<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880</id><updated>2011-04-21T12:20:19.176-07:00</updated><category term='love  - koran kampus  UKDW'/><category term='poem from Him'/><category term='bee-patologi sosial'/><category term='deliquency...'/><category term='psikologi - klinis'/><category term='kanker.....- DETAK'/><category term='psikologi - nova'/><category term='love - gf'/><category term='psikologi-arli  aditya parikesit'/><category term='humoure corner'/><category term='psikologi - KOMPAS'/><category term='psikologi'/><category term='noelnoelnoel...'/><category term='psikologi - rihard carlson'/><category term='REFRESH CORNER............'/><category term='health - merry magdalena'/><category term='psikologi - merry magdalena'/><category term='HUMOURE CORNER....'/><category term='kanker...'/><category term='psikologi - bee'/><category term='bee - andar ismail'/><title type='text'>beenett</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-4848413754973718422</id><published>2008-12-22T16:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T16:48:28.653-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='noelnoelnoel...'/><title type='text'>Merry  X'Mas..................</title><content type='html'>Shinnen omedeto, Mithag, Gezur Krislinjden, Idah Saidan Wa Sanah Jadidah, Mele Kalikimaka, Prieci'gus Ziemsve'tkus un Laimi'gu Jauno Gadu!, Heughliche, God Jul, Gledelig Jul, Ojenyunyat Sungwiyadeson honungradon, Linksmu Kaledu, Sreken Bozhik, Joyeux Noel, Sretan Bozic, Vesele Venoce!!Natale hilare et Annum Faustum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;halah.. pokoke met natal ya.....^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-4848413754973718422?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/4848413754973718422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=4848413754973718422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4848413754973718422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4848413754973718422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/12/merry-xmas.html' title='Merry  X&apos;Mas..................'/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-5185296237335587092</id><published>2008-12-22T16:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T16:35:49.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUMOURE CORNER....'/><title type='text'>HUMOURE CORNER....</title><content type='html'>kisah 1000 ciuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai perusahaan.&lt;br /&gt;Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Sebulan berlalu, tapi Paijo masih belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Otomatis bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman.&lt;br /&gt;Setelah cape muter2 otak (juga kaki) beberapa hari, akhirnya Paijo pasrah. Tapi....demi menentramkan perasaan istrinya, ia mengirim surat meskipun isinya hanya demikian :&lt;br /&gt;Istriku Tercinta,&lt;br /&gt;Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.&lt;br /&gt;Salam Cinta,&lt;br /&gt;Kanda Paijo&lt;br /&gt;Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya :&lt;br /&gt;Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.&lt;br /&gt;Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :&lt;br /&gt;1. Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah.&lt;br /&gt;2. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per-tanggal 10 setiap bulannya.&lt;br /&gt;3. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.&lt;br /&gt;4. Engko pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.&lt;br /&gt;5. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..&lt;br /&gt;6. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650 ribu, lumayan buat ongkos sebulan.&lt;br /&gt;Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.&lt;br /&gt;Kanda Paijo tersayang,&lt;br /&gt;Bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.&lt;br /&gt;Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya?&lt;br /&gt;Salam Paling Sayang,&lt;br /&gt;dari Dinda seorang.&lt;br /&gt;(di kediaman Paijo)&lt;br /&gt;Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.&lt;br /&gt;Just for laugh, why so serious ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Peraturan Aneh Di Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kitab hukum dan perundangan dibuat dengan serius, ternyata ada juga yang isinya unik, lucu dan konyol.&lt;br /&gt;THAILAND :&lt;br /&gt;Dilarang keluar rumah tanpa mengenakan celana dalam. (ketauan pake ngga pakenya gimana dong?)&lt;br /&gt;FILIPINA :&lt;br /&gt;Untuk mengurangi tingkat kemacatan lalu lintas kota Manila , ditetapkan bahwa :&lt;br /&gt;Kendaraan bernomor akhir 1 atau 2 tidak diizinkan beroperasi di hari Senin.&lt;br /&gt;Sedangkan angka 3 &amp; 4 tidak boleh di hari Selasa, 5 &amp; 6 tidak boleh di hari Rabu, 7 &amp; 8 tidak boleh di hari Kamis, 9 &amp; 0 tidak boleh di hari Jumat. Peraturan ini berlaku sejak pukul 07.00 pagi setiap harinya.&lt;br /&gt;SWISS :&lt;br /&gt;a. Dilarang berkebun di hari minggu. Alasannya : BERISIK!!!&lt;br /&gt;b. Walau warga Swiss dilarang menjual, membeli, menyelundupkan, dan memproduksi minuman beralkohol, tapi mereka diizinkan untuk mengkonsumsinya.&lt;br /&gt;SWEDIA :&lt;br /&gt;Dilarang mengecat rumah tanpa ijin dari pemerintah dan harus menggunakan cat yang sudah mendapat sertifikat / ijin dari pemerintah.&lt;br /&gt;KOREA SELATAN :&lt;br /&gt;Para polisi wajib melaporkan jumlah uang suap yang mereka terima dari para pengendara yang mereka tilang.&lt;br /&gt;SINGAPURA :&lt;br /&gt;a. Dilarang menjual Permen karet di Singapura.&lt;br /&gt;b. Dilarang berjalan tanpa busana (bugil)&lt;br /&gt;c. Tidak menyiram setelah buang air di toilet, dapat dikenakan denda.&lt;br /&gt;d. Jika Anda tertangkap basah meludah sebanyak 3X, Anda diwajibkan membersihkan jalan di hari Minggu dengan menenteng tulisan di dada “I am a Litterer” (Saya seorang Peludah)&lt;br /&gt;e. Dilarang pipis di dalam lift / elevator. (YA IYAAAAAAALAAAAHHHH&gt; &gt;&gt;GILA APA PIPIS DI LiFT)&lt;br /&gt;UNITED KINGDOM :&lt;br /&gt;a. Dilarang menjual sayuran di hari minggu (kecuali wortel).&lt;br /&gt;b. Wanita dilarang makan coklat di tempat umum.&lt;br /&gt;c. Mengambil barang yang dibuang, dapat diancam hukuman Pidana Terorisme.&lt;br /&gt;MEKSIKO :&lt;br /&gt;a. Wanita yang bekerja di kantor pemerintahan dilarang mengenakan rok mini atau pakaian yang dapat “memprovokasi” rekan kerja selama jam kerja.&lt;br /&gt;b. Dilarang memaki di tempat umum.&lt;br /&gt;ITALIA :&lt;br /&gt;a. Pria yang mengenakan rok mini di tempat umum dikenakan hukuman kurungan.(YA IYALAAAAH&gt;&gt;&gt; ANEH SOALNYA....)&lt;br /&gt;b. Memukul orang dengan kepalan tangan diancam hukum pidana penganiayaan. Tapi menghajar orang dengan meja dan kursi dapat dianggap membela diri.( Gila... trus apa bedanya????? ?)&lt;br /&gt;AUSTRALIA :&lt;br /&gt;a. Anak-anak berusia di atas 18 tahun (dibawah 21) dilarang membeli rokok, tapi diizinkan merokok.&lt;br /&gt;b. Dilarang mengangkat telepon pada deringan pertama.(KENAPA DILARANG SIIIH…GA PENTING)&lt;br /&gt;c. Hanya Petugas Listrik berizin yang boleh mengganti lampu rumah.&lt;br /&gt;d. Dilarang mengenakan celana Hot Pink di hari minggu. (huahahahaha. ..)&lt;br /&gt;YUNANI :&lt;br /&gt;Dilarang mengenakan topi di stadium olahraga, karena dapat mengganggu pandangan orang lain.&lt;br /&gt;CHINA :&lt;br /&gt;Hanya anak cerdas yang boleh kuliah (dan ini harus bisa dibuktikan dengan ijazah ujian Negara yang diterimanya) .&lt;br /&gt;KANADA :&lt;br /&gt;a. Dilarang mencopot plester luka di tempat umum.&lt;br /&gt;b. Dilarang menyirami tananam di kebun saat sedang hujan.&lt;br /&gt;c. Dilarang pipis di semua tempat di Kanada (kecuali toilet rumah Anda sendiri). (trus kalo kebelet gimana? aneh deh...)&lt;br /&gt;d. Dilarang memanjat pohon.&lt;br /&gt;PERANCIS :&lt;br /&gt;a. Dilarang berciuman di kereta bawah tanah.&lt;br /&gt;b. Dilarang menamai babi peliharaan Anda “Napoleon”. (MAKSA DEH AAAAH….)&lt;br /&gt;ISRAEL :&lt;br /&gt;a. Dilarang memelihara babi di tanah Israel . Orang yang melakukannya akan ditembak mati. (sadis euy..)&lt;br /&gt;b. Dilarang ngupil di hari Sabat (Sabtu / Minggu). (rupanya ngupil juga perlu istirahat pas weekend )&lt;br /&gt;c. Dilarang naik sepeda, kecuali punya izin mengendarai sepeda.&lt;br /&gt;AMERIKA :&lt;br /&gt;1. ARIZONA :&lt;br /&gt;a. Pemerintah Arizona melarang para pemburu melakukan aktivitas pemburuan onta di Arizona. (Masalahnya : Onta tidak hidup / tidak ada di Arizona. Lalu buat apa memberlakukan undang-undang itu? *bingung*)&lt;br /&gt;b. Dilarang menirukan gaya Pendeta / Pastor setempat.&lt;br /&gt;c. Dilarang mengendarai mobil tanpa sepatu.&lt;br /&gt;d. Dilarang bermain domino di hari Minggu.&lt;br /&gt;e. Dilarang memakai kumis palsu di gereja.&lt;br /&gt;f. Hukuman mati diberlakukan bagi siapapun yang menaburkan garam di atas rel kereta api.&lt;br /&gt;g. Dilarang mengendarai mobil dengan mata tertutup.&lt;br /&gt;2. ALASKA :&lt;br /&gt;a. Dilarang memfoto beruang yang lagi tidur.&lt;br /&gt;b. Dilarang mengikat anjing peliharaan di atas kap / atap mobil.&lt;br /&gt;c. Dilarang memberi minum bir pada rusa.&lt;br /&gt;d. Dilarang berjalan-jalan sambil membawa busur dan anak panah.&lt;br /&gt;3. ARKANSAS :&lt;br /&gt;a. Pria diizinkan memukuli istrinya, tapi tidak boleh lebih dari 1 kali sebulan. (WHAT??!!)&lt;br /&gt;b. Dilarang memelihara buaya di dalam bathtub. (idiiih…. Siapa juga yg mau????)&lt;br /&gt;c. Pria dan wanita yang ketahuan saling menggoda di tengah jalan, akan dikenakan 30 hari penjara.&lt;br /&gt;d. Dilarang membawa sapi berjalan-jalan di jalan utama setelah lewat jam 1 dini hari di hari Minggu.&lt;br /&gt;4. CALIFORNIA :&lt;br /&gt;a. Binatang peliharaan dilarang dibiarkan berhubungan intim di sekitar lokasi sekolah, taman, dan tempat ibadah.&lt;br /&gt;b. Wanita dilarang mengendarai mobil mengenakan daster.&lt;br /&gt;c. Mobil tanpa pengemudi dilarang ngebut di jalan.(YA IAYALAAAAAAAAAAH)&lt;br /&gt;d. Dilarang bersepeda di kolam renang. (APALAGI INI…)&lt;br /&gt;e. Dilarang mengenakan sepatu boot koboi, kecuali Anda memelihara sapi minimal 2 ekor.&lt;br /&gt;f. Dilarang memelihara binatang berwarna hijau dan berbau menyengat.&lt;br /&gt;g. Dilarang bermain bowling di trotoar.&lt;br /&gt;5. COLORADO :&lt;br /&gt;a. Dilarang berdebat dengan polisi, kecuali kendaraan Anda dihentikan olehnya.&lt;br /&gt;b. Dilarang mendirikan bangunan di tengah jalan. (YA IYALAAAH…GILA APA…????)&lt;br /&gt;6. CONNECTICUT&lt;br /&gt;a. Dilarang mengendarai sepeda dengan kecepatan lebih dari 90 km / jam.&lt;br /&gt;b. Pria dilarang mencium istrinya di hari Minggu. (ANEEEH…SIRIK AJAH…)&lt;br /&gt;c. Mobil pemadam kebakaran tidak diizinkan ngebut lebih dari 40 km / jam, walau sedang menuju ke lokasi kebakarang sekalipun.&lt;br /&gt;d. Penata rias / kecantikan dilarang bersiul, berdendang, ataupun bernyanyi saat melayani pelanggan.&lt;br /&gt;7. FLORIDA :&lt;br /&gt;a. Konstitusi Negara menjamin babi-babi hamil bebas dari ancaman penjara, untuk tindakan apapun yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;b. Denda akan diberikan pada wanita yang tertidur saat rambutnya di-hair dryer, kecuali dia adalah pemilik salon.&lt;br /&gt;c. Dilarang bernyanyi di depan umum sambil mengenakan pakaian renang.&lt;br /&gt;d. Dilarang kentut di tempat umum setelah jam 6 sore.&lt;br /&gt;e. Dilarang memecahkan piring dan gelas lebih dari 3 buah sehari.&lt;br /&gt;8. NEW YORK :&lt;br /&gt;a. Dilarang menyapa orang sambil ngupil.&lt;br /&gt;b. Dilarang mengenakan sandal setelah lewat jam 10 malam.&lt;br /&gt;c. Pria dilarang keluar dengan mengenakan jaket dan celana yang gak matching.(WHAT… ??? KALO LAGI GAK MODE SERBA MATCHING GMANA???)&lt;br /&gt;d. Pria dilarang keluar rumah topless (tidak mengenakan baju atasan). (FYI : Ini adalah hukum tertua di New York karena telah diberlakukan sejak tahun 1900.)&lt;br /&gt;e. Dilarang menyeruput sup.&lt;br /&gt;f. Dilarang makan sambil berenang di lautan. (KITA SIH UDAH TAUUUUU….)&lt;br /&gt;9. WASHINGTON :&lt;br /&gt;a. Dilarang menyusui anak di tempat umum.&lt;br /&gt;b. Dilarang menari dan minum di waktu bersamaan&lt;br /&gt;@anggit-buletin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-5185296237335587092?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/5185296237335587092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=5185296237335587092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/5185296237335587092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/5185296237335587092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/12/humoure-corner.html' title='HUMOURE CORNER....'/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-1927780041594978668</id><published>2008-12-22T16:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T16:30:44.312-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='REFRESH CORNER............'/><title type='text'>REFRESH  CORNER.....</title><content type='html'>Kejadian Paling GEBLEK Di Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seorang wanita dari tenesse yg kesal setelah memergoki suaminya tertidur dengan rokok ditangannya masih menyala sehingga melubangi kasurnya, meninggalkan sebatang rokok yg juga masih menyala di tempat yg sama hanya untuk MEMBERITAHUKAN PADA SUAMINYA APA AKIBATNYA BILA TERTIDUR DI KASUR DENGAN ROKOK YG MASIH MENYALA... alhasil... rumahnya habis terbakar... (duh...) &lt;br /&gt;2. Remo Jalosjos, seorang anggota kongres di Filipina divonis 173 tahun penjara atas tuduhan pemerkosaan berulang pada seorang anak berusia 11 tahun. Seperti apa hidupnya dipenjara? ia punya beberapa kamar sendiri, lengkap dengan tv, dapur, kamarmandi pribadi lengkap dengan pemanas air dll. Ia bukan cuma menjual makanan ke rekan2 se-penjara di kios-nya juga menyewakan lapangan tenis yg baru dibangunnya itu. Ketika dikritik soal bagaimana ia mendapatkan perlakuan istimewa,ia ngotot bahwa itu salah pemerintah yang tidak sanggup memberikan perlakuan yg sama kepada para napi lainnya. (jago nih ngelesnya....)&lt;br /&gt;3. St. Clair County, Illinois, telah menghabiskan dana $330 juta dollar untuk membangun sebuah airport yg ternyata selama setahun tidak pernah disinggahi satu pesawat-pun baik maskapai maupun pribadi, beroperasi 12 jam perhari dengan 27 pekerja + full team pemadam kebakaran dan maintenances, lucunya biaya renovasi sebesar $2.5 juta masih saja di approve meskipun sampai saat ini belum ada satupun maskapai bersedia menggunakan airport tersebut. 4. Paul Stiller, 47, dan istrinya sama-sama dirawat di Andover Township, New Jersey, bulan September lalu, keduanya menderita luka yg cukup parah sebagai akibat dinamit sebesar 1/4 stik yg meledak di mobilnya. Ketika di jalan, pasangan yang di dera kebosanan itu iseng2 membakar dinamit tersebut dan melemparkan ke luar jendela mobilnya untuk menghapus jenuh. SAYANGNYA MEREKA LUPA MEMBUKA KACA JENDELANYA. &lt;br /&gt;5. Seorang pengemudi Truk di Turki, Nazim Canturkas, menyalakan korek untuk memanasi tanki bensinnya yang beku. Berdasarkan pernyataan dengan nada mengejek dari seorang anggota pemadam kebakaran yang bertugas waktu itu, Nazim menggunakan cara yang terlalu berbahaya... (ini mah goblok !!!) &lt;br /&gt;6. Oklahoma City, Dennis Newton (47), sedang menjalani sidang atas tuduhan perampokan bersenjata sebuah toko, sebenarnya saat itu ia sedang di atas angin, sampai ketika manajer toko itu bersaksi bahwa memang Newton-lah pelaku perampokan itu, Newton marah besar dan langsung menghampiri manajer itu dan berteriak "seharusnya ku tembak saja kepalamu waktu itu !!!", seketika semua yg hadir terdiam. "Ee... maksudnya seandainya memang waktu itu aku yg merampok...", Newton meralat ucapannya... tapi gara2 itu juri dan hakim jadi yakin kalau ia memang bersalah... hasilnya 30 tahun penjara buat Newton... &lt;br /&gt;7. Di Baltimore, Maryland, seorang wanita kesasar sampai Syracuse, New York setelah lama mengemudikan mobilnya. Malu untuk mengaku kesasar, dan tidak tau jalan pulang, ketika melihat seorang polisi, ia mengaku bahwa ia baru saja diculik oleh seseorang bersenjata api di Baltimore, gara-gara pengakuannya ini, terjadilah operasi pengejaran yg melibatkan 5 kesatuan dari beberapa negara bagian. Sampai akhirnya diketahui penyebab sebenarnya, wanita tersebut ditahan dan hanya diperbolehkan pulang bila suaminya yg menjemput dan HANYA SUAMINYA JUGA YG BOLEH MENYETIR MOBILNYA. &lt;br /&gt;8. Detroit: R.C. Gaitlan, 21, mendekati 2 petugas yang sedang mendemonstrasikan squad car computer felon-location equipment kepada anak-anak di lingkungan detroit. Ketika ia menanyakan bagaimana cara kerja mesin itu, petugas meminta ID-nya, Gaitlan kemudian memberikan SIM-nya, petugas tersebut kemudian memasukkan nomor ID Gaitlan yang kemudian serta merta ditangkap dan di lumpuhkan saat itu juga, kenapa? karena ternyata di komputer petugas itu muncul nama Gaitlan sebagai DPO (wanted) tersangka perampokan bersenjata 2 tahun yg lalu... (apes mas......)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa di Indonesia ga ada SUPERHERO????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal&lt;br /&gt;penawaran kerja kepada&lt;br /&gt;sejumlah superhero dari negara paman Sam.&lt;br /&gt;Tetapi tidak diduga sejumlah besar superhero MENOLAK&lt;br /&gt;ajakan kerjasama&lt;br /&gt;ini. Berikut adalah alasan penolakan tersebut, yang&lt;br /&gt;mana membuat&lt;br /&gt;Indonesia TERSINGGUNG BERAT....&lt;br /&gt;1. BATMAN (Bruce Wayne)&lt;br /&gt;Bruce Wayne menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan&lt;br /&gt;yang terlalu&lt;br /&gt;dibuat-buat. ALasan beliau adalah&lt;br /&gt;DIA KEBERATAN MENANGGUNG PAJAK IMPOR BAT-MOBILE KE&lt;br /&gt;INDONESIA. BAYANGIN&lt;br /&gt;AJA PAJAK IMPOR MOBIL MEWAH YANG SELANGIT, APALAGI&lt;br /&gt;UNTUK BAT-MOBIL&lt;br /&gt;YANG SECANGGIH ITU&lt;br /&gt;2. SPIDERMAN (Peter Parker)&lt;br /&gt;Parker juga menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan&lt;br /&gt;DI INDONESIA HANYA ADA SEDIKIT SEKALI GEDUNG TINGGI,&lt;br /&gt;YANG MENYULITKAN&lt;br /&gt;DIA UNTUK BERGELANTUNGAN DARI GEDUNG KE GEDUNG.&lt;br /&gt;KALAUPUN ADA GEDUNG&lt;br /&gt;TINGGI, JARAKNYA TERLALU BERJAUHAN, SEHINGGA SANGAT&lt;br /&gt;MENYULITKAN.&lt;br /&gt;BELUM LAGI SAAT BERGELANTUNGAN, DIA TAKUT KECANTOL&lt;br /&gt;KABEL LISTRIK DAN&lt;br /&gt;TELEPON YANG BANYAK BERSERAKAN DI LANGIT2 KOTA BESAR&lt;br /&gt;INDONESIA&lt;br /&gt;3. INVISIBLE GIRL (Susan Storm)&lt;br /&gt;Menolak dengan alasan MINDER. Kemampuan menghilang&lt;br /&gt;yang dimilikinya&lt;br /&gt;masih jauh kalah dengan kemampuan menghilang orang2&lt;br /&gt;Indonesia. Berikut&lt;br /&gt;wawancara yang dilakukan dengan CNN&lt;br /&gt;SAYA SIH HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SAYA SENDIRI.&lt;br /&gt;BANYAK ORANG DI&lt;br /&gt;INDONESIA YANG BUKAN HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI&lt;br /&gt;SENDIRI, MALAHAN&lt;br /&gt;HUTANG, ASSET2 NEGARA YANG PERNAH DIKUASAI, SAMPAI&lt;br /&gt;HUTANG2 KORUPSI PUN&lt;br /&gt;BISA DIHILANGKAN JUGA. JADI SAYA MINDER NIH.....&lt;br /&gt;4. THE THING&lt;br /&gt;Menolak dengan alasan&lt;br /&gt;DI INDONESIA SUDAH BANYAK ORANG DENGAN KULIT YANG&lt;br /&gt;LEBIH TEBAL DARI&lt;br /&gt;SAYA. BUKAN HANYA KEBAL PELURU, MALAHAN SUDAH KEBAL&lt;br /&gt;MALU SEGALA.&lt;br /&gt;5. HUMAN TORCH (Johnny Storm)&lt;br /&gt;Menolak juga sama dengan anggota2 Fantastic 4 yang&lt;br /&gt;lain, karena&lt;br /&gt;BELUM JUGA MULAI BEKERJA, DIA UDAH MENDAPAT PANGGILAN&lt;br /&gt;DARI KEJAGUNG&lt;br /&gt;KARENA DICURIGAI MENJADI DALANG TERBAKARNYA BEBERAPA&lt;br /&gt;PASAR DI INDONESIA.&lt;br /&gt;6. THE FLASH (Barry Allen)&lt;br /&gt;Sebenarnya Allen sudah mempertimbangkan untuk menerima&lt;br /&gt;proposal ini,&lt;br /&gt;tetapi setelah melakukan survey ke berbagai lembaga&lt;br /&gt;pemerintahan dia&lt;br /&gt;akhirnya menolak.&lt;br /&gt;BAYANGKAN AJA, UNTUK MENDAPATKAN TANDA TANGAN KTP AJA&lt;br /&gt;ORANG HARUS&lt;br /&gt;MENUNGGU BERHARI-HARI. ITU AJA MASIH SABAR. JADI&lt;br /&gt;KESIMPULAN SAYA,&lt;br /&gt;ORANG INDONESIA TIDAK MEMERLUKAN SEORANG SUPERHERO&lt;br /&gt;YANG MEMILIKI&lt;br /&gt;KEKUATAN BERUPA KECEPATAN. KECEPATAN TIDAK ADA ARTINYA&lt;br /&gt;BUAT BANGSA&lt;br /&gt;YANG ALON2 ASAL KELAKON.&lt;br /&gt;7. SUPERMAN (Clark Kent)&lt;br /&gt;Sang manusia baja ini menolak dengan sopan, karena&lt;br /&gt;SAYA TAKUT DISANGKUTKAN DENGAN TUNTUTAN MELAKUKAN AKSI&lt;br /&gt;PORNOGRAFI/PORNOAKSI KARENA CELANA DALAM SAYA DI&lt;br /&gt;DEPAN.&lt;br /&gt;8. AQUAMAN&lt;br /&gt;Merasa tidak kuat setelah mencoba pekerjaan baru di&lt;br /&gt;Indonesia, karena&lt;br /&gt;LAUTNYA UDAH TERCEMAR LUMPUR LAPINDO&lt;br /&gt;9. WONDER WOMAN&lt;br /&gt;Pada mulanya, sang peace ambassador dari atlantea ini&lt;br /&gt;merasa yakin&lt;br /&gt;bisa membantu pemerintah Indonesia. Tetapi setelah&lt;br /&gt;pengamatan lebih&lt;br /&gt;lanjut, dia akhirnya menolak juga dengan alasan&lt;br /&gt;KALO SAYA MATI DI US DALAM MENUNAIKAN TUGAS KAN MASIH&lt;br /&gt;BERGENGSI,&lt;br /&gt;DIBUNUH MONSTER / VILLAIN.&lt;br /&gt;DI INDONESIA BISA2 SAYA MATI DIGREBEK FPI GARA2 KOSTUM&lt;br /&gt;SAYA YANG SUPER&lt;br /&gt;SEKSI INI.&lt;br /&gt;10 CAT WOMAN&lt;br /&gt;Menolak setelah ketakutan mendengar lagu KUCING&lt;br /&gt;GARONG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tau kenapa INDONESIA ga maju-maju...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun, gue heran kenapa sih Indonesia 'Tidak&lt;br /&gt;maju-maju' meski&lt;br /&gt;sudah merdeka 6 3 tahun. Tapi sekarang... gue sudah tahu&lt;br /&gt;alasannya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data statistik :&lt;br /&gt;1. Jumlah penduduk Indonesia ada 237 juta. 104 juta&lt;br /&gt;diantaranya adalah&lt;br /&gt;para pensiunan. Jadi yang kerja cuma 133 juta.&lt;br /&gt;2. Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 85 juta. Jadi&lt;br /&gt;tinggal 48 juta&lt;br /&gt;orang yang kerja.&lt;br /&gt;3. Yang kerja buat pemerintah pusat jadi pegawai negeri&lt;br /&gt;ada 29 juta.&lt;br /&gt;Jadi tinggal 19 juta yang kerja.&lt;br /&gt;4. Ada 4 juta yang jadi ABRI dan polisi. Jadi tinggal 15&lt;br /&gt;juta yang kerja.&lt;br /&gt;5. Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan&lt;br /&gt;departemen2 jumlahnya&lt;br /&gt;14,800,000. Jadi sisanya tinggal 200,000.&lt;br /&gt;6. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh&lt;br /&gt;Indonesia ada&lt;br /&gt;188,000. Jadi sisa 12,000 orang saja yang kerja.&lt;br /&gt;7. Ada 11,998 orang yang di penjara. Jadi tinggal sisa dua&lt;br /&gt;orang saja&lt;br /&gt;yang masih bisa kerja. Siapa mereka ???&lt;br /&gt;Yaa... tentu saja elo dan gue dunks !!&lt;br /&gt;Tapi iiii ......Lo pasti lagi main-main di depan komputer kan ??? mainan mulu sih....&lt;br /&gt;@nggit_buletin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-1927780041594978668?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/1927780041594978668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=1927780041594978668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1927780041594978668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1927780041594978668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/12/refresh-corner.html' title='REFRESH  CORNER.....'