katakan pada mantan bahwa anda ingin mengatur pertemuan lain kali untuk membicarakannya kembali. Anda harus mau melihat seberapa besar kontribusi Anda terhadap stress yang anda alami. Melakukan hal ini berarti aAnda bertanggunggung jawab terhadap diri sendiri dan tidak lagi mengharapkan orang lain untuk berubah. Bila Anda tetap tidak menyerah untuk meminta mantan untuk berubah, minta dia untuk mengerti atau mengakui kerja keras Anda. Karena bila tidak, Anda terus akan merasa lemah dan menjadi korban perilaku mantan.

Bila Anda memberikan yang terbaik, Anda akan menguasai situasi dan menjadi sangat mampu mengahadapi setiap orang yang sulit yang dijumpai di dalam kehidupan. Dengan menyadari bahwa Anda telah menyembuhkan jiwa serta raga,Anda akan menemukan kembalijiwa Anda. Hal ini merupakan karunia yang tak terhingga.

Nova.1005/xx.28mei-3 juni2007