/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-3655632327029899042</id><published>2008-12-22T16:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T16:15:09.751-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Penderita Psikotis Yang Makin Meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Makin hari, makin banyak orang yang terganggu jiwanya berkeliaran di jalan. Tanggung jawab siapakah? Yang jelas, mereka menjadi tanggung jawab negara. Departemen Sosial (Depsos) menunjuk Departemen Kesehatan (Depkes) sebagai pihak yang bertanggung jawab. Orang gila ini, istilah kedokteran jiwanya adalah psikotik atau psikotis. Sekarang, banyak psikotis ditemui di jalanan. Sepanjang, jalan Parung, Bogor hingga Lebak Bulus, Jakarta Selatan, misalnya. Selasa (25/10/2005), sedikitnya ada empat orang psikotis. Dua orang di pasar Parung, satu orang di perempatan Pondokcabe, dan satu orang terlihat di sekitar terminal Lebakbulus. Sangat mungkin, jumlah psikotis akan semakin meningkat, mengingat penderita depresi dan stres juga meningkat tajam setelah kenaikan harga BBM awal Oktober 2005 lalu. Bila penderita depresi tidak segera diatasi, maka lambat laun si penderita akan meningkat statusnya menjadi psikotis. Di antara psikotis, sebagian bertindak merugikan orang lain, seperti memukul-mukul badan mobil atau menghalangi jalan. Pemerintah terkesan membiarkan para penderita psikotis ini. Depsos mengaku tidak berkepentingan dengan orang-orang yang berkeliaran di jalan. "Para psikotis itu tanggung jawab Depkes (Departemen Kesehatan), bukan Depsos," kata Direktur Pembinaan Pelayanan Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Cacat Depsos, Robinson W Saragih, saat ditemui detikcom di kantornya, Jl. Salemba Raya nomor 28, Jakarta Pusat. (jakarta1.detiknews.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari kutipan berita di atas, jumlah penderita psikotis semakin hari bertambah banyak. Beberapa masalah seperti masalah ekonomi dan keluarga dianggap sebagai indikasi seseorang menjadi psikotis. Menurut sumber lain, terjadinya bencana alam dan kecelakaan juga dapat membuat seseorang menjadi gila. Masalah-masalah nyata yang terjadi di sekitar kita yang dapat memicu orang menjadi gila adalah naiknya harga BBM yang berakibat pada naiknya semua harga barang termasuk harga sembilan bahan pokok, membuat orang-orang yang sudah kesulitan dalam ekonominya menjadi merasa sangat tertekan dan bertambah kesulitan mengatasi keadaan ekonominya. Masalah lain yang dianggap sebagai penyebab munculnya banyak orang menjadi gila adalah menyemburnya Lumpur Lapindo di Sidorajo. Menurut catatan yang berhasil dihimpun oleh harian Surya, menyebutkan bahwa jumlah penderita psikotis setelah 2 tahun Lumpur Lapindo menyembur meningkat. Peningkatan ini terjadi mulai tahun 2006 jumah penderita yang berjumlah 417 orang, pada tahun 2007 meningkat menjadi 448 orang. Sedangkan pada Januari 2008, jumlah penderita bertambah lagi 11 orang. Dari jumlah itu, sekitar 60 persen penderita termasuk usia produktif, yakni usia 20-40 tahun.&lt;br /&gt; Orang dikatakan gila atau psikotis disebabkan oleh beberapa faktor-faktor yang saling terkait.  Faktor biologis penyebab orang jadi gila adalah adanya ketidakakuratan  dalam system neurotransmitter di otak, terutama pada jalur diotak yang mengatur nuerotrasmiter dopamine, adanya ketidaknormalan  otak yang mendasari banyak kasus seperti kerusakan structural atau gangguan pada jalur di otak yang mengatur fungsi kognitif dan emosional, dan  kemungkinan adanya peran infeksi virusyang mempengaruhi perkembangan otak yang terjadi pada masa prenatal atau selama masa awal kehidupan. Sedangkan faktor psikososial yang menjadi penyebab adalah pengalaman yang penuh stress dapat memberikan kontribusi terhadap penderita yang telah memiliki kerentanan secara genetis. Beberapa peneliti meyakini bahwa penyebab orang menjadi psikotis disebabkan oleh interaksi antara genetik dan faktor yang  terkait dengan stress.    Faktor-faktor keluarga seperti penyimpangan komunikasi dan ekspresi emosi mungkinberperan sebagai sumber stress yang meningkatkan resiko berkembangnya atau berulangnya kembali psikotis pada orang-orang yang telah memiliki kerentanan pada genetisnya.   &lt;br /&gt; Ciri-ciri utama psikotis berdasarkan pandangan dari dunia klinis menyebutkan: &lt;br /&gt;* Dua hal atau lebih dari beberapa hal ini harus muncul secara signifikan dalam waktu kurang lebih 1 bulan, yaitu: waham/delusi, halusinasi, pembicaraan yang tidak koheren, perilaku tidak terorganisasi, dan afek datar.&lt;br /&gt;* Fungsi pada hubungan sosial, pekerjaan atau perawatan diri secara nyata berada d bawah tingkatan yang dapat dicapai sebelum munculnya gangguan.&lt;br /&gt;* Tanda-tanda gangguan terjadi secara terus menerus setidaknya selama 6 bulan.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi dan merawat penderita psikotis, menurut pandangan klinis melibatkan beberapa pendekatan yang sifatnya menyeluruh. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan kontemporer, yaitu menggabungkan antara pendekatan psikofarmakologis dan psikososial.  Pengobatan antipsikoptik bukanlah penyembuh namun cenderung menghambat  aspek-aspek gangguan  yang lebih mencolok dan mengurangi kebutuhan akan perawatan rumah sakit atau resiko episode yang berulang.&lt;br /&gt;Dari pihak pemerintah juga harus berupaya mengatasi semakin meningkatnya jumlah penderita psikotis di masyarakat. Baik Departeman Sosial maupun Departeman Kesehatan seharusnya saling bekerjasama mengatasi masalah sosial ini karena tugas mereka saling terkait satu sama lain mengingat penderita psikotis atau orang gila banyak yang masih berkeliaran. Membuat lembaga-lembaga yang bertujuan membantu pemulihan dan perawatan orang gila seperti panti-panti Tunalaras untuk membina penderita sebelum mereka kembali ke masyarakat atau keluarga.&lt;br /&gt; Negara bersama lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat, keluarga dan masyarakat diharapkan dapat bekerjasama dalam mengatasi masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Ramadhanny, F. Banyak Orang Gila Berkeliaran di Jalan, Tanggung Jawab Siapa?. http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/25/time/144815/idnews/468568/idkanal/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rathus, Spencer.2002.Psikolgi Abnormal 2.Jakarta: Erlangga  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir Dua Tahun Lumpur Lapindo Menyembur Orang Gila di Sidoarjo Meningkat. http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=34958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Orang Gila Meningkat Tiga Kali Lipat. http://www.beritajakarta.com/v_ind/berita_print.asp?nNewsId=23585&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-3655632327029899042?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/3655632327029899042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=3655632327029899042' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3655632327029899042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3655632327029899042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/12/penderita-psikotis-yang-makin-meningkat.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-4977001223840884767</id><published>2008-12-22T16:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T16:11:22.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bee-patologi sosial'/><title type='text'></title><content type='html'>PROBLEMA SOSIAL YANG DILATARBELAKANGI OLEH PERBEDAAN GENDER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, semua orang sepakat bahwa perempuan dan laki-laki berbeda. Manakala kita melihat karakteristik dari masing-masing secara fisik, kita akan dengan mudah membedakannya. Perbedaan alami yang dikenal dengan perbedaan jenis kelamin sebenarnya hanyalah  perbedaan biologis yang dibawa sejak lahir antara perempuan dan laki-laki. Permasalahan antara perbedaan ini tidak akan muncul apabila  perbedaan itu tidak menjadikan ketidakadilan, tidak  menjadikan pertentangan dan tidak ada penekanan dan penindasan satu di antara yang lain. Pada kenyataannya, perbedaan itu telah merambat pada salah satu pihak yang merasa dan dianggap&lt;br /&gt;lebih tinggi derajatnya, lebih berkuasa dan lebih segalanya dari pihak lain. Hal inilah yang memunculkan adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan atau lebih dikenal dengan istilah kesetaraan gender telah menjadi pembicaraan yang hangat akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu “genus”, berarti tipe atau jenis. Jender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.  Karena dibentuk oleh sosial dan budaya setempat, maka gender tidak berlaku selamanya tergantung kepada waktu (tren) dan tempatnya.  Sebagai contoh: kalau dulu hanya perempuan yang menggunakan anting-anting, tren akhir-akhir ini ternyata banyak juga laki-laki yang menggunakan anting-anting.  Gender juga sangat tergantung kepada tempat atau wilayah, misalnya kalau di sebuah desa perempuan memakai celana dianggap tidak pantas, maka di tempat lain bahkan sudah jarang menemukan perempuan memakai rok.  Karena bentukan pula, maka gender bisa dipertukarkan.  Misalnya kalau dulu pekerjaan memasak selalu dikaitkan dengan perempuan, maka sekarang ini sudah mulai banyak laki-laki yang malu karena tidak bisa mengurusi dapur atau susah karena harus tergantung kepada perempuan untuk tidak kelaparan.&lt;br /&gt; Yang dimaksud dengan ketidakadilan gender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasarkan alasan jender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengkibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasinya, persamaan antara laki-laki  dan perempuan, maupun hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. Beberapa bentuk diskriminasi terhadap gender adalah  •  Marginalisasi (peminggiran).  Peminggiran banyak terjadi dalam bidang ekonomi.  Misalnya banyak perempuan hanya mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu bagus, baik dari segi gaji, jaminan kerja ataupun status dari pekerjaan yang didapatkan.  Hal ini terjadi karena sangat sedikit perempuan yang mendapatkan peluang pendidikan.  Peminggiran dapat terjadi di rumah, tempat kerja, masyarakat, bahkan oleh negara yang bersumber keyakinan, tradisi/kebiasaan, kebijakan pemerintah, maupun asumsi-asumsi ilmu pengetahuan (teknologi).&lt;br /&gt; •   Subordinasi (penomorduaan), anggapan bahwa perempuan lemah, tidak mampu memimpin, cengeng dan lain sebagainya, mengakibatkan perempuan jadi nomor dua setelah laki-laki&lt;br /&gt; • Stereotip (citra buruk) yaitu pandangan buruk terhadap perempuan. Misalnya perempuan yang pulang larut malam adalah pelacur, jalang dan berbagai sebutan buruk lainnya.&lt;br /&gt; • Violence (kekerasan), yaitu serangan fisik dan psikis. Perempuan, pihak paling rentan mengalami kekerasan, dimana hal itu terkait dengan marginalisasi, subordinasi maupun stereotip diatas. Perkosaan, pelecehan seksual atau perampokan contoh kekerasan paling banyak dialami perempuan.&lt;br /&gt; • Beban kerja berlebihan, yaitu tugas dan tanggung jawab perempuan yang berat dan terus menerus. Misalnya, seorang perempuan selain melayani suami (seks), hamil, melahirkan, menyusui, juga harus menjaga rumah. Disamping itu, kadang ia juga ikut mencari nafkah (di rumah), dimana hal tersebut tidak berarti menghilangkan tugas dan tanggung jawab diatas.&lt;br /&gt; Salah satu contoh ketidaksetaraan gender ada pada kebudayaan Jawa. Dalam masyarakat Jawa, berkembang patriaki, di mana ukuran fisik dan seluruh sistem otot para lelaki yang lebih unggul, bersama dengan peran biologis wanita yang melahirkan anak, menghasilkan suatu pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, yang masih berlaku hingga sekarang. Kaum lelaki menjadi penyedia kebutuhan hidup dan pelindung dalam menghadapi dunia di luar keluarga itu. Tanggung jawab yang mendalam sedemikian dapat memberikan otonomi dan kesempatan yang relative besar. Pembagian kerja ini menyebabkan berkembangnya peran-peran sosial yang terbatas bagi kedua jenis kelamin, dan terciptanya perbedaan kekuasaan dalam beberapa hal lebih menguntungkan kaum lelaki. Dalam bentuknya yang paling dasar, otoritas berdasarkan peraturan terkondisi secara biologis. Kepala rumah tangga, suami, para sesepuh, kakek kandung dan berbagai jenis orang-orang kuat lainnya memaksakan dan mempertahankan ketertiban dalam zona pengaruh mereka.  Perlahan dari peran yang dikembangkan dalam kebudayaan pra modern.  Jenjang wewenang yang berasal dari perbedaan biologis meluas secara&lt;br /&gt;mendalam ke dunia publik. Dewasa ini kaum lelaki mendominasi lembaga-lembaga ekonomi, politik dan keagamaan di mana-mana.. Dalam budaya Jawa, banyak istilah-istilah yang mendudukkan posisi perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Dan istilah-istilah itu sudah tertanam dalam dalam hati masyarakat, sehingga dimaklumi dan diterima begitu saja. Contohnya, dalam istilah Jawa ada menyebutkan bahwa istri sebagai kanca wingking, artinya teman belakang, sebagai teman dalam mengelola urusan rumah tangga, khususnya urusan anak, memasak, mencuci dan lain-lain. Ada lagi istilah lain suwarga nunut neraka katut. Istilah itu juga diperuntukkan bagi para istri, bahwa suami adalah yang menentukan istri akan masuk surga atau neraka. Kalau suami masuk surga, berarti istri juga akan masuk surga, tetapi kalau suami masuk neraka, walaupun istri berhak untuk masuk surga karena amal perbuatan yang baik, tetapi tidak berhak bagi istri untuk masuk surga karena harus katut atau mengikuti suami masuk neraka. Ada lagi istilah yang lebih merendahkan lagi bagi para istri, yaitu bahwa seorang istri harus bisa manak, macak, masak dan berapa kata yang berawal ‘m’ yang lain lagi. Bahwa seorang istri itu harus bisa memberikan keturunan, harus selalu berdandan untuk suaminya dan harus bisa memasak untuk suaminya. Istilah lain yang melekat pada diri seorang perempuan atau istri yakni dapur, pupur, kasur, sumur dan mungkin masih ada akhiran “ur-ur” yang lain yang bisa diteruskan untuk dilekatkan pada perempuan. Citra, peran dan status sebagai perempuan, telah diciptakan oleh budaya. Citra bagi seorang perempuan seperti yang diidealkan oleh budaya, antara lain, lemah lembut, penurut, tidak membantah, tidak boleh “melebihi” laki-laki. Peran yang diidealkan seperti pengelola rumah tangga, sebagai pendukung karir suami, istri yang penurut dan ibu yang mrantasi. Citra yang dibuat untuk laki-laki antara lain, “serba tahu”, sebagai panutan harus “lebih” dari perempuan, rasional, agresif. Peran laki-laki yang ideal adalah sebagai pencari nafkah keluarga, pelindung, “mengayomi”, sedangkan status idealnya adalah kepala keluarga. Perempuan masih dianggap the second class yang sering disebut sebagai “warga kelas dua” yang keberadaannya tidak begitu diperhitungkan. Implikasi dari konsep dan common sense tentang pemosisian yang tidak seimbang telah menjadi kekuatan di dalam pemisahan sektor kehidupan ke dalam sector “domestik” dan sektor “publik”, di mana perempuan dianggap orang yang berkiprah dalam sektor domestik sementara laki-laki ditempatkan dalam sektor publik. Ideologi semacam ini telah disyahkan oleh berbagai pranata dan lembaga sosial, yang ini kemudian menjadi fakta sosial tentang status dan peran yang dimainkan oleh perempuan.&lt;br /&gt; Untuk mengubah ideologi gender yang telah berurat akar di dalam kehidupan masyarakat kita bukan merupakan suatu hal yang mudah, tetapi untuk mengubah suatu budaya memerlukan proses yang panjang. Untuk mewujudkan kesetaraan gender perlu dilakukan berbagai tindakan yang didasari komitmen kuat untuk mengangkat perempuan dari kemiskinan struktural mulai dari individu atau diri sendiri, masyarakat, negara dan dunia internasional. Tentu saja semuanya harus dimulai dari kemauan diri untuk berubah dengan melakukan gerakan transformasi, di mana gerakan tersebut berupaya menciptakan hubungan antara sesama manusia yang secara fundamental lebih baik dan baru. Untuk memperjuangkan kesetaraan gender tidak sama dengan perjuangan perempuan melawan laki-laki. Persoalan penindasan terhadap perempuan adalah persoalan sistem dan struktur dalam masyarakat (ketidakadilan gender) bukan persoalan kaum laki-laki. Adanya kesadaran yang diikuti kemauan untuk membongkar pemahaman diri sendiri dari alam bawah sadar ketidakadilan yang membelenggu akan terus menerus mendorong diri untuk melakukan perubahan yang lebih luas dalam masyarakat. Pada intinya adalah, perempuan harus bisa memperjuangkan haknya, meningkatkan kemampuan, berani ambil bagian dan menunjukkan kemampuannya itu di berbagai bidang, jangan hanya berdiam diri saja menerima “perlakuan” yang sebenarnya artificial. Lama-kelamaan  ‘ketidakadilan gender’  akan dapat diminamilisir bahkan diakhiri untuk tujuan  penghargaan hak asasi yang paling hakiki. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Dari lingkungan yang paling kecil, keluarga. Tatanan budaya, khususnya budaya Jawa yang sebenarnya adi luhung, seharusnya tidak malah dijadikan  sebagai kambing hitam dalam menciptakan ketidakadilan gender. Pranata budaya harusnya tidak menghalangi para perempuan untuk berkiprah dan menunjukkan eksistensinya dalam ranah publik. Sehingga antara budaya dan kesetaraan gender dapat berjalan seirama tanpa harus dipertentangkan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Irawan Abdullah, Sangkan Paran Gender, Pustaka pelajar, Yogyakarta, 1997&lt;br /&gt;Kamla Bhasin, Menggugat Patriarki, Bentang Budaya, Yogyakarta, 1996&lt;br /&gt;Jurnal Komunikasi Massa, Vol. 1, No. 1, Juli 2007, 25-34&lt;br /&gt;http://www.kendaripos.co.id/index.php&lt;br /&gt;http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/ketidakadilanjenderdiberbagai.pdf&lt;br /&gt;www.uny.ac.id/akademik/sharefile/kesetaraan_dan_keadilan_gender.doc&lt;br /&gt;http://www.perempuan.com/index.php&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-4977001223840884767?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/4977001223840884767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=4977001223840884767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4977001223840884767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4977001223840884767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/12/problema-sosial-yang-dilatarbelakangi.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-1602219839271546290</id><published>2008-11-07T23:00:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T23:01:19.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poem from Him'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tuhan Tau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari semua usaha yang sia-sia...&lt;br /&gt;TUHAN tau betapa keras engkau sudah berusaha&lt;br /&gt;Ketika kau menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...&lt;br /&gt;TUHAN sudah menghitung air matamu&lt;br /&gt;Jika kau pikir hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...&lt;br /&gt;TUHAN sedang menunggu bersama denganmu&lt;br /&gt;Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon&lt;br /&gt;TUHAN selalu ada disampingmu&lt;br /&gt;Ketika kau pikir kau sudah mencoba segalanya dan tidak tau hendak berbuat apa lagi...&lt;br /&gt;TUHAN punya jawabannya&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan&lt;br /&gt;TUHAN dapat menenangkanmu&lt;br /&gt;Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...&lt;br /&gt;TUHAN sedang berbisik kepadamu&lt;br /&gt;Ketika segala sesuatu berjalan dengan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur&lt;br /&gt;TUHAN telah memberkatimu&lt;br /&gt;Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...&lt;br /&gt;TUHAN selalu tersenyum padamu&lt;br /&gt;Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...&lt;br /&gt;TUHAN sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu&lt;br /&gt;TUHAN slalu tau dan slalu ada karna Dia yang memilikimu dan...&lt;br /&gt;memberkatimu karna Dia mengasihimu, slalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-1602219839271546290?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/1602219839271546290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=1602219839271546290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1602219839271546290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1602219839271546290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/tuhan-tau-jika-kau-merasa-lelah-dan-tak.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-3273851143329935230</id><published>2008-11-07T22:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:59:04.737-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - klinis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; PENDEKATAN TEORITIS PENERAPAN TERAPI BERMAIN PADA PENYANDANG AUTISME&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar teknik terapi bermain yang dilaporkan dalam literatur menggunakan basis pendekatan psikodinamika atau sudut pandang analitis. Hal ini sangat menarik karena pendekatan ini secara tradisional dianggap membutuhkan komunikasi verbal yang tinggi, sementara populasi autistik tidak dapat berkomunikasi secara verbal. Namun terdapat juga beberapa hasil penelitian yang menunjukkan penggunaan terapi bermain pada penyandang autisme dengan berdasar pada pendekatan perilakuan (Landreth, 2001). Salah satu contoh penerapan terapi bermain yang menggunakan pendekatan perilakuan adalah The ETHOS Play Session dari Bryna Siegel (Schaefer, Gitlin, &amp;amp; Sandgrund, 1991).&lt;br /&gt;Terdapat beberapa contoh penerapan terapi bermain bagi anak-anak autistik, diantaranya adalah (Landreth, 2001):&lt;br /&gt;1. Terapi yang dilakukan Bromfield terhadap seorang penyandang autisme yang dapat berfungsi secara baik. Fokus terapinya untuk dapat masuk ke dunia anak agar dapat memahami pembicaraan dan perilaku anak yang membingungkan dan kadang tidak diketahui maknanya. Bromfield mencoba menirukan perilaku obsessif anak untuk mencium/membaui semua objek yang ditemui menggunakan suatu boneka yang juga mencium-cium benda. Apa yang dilakukan Bromfield dan yang dikatakannya ternyata dapat menarik perhatian anak tersebut. Bromfield berhasil menjalin komunikasi lanjutan dengan anak tersebut menggunakan alat-alat bermain lain seperti boneka, catatan-catatan kecil, dan telepon mainan. Setelah proses terapi yang berjalan 3 tahun, si anak dapat berkomunikasi secara lebih sering dan langsung.&lt;br /&gt;2. Lower &amp;amp; Lanyado juga menerapkan terapi bermain yang menggunakan pemaknaan sebagai teknik utama. Mereka berusaha masuk ke dunia anak dengan memaknai bahasa tubuh dan tanda-tanda dari anak, seperti gerakan menunjuk. Tidak ada penjelasan detil tentang teknik mereka namun dikatakan bahwa mereka kurang berhasil dengan teknik ini.&lt;br /&gt;3. Wolfberg &amp;amp; Schuler menyarankan penggunaan terapi bermain kelompok bagi anak-anak autistik dan menekankan pentingnya integrasi kelompok yang lebih banyak memasukkan anak-anak dengan kemampuan sosial yan tinggi. Jadi mereka memasangkan anak-anak autistik dengan anak-anak normal dan secara hati-hati memilih alat bermain dan jenis permainan yang dapat memfasilitasi proses bermain dan interaksi di antara mereka. Fasilitator dewasa hanya berperan sebagai pendukung dan mendorong terjadinya proses interaksi yang tepat.&lt;br /&gt;4. Mundschenk &amp;amp; Sasso juga menggunakan terapi bermain kelompok ini. Mereka melatih anak-anak non-autistik untuk berinteraksi dengan anak-anak autistik dalam kelompok.&lt;br /&gt;5. Voyat mendeskripsikan pendekatan multi disiplin dalam penggunaan terapi bermain bagi anak autisme, yaitu dengan menggabungkan terapi bermain dengan pendidikan khusus dan melatih ketrampilan mengurus diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN BAGI PENYANDANG AUTISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektivitas penggunaan terapi bermain masih cukup sulit diketahui karena sampai saat ini kebanyakan literatur masih memaparkan hasil kasus per kasus. Namun Bromfield, Lanyado, &amp;amp; Lowery menyatakan bahwa klien mereka menunjukkan peningkatan dalam bidang perkembangan bahasa, interaksi sosial, dan berkurangnya perilaku stereotip, setelah proses terapi. Mereka dikatakan juga dapat mentransfer ketrampilan ini di luar seting bermain.&lt;br /&gt;Wolfberg &amp;amp; Schuler menyatakan bahwa model terapi bermain yang terintegrasi dalam kelompok juga dapat berhasil, dimana program ini ditujukan untuk meningkatkan interaksi sosial dan melatih ketrampilan bermain simbolik. Mundschenk &amp;amp; Sasso juga melaporkan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP-PRINSIP PENERAPAN TERAPI BERMAIN BAGI ANAK AUTISTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beberapa hal prinsip yang harus dipahami terapis sebelum menerapkan terapi bermain bagi anak-anak autistik, yaitu:&lt;br /&gt;1. Terapis harus belajar “bahasa” yang diekspresikan kliennya agar dapat lebih membantu. Karena itu metode yang disarankan adalah terapi yang berpusat pada klien.&lt;br /&gt;2. Harus disadari bahwa terapi pada populasi ini prosesnya lama dan sangat sulit sehingga membutuhkan kesabaran yang sangat tinggi. Apa yang kita latihkan bagi anak normal dalam waktu beberapa jam mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun pada anak autistik. Kondisi ini kadang membuat terapis bosan dan putus asa.&lt;br /&gt;3. Terapis harus menghindari memandang isolasi diri anak sebagai penolakan diri dan tidak memaksa anak untuk menjalin hubungan sampai anak betul-betul siap.&lt;br /&gt;4. Terapis juga harus betul-betul sadar bahwa meskipun anak autistik dapat mengalami kemajuan dalam terapi yang diberikan, ketrampilan sosial dan bermain mereka mungkin tidak akan bisa betul-betul normal. Jika tujuan umum terapi adalah untuk membantu anak dapat memaksimalkan potensi mereka dan memberi mereka kesempatan untuk berfungsi lebih baik dalam hidup mereka, maka keberhasilan sekecil apapun harus dianggap sebagai kemenangan dan harus disyukuri sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan luasnya batasan terapi bermain maka penerapannya bagi penyandang autisme memerlukan batasan-batasan yang lebih spesifik, disesuaikan dengan karakteristik penyandang autisme sendiri. Pada anak penyandang autisme, terapi bermain dapat dilakukan untuk membantu mengembangkan ketrampilan sosial, menumbuhkan kesadaran akan keberadaan orang lain dan lingkungan sosialnya, mengembangkan ketrampilan bicara, mengurangi perilaku stereotip, dan mengendalikan agresivitas.&lt;br /&gt;Berbeda dengan anak-anak non autistik yang secara mudah dapat mempelajari dunia sekitarnya dan meniru apa yang dilihatnya, maka anak-anak autistik memiliki hambatan dalam meniru dan ketrampilan bermainnya kurang variatif. Hal ini menjadikan penerapan terapi bermain bagi anak autisme perlu sedikit berbeda dengan pada kasus yang lain, misalnya:&lt;br /&gt;1. Tujuan dan target setiap sesi terapi bermain harus spesifik berdasarkan kondisi dan ketrampilan anak, dilakukan dengan bertahap dan terstruktur . Misalnya pada penyandang autisme yang belum terbentuk kontak mata, maka mungkin tujuan terapi bermain dapat diarahkan untuk membentuk kontak mata. Permainan yang dapat dipilih misalnya ci luk ba, lempar tangkap dengan bantuan, ‘lihat ini’, dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Jika secara umum terapi bermain memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi dan eksplorasi, maka pada anak autisme hal ini akan memerlukan usaha yang lebih keras dari terapis terutama jika anak belum memiliki kesadaran akan dirinya dan dunia sekitarnya sehingga inisiatif belum muncul. Pada kasus seperti ini maka terapis perlu lebih aktif menarik anak untuk masuk dalam forum bermain dengan secara aktif menunjukkan contoh dan menarik anak terlibat. Misalnya dengan menunjuk masing-masing alat bermain yang ada sambil menyebutkan namanya, memberi contoh bagaimana alat bermain itu digunakan, terapis bermain pura-pura dengan tetap berusaha menarik anak terlibat.&lt;br /&gt;3. Jika kesadaran diri dan dunia sekitarnya sudah muncul , maka anak dapat diberikan target yang lebih tinggi misalnya melatih ketrampilan verbal (berbicara) dan ketrampilan sosial. Pada tahap ini maka pelibatan anak dalam forum yang lebih besar, dengan melibatkan anak-anak sebaya lain mungkin lebih membantu. Misalnya anak diajak bernyanyi bersama, dibacakan cerita bersama anak-anak lain, diajak berbicara, dan permainan lainnya.&lt;br /&gt;4. Terapi bermain bagi penyandang autisme dapat ditujukan untuk meminimalkan/menghilangkan perilaku agresif, perilaku menyakiti diri sendiri, dan menghilangkan perilaku stereotip yang tidak bermanfaat. Hal ini dapat dilakukan dengan melatihkan gerakan-gerakan tertentu kepada anak, misalnya tepuk tangan, merentangkan tangan, menyusun balok, bermain palu dan pasak, dan alat bermain yang lain. Dengan mengenalkan gerakan yang lain dan berbagai alat bermain yang dapat digunakan maka diharapkan dapat digunakan untuk mengalihkan agresivitas yang muncul, juga jika anak sering menyakiti diri sendiri. Mengenalkan anak pada permainan konstruktif seperti menyusun balok juga akan memberi kegiatan lain sehingga diharapkan perilaku stereotip yang tidak bermanfaat dapat diminimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dalam terapi bermain bagi penyandang autisme. Namun, disamping beberapa hal tersebut terdapat beberapa hal prinsip yang juga harus diperhatikan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Terapi bagi anak penyandang autisme tidak dapat dilakukan hanya dengan terapi tunggal. Mengingat bahwa spektrum hambatan yang dialami anak autism sangat luas dan kompleks, maka terapi bermain sebaiknya dilakukan bersama-sama dengan terapi yang lain, misalnya terapi wicara, terapi medis, dan lain-lain. Rencana program terapi yang dijalankan pun harus disusun dengan terpadu dan terstruktur dengan baik, begitu juga proses evaluasinya.&lt;br /&gt;2. Terapi bermain ini harus dilakukan oleh tenaga terapis yang sudah terlatih dan betul-betul mencintai dunia anak dan pekerjaannya. Hal ini terlebih pada penyandang autisme karena menangani anak autisme memerlukan kesabaran dan keteguhan hati yang tinggi. Jika pada anak non autistik target perubahan perilaku yang dibuat mungkin dapat dicapai dengan cepat dan lebih mudah, maka bagi penyandang autisme belajar perilaku baru memerlukan usaha dan perjuangan yang sangat keras dan belum tentu berhasil memuaskan.&lt;br /&gt;3. Keberhasilan program terapi bermain sangat ditentukan oleh bagus tidaknya kerja sama terapis dengan orang tua dan orang-orang lain yang terlibat dalam pengasuhan anak sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan proses transfer ketrampilan yang sudah diperoleh selama terapi yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan dalam kehidupan di luar program terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa hal yang menurut saya penting diketahui tentang penerapan terapi bermain bagi anak penyandang autisme. Sekali lagi, harus dicatat bahwa terapi bermain adalah salah satu alternatif saja diantara sekian banyak program terapi yang sudah dikembangkan bagi anak autisme. Masukan dan kritik bagi makalah ini sangat diharapkan demi proses belajar saya dan perbaikan ke depan. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA. 1994. DSM-IV, 4th Ed. Washington DC: The American Psychiatric Association&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budiman, M., 1997. Tata Laksana Terpadu pada Autisme. Simposium Tata Laksana Autisme oleh Yayasan Autisme Indonesia. Jakarta: tidak diterbitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caldera, Y.M., et al., 1999. Children ‘s Play Preferences, Construction Play with Blocks, and Visual-Spatial Skills: Are They Related? International Journal of Behavior Developmental Psychology. Vol. 23. No. 4,855-872.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coplan, R.J, et al., 2004. Do You “want “ to Play? Distinguishing Between Conflicted Shyness and Social Disinterest in Early Childhood. International Journal of Behavior Developmental Psychology. Vol. 40. No. 2, 244-258.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartini, N., 2004. Pola Permainan Sosial: Upaya Meningkatkan Kecerdasan Emosi Anak, Anima, Vol. 19, No. 3, 271-285&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoeksema, S.N., 2004. Abnormal Psychology. 3rd ed. New York: McGraw-Hill Companies. Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International Association for Play Therapy (APT), Play Therapy. Diakses dari www. A4pt.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landreth, G.L., 2001, Innovations in Play Therapy: Issues, Process, and Special Populations, Philadelphia, Brounner-Routledge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyytinen, P., Dikkens, A. M., dan Laakso, M.L. 1997. Language and Symbolic Play in Toddlers. International Journal of Behavior Developmental Psychology. Vol. 21. No. 2, 289-302.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;McConnell, R.S., 2002. Interventions to Facilitate Social Interaction for Young Children with Autism: Review of Available Research and Recommendations for Educational Intervention and Future Research. Journal of Autism and Developmental Disorders. Vol. 32. No. 5, October 2002, 351-372&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Openheim, D. 1997. The Attachment Doll-Play Interview for Preschoolers. International Journal of Behavior Developmental Psychology. Vol. 20. No. 4, 681-697.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schaefer,C.E., Gitlin, K, &amp;amp; Sandgrund., 1991, Play Diagnosis &amp;amp; Assessment, Canada: John Wiley &amp;amp; Sons&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugiarto, S, Prambahan, D.S., &amp;amp; Pratitis, N.T., 2004, Pengaruh Social Story terhadap Kemampuan Berinteraksi Sosial pada Anak Autis, Anima, Vol. 19, N0. 3, 250-270&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukmaningrum, E., 2001, Terapi Bermain sebagai Salah Satu Alternatif Penanganan Pasca Trauma pada Anak, Jurnal Psikologi, Vol. 8, No. 2, 14-23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutadi, R., 1997. Tata Laksana Perilaku pada Penyandang Autisme. Simposium Tata Laksana Autisme oleh Yayasan Autisme Indonesia. Jakarta: tidak diterbitkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-3273851143329935230?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/3273851143329935230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=3273851143329935230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3273851143329935230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3273851143329935230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/pendekatan-teoritis-penerapan-terapi.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-5245522710257841025</id><published>2008-11-07T22:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:57:20.996-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - klinis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AUTISME&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI DAN KARAKTERISTIK PERILAKU AUTISME&lt;br /&gt;Kriteria Autisme berdasarkan DSM-IV:&lt;br /&gt;A. Harus ada sedikitnya 6 gejala dari (1), (2), dan (3), dengan minimal dua gejala dari (1) dan masing-masing satu gejala dari (2) dan (3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik. Minimal harus ada 2 gejala dari gejala di bawah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai: kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, gerak-gerik yang kurang terarah,&lt;br /&gt;b. tak bisa bermain dengan teman sebaya,&lt;br /&gt;c. tak dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain,&lt;br /&gt;d. kurangnya hubungan emosional dan sosial yang timbal balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi seperti ditunjukkan oleh minimal satu dari gejala-gejala berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. bicara terlambat atau bahkan sama sekali tak berkembang (tak ada usaha untuk mengimbangi komunikasi dengan cara lain tanpa bicara),&lt;br /&gt;b. Bila bisa bicara, bicaranya tidak dipakai untuk komunikasi,&lt;br /&gt;c. Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang,&lt;br /&gt;d. Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif, dan kurang bisa meniru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat, dan kegiatan. Sedikitnya harus ada satu dari gejala berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mempertahankan satu minat atau lebih, dengan cara yang khas dan berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;b. Terpaku pada suatu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;c. Ada gerakan-garakan yang aneh, khas, dan diulang-ulang.&lt;br /&gt;d. Seringkali terpukau pada bagian-bagian benda tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam bidang: (1) interaksi sosial; (2) bicara dan berbahasa; (3) cara bermain yang kurang variatif.&lt;br /&gt;C. Bukan disebabkan oleh Sindroma Rett atau Gangguan Disintegratif Masa Kanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Perilaku Bermain pada Penyandang Autisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•perilaku yang khas&lt;br /&gt;•menjaga jarak dengan orang lain&lt;br /&gt;•lebih sering sendiri atau paralel&lt;br /&gt;•bermain lebih sedikit dibanding non autistik&lt;br /&gt;•lebih sedikit menggunakan alat bermain dan kemampuan bermain sangat terbatas&lt;br /&gt;•kesulitan dalam bermain pura-pura dan menirukan sesuatu yang dilakukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATTENTION DEFICITS AND HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kondisi neurologis yang menimbulkan masalah dalam pemusatan perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas, dimana tidak sejalan dengan perkembangan usia anak.&lt;br /&gt; lebih kepada kegagalan perkembangan dalam fungsi sirkuit otak yang bekerja dalam menghambat monitoring dan kontrol diri, bukan semata-mata gangguan perhatian seperti asumsi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 kategori utama perilaku ADHD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; kurangnya kemampuan memusatkan perhatian&lt;br /&gt; hiperaktivitas-impulsivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi Perilaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurangnya kemampuan memusatkan perhatian dapat muncul dalam perilaku:&lt;br /&gt;a. Ketidakmampuan memperhatikan detil atau ceroboh&lt;br /&gt;b. Kesulitan memelihara perhatian terhadap tugas atau aktivitas bermain&lt;br /&gt;c. tidak perhatian saat bicara dengan orang lain&lt;br /&gt;d. Tidak mengikuti perintah dan gagal menyelesaikan tugas&lt;br /&gt;e. sulit mengorganisasikan tugas dan aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. hiperaktivitas-impulsivitas sering muncul dalam perilaku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. gelisah /tidak tenang di tempat duduk&lt;br /&gt;b. sering meninggalkan tempat duduk di kelas / situasi lain dimana seharusnya duduk tenang&lt;br /&gt;c. berlari atau memanjat berlebihan, selalu terburu-buru atau bergerak terus seperti mesin&lt;br /&gt;d. kesulitan bermain/terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan&lt;br /&gt;e. sering menjawab pertanyaan sebelum selesai. (Impulsivitas), berbicara terlalu banyak&lt;br /&gt;f. sulit menunggu giliran (Impl) menyela atau memaksakan pendapat kepada orang lain (Imp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosa menurut DSM-IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. (1) atau (2)&lt;br /&gt;(1) memenuhi 6 atau lebih gejala kurangnya pemusatan perhatian paling tidak selama 6 bulan pada tingkat menganggu dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan;&lt;br /&gt;(2) memenuhi 6 atau lebih gejala hiperaktivitas-impulsivitas paling tidak selama 6 bulan pada tingkat menganggu dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Gejala kurangnya pemusatan perhatian atau hiperaktivitas-impulsivitas muncul sebelum usia 7 tahun.&lt;br /&gt;C. Gejala-gejala tsb muncul dalam 2 seting atau lebih (di sekolah, rumah, atau pekerjaan)¨C.Harus ada bukti secara klinis adanya gangguan dalam fungsi sosial, akademik, atau pekerjaan.&lt;br /&gt;D. Gejala tidak terjadi mengikuti gangguan perkembangan pervasive, skizofrenia, atau gangguan psikotik lainnya dan tidak dilihat bersama dengan gangguan mental lain (gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dia ADHD? (FAKTOR PENYEBAB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; aspek genetik atau biologis&lt;br /&gt; kelahiran prematur, penggunaan alkohol dan tembakau pada ibu hamil, dan kerusakan otak selama kehamilan&lt;br /&gt; zat aditif pada makanan, gula, ragi, atau metode pengasuhan anak yang kering&lt;br /&gt;Tapi semua belum yakin…………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRITMEN BAGI ANAK ADHD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; belum ada obat yang dapat menyembuhkan ADHD&lt;br /&gt; Tapi ada harapan….&lt;br /&gt;Dengan terapi: farmasi, perilaku, dan metode multimodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terbaik: kombinasi pengobatan farmasi dan terapi perilaku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-5245522710257841025?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/5245522710257841025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=5245522710257841025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/5245522710257841025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/5245522710257841025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/autisme-definisi-dan-karakteristik.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-2982052469447901030</id><published>2008-11-07T22:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:56:02.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - klinis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SKIZOFRENIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;SKIZOFRENIA adalah gangguan yang kompleks yang dapat muncul dalam beberapa bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA&lt;br /&gt;Ada 2 kategori gejala:&lt;br /&gt;1. gejala positif = gejala tipe I  ditandai munculnya persepsi, pikiran, dan perilaku yang tidak biasa secara menonjol, misalnya: halusinasi, delusi, pikiran dan pembicaraan kacau, dan perilaku katatonik.&lt;br /&gt;2. gejala negatif = gejala tipe II  ditandai hilangnya atau berkurangnya kemampuan di area tertentu, misalnya tidak munculnya perilaku tertentu, afek datar, dan alogia (tidak mau bicara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gejala2 tsb, terdapat beberapa ciri lain skizofrenia, yang sebenarnya bukan kriteria formal untuk diagnosa namun sering muncul sebagai gejala, yaitu:&lt;br /&gt;1. afek yang tidak tepat (mis. Tertawa saat sedih dan menangis saat bahagia),&lt;br /&gt;2. anhedonia (kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi ttt, apapun yang dialami tidak dapat merasakan sedih atau gembira), dan&lt;br /&gt;3. ketrampilan sosial yang terganggu (mis. kesulitan memulai pembicaraan, memelihara hubungan sosial, dan mempertahankan pekerjaan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA GEJALA POSITIF SKIZOFRENIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA DEFINISI &amp;amp; CONTOH&lt;br /&gt;DELUSI Kepercayaan yang tidak sesuai realita; mis. Merasa dirinya Nabi&lt;br /&gt;HALUSINASI Pengalaman indrawi yang tidak nyata; mis. Merasa melihat, mendengar, atau membaui sesuatu yang sebenarnya tidak ada&lt;br /&gt;PIKIRAN DAN BICARA KACAU Pola bicara yang kacau; mis. ‘tidak nyambung’, menyambung kata berdasar bunyinya yang tidak ada artinya&lt;br /&gt;PERILAKU KACAU ATAU KATATONIK Perilaku sangat tidak dapat diramalkan, aneh, dan sangat tidak bertanggung jawab; mis. Tidak bergerak sama sekali dalam waktu lama, tiba-tiba melompat-lompat tanpa tujuan.&lt;br /&gt;Delusi sendiri ada beberapa tipe, lihat PPDGJ III.&lt;br /&gt;BEBERAPA GEJALA NEGATIF SKIZOFRENIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA DEFINISI &amp;amp; CONTOH&lt;br /&gt;AFEK DATAR secara emosi tidak mampu memberi respon thd lingkungan sekitarnya; mis. Ketika bicara ekspresi tidak sesuai, tidak ada ekspresi sedih ketika situasi sedih&lt;br /&gt;ALOGIA Tidak mau bicara atau minimal; mis. Membisu bbrp hari&lt;br /&gt;AVOLITION Tidak mampu melakukan tugas berdasar tujuan tertentu (dalam jangka lama); mis. Tidak mampu mandi sendiri, makan sampai selesai, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dikenal sebagai gangguan psikologis sejak awal 1800-an&lt;br /&gt; Kraepelin menyebut dementia praecox (precocious dementia)  gangguan sebagai akibat kemunduran fungsi otak lebih awal&lt;br /&gt; Eugen Bleuler  schizophrenia, dari bahasa Yunani, Schizein = terbelah dan phren = pikiran  gangguan berupa terbelahnya fungsi psikis dari asosiasi mental, pikiran, dan emosi.&lt;br /&gt; Sekarang diagnosa berdasar criteria dari DSM-IV, yaitu: adanya gejala yang parah paling tidak selama 1 bulan dan munculnya beberapa gejala paling tidak selama 6 bulan terakhir.&lt;br /&gt;A. Gejala dasar: 2 atau lebih gejala berikut paling tidak selama 1 bulan.&lt;br /&gt;a. Delusi&lt;br /&gt;b. Halusinasi&lt;br /&gt;c. Bicara kacau&lt;br /&gt;d. Motorik kasar terganggu atau perilaku katatonik&lt;br /&gt;e. Gejala negatif&lt;br /&gt;B. Fungsi sosial/pekerjaan: gangguan nyata dalam pekerjaan, prestasi belajar, hubungan interpersonal, dan atau perawatan diri sendiri.&lt;br /&gt;C. Durasi: gangguan berlanjut paling tidak selama 6 bulan, minimal 1 bulan dalam periode ini menunjukkan gejala yang masuk criteria A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pedoman diagnosa lebih detail, lihat PPDGJ III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA TIPE SKIZOFRENIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIPE CIRI UTAMA&lt;br /&gt;SKI. PARANOID Deluasi (waham) dan halusinasi dengan tema curiga, diancam, atau waham kebesaran&lt;br /&gt;DISORGANIZED SCHI. Pikiran, bicara, dan perilaku ‘tidak nyambung’, emosi datar atau tidak tepat&lt;br /&gt;SKI. KATATONIK Hampir tidak ada respon thd lingkungan, aspek motorik dan verbal sangat terganggu&lt;br /&gt;UNDIFFERENTIATED SCHI. Klien masuk criteria skizofren tapi tidak dapat masuk kelompok paranoid, disorganized, ataupun katatonik&lt;br /&gt;SKI. RESIDUAL Ada riwayat minimal 1 episode gejala positif yang akut tetapi saat ini tidak menampakkan gejala positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGNOSIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skizofrenia sifatnya adalah gangguan yang lebih kronis dan melemahkan dibandingkan gangguan mental yang lain.&lt;br /&gt; 50-80% pasien skizofrenia yang pernah dirawat di RS akan kambuh&lt;br /&gt; harapan hidup pasien skizofrenia 10 tahun lebih pendek daripada non pasien skizofrenia&lt;br /&gt; pasien skizofrenia resiko tinggi terhadap gangguan infeksi dan penyakit2 sistem peredaran darah&lt;br /&gt; 10% pasien skizofrenia resiko bunuh diri&lt;br /&gt; Beberapa factor yang turut berperan dalam prognosis skizofrenia: usia, jenis kelamin, dan sosial budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDEKATAN TEORITIS TERHADAP SKIZOFRENIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pendekatan teori dalam memandang penyebab skizofrenia dapat dilihat secara jelas dalam tabel-tabel berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI-TEORI BIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI DESKRIPSI&lt;br /&gt;Teori genetik Gangguan gen menyebabkan skizofrenia atau minimal rentan thd skizofrenia&lt;br /&gt;Abnormalitas struktur otak Pembesaran jantung mungkin mengindikasikan melemahnya fungsi beberapa area otak, memunculkan berkurangnya fungsi kognitif dan emosi. Penurunan volume dan kepadatan neuron di frontal &amp;amp; temporal cortex dan area limbic menyebabkan berkurangnya fungsi emosi dan kognitif.&lt;br /&gt;Komplikasi saat kelahiran Komplikasi saat lahir, terutama kurangnya oksigen saat lahir menyebabkan kerusakan otak&lt;br /&gt;Terpapar virus saat di kandungan Infeksi virus saat di kandungan merusak otak (mis. Virus TORCH)&lt;br /&gt;Teori neurotransmiter Ketidakseimbangan tingkat atau reseptor dopamine memunculkan gejala, serotonin, GABA, dan glutamat juga turut berperan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDUT PANDANG PSIKO-SOSIAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun skizofrenia sangat terkait dengan factor biologis, namun banyak riset menunjukkan bahwa factor sosial juga berperan dalam munculnya skizofrenia. Faktor sosial ini meningkatkan resiko kambuhnya skizofrenia tetapi tidak secara langsung menentukan kapan munculnya skizofrenia pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDUT PANDANG DESKRIPSI&lt;br /&gt;Teori psikodinamik Penolakan ibu saat bayi menyebabkan anak kehilangan kemampuan membedakan antara kenyataan dan non-realita&lt;br /&gt;Pola komunikasi Komunikasi yang tidak lazim antara bayi dan pengasuh di awal kehidupannya (pada bayi dg resiko skizofrenia) mengganggu perkembangan kemampuan bayi untuk berkomunikasi dg orang lain dan meningkatkan stress&lt;br /&gt;Ekspresi emosi Keluarga yang terlalu mengatur dan memusuhi anggotanya yang skizofrenia meningkatkan stress, yang membuatnya kambuh&lt;br /&gt;Penyimpangan sosial dan lingkungan urban Skizofrenia mengganggu fungsi individu dan membuat dia kehilangan status sosial; orang2 di lingkungan urban yang miskin meningkatkan resiko terkea penyakit2 prenatal dan kemungkinan terluka yang menyebabkan skizofrenia&lt;br /&gt;Stress &amp;amp; kambuh Bermacam kejadian yang penuh tekanan meningkatkan kemungkinan kambuh&lt;br /&gt;Teori perilakuan Orang skizofrenia mendapatkan stimulus yang tidak tepat dari lingkungan dan tidak tahu respon yang dapat diterima secara sosial oleh orang lain di lingkungannya&lt;br /&gt;Teori kognitif Gejala skizofrenia muncul dari respon individu terhadap pengalaman indrawi yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRITMEN UNTUK SKIZOFRENIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien skizofrenia memerlukan tritmen yang komprehensif, artinya memberikan tritmen medis untuk menghilangkan gejala, terapi (psikologis) untuk membantu mereka beradaptasi dengan konsekuensi/akibat dari gangguan tsb, dan layanan sosial untuk membantu mereka dapat kembali hidup di masyarakat dan menjamin mereka dapat memperoleh akses untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut beberapa tritmen yang biasanya diberikan kepada pasien skizofrenia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRITMEN UNTUK SKIZOFRENIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRITMEN KETERANGAN&lt;br /&gt;Tritmen biologis: terapi obat Pemberian obat2an anti psikotik, minyak ikan&lt;br /&gt;Tritmen sosial dan psikologis - intervensi perilaku, kognitif, dan sosial (melatih ketrampilan berbicara, ketrampilan mengelola diri sendiri, ketrampilan mengelola gejala, terapi kelompok, melatih ketrampilan kerja, dll)&lt;br /&gt;- terapi keluarga (melatih keluarga bagaimana menghadapi perilaku anggotanya yang menderita skizofrenia agar tidak kambuh)&lt;br /&gt;- program tritmen komunitas asertif (menyediakan layanan komprehensif bagi pasien skizofrenia dg dokter ahli, pekerja sosial, &amp;amp; psikolog yang dapat mereka akses setiap saat-terutama bagi yang tidak memiliki keluarga)  tapi di Indonesia masih terlalu mewah ya?&lt;br /&gt;Tritmen lintas budaya Penyembuhan tradisional (dengan doa-doa, upacara adat, jamu, dll) sesuai budaya setempat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-2982052469447901030?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/2982052469447901030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=2982052469447901030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2982052469447901030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2982052469447901030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/skizofrenia-skizofrenia-adalah-gangguan.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-9157245425866873605</id><published>2008-11-07T22:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:54:26.171-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - klinis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menopause&lt;/span&gt;&lt;p&gt;1. Pengertian menopause&lt;br /&gt;enurut arti katanya, menopause berasal dari kata “men” berarti bulan, “pause, pausis, paudo” berarti periode atau tanda berhenti, sehingga menopause diartikan sebagai berhentinya secara definitif menstruasi. Menopause secara teknis menunjukkan berhentinya menstruasi, yang dihubungkan dengan berakhirnya fungsi ovarium secara gradual, yang disebut klimakterium (Kartono, 1992).&lt;br /&gt;Menopause adalah suatu fase dari kehidupan seksual wanita, dimana siklus menstruasi berhenti. Bagi seorang wanita, dengan berhentinya menstruasi ini berarti berhentinya fungsi reproduksi (tidak dapat hamil dan mempunyai anak), namun tidak berarti peranannya dalam melayani suami di bidang kebutuhan seksual berhenti dengan sendirinya (Hawari, 1996).&lt;br /&gt;Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa menopause adalah suatu fase dari kehidupan wanita yang ditandai dengan berakhirnya menstruasi dan berhentinya fungsi reproduksi.&lt;br /&gt;2. Periode terjadinya menopause&lt;br /&gt;enurut Damayanti (2003), menopause dipacu oleh perubahan hormon dalam tubuh, yang diawali dengan terkelupasnya pelapis rahim (endometrium) bersama dengan sedikit darah, yang dipicu oleh kadar hormon progesteron yang rendah dalam tubuh. Pada waktu yang sama hormon perangsang folikel (FSH= Foilicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone) yang dihasilkan kelenjar hipofise merangsang proses pematangan telur dalam ovarium. Keadaan ini kemudian menghasilkan peningkatan kadar estrogen. Fase ini disebut fase pengelupasan.&lt;br /&gt;Fase pengelupasan akan segera diikuti fase proliferasi dimana kadar estrogen tinggi dan membuat endometrium mengalami penebalan. Akhirnya kadar hormon perangsang folikel dan hormon lutein mencapai puncaknya dan terjadi pelepasan sel telur dari ovarium (ovulasi). Folikel tempat sel telur dilepaskan akan membentuk sebuah kelenjar yang disebut corpus luteum yang menghasilkan progesteron, yang akan membuat kelenjar endometrium mengalami fase sekresi sebagai persiapan bila terjadi perubahan, sehingga siap untuk suatu kehamilan. Jika sel telur tidak dibuahi, kadar estrogen menurun, corpus luteum mengalami degenerasi dan kadar progesteronpun menurun.&lt;br /&gt;Wanita dilahirkan dengan sejumlah besar sel telur yang secara bertahap akan habis terpakai. Ovarium tidak mampu membuat sel telur baru, sehingga begitu sel telur yang dimiliki sejak lahir habis, maka ovulasi akan berhenti sama sekali. Jadi terdapat semacam kekurangan hormon yang menyebabkan sebagian besar masalah yang terjadi di sekitar menopause, yang berkembang sesudahnya. Ada tiga macam hormon penting yang diproduksi oleh ovarium, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron, dimana setelah mencapai menopause hormon-hormon ini tidak diproduksi.&lt;br /&gt;Santrock (2002) mengemukakan sejumlah perubahan fisik menandai masa dewasa tengah, beberapa perubahan mulai tampak lebih awal diusia 30 tahun, tetapi pada beberapa titik / bagian diusia 40 tahun, menurunnya perkembangan fisik menunjukkan bahwa masa dewasa tengah telah datang. Melihat dan mendengar adalah dua perubahan yang paling menyusahkan dan paling tampak dalam masa dewasa tengah. Daya akomodasi mata, kemampuan untuk memfokuskan dan mempertahankan gambar pada retina-mengalami penurunan paling tajam pada usia 40 dan 59 tahun. Khususnya, individu pada usia tengah baya mulai mengalami kesulitan melihat obyek-obyek yang dekat.&lt;br /&gt;engenai terjadinya menopause, tidak ada batasan umur yang pasti. Sesungguhnya setiap wanita mengalaminya pada umur tertentu, setelah masa kesempurnaan berakhir. Sehubungan dengan itu para ahli memberikan batasan umur pada wanita menopause berbeda-beda antara satu dengan yang lain, karena ditinjau dari sudut yang berbeda pula.&lt;br /&gt;Purwantyastuti (2005) mengatakan bahwa umumnya wanita Indonesia mengalami menopause di usia 45-55 tahun. Hal yang sama juga dikatakan Braam dkk (1981), yang menyatakan bahwa sebagian besar wanita, menopause terjadi pada umur antara 45-55 tahun. Meskipun begitu ada beberapa wanita yang mengalami menstruasi terakhir sebelum umur 45 tahun, tetapi ada pula wanita yang sesudah berumur 57 tahun baru mendapatkan menstruasi terakhir.&lt;br /&gt;Menurut Pakasi (dalam Indarwati, 2000) menopause terjadi ditengah masa klimakterium, yaitu suatu masa yang dimulai pada akhir masa reproduksi dan berakhir pada awal lanjut usia, yaitu usia 40-63 tahun. Pada masa inilah menstruasi yang merupakan salah satu tanda kewanitaan seseorang dan cerminan dari kapasitas reproduksi wanita secara berangsur-angsur mulai berhenti.&lt;br /&gt;Muhammad (1981) menjelaskan bahwa pada suatu saat akan tiba waktunya bagi sisa-sisa folikel sel telur yang berada pada indung telur untuk mulai menghilang. Saat ini tidaklah sama pada setiap wanita. Perubahan ini terjadi secara mendadak, antara umur 45 tahun dan 55 tahun. Ada transisi yang bertahap dari masa kegiatan indung telur yang tidak ada lagi, ketika wanita itu sudah mulai memasuki usia menopause. Menurut Hastings (Damayanti, 2003) sebagian besar wanita mengalami menopause antara umur 40 tahun dan 55 tahun dan rata-rata pada umur 47 tahun.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa periode terjadinya menopause ketika persediaan sel telur habis, indung telur mulai menghentikan produksi entrogen yang akibatnya haid tidak muncul lagi. Pada wanita tersebut menginjak masa menopause, yang berarti berhentinya masa kesuburannya. Dan dengan melihat batasan umur wanita menopause yang telah disebutkan, dapat diambil kesimpulan batasan wanita akan mengalami menopause antara umur 40 tahun sampai 55 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Gejala-gejala menopause&lt;br /&gt;Pada masa menopause diikuti perubahan-perubahan baik fisik maupun psikisnya. Untuk mengetahui masa menopause sudah datang pada wanita, ada beberapa gejala yang mendahului meskipun tidak semua wanita akan merasakan gejala-gejala ini.&lt;br /&gt;Reitz (dalam Damayanti, 2003) mengutarakan beberapa gejala yang mengawali masa menopause, yaitu:&lt;br /&gt;a. Berhentinya menstruasi secara mendadak. Mulai terjadi pola haid yang tidak beraturan, haid dapat berubah-ubah dari banyak menjadi sedikit tanpa pola tertentu pada wanita yang berusia sekitar 45 tahun keatas.&lt;br /&gt;b. Terjadinya arus panas. Hal ini terjadi karena tidak adanya keseimbangan pada vasomotor.&lt;br /&gt;c. Rasa gelisah, mudah tersinggung, ketegangan dan kecemasan, termasuk perasaan tertekan, sedih, malas, emosi yang meluap, mudah marah, merasa tidak berdaya dan mudah menangis.&lt;br /&gt;d. Osteoporosis (pengeroposan tulang).&lt;br /&gt;e. Pruritis, merupakan istilah kedokteran untuk rasa gatal pada kulit di daerah vulva atau alat kelamin.&lt;br /&gt;enurut Kartono (1992) beberapa gejala yang menandai menopause yang disebut fase preliminer, yaitu:&lt;br /&gt;a. Menstruasi yang tidak lancar dan tidak teratur, yang datang lebih lambat atau lebih awal.&lt;br /&gt;. Kotoran, haid yang keluar banyak sekali ataupun sangat sedikit.&lt;br /&gt;c. Muncul gangguan-gangguan vasomotoris, yang berupa penyempitan atau pelebaran pembuluh-pembuluh darah.&lt;br /&gt;d. Merasa pusing, disertai sakit kepala terus menerus.&lt;br /&gt;e. Keringat berlebih, yaitu berkeringat yang tidak ada henti-hentinya.&lt;br /&gt;f. Neuralgia, yaitu gangguan atau sakit syaraf dan lain-lain.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa gejala-gejala menopause antara lain berhentinya menstruasi secara mendadak atau menstruasi yang tidak lancar dan tidak teratur, terjadinya arus panas, merasa gelisah, pusing, osteoporosis, pruritis, selalu berkeringat dan neuralgia.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-9157245425866873605?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/9157245425866873605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=9157245425866873605' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/9157245425866873605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/9157245425866873605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/menopause-1.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-955633933186961811</id><published>2008-11-07T22:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:53:10.041-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - klinis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menopause dan Insomnia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur merupakan bagian hidup manusia yang memiliki porsi banyak. Rata-rata hampir seperempat hingga sepertiga waktu digunakan untuk tidur. Tidur merupakan kebutuhan, bukan suatu keadaan istirahat yang tidak bermanfaat. Tidur merupakan proses yang diperlukan oleh manusia untuk pembentukan sel-sel tubuh yang baru, perbaikan sel-sel tubuh yang rusak (natural healing mechanism), memberi waktu organ tubuh untuk beristirahat maupun untuk menjaga keseimbangan metabolisme dan biokimiawi tubuh. Disamping itu tidur bagi manusia dapat mengendalikan irama kehidupan sehari-hari. Salah satu fungsi tidur yang paling utama adalah untuk memungkinkan sistem syaraf pulih setelah digunakan selama satu hari. Dalam The World Book Encyclopedia, dikatakan tidur memulihkan energi kepada tubuh, khususnya kepada otak dan sistem syaraf (Mass dalam Furyanto, 2005).&lt;br /&gt;Kesulitan tidur (insomnia) merupakan masalah kesehatan yang sangat mengganngu dan harus diantisipasi wanita menopause. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 10% hingga 15% wanita menopause meningkat kegelisahannya. Mereka mengalami insomnia dan depresi. Biasanya keluhan yang sering muncul berupa kesulitan untuk mulai tidur, lama tidak bisa tidur lagi, dan sering terbangun di waktu malam sehingga mengantuk di siang hari (www.kompascybermedia.com).&lt;br /&gt;enurut Hoeve (1992), insomnia merupakan keadaan tidak dapat tidur atau terganggunya pola tidur. Orang yang bersangkutan mungkin tidak dapat tidur, sukar untuk jatuh tidur, atau mudah terbangun dan kemudian tidak dapat tidur lagi.&lt;br /&gt;Menopause merupakan sumber potensial lain pada masalah tidur. Nyeri tiba-tiba atau dikenal dengan hot flash dan perubahan cara bernafas termasuk yang paling banyak dialami kaum wanita di saat pertama kali datang menopause. Konon separuh wanita menopause menderita nyeri tiba-tiba ini, dan rata-rata mengalaminya selama lima tahun pertama. Kondisi ini cukup mengganggu tidur dan bisa memicu kelelahan di siang hari. Sementara total waktu tidur untuk penderita tidak berbeda dengan yang tidak mengalaminya. Nyeri tiba-tiba berhubungan dengan seringnya terbangun pada malam hari, biasanya hampir setiap delapan menit. Lesu dan kelelahan diesok hari menjadi lebih sering dibandingkan rasa kantuk (Damayanti, 2003).&lt;br /&gt;Menurut Hawari (1990) insomnia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain fisik dan psikis, faktor fisik misalnya terserang flu sehingga sulit untuk tidur, sedangkan faktor gangguan psikis adalah stres, cemas, depresi&lt;br /&gt;alah satu proses atau tahap perkembangan manusia yang berkaitan dengan perubahan fisik dan psikis yaitu menopause. Menurut Kartono (1992) perubahan psikis yang terjadi pada masa menopause dapat menimbulkan sikap yang berbeda-beda, di antaranya yaitu adanya suatu krisis yang dimanifestasikan dalam simptom-simptom psikologis seperti depresi, mudah tersinggung, mudah menjadi marah, mudah curiga, diliputi banyak kecemasan, insomnia atau tidak bisa tidur, karena sangat bingung dan gelisah. Lebih lanjut Kartono (1990) mengungkapkan ketika masa menopause berlangsung, terjadilah perubahan fisik maupun psikis, menurunnya fungsi hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan timbulnya keluhan-keluhan seperti pusing, mual, gerah, berdebar-debar, dan sebagainya. Masalah menopause memberikan perubahan psikis karena adanya anggapan bagi sementara wanita bahwa menopause adalah tanda-tanda penuaan dan berakhirnya semua sifat-sifat kewanitaannya. Keadaan ini mungkin diperkuat dengan kurangnya pengertian atau adanya pengertian yang keliru mengenai masalah menopause.&lt;br /&gt;erjadinya kekhawatiran-kekhawatiran, ketakutan-ketakutan, dan kecemasan-kecemasan pada masa menopause dapat menyebabkan terjadinya insomnia.&lt;br /&gt;al ini didukung oleh pendapat Walsleben (Handita, 2004) bahwa gangguan&lt;br /&gt;idur tidak langsung berhubungan dengan menurunnya hormon, namun&lt;br /&gt;kondisi psikologis dan meningkatnya kecemasan, gelisah, dan emosi sering tidak terkontrol akibat menurunnya hormon estrogen yang bisa menjadi salah satu sebab meningkatnya gangguan tidur (insomnia) pada wanita menopause. Insomnia meningkat pada wanita usia 44-45 tahun karena berkurangnya hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Masalah tersebut bertambah parah saat menopause. Walsleben (Handita, 2004) juga mengatakan sebanyak 40 % wanita menopause mengalami kesulitan tidur.&lt;br /&gt;Lain halnya pada sebagian wanita yang belum menopause, yang pada umunya berusia antara 30 sampai 40 tahun. Berdasarkan teori sebelumnya bahwa manita yang belum mengalami menopause umumya adalah wanita pada masa dewasa madya atau dewasa tengah berusia 30 sampai 40an tahun. Pada masa tersebut stabilitas emosional dan kepribadian berada dalam kondisi yang terbaik. Dalam California Longitudinal Study, pada waktu individu berusia 34 sampai 50 tahun, mereka adalah kelompok usia yang paling sehat, paling tenang, paling bisa mengontrol diri, dan juga paling bertanggung jawab, mereka tidak mengnalami ketakutan, cemas atau khawatir karena mereka merasa hidup lebih bebas. (Levinson dan Peskin, dalam Santrock, 2002)&lt;br /&gt;Wanita yang berada pada masa dewasa madya yang belum mengalami menopauase tidak akan mengalami gejala-gejala yang seperti dialami oleh wanita yang mengalami menopause misalnya: terjadinya arus panas. Hal ini terjadi karena tidak adanya keseimbangan pada vasomotor, rasa gelisah, mudah tersinggung, ketegangan dan kecemasan, termasuk perasaan tertekan, sedih, malas, emosi yang meluap, mudah marah, merasa tidak berdaya dan mudah menangis, osteoporosis (pengeroposan tulang), pruritis. Selain itu kebutuhan utama dan kuat mendorong individu dalam hidup berkeluarga seperti kebutuhan seksual relatif masih mampu terpenuhi dengan baik, sehingga tidak rasa ketakutan, cemas, khawatir seperti halnya orang wanita yang mengalami menopause. Dengan demikian wanita yang belum mengalami menopause relatif lebih kecil mengalami insomnia dibandingkan wanita yang sudah mengalami menopause.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-955633933186961811?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/955633933186961811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=955633933186961811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/955633933186961811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/955633933186961811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/menopause-dan-insomnia-tidur-merupakan.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-1178936482743382737</id><published>2008-11-07T22:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:51:09.615-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - klinis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kecemasan menghadapi menopause&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Pengertian kecemasan menghadapi menopause&lt;br /&gt;a. Pengertian kecemasan. Salah satu gejala yang dialami oleh semua&lt;br /&gt;orang dalam hidup adalah kecemasan. Menjadi cemas pada tingkat tertentu dapat&lt;br /&gt;dianggap sebagai bagian dari respon normal untuk mengatasi masalah sehari-hari.&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga bila kecemasan ini berlebihan dan tidak sebanding dengan&lt;br /&gt;suatu situasi, hal itu dianggap sebagai hambatan dan dikenal sebagai masalah&lt;br /&gt;klinis.&lt;br /&gt;Menurut Bryne (1966), bahwa kecemasan adalah suatu perasaan yang&lt;br /&gt;dialami individu, seperti apabila ia mengalami ketakutan. Pada kecemasan&lt;br /&gt;perasaan ini bersifat kabur, tidak realistis atau tidak jelas obyeknya sedangkan&lt;br /&gt;pada ketakutan obyeknya jelas.&lt;br /&gt;Menurut Hurlock (1990), kecemasan adalah bentuk perasaan khawatir,&lt;br /&gt;gelisah dan perasaan-perasaan lain yang kurang menyenangkan. Biasanya&lt;br /&gt;perasaan-perasaan ini disertai oleh rasa kurang percaya diri, tidak mampu, merasa&lt;br /&gt;rendah diri, dan tidak mampu menghadapi suatu masalah.&lt;br /&gt;Menurut Kartono (1997), ketidakberanian individu dalam menghadapi&lt;br /&gt;suatu masalah dan ditambah dengan adanya kerisauan terhadap hal-hal yang tidak&lt;br /&gt;jelas merupakan tanda-tanda kecemasan pada individu.&lt;br /&gt;Pendapat ahli lain Havary (1997), berpendapat bahwa kecemasan&lt;br /&gt;merupakan reaksi psikis terhadap kondisi mental individu yang tertekan. Apabila&lt;br /&gt;orang menyadari bahwa hal-hal yang tidak bisa berjalan dengan baik pada situasi&lt;br /&gt;tertentu akan berakhir tidak enak maka mereka akan cemas. Kondisi-kondisi atau&lt;br /&gt;situasi yang menekan akan memunculkan kecemasan.&lt;br /&gt;Dari uraian di atas diambil suatu kesimpulan bahwa kecemasan adalah&lt;br /&gt;suatu kondisi psikologis individu yang berupa ketegangan, kegelisahan,&lt;br /&gt;kekhawatiran sebagai reaksi terhadap adanya sesuatu yang bersifat mengancam.&lt;br /&gt;b. Pengertian menopause. Menurut Kartono (1992), bahwa “men” berarti&lt;br /&gt;bulan, “pause, pausa, pausis, paudo” berarti periode atau tanda berhenti, hilangnya&lt;br /&gt;menopause diartikan sebagai berhentinya secara definitif menstruasi.&lt;br /&gt;Mappiare (1983), mengemukakan menopause sebagai akibat adanya&lt;br /&gt;perubahan fisik dan psikis yang ditandai dengan berhentinya produksi sel telur&lt;br /&gt;dan hilangnya kemampuan untuk melahirkan anak yang juga ditandai berhentinya&lt;br /&gt;menstruasi.&lt;br /&gt;Wanita akan mengalami menopause ditandai dengan berhentinya sirkulasi&lt;br /&gt;haid dan juga diikuti dengan melemahnya organ produksi dan muncul gejalagejala&lt;br /&gt;penuaan dibeberapa bagian tubuh. (Ibrahim, 2002)&lt;br /&gt;Pakasi (1996), menjelaskan definisi menopause bukan hanya dari segi fisik&lt;br /&gt;yaitu berhentinya menstruasi, tetapi dari segi usia yaitu dimulai pada akhir masa&lt;br /&gt;menopause dan berakhir pada awal lanjut usia (senium) yaitu sekitar 40-65 tahun.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan menopause adalah suatu fase&lt;br /&gt;dari kehidupan wanita yang ditandai dengan berhentinya menstruasi, berhentinya&lt;br /&gt;produksi sel telur, hilangnya kemampuan melahirkan anak, dan membawa&lt;br /&gt;perubahan dan kemunduran baik secara fisik maupun psikis.&lt;br /&gt;c. Pengertian kecemasan menghadapi menopause. Burn (1988), bahwa&lt;br /&gt;kebanyakan wanita menopause sering mengalami depresi dan kecemasan dimana&lt;br /&gt;kecemasan yang muncul dapat menimbulkan insomnia atau tidak bisa tidur.&lt;br /&gt;Setiap orang mempunyai keyakinan dan harapan yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Karena perbedaan itu maka tidak ada dua orang yang akan memberikan reaksi&lt;br /&gt;yang sama, meskipun tampaknya mereka seakan-akan bereaksi dengan cara yang&lt;br /&gt;sama. Situasi yang membuat cemas adalah situasi yang mengandung masalah&lt;br /&gt;tertentu yang akan memicu rasa cemas dalam diri seseorang dan tidak terjadi pada&lt;br /&gt;orang lain. (Tallis, 1995)&lt;br /&gt;Kartono (1992), mengemukakan perubahan-perubahan psikis yang terjadi&lt;br /&gt;pada masa menopause akan menimbulkan sikap yang berbeda-beda antara lain&lt;br /&gt;yaitu adanya suatu krisis yang dimanifestasikan dalam simtom-simtom psikologis&lt;br /&gt;seperti: depresi, mudah tersinggung, dan mudah menjadi marah, dan diliputi&lt;br /&gt;banyak kecemasan.&lt;br /&gt;Adanya perubahan fisik yang terjadi sehubungan dengan menopause&lt;br /&gt;mengandung arti yang lebih mendalam bagi kehidupan wanita. Berhentinya siklus&lt;br /&gt;menstruasi dirasakan sebagai hilangnya sifat inti kewanitaannya karena sudah&lt;br /&gt;tidak dapat melahirkan anak lagi. Akibat lebih jauh adalah timbulnya perasaan tak&lt;br /&gt;berharga, tidak berarti dalam hidup sehingga muncul rasa khawatir akan adanya&lt;br /&gt;kemungkinan bahwa orang-orang yang dicintainya berpaling dan&lt;br /&gt;meningggalkannya. Perasaan itulah yang seringkali dirasakan wanita pada masa&lt;br /&gt;menopause, sehingga sering menimbulkan kecemasan. (Muhammad,1981)&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kecemasan&lt;br /&gt;menghadapi menopause adalah perasaan gelisah, khawatir dari adanya perubahanperubahan&lt;br /&gt;fisik, sosial maupun seksual sehubungan dengan menopause.&lt;br /&gt;2. Faktor penyebab kecemasan menghadapi menopause&lt;br /&gt;Sebuah permasalahan yang muncul pasti ada yang melatarbelakanginya,&lt;br /&gt;sehingga permasalahan itu timbul demikian juga kecemasan yang dialami oleh&lt;br /&gt;seseorang, ada penyebab yang melatarbelakanginya.&lt;br /&gt;Menurut Kartono (2000), kecemasan disebabkan oleh dorongan-dorongan&lt;br /&gt;seksual yang tidak mendapatkan kepuasan dan terhambat, sehingga&lt;br /&gt;mengakibatkan banyak konflik batin.&lt;br /&gt;Menurut Hartoyo (2004), bahwa stressor pencetus kecemasan dapat&lt;br /&gt;dikelompokkan menjadi dua yaitu:&lt;br /&gt;a. Ancaman terhadap integritas fisik, meliputi ketidakmampuan fisiologis yang&lt;br /&gt;akan datang atau menurunnya kapasitas untuk melakukan aktivitas hidup&lt;br /&gt;sehari-hari.&lt;br /&gt;b. Ancaman terhadap system diri, dapat membahayakan identitas, harga diri,&lt;br /&gt;dan fungsi integritas sosial. Faktor internal dan eksternal dapat mengancam&lt;br /&gt;harga diri. Faktor eksternal meliputi kehilangan nilai diri akibat kematian,&lt;br /&gt;cerai, atau perubahan jabatan. Faktor internal meliputi kesulitan interpersonal&lt;br /&gt;di rumah atau tempat kerja.&lt;br /&gt;Menurut Carpenito (1998), ada beberapa faktor yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;munculnya kecemasan yaitu :&lt;br /&gt;a. Patofisiologis, yaitu setiap faktor yang berhubungan dengan kebutuhan dasar&lt;br /&gt;manusia akan makanan, air, kenyamanan dan keamanan.&lt;br /&gt;b. Situasional (orang dan lingkungan)&lt;br /&gt;Berhubungan dengan ancaman konsep diri terhadap perubahan status, adanya&lt;br /&gt;kegagalan, kehilangan benda yang dimiliki, dan kurang penghargaan dari orang&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;a). Berhubungan dengan kehilangan orang terdekat karena kematian,&lt;br /&gt;perceraian, tekanan budaya, perpindahan, dan adanya perpisahan&lt;br /&gt;sementara atau permanen.&lt;br /&gt;b). Berhubungan dengan ancaman intergritas biologis : yaitu penyakit, terkena&lt;br /&gt;penyakit mendadak, sekarat, dan penanganan-penanganan medis terhadap&lt;br /&gt;sakit.&lt;br /&gt;c). Berhungan dengan perubahan dalam lingkungannya misalnya :&lt;br /&gt;pencemaran lingkungan, pensiun, dan bahaya terhadap keamanan.&lt;br /&gt;d). Berhubungan dengan perubahan status sosial ekonomi, misalnya&lt;br /&gt;pengangguran, pekerjaan baru, dan promosi jabatan.&lt;br /&gt;e). Berhubungan dengan kecemasan orang lain terhadap individu.&lt;br /&gt;Freud (dalam Hall, 1980), faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah&lt;br /&gt;lingkungan disekitar individu.dan menurut Priest (1987), bahwa sumber umum&lt;br /&gt;dari kecemasan adalah pergaulan, usia yang bertambah, keguncangan rumah&lt;br /&gt;tangga, dan adanya problem. Selain itu kecemasan juga ditimbulkan karena tidak&lt;br /&gt;terpenuhinya kebutuhan seksual, atau frustasi karena tidak tercapainya apa yang&lt;br /&gt;diingini baik material maupun sosial.&lt;br /&gt;Menurut Tallis (1995), bahwa penyebab individu cemas adalah masalah&lt;br /&gt;yang tidak bisa terselesaikan. Contoh masalah yang tidak dapat terselesaikan&lt;br /&gt;adalah penuaan dan kematian. Menurut Dimyati (1990), mengatakan bahwa&lt;br /&gt;kecemasan disebabkan oleh adanya keinginan-keinginan, kebutuhan, dan hal-hal&lt;br /&gt;yang tidak disetujui oleh orang-orang disekitar, selain itu rangsangan emosi&lt;br /&gt;merupakan reaksi terhadap kekecewaan terhadap frustasi. Sedangkan menurut&lt;br /&gt;Freud (dalam Dimyati, 1990), bahwa penyebab kecemasan pada individu adalah&lt;br /&gt;motif sosial dan motif seksual.&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang&lt;br /&gt;menyebabkan kecemasan menghadapi menopause adalah masalah yang tidak&lt;br /&gt;terselesaikan, kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi, adanya motif&lt;br /&gt;sosial dan motif seksual.&lt;br /&gt;3. Gejala-gejala kecemasan menghadapi menopause&lt;br /&gt;Setiap individu pasti pernah merasakan perasaan tidak nyaman, takut waswas&lt;br /&gt;akan suatu hal dalam hidupnya, salah satunya adalah perasaan cemas.&lt;br /&gt;Ada beberapa gejala tentang kecemasan menurut Morgan (1991) yaitu :&lt;br /&gt;a. Gejala fisiologis : gemetar, tegang, nyeri otot, letih, tidak dapat santai, kelopak&lt;br /&gt;mata bergetar, kening berkerut, muka tegang, tak dapat diam, mudah kaget,&lt;br /&gt;berkeringat, jantung berdebar cepat, rasa dingin, telapak tangan lembab, mulut&lt;br /&gt;kering, pusing, kepala terasa ringan, kesemutan, rasa mual, rasa aliran panas&lt;br /&gt;dingin, sering kencing, diare, rasa tak enak di ulu hati, kerongkongan&lt;br /&gt;tersumbat, muka merah dan pucat, denyut nadi dan nafas yang cepat waktu&lt;br /&gt;istirahat.&lt;br /&gt;b. Gejala psikologis : rasa khawatir yang berlebihan tentang hal-hal yang akan&lt;br /&gt;datang, seperti cemas, khawatir, takut, berpikir berulang-ulang, membayangkan&lt;br /&gt;akan datangnya kemalangan terhadap dirinya maupun orang lain, kewaspadaan&lt;br /&gt;yang berlebih, diantaranya adalah mengamati lingkungan secara berlebihan&lt;br /&gt;sehingga mengakibatkan perhatian mudah teralih, sulit konsentrasi, merasa&lt;br /&gt;nyeri, dan sukar tidur.&lt;br /&gt;Adapun gejala-gejala psikologis adanya kecemasan menghadapi&lt;br /&gt;menopause bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Blackburn dan Davidson&lt;br /&gt;(dalam Zainuddin, 2000) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Suasana hati, yaitu keadaan yang menunjukan ketidaktenangan psikis, seperti:&lt;br /&gt;mudah marah, persaaan sangat tegang.&lt;br /&gt;b. Pikiran, yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu, seperti : khawatir, sukar&lt;br /&gt;konsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman, memandang diri&lt;br /&gt;sebagai sangat sensitif, merasa tidak berdaya,.&lt;br /&gt;c. Motivasi, yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu, seperti : menghindari&lt;br /&gt;situasi, ketergantungan yang tinggi, ingin melarikan diri dari kenyataan.&lt;br /&gt;d. Perilaku gelisah yaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti : gugup,&lt;br /&gt;kewaspadaan yang berlebihan, sangat sensitif dan agitasi.&lt;br /&gt;e. Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali, seperti : berkeringat, gemetar,&lt;br /&gt;pusing, berdebar-debar, mual, mulut kering.&lt;br /&gt;Menurut Freud (dalam Hall, 1980), mengatakan tentang gejala-gejala&lt;br /&gt;kecemasan yang dialami oleh individu biasanya mulutnya menjadi kering bernafas&lt;br /&gt;lebih cepat, jantung berdenyut cepat.&lt;br /&gt;Selain hal diatas Weekes (1992), menambahkan tentang gejala-gejala&lt;br /&gt;kecemasan yang lain diantaranya adalah gelisah, adanya perasaan tidak berdaya,&lt;br /&gt;tidak nyaman, insomnia, menarik diri, gangguan pola makan, komunikasi verbal&lt;br /&gt;menurun, perasaan terancam atau ketakutan yang luar biasa, pikiran terpusat pada&lt;br /&gt;gangguan fisiknya dan kesadaran diri menurun, merasa mual, banyak berkeringat,&lt;br /&gt;gemetar dan seringkali diare.&lt;br /&gt;Dari uraian diatas dapat disimpulkan tentang gejala-gejala kecemasan&lt;br /&gt;menghadapi menopause adalah suasana hati yang menunjukan ketidaktenangan&lt;br /&gt;psikis, pikiran yang tidak menentu, motivasi untuk mencapai sesuatu, reaksireaksi&lt;br /&gt;biologis yang tidak terkendali.&lt;br /&gt;4. Periode terjadinya menopause&lt;br /&gt;Wanita dilahirkan dengan sejumlah besar sel telur yang secara bertahap&lt;br /&gt;akan habis terpakai. Ovarium tidak mampu membuat sel telur baru, sehingga&lt;br /&gt;begitu sel telur yang dimiliki sejak lahir habis, maka ovulasi akan berhenti sama&lt;br /&gt;sekali. Jadi terdapat semacam kekurangan hormon yang menyebabkan sebagian&lt;br /&gt;besar masalah yang terjadi disekitar menopause atau yang berkembang&lt;br /&gt;sesudahnya.&lt;br /&gt;Muhammad (1981), menjelaskan bahwa pada suatu saat akan tiba&lt;br /&gt;waktunya bagi sisa folikel sel telur yang berada pada indung telur mulai&lt;br /&gt;menghilang. Saat ini tidaklah sama pada setiap wanita. Perubahan ini terjadi&lt;br /&gt;secara mendadak, diantara umur 45 tahun dan 55 tahun. Ada transisi yang&lt;br /&gt;bertahap dari masa kegiatan indung telur yang tidak ada lagi, ketika wanita itu&lt;br /&gt;sudah mulai memasuki usia menopause&lt;br /&gt;Terjadinya menopause dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh.&lt;br /&gt;Dimana hormon merupakan suatu zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar&lt;br /&gt;tertentu dalam tubuh (tidak semua kelenjar menghasilkan hormon), yang efeknya&lt;br /&gt;mempengaruhi kerja alat-alat tubuh yang lain. Hormon yang dikeluarkan melalui&lt;br /&gt;saluran terbuka keluar, tetepi langsung disalurkan ke dalam darah melalui&lt;br /&gt;perembesan pada pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar kelenjar tersebut.&lt;br /&gt;Seperti diketahui ada tiga macam hormon penting yang diproduksi oleh ovarium,&lt;br /&gt;yaitu estrogen, progesteron, dan testotesron, dimana setelah mencapai menopause&lt;br /&gt;hormon-hormon ini tidak diproduksi. (Sadli, 1987)&lt;br /&gt;Estrogen dan progesteron pada wanita disebut hormon kelamin (sex&lt;br /&gt;hormones). Esrtogen pada wanita menampilkan tanda-tanda kewanitaan, seperti&lt;br /&gt;kulit halus, suara lemah lembut, payudara membesar. Dalam setiap bulan, kadar&lt;br /&gt;estrogen dan progesteron bergelombang, bergantian naik turun. Gelombang itu&lt;br /&gt;yang menyebabkan terjadinya haid pada wanita. Lain halnya dengan estrogen&lt;br /&gt;yang hanya dihasilkan oleh indung telur selam persediaan sel tulur masih ada.&lt;br /&gt;Tugas estrogen sebenarnya ialah mematangkan sel telur sebelum dikeluarkan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu selam estrogen masih ada, sel telur tetap akan diproduksi.&lt;br /&gt;Kemudian setelah wanita berusia sekitar 45 tahun, ketika persediaan sel telur&lt;br /&gt;habis, indung telur mulai menghentikan produksi estrogen akibatnya haid tidak&lt;br /&gt;muncul lagi. Pada wanita tersebut menginjak masa menopause, yang berarti&lt;br /&gt;berhentinya masa kesuburannya. (Sadli, 1987)&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa periode terjadinya&lt;br /&gt;menopause ketika persediaan sel telur habis, indung telur mulai menghentikan&lt;br /&gt;produksi estrogen akibatnya haid tidak muncul lagi. Pada wanita tersebut&lt;br /&gt;menginjak masa menopause, yang berarti berhentinya masa kesuburannya.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Adi, A. W. 1994. Hubungan Sholat Dengan Kecemasan. Jakarta ; Studio Press.&lt;br /&gt;Admir. 2005. Menopause Dini, Datang Di Saat? Tak Terduga.&lt;br /&gt;www.ummigroup.co.id. Akses 1 Juni 2005.&lt;br /&gt;Azwar, S. 1992. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Sigma Alpha.&lt;br /&gt;1999. Metode Penelitian.Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.&lt;br /&gt;Bali post. 2005. Insomnia. www.balipost.com. Akses 16 Maret 2005.&lt;br /&gt;Byrne, D. 1966. An Introduction to Personality. New Jersey : A Englewood dift.&lt;br /&gt;Daradjat Z 1987. Menghadapi Masa Menopause (mendekati Usia Tua). Jakarta&lt;br /&gt;:Bulan Bintang.&lt;br /&gt;Dimyati, M. M. 1990. Psikologi Suatu Pengantar. Edisi I. Yogyakarta: BPFE.&lt;br /&gt;Gusti, I. P. 1993. Gangguan Tidur (Insomnia) dan Terapinya Suatu Kajian&lt;br /&gt;Pustaka. Majalah Ilmiah Unud. Vol. 15. No. 37. Hal. 29-35.&lt;br /&gt;Hadi, S. 1985. Metodologi Research I. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas&lt;br /&gt;Psikologi Universitas Gadjah Mada.&lt;br /&gt;. 1990. Metodologi Research Jilid III. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan .&lt;br /&gt;Fakultas Psikologi UGM&lt;br /&gt;Hall, C. S. 1980. Suatu Pengantar Kedalam Ilmu Jiwa Sigmund Freud&lt;br /&gt;(Terjemahan Oleh Tasrif). Bandung: Pustaka Pelajar.&lt;br /&gt;Hawari, D. 1990. Insomnia. Majalah Anda. Jakarta. Hal. 101-102.&lt;br /&gt;Hawari, D. 1997. Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan. Yogyakarta :&lt;br /&gt;Dana Bhakti Primayasa.&lt;br /&gt;Hardjanta,G. 1994. Efektivitas Perlakuan Kontrol Stimulus dan Intensi Paradoksal&lt;br /&gt;Pada Penderita Insomnia. Tesis (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Program&lt;br /&gt;Pasca Sarjana. UGM.&lt;br /&gt;Hurlock, E.B. 1990. Psikologi Perkembangan, Suatu Rentang Kehidupan&lt;br /&gt;(terjemahan : Istiwidayanti dan Soedjarwo). Edisi 5. Jakarta : Erlangga.&lt;br /&gt;Hoeve, V, 1992. Ensiklopedi. (Terjemahan : Irsyad, M) Jakarta : Ichtiar Baru.&lt;br /&gt;Iskandar, Y, 1985. Gangguan Tidur Dan Pengobatannya. Simposium Kesehatan&lt;br /&gt;Jiwa ke XIII / 1985. Jakarta. Edisi Juli. Vol 4 No. 8.&lt;br /&gt;Kartono, K. 1992. Psikologi Wanita Jilid 2 : Wanita Sebagai Ibu Dan Nenek.&lt;br /&gt;Bandung: Mandar Maju.&lt;br /&gt;.2003. Patologi Sosial : Gangguan-Gangguan Kejiwaan. Jakarta :Raja&lt;br /&gt;Grafido Persada.&lt;br /&gt;Kavery, 1995. Penyebab Gangguan Insomnia (terjemahan : Ibrahim, M). Harian&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat. Tnggal 16 Maret. Bandung, hal. 4-5.&lt;br /&gt;Kompas. 2004. Sulit Tidur Saat Menopause. www.kompas.com. Akses 1 Juni&lt;br /&gt;2005.&lt;br /&gt;Lumbatobing, 2004. Gangguan Tidur. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;Maramis, W. F, 1994. Imu Kedokteran Jiwa. Jakarta : Erlangga.&lt;br /&gt;Mappiare, 1983. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya : Usaha Nasional.&lt;br /&gt;Medicastore, 2004. Insomnia. www.medicastore.com. Akses 14 Maret 2005.&lt;br /&gt;Muhammad, K. 1981. Ginekologi Dan Kesehatan Wanita. Jakarta: Gaya Favo&lt;br /&gt;Presss.&lt;br /&gt;Morgan, H. G. 1991. Segi Praktis Psikiatri. Edisi Kedua (terjemahan Hartanto).&lt;br /&gt;Jakarta: Bina Rupa Aksara.&lt;br /&gt;Nusa Indah, 2005. Info Kesehatan. www.Tripod.com. Akses 16 maret 2005.&lt;br /&gt;Pakasi, L. S. 2000. Menopause: Masalah dan Penanggulangannya Edisi Kedua.&lt;br /&gt;Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;Rahman, I. A. 2000. Perubahan Tubuh Menjelang Menopause Dan Gejala Serta&lt;br /&gt;Tanda Yang Menyertainya. Edisi Kedua. Jakarta: Fakultas Kedokteran&lt;br /&gt;Universitas Insonesia.&lt;br /&gt;Rafknowledge, 2004. Insomnia Dan Gangguan Tidur Lainnya. Jakarta : PT Elex&lt;br /&gt;Media Komputindo.&lt;br /&gt;Republika, 2005. Mengatasi insomnia. www.Republika.co.id. Akses 16 Maret&lt;br /&gt;2005.&lt;br /&gt;Rosemary, N. 1992. Tidur Nyenyak Tanpa Obat. (terjemahan : Suryana) Jakarta&lt;br /&gt;Arcan.\&lt;br /&gt;Sadli, S. 1987. Di Atas 40 Tahun. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.&lt;br /&gt;Santoso, Jihad. 2003. Pengaruh Menstruasi terhadap Insomnia Pada Mahasiswa&lt;br /&gt;Putri Fakultas Kedoteran UMY Angkatan 1999. www.Bachelor&lt;br /&gt;paper.com. Akses 23 Juni.&lt;br /&gt;Sinar Harapan. 2002. Mengatasi Insomnia. www.Sinarharapan.com. Akses 16&lt;br /&gt;Maret.&lt;br /&gt;Suryabrata, S. 1990. Metodologi Penelitian. Jakarta: CV. Rajawali.&lt;br /&gt;Subekti, T. H. 2000. Hubungan Kematangan Emosi Dengan Kecemasan dalam&lt;br /&gt;Menghadapi Usia Lanjut Pada Ibu Rumah Tangga. Skripsi (tidak&lt;br /&gt;diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah&lt;br /&gt;Surakarta.&lt;br /&gt;Tallis, Fr. 1995. Mengatasi Rasa Cemas (Ahli Bahasa Meitasari Tjandrasa).&lt;br /&gt;Jakarta: Arcan.&lt;br /&gt;Wong, M, 1995. Tidur Tanpa Obat. (Terjemahan : dr. Hutapea) Yogyakarta :&lt;br /&gt;Yayasan Essensia Medica.&lt;br /&gt;Weekes, C. 1992. Mengatasi Stres (Terjemahan oleh Soemarto). Yogyakarta:&lt;br /&gt;Kanisius&lt;br /&gt;Zainuddin, S. K. 2002. Menopause. www.e-psikologi.com. Akses 1 Juni 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-1178936482743382737?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/1178936482743382737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=1178936482743382737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1178936482743382737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1178936482743382737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/kecemasan-menghadapi-menopause-1.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-7173770424219526904</id><published>2008-11-07T22:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:47:53.516-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - klinis'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;depresi postpartum&lt;/span&gt;&lt;p&gt;1. Pengertian Kecenderungan depresi postpartum&lt;br /&gt;Menurut Sudarsono (1997), kecenderungan adalah hasrat, keinginan yang selalu timnbul berulang-ulang. Sedangkan Anshari (1996), berpendapat bahwa kecenderungan merupskan susunan atau disposisi untuk berkelakuan dalam cara yang benar.&lt;br /&gt;haplin (1995), mengartikan kecenderungan sebagai satu set atau satu susunan sikap untuk bertingkah laku dengan cara tertentu. Soekanto (1993), menyatakan kecenderungan merupakan suatu dorongan yang muncul dari dalam individu secara inharen menuju suatu arah tertentu untuk menunjukkan suka atau tidak suka kepada suatu objek.&lt;br /&gt;Manusia dalam kehidupannya tidak pernah terlepas dari berbagai permasalahan, baik yang tergolong sederhana sampai yang kompleks. Semua itu membutuhkan kesiapan mental untuk menghadapinya. Pada kenyataannya terdapat gangguan mental yang sangat mengganggu dalam hidup manusia, yang salah satunya adalah depresi. Gangguan mental emosional ini bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dari kelompok mana saja, dan pada segala rentang usia. Bagi penderita depresi ini selalu dibayangi ketakutan, kengerian, ketidakbahagiaan serta kebencian pada mereka sendiri. Hadi (2004), menyatakan secara sederhana dapat dikatakan bahwa depresi adalah suatu pengalaman yang menyakitkan, suatu perasaan tidak ada harapan lagi.&lt;br /&gt;Kartono (2002), menyatakan bahwa depresi adalah keadaan patah hati atau putus asa yang disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimulus tertentu, pengurangan aktivitas fisik maupun mental dan kesulitan dalam berpikir, Lebih lanjut Kartono menjelaskan bahwa gangguan depresi disertai kecemasan , kegelisahan dan keresahan, perasaan bersalah, perasaan menurunnya martabat diri atau kecenderungan bunuh diri.&lt;br /&gt;Trisna (Hadi, 2004), menyimpulkan bahwa depresi adalah suatu perasaan sendu atau sedih yang biasanya disertai dengan diperlambatnya gerak dan fungsi tubuh. Mulai dari perasaan murung sedikit sampai pada keadaan tidak berdaya. Individu yakin tidak melakukan apa pun untuk mengubahnya dan merasa bahwa respon apa pun yang dilakukan tidak akan berpengaruh pada hasil yang muncul.&lt;br /&gt;Individu yang mengalami depresi sering merasa dirinya tidak berharga dan merasa bersalah. Mereka tidak mampu memusatkan pikirannya dan tidak dapat membuat keputusan. Individu yang mengalami depresi selalu menyalahkan diri sendiri, merasakan kesedihan yang mendalam dan rasa putus asa tanpa sebab. Mereka mempersepsikan diri sendiri dan seluruh alam dunia dalam suasana yang gelap dan suram. Pandangan suram ini menciptakan perasaan tanpa harapan dan ketidakberdayaan yang berkelanjutan (Albin, 1991).&lt;br /&gt;Depresi menurut Kaplan dan Sadock (1998), merupakan suatu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, rasa putus asa dan tidak berdaya, serta gagasan bunuh diri.&lt;br /&gt;Sebagian perempuan menganggap bahwa masa–masa setelah melahirkan adalah masa–masa sulit yang akan menyebabkan mereka mengalami tekanan secara emosional. Gangguan–gangguan psikologis yang muncul akan mengurangi kebahagiaan yang dirasakan, dan sedikit banyak mempengaruhi hubungan anak dan ibu dikemudian hari. Hal ini bisa muncul dalam durasi yang sangat singkat atau berupa serangan yang sangat berat selama berbulan–bulan atau bertahun – tahun lamanya.&lt;br /&gt;Secara umum sebagaian besar wanita mengalami gangguan emosional setelah melahirkan. Clydde (Regina dkk, 2001), bentuk gangguan postpartum yang umum adalah depresi, mudah marah dan terutama mudah frustasi serta emosional.&lt;br /&gt;angguan mood selama periode postpartum merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi pada wanita baik primipara maupun multipara. Menurut DSM-IV, gangguan pascasalin diklasifikasikan dalam gangguan mood dan onset gejala adalah dalam 4 minggu pascapersalinan.&lt;br /&gt;da 3 tipe gangguan mood pascasalin, diantaranya adalah maternity blues, postpartum depression dan postpartum psychosis (Ling dan Duff, 2001).&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Paltiel (Koblinsky dkk, 1997), bahwa ada 3 golongan gangguan psikis pascasalin yaitu postpartum blues atau sering disebut juga sebagai maternity blues yaitu kesedihan pasca persalinan yang bersifat sementara. Postpartum depression yaitu depresi pasca persalinan yang berlangsung sampai berminggu – minggu atau bulan dan kadang ada diantara mereka yang tidak menyadari bahwa yang sedang dialaminya merupakan penyakit. Postpartum psychosis, dalam kondisi seperti ini terjadi tekanan jiwa yang sangat berat karena bisa menetap sampai setahun dan bisa juga selalu kambuh gangguan kejiwaannya setiap pasca melahirkan.&lt;br /&gt;Depresi postpartum pertama kali ditemukan oleh Pitt pada tahun 1988. Pitt (Regina dkk, 2001), depresi postpartum adalah depresi yang bervariasi dari hari ke hari dengan menunjukkan kelelahan, mudah marah, gangguan nafsu makan, dan kehilangan libido (kehilangan selera untuk berhubungan intim dengan suami). Masih menurut Pitt (Regina dkk, 2001) tingkat keparahan depresi postpartum bervariasi. Keadaan ekstrem yang paling ringan yaitu saat ibu mengalami “kesedihan sementara” yang berlangsung sangat cepat pada masa awal postpartum, ini disebut dengan the blues atau maternity blues. Gangguan postpartum yang paling berat disebut psikosis postpartum atau melankolia. Diantara 2 keadaan ekstrem tersebut terdapat kedaan yang relatif mempunyai tingkat keparahan sedang yang disebut neurosa depresi atau depresi postpartum.&lt;br /&gt;Menurut Duffet-Smith (1995), depresi pascasalin bisa berkaitan dengan terjadinya akumulasi stres. Ada stres yang tidak dapat dihindari, seperti operasi. Depresi adalah pengalaman yang negatif ketika semua persoalan tamapak tidak terpecahkan. Persoalan juga tidak akan terpecahkan dengan berpikir lebih positif, tetapi sikap itu akan membuat depresi lebih dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;Masih menurut Duffet-Smith, faktor kunci dalam depresi pasca persalinan adalah kecapaian yang menjadi kelelahan total. Kepercayaan diri ibu dapat luntur jika ibu merasa tidak mampu menanganinya dan menjadi frustasi karena kelemahan fisiknya.&lt;br /&gt;Inwood (Regina dkk, 2001) menghubungkan fenomena depresi postpartum dengan gangguan perasaan mayor seperti kesedihan, perasaan tidak mampu, kelelahan, insomnia dan anhedonia. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sloane dan Bennedict (1997), depresi postpartum merupakan tekanan jiwa sesudah melahirkan, mungkin seorang ibu baru akan merasa benar – benar tidak berdaya dan merasa serba kurang mampu, tertindih oleh beban tanggung jawab terhadap bayi dan keluarganya, tidak bisa melakukan apapun untuk menghilangkan perasaan itu.&lt;br /&gt;Depresi pascalahir dapat berlangsung sampai 3 bulan atau lebih dan berkembang menjadi depresi lain yang lebih berat atau lebih ringan. Gejalanya sama saja tetapi disamping itu ibu mungkin terlalu memikirkan kesehatan bayinya dan kemampuannya sebagai seorang ibu (Wilkinson, 1995).&lt;br /&gt;Monks dkk (1988), menyatakan bahwa depresi postpartum merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti labilitas afek, kecemasan dan depresi pada ibu yang dapat berlangsung berbulan – bulan. Sloane dan Bennedict (1997) menyatakan bahwa depresi postpartum biasanya terjadi pada 4 hari pertama masa setelah melahirkan dan berlangsung terus 1 – 2 minggu.&lt;br /&gt;Llewellyn–Jones (1994), menyatakan bahwa wanita yang didiagnosa secara klinis pada masa postpartum mengalami depresi dalam 3 bulan pertama setelah melahirkan. Wanita yang menderita depresi postpartum adalah mereka yang secara sosial dan emosional merasa terasingkan atau mudah tegang dalam setiap kejadian hidupnya.&lt;br /&gt;erdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa depresi postpartum adalah gangguan emosional pasca persalinan yang bervariasi, terjadi pada 10 hari pertama masa setelah melahirkan dan berlangsung terus – menerus sampai 6 bulan bahkan sampai satu tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Faktor – faktor penyebab depresi postpartum&lt;br /&gt;Cycde (Regina dkk, 2001) mengemukakan bahwa depresi postpartum tidak berbeda secara mencolok dengan gangguan mental atau gangguan emosional. Suasana sekitar kehamilan dan kelahiran dapat dikatakan bukan penyebab tapi pencetus timbulnya gangguan emosional.&lt;br /&gt;Nadesul (1992), penyebab nyata terjadinya gangguan pasca melahirkan adalah adanya ketidakseimbangan hormonal ibu, yang merupakan efek sampingan kehamilan dan persalinan. Sarafino (Yanita dan Zamralita, 2001), faktor lain yang dianggap sebagai penyebab munculnya gejala ini adalah masa lalu ibu tersebut, yang mungkin mengalami penolakan dari orang tuanya atau orang tua yang overprotective, kecemasan yang tinggi terhadap perpisahan, dan ketidakpuasaan dalam pernikahan. Perempuan yang memiliki sejarah masalah emosional rentan terhadap gejala depresi ini, kepribadian dan variabel sikap selama masa kehamilan seperti kecemasan, kekerasan dan kontrol eksternal berhubungan dengan munculnya gejala depresi.&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Llewellyn–Jones (1994), karakteristik wanita yang berisiko mengalami depresi postpartum adalah : wanita yang mempunyai sejarah pernah mengalami depresi, wanita yang berasal dari keluarga yang kurang harmonis, wanita yang kurang mendapatkan dukungan dari suami atau orang–orang terdekatnya selama hamil dan setelah melahirkan, wanita yang jarang berkonsultasi dengan dokter selama masa kehamilannya misalnya kurang komunikasi dan informasi, wanita yang mengalami komplikasi selama kehamilan.&lt;br /&gt;Pitt (Regina dkk, 2001), mengemukakan 4 faktor penyebeb depresi postpartum sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Faktor konstitusional. Gangguan post partum berkaitan dengan status paritas adalah riwayat obstetri pasien yang meliputi riwayat hamil sampai bersalin serta apakah ada komplikasi dari kehamilan dan persalinan sebelumnya dan terjadi lebih banyak pada wanita primipara. Wanita primipara lebih umum menderita blues karena setelah melahirkan wanita primipara berada dalam proses adaptasi, kalau dulu hanya memikirkan diri sendiri begitu bayi lahir jika ibu tidak paham perannya ia akan menjadi bingung sementara bayinya harus tetap dirawat.&lt;br /&gt;b. Faktor fisik. Perubahan fisik setelah proses kelahiran dan memuncaknya gangguan mental selama 2 minggu pertama menunjukkan bahwa faktor fisik dihubungkan dengan kelahiran pertama merupakan faktor penting. Perubahan hormon secara drastis setelah melahirkan dan periode laten selama dua hari diantara kelahiran dan munculnya gejala. Perubahan ini sangat berpengaruh pada keseimbangan. Kadang progesteron naik dan estrogen yang menurun secara cepat setelah melahirkan merupakan faktor penyebab yang sudah pasti.&lt;br /&gt;c. Faktor psikologis. Peralihan yang cepat dari keadaan “dua dalam satu” pada akhir kehamilan menjadi dua individu yaitu ibu dan anak bergantung pada penyesuaian psikologis individu. Klaus dan Kennel (Regina dkk, 2001), mengindikasikan pentingnya cinta dalam menanggulangi masa peralihan ini untuk memulai hubungan baik antara ibu dan anak.&lt;br /&gt;d. Faktor sosial. Paykel (Regina dkk, 2001) mengemukakan bahwa pemukiman yang tidak memadai lebih sering menimbulkan depresi pada ibu – ibu, selain kurangnya dukungan dalam perkawinan.&lt;br /&gt;Menurut Kruckman (Yanita dan zamralita, 2001), menyatakan terjadinya depresi pascasalin dipengaruhi oleh faktor :&lt;br /&gt;1. Biologis. Faktor biologis dijelaskan bahwa depresi postpartum sebagai akibat kadar hormon seperti estrogen, progesteron dan prolaktin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam masa nifas atau mungkin perubahan hormon tersebut terlalu cepat atau terlalu lambat.&lt;br /&gt;2. Karakteristik  ibu, yang meliputi :&lt;br /&gt;a. Faktor umur. Sebagian besar masyarakat percaya bahwa saat yang tepat bagi seseorang perempuan untuk melahirkan pada usia antara 20–30 tahun, dan hal ini mendukung masalah periode yang optimal bagi perawatan bayi oleh seorang ibu. Faktor usia perempuan yang bersangkutan saat kehamilan dan persalinan seringkali dikaitkan dengan kesiapan mental perempuan tersebut untuk menjadi seorang ibu.&lt;br /&gt;b. Faktor pengalaman. Beberapa penelitian diantaranya adalah pnelitian yang dilakukan oleh Paykel dan Inwood (Regina dkk, 2001) mengatakan bahwa depresi pascasalin ini lebih banyak ditemukan pada perempuan primipara, mengingat bahwa peran seorang ibu dan segala yang berkaitan dengan bayinya merupakan situasi yang sama sekali baru bagi dirinya dan dapat menimbulkan stres. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Le Masters yang melibatkan suami istri muda dari kelas sosial menengah mengajukan hipotesis bahwa 83% dari mereka mengalami krisis setelah kelahiran bayi pertama.&lt;br /&gt;c. Faktor pendidikan. Perempuan yang berpendidikan tinggi menghadapi tekanan sosial dan konflik peran, antara tuntutan sebagai perempuan yang memiliki dorongan untuk bekerja atau melakukan aktivitasnya diluar rumah, dengan peran mereka sebagai ibu rumah tangga dan orang tua dari anak–anak mereka (Kartono, 1992).&lt;br /&gt;d. Faktor selama proses persalinan. Hal ini mencakup lamanya persalinan, serta intervensi medis yang digunakan selama proses persalinan. Diduga semakin besar trauma fisik yang ditimbulkan pada saat persalinan, maka akan semakin besar pula trauma psikis yang muncul dan kemungkinan perempuan yang bersangkutan akan menghadapi depresi pascasalin.&lt;br /&gt;e. Faktor dukungan sosial. Banyaknya kerabat yang membantu pada saat kehamilan, persalinan dan pascasalin, beban seorang ibu karena kehamilannya sedikit banyak berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;erdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab depresi postpartum adalah faktor konstitusional, faktor fisik yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormonal, faktor psikologi, faktor sosial dan karakteristik ibu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Gejala – gejala depresi postpartum&lt;br /&gt;Depresi merupakan gangguan yang betul–betul dipertimbangkan sebagai psikopatologi yang paling sering mendahului bunuh diri, sehingga tidak jarang berakhir dengan kematian. Gejala depresi seringkali timbul bersamaan dengan gejala kecemasan. Manifestasi dari kedua gangguan ini lebih lanjut sering timbul sebagai keluhan umum seperti : sukar tidur, merasa bersalah, kelelahan, sukar konsentrasi, hingga pikiran mau bunuh diri.&lt;br /&gt;enurut Vandenberg (dalam Cunningham dkk, 1995), menyatakan bahwa keluhan dan gejala depresi postpartum tidak berbeda dengan yang terdapat pada kelainan depresi lainnya. Hal yang terutama mengkhawatirkan adalah pikiran – pikiran ingin bunuh diri, waham–waham paranoid dan ancaman kekerasan terhadap anak–anaknya.&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan oleh Ling dan Duff (2001), bahwa gejala depresi postpartum yang dialami 60 % wanita hampir sama dengan gejala depresi pada umumnya. Tetapi dibandingkan dengan gangguan depresi yang umum, depresi postpartum mempunyai karakteristik yang spesifik antara lain :&lt;br /&gt;a. Mimpi buruk. Biasanya terjadi sewaktu tidur REM. Karena mimpi – mimpi yang menakutkan, individu itu sering terbangun sehingga dapat mengakibatkan insomnia.&lt;br /&gt;b. Insomnia. Biasanya timbul sebagai gejala suatu gangguan lain yang mendasarinya seperti kecemasan dan depresi atau gangguan emosi lain yang terjadi dalam hidup manusia.&lt;br /&gt;. Phobia. Rasa takut yang irasional terhadap sesuatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan oleh pasien, biarpun diketahuinya bahwa hal itu irasional adanya. Ibu yang melahirkan dengan bedah Caesar sering merasakan kembali dan mengingat kelahiran yang dijalaninya. Ibu yang menjalani bedah Caesar akan merasakan emosi yang bermacam–macam. Keadaan ini dimulai dengan perasaan syok dan tidak percaya terhadap apa yang telah terjadi. Wanita yang pernah mengalami bedah Caesar akan melahirkan dengan bedah Caesar pula untuk kehamilan berikutnya. Hal ini bisa membuat rasa takut terhadap peralatan peralatan operasi dan jarum (Duffet-Smith, 1995).&lt;br /&gt;d. Kecemasan. Ketegangan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;e. Meningkatnya sensitivitas. Periode pasca kelahiran meliputi banyak sekali penyesuaian diri dan pembiasaan diri. Bayi harus diurus, ibu harus pulih kembali dari persalinan anak, ibu harus belajar bagaimana merawat bayi, ibu perlu belajar merasa puas atau bahagia terhadap dirinya sendiri sebagai seorang ibu. Kurangnya pengalaman atau kurangnya rasa percaya diri dengan bayi yang lahir, atau waktu dan tuntutan yang ekstensif akan meningkatkan sensitivitas ibu (Santrock, 2002).&lt;br /&gt;f. Perubahan mood.&lt;br /&gt;enurut Sloane dan Bennedict (1997), menyatakan bahwa depresi postpartum muncul dengan gejala sebagai berikut : kurang nafsu makan, sedih – murung, perasaan tidak berharga, mudah marah, kelelahan, insomnia, anorexia, merasa terganggu dengan perubahan fisik, sulit konsentrasi, melukai diri, anhedonia, menyalahkan diri, lemah dalam kehendak, tidak mempunyai harapan untuk masa depan, tidak mau berhubungan dengan orang lain. Di sisi lain kadang ibu jengkel dan sulit untuk mencintai bayinya yang tidak mau tidur dan menangis terus serta mengotori kain yang baru diganti. Hal ini menimbulkan kecemasan dan perasaan bersalah pada diri ibu walau jarang ditemui ibu yang benar–benar memusuhi bayinya.&lt;br /&gt;Menurut Nevid dkk (1997), depresi postpartum sering disertai gangguan nafsu makan dan gangguan tidur, rendahnya harga diri dan kesulitan untuk mempertahankan konsentrasi atau perhatian.&lt;br /&gt;Kriteria diagnosis spesifik depresi postpartum tidak dimasukkan di dalam DSM-IV, dimana tidak terdapat informasi yang adekuat untuk membuat diagnosis spesifik. Diagnosis dapat dibuat jika depresi terjadi dalam hubungan temporal dengan kelahiran anak dengan onset episode dalam 4 minggu pasca persalinan.&lt;br /&gt;Menurut DSM IV, simptom–simptom yang biasanya muncul pada episode postpartum antara lain perubahan mood, labilitas mood dan sikap yang berlebihan terhadap bayi. Wanita yang menderita depresi postpartum sering mengalami kecemasan yang sangat hebat dan sering panik.&lt;br /&gt;Meskipun belum ada kriteria diagnosis spesifik dalam DSM-IV, secara karakteristik penderita depresi postpartum mulai mengeluh kelelahan, perubahan mood, memiliki episode kesedihan, kecurigaan dan kebingungan serta tidak mau berhubungan dengan orang lain. Selain itu, penderita depresi postpartum memiliki perasaan tidak ingin merawat bayinya, tidak mencintai bayinya, ingin menyakiti bayi atau dirinya sendiri atau keduanya.&lt;br /&gt;Gejala depresi pascasalin ini memang lebih ringan dibandingkan dengan psikosis pascasalin. Meskipun demikian, kelainan–kelainan tersebut memiliki potensi untuk menimbulkan kesulitan atau masalah bagi ibu yang mengalaminya (Kruckman dalam Yanita dan Zamralita, 2001).&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gejala–gejala depresi postpartum antara lain adalah trauma terhadap intervensi medis yang dialami, kelelahan, perubahan mood, gangguan nafsu makan, gangguan tidur, tidak mau berhubungan dengan orang lain, tidak mencintai bayinya, ingin menyakiti bayi atau dirinya sendiri atau keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Albin, R. S. 1991. Emosi : Bagaimana Mengenal, Menerima dan Mengarahkannya. Yogyakarta : Kanisius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;American Psychiatric Association. 2000. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Fourth Edition (Text Revision). Washington, DC : American Psychiatric Assosiation (APA).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anshari, H. 1996. Kamus Psychologi. Jakarta : Arcan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Arikunto, S. 1992. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi III. Jakarta : Gramedia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;As’ari, Y. 2005. Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kestabilan Emosi Dalam Menghadapi Kelahiran Anak Pertama. Skripsi. (tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah Surakarta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Azwar, S. 1996. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Liberty.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;_______. 1999. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chaplin, C.P. 1995. Kamus Lengkap Psikologi. Yogyakarta. Liberty.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cunningham, F. G, Macdonald, P. C dan Gant, N. F. 1995. Williams Obstetrics. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Duffet-Smith, T. 1995. Persalinan dengan Bedah Caesar. Jakarta : Arcan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Erikania, J. 1999. Mengenal Post Partum Blues. Nakita. 8 Mei 199. No. 05/1. Halaman 6. Jakarta : PT Kinasih Satya Sejati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadi, P. 2004. Depresi dan Solusinya. Yogyakarta : Tugu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadi, S. 1990. Metodologi Research II. Yogyakarta : Andi offset.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hinton, J. 1989. Depresi dan Perawatannya. Jakarta : Dian Rakyat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibrahim, Z. 2002. Psikologi Wanita. Bandung : Pustaka Hidayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kaplan, H. I dan Sadock, B. J. 1998. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.&lt;br /&gt;Kartono, K. 1992. Psikologi Wanita : Mengenal Wanita Sebagai Ibu dan Nenek. Jilid Dua. Bandung : Mandar Maju.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;. 2002. Patologi Sosial 3. Jakarta : Raja Grafindo Persada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Llewellyn–Jones, D. 1994. Fundamental of Obstetrics and Gynecology. Sixth Edition. Barcelona : Mosby.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ling, F. W, dan Duff, P. 2001. Obstetrics and Gynecology. New York : Mc Graw – Hill Companies.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Malonda, B. F. 1999. Sosial – Budaya, Gangguan Emosi dan Fisik Pasca Salin Masyarakat Pedesaan Sumedang. Diakses 29 September 2004. www.tempo.co.id/ medika arsip/ 122002/ art-2.htm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mappiare, A. 1983. Psikologi Orang Dewasa. Surabaya : Usaha Nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Monks, F. J, Knoers, A. M. P, dan Rahayu, S. 1988. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nadesul, H. 1992. Seri Kesehatan Keluarga Hippocrates. Jakarta : Arcan.&lt;br /&gt;Nevid, J. S dan Rathus, S. A. 1997. Abnormal Psychology in Changing World. Third edition. USA : Prentice-Hall Inc.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paltiel, F. K. 1997. Kesehatan Jiwa Wanita : Suatu Perspektif Global. Dalam Koblinsky, M, Timyan, J dan Gay, J. (ed). Kesehatan Wanita : Sebuah Perspektif Global. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Regina, Pudjibudojo, J. K dan Malinton, P. K. 2001. Hubungan Antara Depresi Postpartum Dengan Kepuasan Seksual Pada Ibu Primipara. Anima Indonesian Psychological Journal. Vol. 16. No. 3. 300 – 314.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Santrock, J .W. 2002.  Perkembangan Masa Hidup. Jilid I. Jakarta : Erlangga.&lt;br /&gt;Sloane, P. D, dan Benedict, S. 1997. Petunjuk Lengkap Kehamilan. Jakarta : Mitra Utama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Soekanto. 1993. Kamus Sosiologi. Jakarta : PT. Raja Grafindo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Steiner, M. 2005. Premenstrual Syndrome and Premenstrual Dysphoric Disorder. Diakses 17 April 2005. Http//www.psychdirect.com/women/PMS.htm.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudarsono. 1997. Kamus Konseling. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suparlan, YB, Rachmanto, W, dan Pardiman, S. 1990. Kamus Istilah Kependudukan dan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Kanisius.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wiknjosastro, H, Saifudin, BR, dan Rachimhadhi, T. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wilkinson, G. 1992. Buku Pintar Kesehatan : Depresi. Jakarta : Arcan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;www.bluerider.com/wordseach/primipara. Primipara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;www.ivillage.co.uk/pregnancyandbaby/tools.pregnancy_gloss. Look Up Any Word In Our Glossary.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;www.Jawaban.com. Urutan Kelahiran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yanita, A, dan Zamralita. 2001. Persepsi Perempuan Primipara Tentang Dukungan Suami Dalam Usaha Menanggulangi Gejala Depresi pascasalin. Phronesis. Vol.3. No : 5. 34 – 50.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-7173770424219526904?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/7173770424219526904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=7173770424219526904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7173770424219526904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7173770424219526904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/depresi-postpartum-1.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-4076984226660399701</id><published>2008-11-07T22:39:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T22:41:35.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='deliquency...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Deliquency&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenakalan remaja adalah perbuatan anak-anak dan remaja yang melakukan tindakan yang menganggu ketertiban umum, mabuk-mabukan, perkelahian antar kelompok dan sebagainya. kenakalan remaja merupakan pelanggaran atas norma sosial, agama serta hukum. jadi kenakalan remaja ini menyangkut aspek yuridis, sosiologi, sosial, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, agama dan sebagainya. Berbagai bentuk prilaku remaja dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja dan pada gilirannya akan menimbulkan dampak bagi pembentukan citra diri remaja sera aktualisasi potensi-potensinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita semua sependapat bahwa kenakalan remaja tidak boleh dibiarkan, harus diantisipasi. kita berkewajiban untuk mencarikan arternatif-arternatif pemecahannya agar tidak ada lagi sebutan kenakalan remaja yang ada hanya sebutan remaja berprestasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kehidupan masyarakat yang sudah mengalami perubahan ini ditandai dengan beraneka ragam pembaharuan yang sangat cepat dalam berbagai segi kehidupan sebagai akibat dari adanya arus globalisasi, dengan adanya perubahan itu disatu sisi berdampak positif dan negatif. Dampak ini akan memunculkan konflik-konflik yang tidak nampak, tetapi dapat dirasakan adanya kegelisahan dalam perilaku di dalam masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis yang ditandai dengan dua ciri yang berlawanan, yaitu adanya keinginan untuk melakukan perlawanan dan sikap apatis, dimana pada satu sisi belum mempunyai pegangan dan disisi lain kepribadian sedang mencari identitas atau jati diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan keadaan demikian seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecendrungan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma tersebut antara lain :&lt;br /&gt;-  sering membolos dari sekolah&lt;br /&gt;- Peredaran gambar-gambar (foto-foto) porno, buku-buku, film porno kesemuanya dapat menyebabkan anak-anak untuk berbuat asusila.&lt;br /&gt;-  Penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras dan pelanggaran hukum lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenakalan remaja tidak timbul sebagai hasil keturunan atau gejala-gejala kenakalan remaja timbul begitu saha menlainkan ada sebab-sebabnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dunia remaja merupakan wilayah perbatasan yang mengandung ketidakpastian maka apabila remaja itu berasal dari keluarga yang tidak harmonis atau keluarga sibuk yang tidak sempat memonitor anaknya yang beranjak dewasa atau remaja tidak mengherankan jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam era globalisasi ini ditandai juga dengan gesekan dan benturan norma nilai yang sangat terasa dalam menetapkan kaedah sopan santun kontradiktif antara teoritis dan praktisnya. pribadi remaja adalah pribadi yang labil, sangat cepat terpengaruh dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenakalan remaja dengan berbagai aspeknya tidak dapat dipisahkan dari konteks perubahan dan perkembangan kondisi sosial ekonomi yang sedang berlangsung oleh karena itu perlu dicerati serta didentifikasi berbagai perilaku dan pengkajian faktor-faktor yang menyebabkannya serta di upayakan untuk mempartisipasikan remaja sendiri dalam mencari alternatif pemecahannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenakalan remaja dengan berbagai akibatnya bukan hanya tanggung jawab remaja saja tetapi tanggung jawab bersama, baik keluarga (orang tua), sekolah maupun masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Komunakasi sebahasa dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat untuk membina dan mengembangkan nilai moral dalam rangka pembentukan kepribadiannya serta kondisi lingkungan yang menunjang kearah perilaku remaja positif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;cite&gt;&lt;img src="http://www.gravatar.com/avatar.php?gravatar_id=39a683c2a306c01d224bd2bd4a5b5580&amp;amp;size=16&amp;amp;default=http%3A%2F%2Fs.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" class="avatar avatar- avatar-16" height="16" width="16" /&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-4076984226660399701?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/4076984226660399701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=4076984226660399701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4076984226660399701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4076984226660399701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/deliquency-kenakalan-remaja-adalah.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-9056541555491368887</id><published>2008-11-01T22:21:00.001-07:00</published><updated>2008-11-01T22:21:56.501-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Perempuan, Waspadai Benjolan di Payudara Anda!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAUM perempuan perlu mewaspadai jika menemukan adanya benjolan pada bagian payudaranya. Sebab, benjolan itu bisa jadi salah satu gejala terjangkitnya kanker payudara. Untuk memastikan apakah benjolan itu merupakan tumor ganas atau tidak, maka penderita perlu segera memeriksakan diri dengan mammografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara harus ditingkatkan melalui penyuluhan yang terus-menerus," kata Ahli bedah-onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Sutjipto, dalam diskusi terbatas, di Jakarta, Rabu (16/7). Kanker payudara sebenarnya bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak dini melalui pemeriksaan klinik dan mammografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker payudara merupakan keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kelompok usia penderita makin muda, bahkan ada yang berusia di bawah 30 tahun. Ini dipicu pola hidup yang tidak sehat seperti kegemaran merokok dan konsumsi makanan siap saji, ujarnya menambahkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa gejala penyakit ini yang bisa dikenali yaitu munculnya benjolan di payudara dan perubahan besar maupun bentuk payudara. Gejala lain adalah, keluar cairan yang tidak normal dari puting susu, cairan dapat berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui. Selain itu, kulit, puting susu dan areola melekuk ke dalam atau berkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tinggi stadiumnya, maka ukuran benjolan akan semakin besar. Jika baru berupa benjolan dan belum menjalar ke organ tubuh lain, maka pengobatannya cukup dengan mengangkat benjolan itu sesegera mungkin sebelum makin membesar, kata Sutjipto. Jika sudah memasuki stadium empat, maka benjolan atau tumor ganas itu akan menjalar ke organ tubuh lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makin dini stadiumnya, peluang untuk sembuh atau tingkat harapan hidup juga makin besar," ujarnya. Pada tahap awal, kanker payudara tidak menimbulkan gejala apa pun, namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Untuk itu perlu ada pemeriksaan secara berkala baik dengan pemeriksaan payudara sendiri, pemeriksaan oleh tenaga medis maupun mammogram.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-9056541555491368887?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/9056541555491368887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=9056541555491368887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/9056541555491368887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/9056541555491368887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/perempuan-waspadai-benjolan-di-payudara.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-9164074581964035935</id><published>2008-11-01T22:18:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T22:20:36.804-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Banyak Gerak Hindarkan Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/30/210858p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/31/11344774/banyak.gerak.hindarkan.kanker.payudara#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;Getty Images&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;               &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;             &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;INGIN &lt;/strong&gt;terhindar dari risiko kanker payudara? Cobalah mengubah gaya hidup dengan lebih banyak beraktivitas termasuk meluangkan waktu berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu riset menunjukkan, aktivitas yang membuat tubuh bergerak aktif dan membakar kalori mampu menekan risiko para wanita sehat dan lanjut usia mengidap kanker payudara hingga 30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian di Amerika Serikat melibatkan sekitar 30.000 wanita pasca-menopause memperlihatkan bahwa aktivitas yang menguras tenaga  -- mulai dari jenis pekerjaan rumah seperti mengepel lantai hingga olahraga &lt;em&gt;jogging&lt;/em&gt; -- dapat melindungi para kaum Hawa dari ancaman kanker payudara, bahkan juga buat mereka yang tak termasuk kelompok berisiko tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah olahraga dan aktivitas ini, kata peneliti, lebih nyata terlihat di antara para wanita yang berbadan kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tahu bahwa kegemukan telah menyebabkan risiko wanita mengidap kanker payudara meningkat. Apa yang ditunjukkan riset kami,  para wanita yang tidak mengalami peningkatan risiko akan memperoleh faedahnya jika mereka berolahraga," ungkap Michael Leitzmann, peneliti dari National Cancer Institute of the U.S. National Institutes of Health.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah penelitian lain menyebutkan bahwa aktivitas yang menguras kalori seperti olahraga dapat menghindarkan seseorang dari sakit jantung, kanker dan penyakit degeneratif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam risetnya, Leitzmann menggunakan teknik kuisioner untuk menentukan seberapa sering responden wanita melakukan olahraga atau beraktivitas.  Semua wanita dalam kondisi sehat ketika riset dimulai. Dalam  11 tahun kemudian, penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan partisipan yang paling rajin beraktivitas atau berolahraga  berisiko 13 persen lebih rendah mengidap kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan risiko ini tercatat lebih besar lagi -- sekitar 30 persen --ketika para ahli membandingkannya dengan para wanita yang berat badannya normal.  "Hubungannya akan lebih kuat di antara wanita yang berbadan ramping," ungkap Leitzmann, yang juga bekerja di University Hospital,  Regensburg, Jerman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, jenis aktivitas yang tidak terlalu menguras tenaga seperti pekerjaan rumah yang ringan, berjalan kaki, hiking, tampaknya tidak terlalu signifikan memberikan efek perlindungan, kata peneliti yang memuat risetnya dalam jurnal BioMed Central's Breast Cancer Research.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset ini tidak menjelaskan mengapa olahraga dapat memberikan manfaat bagi pencegahan kanker, namun   Leitzmann mencatat bahwa penelitian lain telah menujukkan bahwa bergerak aktif dapat menurunkan kadar estrogen s -- yang merupakan salah satu faktor risiko  -- selain juga dapat memberikan proteksi terhadap sistem kekebalan secara umum.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-9164074581964035935?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/9164074581964035935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=9164074581964035935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/9164074581964035935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/9164074581964035935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/banyak-gerak-hindarkan-kanker-payudara.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-6795263523770094147</id><published>2008-11-01T21:55:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T21:57:39.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table style="width: 680px; height: 1498px;" class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;      &lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tentang Kanker Payudara?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="vertical-align: top;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="text"&gt;&lt;a name="top"&gt;Ketika&lt;/a&gt; sejumlah sel di dalam              payudara tumbuh dan berkembang dengan tidak terkendali, inilah yang              disebut kanker payudara. Sel-sel tersebut dapat menyerang jaringan              sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Kumpulan besar dari jaringan              yang tidak terkontrol ini disebut tumor atau benjolan. Akan tetapi,              tidak semua tumor merupakan kanker karena sifatnya yang tidak menyebar              atau mengancam nyawa. Tumor ini disebut tumor jinak. Tumor yang dapat              menyebar ke seluruh tubuh atau menyerang jaringan sekitar disebut              kanker atau tumor ganas. Teorinya, setiap jenis jaringan pada payudara              dapat membentuk kanker, biasanya timbul pada saluran atau kelenjar              susu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="text"&gt;             Skrining mamografi untuk mendeteksi tumor pada payudara perlu dilakukan              karena tumor membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membesar sehingga              dapat dirasakan oleh kita, namun dapat terdeteksi oleh mamogram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="head"&gt;Tentang Payudara?&lt;/span&gt;&lt;span class="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="text"&gt;              &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="text"&gt;               Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang                terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara                akan menghasilkan susu setelah seorang perempuan melahirkan. Kelenjar-kelenjar                susu disebut lobule yang membentuk lobe atau kantung penghasil susu.                Terdapat 15 sampai 20 kantung penghasil susu pada setiap payudara,                yang dihubungkan dengan saluran susu yang terkumpul di dalam puting.                Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan                berserat yang saling berhubungan, yang mengikat payudara dan mempengaruhi                bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah                bening pada payudara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;             &lt;p&gt;&lt;span class="head"&gt;&lt;br /&gt;              Gejala-gejala Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="text"&gt;Pada tahap awal kanker payudara, biasanya kita                tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali.                Namun, ketika tumor semakin membesar, gejala-gejala di bawah ini                mungkin muncul:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="text" valign="top"&gt;                  &lt;td width="5%" height="19"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="95%"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Benjolan yang tidak                    hilang atau permanen, biasanya tidak sakit dan terasa keras                    bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar                    ketiak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="text" valign="top"&gt;                  &lt;td height="19"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Perubahan ukuran atau bentuk                    payudara.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="text" valign="top"&gt;                  &lt;td height="19"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Kerutan pada kulit payudara.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="text" valign="top"&gt;                  &lt;td height="19"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;td style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Keluarnya cairan dari payudara,                    umumnya berupa darah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="text" valign="top"&gt;                  &lt;td height="19"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;td&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Pembengkakan atau adanya tarikan                    pada puting susu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p&gt;&lt;span class="text"&gt;Segera periksakan ke dokter jika terdapat gejala                tersebut. Jangan menunda lebih lama lagi karena jika terlambat kanker                payudara sulit disembuhkan.&lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span class="head"&gt;Apakah saya berisiko terkena kanker payudara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;span class="text"&gt;Faktor-faktor berisiko untuk kanker payudara                dibagi menjadi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;               &lt;tbody&gt;&lt;tr class="text" valign="top" bgcolor="#eeeeee"&gt;                  &lt;td width="27%" height="45"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.pitapink.com/id/tentang-kanker-payudara-tidakdiubah.htm"&gt;Tidak                    dapat diubah&lt;/a&gt; &lt;span class="style9"&gt;&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td width="73%" height="45"&gt; &lt;strong&gt;Faktor-faktor yang tidak                    dapat diubah dan meningkatkan risiko terkena&lt;br /&gt;                  kanker payudara&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;/strong&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr class="text" bgcolor="#eeeeee"&gt;                  &lt;td valign="top" height="19"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.pitapink.com/id/tentang-kanker-payudara-diubah.htm"&gt;Dapat                    dirubah &lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&gt;&gt;&lt;/td&gt;                 &lt;td valign="top"&gt;&lt;strong&gt; Faktor berisiko yang dapat diubah dari                    yang bukan merupakan sifat bawaan&lt;br /&gt;                  &lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;             &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;             &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="text"&gt;Namun, perlu diingat bahwa semua faktor tersebut                masih berdasarkan kemungkinan, seseorang yang tidak memiliki faktor                yang berisiko tetap saja dapat terkena kanker payudara. Skrining                dan deteksi dini adalah alat yang tepat untuk menurunkan risiko                kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini.&lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;&lt;span class="head"&gt;Bagaimana saya dapat mencegah kanker payudara?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="text"&gt;Faktor-faktor berisiko yang paling penting dalam                perkembangan kanker payudara tidak dapat dikendalikan oleh individu.                Ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko, tetapi                hal itu masih tidak jelas. Berbeda dengan kanker paru-paru yang                berkaitan erat dengan tembakau. Hanya sedikit faktor berisiko yang                dapat dilakukan untuk menghindari kanker payudara, seperti: hindari                melakukan terapi penggantian hormon untuk jangka panjang, memiliki                anak sebelum usia 30 tahun, menyusui, menghindari kelebihan berat                badan dengan melakukan olahraga dan diet yang tepat, membatasi konsumsi                alkohol .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;             &lt;p class="text" style="text-align: justify;"&gt; Untuk perempuan dengan risiko tinggi, risiko berkembangnya                kanker dapat diturunkan menjadi 50% dengan meminum obat yang disebut                Tamoxifen selama 5 tahun. Tamoxifen memiliki efek samping, seperti                gangguan vaginal, yang tidak berbahaya dan beberapa efek samping                yang tidak biasa yang dapat mengancam nyawa seperti: penggumpalan                darah, pulmonory umbolus, stroke, dan kanker uterin. Tamoxifen tidak                umum digunakan untuk pencegahan, tetapi dapat berguna untuk beberapa                kasus. Ada data yang menyebutkan bahwa vitamin A, vitamin C, dan                vitamin E dapat melindungi dari kanker payudara, tetapi masih dibutuhkan                penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal itu. &lt;/p&gt;             &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="text"&gt;Saat ini, yang paling penting untuk setiap perempuan                untuk menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara adalah melakukan                skrining mamogram secara reguler, mengetahui bagaimana cara melakukan                pemeriksaan payudara sendiri, dan memeriksakan diri ke dokter secara                rutin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-6795263523770094147?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/6795263523770094147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=6795263523770094147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6795263523770094147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6795263523770094147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/tentang-kanker-payudara-ketika-sejumlah.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-8322851390552638709</id><published>2008-11-01T21:40:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T21:41:08.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="judulisiberita" style="margin: 5px 0px; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kedelai, Cegah Kanker Payudara Sejak Puber &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;           &lt;div style="width: 300px; float: left; margin-right: 10px;"&gt;         &lt;div style="padding: 0px 0px 5px; width: 298px;"&gt;        &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 298px;"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/07/124658p.jpg" width="298" border="0" /&gt;     &lt;/div&gt;                    &lt;div id="boxpoto" style="margin-bottom: 0px; text-align: right; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/10/11574359/kedelai.cegah.kanker.payudara.sejak.puber..#" style="font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 9px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(102, 102, 102); text-decoration: none;"&gt;Getty Images&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;div id="boxtitle" style="margin-bottom: 0px; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kedelai tak hanya kaya akan protein tapi juga isoflavon.&lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!--- video --&gt;                                             &lt;div id="boxterkait" style="width: 300px; background-color: rgb(255, 255, 255); margin-bottom: 20px;"&gt;      &lt;b class="judulnolead"&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;       &lt;div style="padding: 0pt;"&gt;        &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUKTI&lt;/strong&gt; ilmiah bahwa kedelai bermanfaat bagi pencegahan penyakit kanker tampaknya terus berkembang.  Kacang yang kaya akan kandungan protein ini diyakini memilik potensi besar melawan pertumbuhan kanker payudara, terutama jika dikonsumsinya sejak masa pubertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti dari Georgetown Medical Center dalam laporan riset yang dimuat &lt;em&gt;&lt;strong&gt;British Journal of Cancer&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; menekankan bahwa para wanita ABG sebaiknya rajin mengonsumsi makanan terbuat dari kedelai jika ingin terhindar dari risiko kanker payudara.  Dalam kedelai, menurut peneliti terkandung  sejenis zat kimia penting bernama genistein yang diklaim efektif melawan kanker.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, tantangan besar masih dihadapi para peneliti dalam pemanfaatan zat genistein dalam kedelai ini. Mereka harus memastikan  bagaimana kedelai ini dapat digunakan dengan tepat untuk menyediakan perlindungan bagi para wanita remaja dari penyakit yang ganas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¨Penentuan waktu tampaknya penting dalam penggunaan makanan bioaktif ini dan jika kita bisa mengungkapkan mengapa zat ini dapat melindungi, maka kita bisa menyediakan pencegahan kanker payudaa dalam cakupan yang lebih luas,´ ungkap  peneliti Leena Hilaviki-Clarke PhD, profesor onkologi dari Lombardi Comprehensive Cancer Center di Georgetown.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada  berbagai teori sementara yang menjelaskan hubungan kedelai dengan pencegahan kenker. ¨Namun saat ini belum ada penjelasan yang meyakinkan tentang  mengapa efek penurunan risiko kanker ini lebih kuat selama masa kanak-kanak dan awal pubertas,¨ tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, baru ada tiga riset yang meneliti manfaat kedelai pada masa pubertas serta pengaruhnya pada perkembangan kanker payudara tahap lanjut.   Dua di antara penelitian ini difokuskan pada wanita Asia yang mengonsumsi kedelai dalam menu kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset-riset ini mengindikasikan bahwa kedelai menawarkan efek perlindungan yang sangat kuat - yakni sekitar 50 persen penurunan risiko kanker payudara - ketika dikonsumsi  selama masa kanak-kanak dan awal remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hilakivi-clarke, bukti terkuat justru terungkap lewat berbagai riset pada tikus.  Dari riset binatang ini, data mengenai paparan genistein pada masa pra pubertas  sangat konsisten dalam menunjukkan penurunan risko kanker.  Paparan genistein dalam perkembangan janin atau pun pada masa dewasa justru tidak menunjukkan dampak proteksi yang sama.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian lebih jauh pada tikus menunjukkan bahwa penggunaan genistein pada masa pubertas dapat menekan kadar TEB (&lt;em&gt;terminal end buds&lt;/em&gt;) atau struktur yang menyebabkan pertumbuhan jaringan epitel mamari, dimana sel-selnya melapisi saluran susu, dan di dalam sel-sel epitelial inilah kanker payudara berkembang.   &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-8322851390552638709?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/8322851390552638709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=8322851390552638709' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8322851390552638709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8322851390552638709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/kedelai-cegah-kanker-payudara-sejak.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-3022216026796126036</id><published>2008-11-01T21:25:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T21:26:42.330-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kanker Payudara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-51"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Faktor Risiko&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 1. Usia.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 2. Pernah menderita kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 4. Faktor genetik dan hormonal.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 8. Obesitas pasca menopause.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 9. Pemakaian alkohol.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 11. Bahan kimia.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 12. DES (dietilstilbestrol).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; 13 Penyinaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gejala dan Tanda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu), payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pencegahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-3022216026796126036?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/3022216026796126036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=3022216026796126036' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3022216026796126036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3022216026796126036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/kanker-payudara-kanker-payudara-adalah.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-1432290920951944156</id><published>2008-11-01T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T21:17:01.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2&gt;Kanker&lt;/h2&gt;Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang kanker.&lt;div align="justify"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Setiap orang mempunyai sel kanker di dalam tubuh. Sel-sel kanker ini tidak terlihat dalam tes standard hingga mereka berkembang biak menjadi bermilyar milyar. Ketika dokter mengatakan kepada pasien kanker bahwa tidak ada lagi sel kanker di tubuh mereka setelah perawatan, itu berarti bahwa tes yang dilakukan tidak mampu mendeteksi sel kanker karena sel kanker tersebut tidak sampai pada jumlah yang dapat diprediksi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kanker sel terjadi antara 6 sampai 10 kali di dalam hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika kekebalan tubuh manusia kuat, sel-sel kanker akan rusak dan dicegah dari pembiakan dan pembentukan tumor.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika seseorang mengidap kanker, diindikasikan orang tersebut mempunyai beragam gangguan nutrisi. Hal ini bisa disebabkan oleh factor genetik, lingkungan, makanan dan gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menanggulangi beragam gangguan nutrisi, mengubah diet dan termasuk suplemen akan menguatkan kekebalan imun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemoterapi melibatkan sel kanker beracun yang tumbuh dengan cepat dan juga merusak sel sehat yang tumbuh dengan cepat di sumsum tulang, organ bagian dalam dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti hati, ginjal, jantung, paru-paru, dsb.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radiasi ketika menghancurkan sel kanker, juga membakar dan merusak sel sehat, jaringan dan organ.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perawatan awal dengan kemoterapi dan radiasi akan sering mengurangi ukuran tumor. Akan tetapi penggunaan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak menghasilkan kehancuran tumor.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika tubuh telah banyak mempunyai racun yang terbakar akibat kemoterapi dan radiasi, sistem imun yang dibinasakan karenanya akan lemah dari berbagai macam infeksi dan komplikasi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemoterapi dan radiasi bisa mengakibatkan sel kanker bermutasi dan menjadi bersifat menentang serta sulit dihancurkan. Pembedahan juga dapat mengakibatkan sel kanker menyebar ke bagian lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebuah cara yang efektif adalah membuat sel kanker lapar dengan cara tidak memberinya makanan yang dapat menyebabkannya berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Protein hewani sulit untuk dicerna dan membutuhkan banyak enzim pencernaan. Daging yang tidak dicerna secara sempurna, sisanya di dalam isi perut menjadi antaran untuk membangun racun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dinding kanker dialasi oleh protein yang tangguh. Mempertahankan diri dengan memakan sedikit daging dapat membebaskan enzim untuk melawan dinding protein sel kanker dan membiarkan sel pembunuh dalam tubuh menghancurkan sel kanker.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa suplemen membangun kekebalan imun (IP6, Flor-ssence, Essiac, anti oksidan, vitamin, mineral, EFA, dll) dan memungkin kan sel pembunuh dalam tubuh menghancurkan sel kanker. Suplemen-suplemen lain seperti vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis, atau pemrograman kematian sel, metode tubuh normal dari penempatan sel yang rusak, tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kanker adalah penyakin pikiran, tubuh dan jiwa. Semangat yang proaktif dan positif akan membuat selamat. Kemarahan, tidak memaafkan dan kepahitan menempatkan tubuh ke dalam keadaan penuh stress. Belajarlah mempunyai semangat mencintai dan memaafkan. Belajarlah santai dan menikmati hidup.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kanker sel tidak dapat tumbuh dengan subur dalam lingkungan beroksigen. Berolahraga setiap hari, dan bernapas dengan dalam membantu mendapatkan oksigen lebih banyak. Terapi oksigen adalah cara lain untuk menghancurkan sel kanker. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;SEL KANKER HIDUP DENGAN: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gula adalah umpan kanker. Dengan mengurangi gula, berarti juga mengurangi suplai makanan penting bagi sel kanker. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dengan aspartam dan itu berbahaya. Pengganti alami yang lebih baik dapat berupa madu atau tetes tebu tetapi dalam jumlah yang amat sedikit. Garam meja mempunyai tambahan kimia untuk membuat warnanya putih. Alternatif yang lebih baik adalah dengan garam laut.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susu membuat tubuh memproduksi mucus, terutama di organ bagian dalam. Kanker diumpan oleh mucus. Dengan mengurangi susu dan menggantikan dengan susu kedelai tawar sel kanker akan kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sel kanker tumbuh dengan subur di lingkungan asam. Diet anti daging adalah bersifat asam, yang terbaik adalah memakan ikan dan ayam daripada daging sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotik ternak yang menumbuhkan hormon dan parasit yang berbahaya, terutama bagi penderita kanker.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diet dengan 80% sayur dan buah segar, biji-bijian dan kacang-kacangan membantu tubuh dalam lingkungan alkalin. 20%nya bisa diperoleh dari makanan matang termasuk kacang. Sayur segar menyediakan enzim hidup yang mudah diserap dalam 15 menit untuk memelihara dan meningkatkan pertumbuhan sel sehat. Untuk memperoleh enzim hidup untuk membangun sel sehat, cobalah minum jus sayur segar (semua sayuran termasuk kacang2an) dan makan sayuran mentah 2 atau 3 kali sehari. Enzim rusak pada temperature 104 derajat Farenheit atau 40 derajat Celcius.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari kopi, teh, dan coklat yang mempunyai kafein tinggi. Teh hijau adalah alternative terbaik yang mempunyai sel penumpas kanker. Yang terbaik meminum air bersih atau air yang telah disaring untuk menghindari racun dan logam berat dalam air ledeng. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-1432290920951944156?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/1432290920951944156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=1432290920951944156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1432290920951944156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1432290920951944156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/kanker-berikut-adalah-beberapa-hal-yang.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-6353598772086804476</id><published>2008-11-01T21:02:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T21:03:17.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker.....- DETAK'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tantangan emosi pada penderita kanker payudara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagi banyak wanita, diagnosis kanker payudara&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; bukan saja berdampak pada fisiknya tetapi juga pada emosinya, pada mentalnya, yang kemudian dapat berpengaruh terhadap hubugannya dengan orang lain. Hubungan dengan temannya, suaminya, anaknya, keluarganya, semua dapat terimbas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Menurut pendapatku, kanker mempunyai dampak yang lebih parah terhadap emosi serta hubungan emosional penderita daripada penyakit berat lainnya”, kata Katherine Puckett, LCSW, direktur nasional Mind-Body Medicine, di Pusat Pengobatan Kanker di Chicago, Amerika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selanjutnya Puckett menambahkan bahwa ketidak pastian dari penyakit itu sendiri memperparah dampak tersebut. “Ketidak tahuan tentang kanker payudara akan makin meningkatkan emosionalitaspenderita yang berkaitan dengan hubungannya dengan orang lain Hal itu meningkatkan kecemasan dan mengubah segalanya dalam kehidupannya”, kata Puckett.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tetapi perubahan itu sendiri tidak harus negatif. Bagi beberapa wanita, kanker payudara dapat menjadi pemicu yang mengubah hubungan pertemanan yang biasa menjadi ikatan yang lebih erat dan mendalam, membuat pasangan suami isteri makin dekat, membuat anggota keluarga jadi saling dekat dengan ikatan yang makin kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagi wanita lain memang dampaknya dapat negatif. Membuat ia merasa kesepian dan terisolasi, merasa bahwa orang-orang dekatnya tempat ia bersandar makin terasa jauh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal yang berperanan dalam bagaimana kanker payudara berdampak pada emosi adalah kemauan untuk berbagi perasaan dengan orang lain, suatu hal yang memang tidak selalu mudah bagi wanita yang mederita kanker payudara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wanita mempunyai peranan sebagai pengasuh dan perawat orang lain. Aoleh karena itu sangat berat untuk melepaskan naluri tersebut dan kemudian berubah menjadi orang yang perlu dilayani atau diperhatikan. Bagi banyak wanita, mengubah diri menjadi orang yang perlu dirawat dan diasuh orang lain, merupakan hal yang sangat berat karena sebenarnya ia tidak ingin dianggap lemah dan tidak mampu mengurus diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penderita kanker payudara perlu disadarkan bahwa kesediaan berbagi perasaan dan meminta pertolongan adalah justru suatu kekuatan yang dapat mengukuhkan hubungannya dengan orang lain. Demikian kata Mauricio Murillo, MD, seorang psikiater onkologi dan direktur Supportive Service di Universitas New York..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; line-height: 150%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-6353598772086804476?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/6353598772086804476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=6353598772086804476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6353598772086804476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6353598772086804476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/tantangan-emosi-pada-penderita-kanker.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-2721340561404545833</id><published>2008-11-01T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-11-01T20:59:24.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kanker...'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;tentang  kanker...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Stres Meningkatkan Risiko Timbulnya Kanker Payudara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh  : HSD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kali acara DETAK (Deteksi Awal Kanker) seringkali penulis mendapat pertanyaan, apakah ada hubungannya stres dan timbulnya kanker? Selama ini kita mengetahui hubungan yang jelas antara faktor keturunan, merokok, radioaktif, infeksi virus tertentu, paparan bahan kimia tertentu, dan faktor medis lainnya terhadap munculnya kanker. Namun belum diketahui hubungan faktor stres psikis terhadap timbulnya kanker. Artikel singkat ini akan membahas mengenai hal tersebut. Mari kita simak, dan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil suatu studi terbaru (disampaikan dalam BioMed Central journal BMC Cancer) menunjukkan adanya hubungan antara stres psikologis berat dan kanker payudara. Dr.Ronit Peled, sebagai peneliti, mengatakan bahwa wanita usia muda yang mengalami pengalaman hidup berat lebih dari sekali dalam hidup dapat dianggap berisiko untuk terjadinya kanker payudara dan harus diterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi tersebut melibatkan 255 wanita berusia &lt; 45 tahun yang didiagnosis kanker payudara dan 367 wanita sehat sebagai pembanding. Kemudian dievaluasi hubungan antara kanker payudara dengan kejadian berat, seperti kehilangan orang tua, orang terdekat, atau perceraian orang tua sebelum usia 20 tahun, serta kejadian hidup ringan-sedang seperti berpisah dengan pasangan, kehilangan pekerjaan, krisis ekonomi, atau orang terdekat menderita penyakit serius.         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, ternyata ada hubungan positif antara pengalaman hidup buruk lebih dari sekali dengan kanker payudara,yaitu terdapat peningkatan 62%. Namun, pengalaman hidup buruk yang terjadi hanya sekali tampaknya tidak meningkatkan risiko secara bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, dibandingkan wanita sehat, wanita penderita kanker payudara juga ternyata lebih mengalami depresi dan penurunan skor (penilaian) keceriaan dan optimisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut lagi, hasil studi tersebut menunjukkan adanya hubungan negatif antara keceriaan dan optimisme dengan timbulnya kanker payudara. Artinya, “lebih banyak anda ceria dan optimis dengan hidup, maka semakin kecil kemungkinan timbulnya kanker payudara”, demikian ungkap peneliti studi tersebut. Bagaimana mekanismenya? Hinggi kini belum diketahui, namun fakta (studi di atas) telah mengungkapkan hal tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-2721340561404545833?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/2721340561404545833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=2721340561404545833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2721340561404545833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2721340561404545833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/11/tentang-kanker.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-7232116036966478418</id><published>2008-10-26T19:36:00.000-07:00</published><updated>2008-11-09T21:36:23.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='humoure corner'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;HUMOURE CORNER....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;kisah 1000  ciuman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini jaman serba susah. Harga BBM naik, akibatnya terjadi PHK diberbagai perusahaan.&lt;br /&gt;Salah satu yang terkena PHK adalah Paijo. Sebulan berlalu, tapi Paijo masih belum mendapatkan pekerjaan yang baru. Otomatis bulan ini ia tidak bisa lagi mengirim uang untuk istrinya di kampung halaman.&lt;br /&gt;Setelah cape muter2 otak (juga kaki) beberapa hari, akhirnya Paijo pasrah. Tapi....demi menentramkan perasaan istrinya, ia mengirim surat meskipun isinya hanya demikian :&lt;br /&gt;Istriku Tercinta,&lt;br /&gt;Maafkan kanda sayang, bulan ini Kanda tidak bisa mengirim uang untuk kebutuhan keluarga di rumah. Kanda hanya bisa mengirimmu 1000 ciuman.&lt;br /&gt;Salam Cinta,&lt;br /&gt;Kanda Paijo&lt;br /&gt;Seminggu kemudian Paijo mendapat surat balasan dari istri tercintanya :&lt;br /&gt;Kanda Paijo tersayang, Terima kasih atas kiriman 1000 ciumanmu.&lt;br /&gt;Untuk bulan ini Dinda akan menyampaikan laporan pengeluaran keluarga :&lt;br /&gt;1. Tukang minyak bersedia menerima 2 ciuman setiap kali membeli 5 liter minyak tanah.&lt;br /&gt;2. Tukang listrik mau dibayar dengan 4 ciuman per-tanggal 10 setiap bulannya.&lt;br /&gt;3. Pemilik kontrakan rumah mau dibayar cicil dengan 3 x ciuman setiap harinya.&lt;br /&gt;4. Engko pemilik toko bahan makanan tidak mau dibayar pakai ciuman. Ia maunya dibayar dengan yang lain.. Ya terpaksa Dinda berikan saja.&lt;br /&gt;5. Hal yang sama juga Dinda berikan buat kepala sekolah dan gurunya si Udin yang sudah 3 bulan nunggak uang sekolah..&lt;br /&gt;6. Besok Dinda mau ke pegadaian untuk tukerin 200 ciuman dengan uang tunai, karena yang punya pegadaian sudah bersedia menukarkan 200 ciuman + bayaran lainnya dengan uang 650 ribu, lumayan buat ongkos sebulan.&lt;br /&gt;Keperluan pribadi Dinda bulan ini mencapai 50 ciuman.&lt;br /&gt;Kanda Paijo tersayang,&lt;br /&gt;Bulan ini Dinda merasa jadi orang yang paling kaya di kampung, karena sekarang Dinda memberikan piutang ciuman ke banyak pemuda di kampung kita dan siap ditukar kapan pun Dinda butuhkan.&lt;br /&gt;Kanda, dari kanda masih tersisa 125 ciuman, apakah kanda punya ide? Atau saya tabung saja ya?&lt;br /&gt;Salam Paling Sayang,&lt;br /&gt;dari Dinda seorang.&lt;br /&gt;(di kediaman Paijo)&lt;br /&gt;Gedubrak!! Paijo pun Pingsan.&lt;br /&gt;Just for laugh, why so serious ??&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;@anggit-buletin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;fakta  ilmiah wajib baca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div id="ln0"&gt;Tahukah anda bahwa jika anda berteriak terus menerus selama 8 tahun, 7&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln0');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln1"&gt;bulan dan 6 hari, energi yang anda keluarkan akan cukup untuk memanaskan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln1');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln2"&gt;secangkir kopi (Ngapain? Nggak sebanding sama hasilnya)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln2');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln3');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln4"&gt;Jika anda kentut secara konsisten selama 6 tahun 9 bulan, anda akan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln4');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln5"&gt;menghasilkan gas yang cukup untuk menciptakan energi yang diperlukan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln5');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln6"&gt;alam membuat bom atom. (Nah, kalo ini mendingan lah, lebih sebanding)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln6');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln7');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln8"&gt;Durasi orgasme seekor babi dapat mencapai 30 menit lamanya!! (kalo&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln8');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln9"&gt;reinkarnasi ada yang berminat jadi Babi ? ). Cuma gue bingung kok&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln9');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln10"&gt;bisa-bisanya tau soal ini ya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln10');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln11');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln12"&gt;Membenturkan kepala ke tembok menghabiskan 150 kalori setiap jamnya.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln12');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln13"&gt;(Hmm...Gue masih kepiran soal babi tadi......)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln13');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln14');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln15"&gt;Dari banyak spesies, hanya manusia dan lumba-lumba yang bisa melakukan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln15');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln16"&gt;seks sebagai sebuah kesenangan.(Oh jadi itu sebabnya Flipper sang&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln16');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln17"&gt;lumba-lumba slalu tersenyum dan babi bisa orgasme 30 menit? Nggak&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln17');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln18"&gt;adil, nggak adil!!!)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln18');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln19');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln20"&gt;Semua beruang kutub kidal. (Emang siapa yang peduli? lagian dari mana&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln20');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln21"&gt;bisa tau?)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln21');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln22');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln23"&gt;Seekor kecoa mampu bertahan hidup selama 9 hari tanpa kepala,sebelum&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln23');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln24"&gt;mati karena kelaparan. (Hii syeerem..)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln24');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln25');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln26"&gt;Seekor kutu mampu melompat sejauh 350 kali panjang badannya. Kira-kira&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln26');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln27"&gt;sama dengan seorang manusia melompat sejauh lapangan sepak bola !!!&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln27');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln28"&gt;(30menit bow...kebayang nggak sih?.... dan kenapa musti babi?)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln28');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln29');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln30"&gt;Belalang sembah jantan tidak bisa membuahi betinanya selama kepalanya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln30');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln31"&gt;masih menempel pada tubuhnya. Sang betina harus memulai ritual seks&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln31');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln32"&gt;dengan memenggal kepala sang jantan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;(Mudah-mudahan nggak ada yang&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln32');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln33"&gt;memberi tahu mereka soal babi tadi....)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln33');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln34');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln35');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln36"&gt;Beberapa jenis singa mampu kimpoi sebanyak 50 kali dalam sehari.(Boleh&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln36');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln37"&gt;juga, tapi lebih gila babi :quality over quantity bow..)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln37');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln38');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln39');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln40"&gt;Alat perasa pada kupu-kupu adalah kakinya. (Hii...)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln40');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln41');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln42');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln43"&gt;Bintang laut tidak mempunyai otak... (Ah, nggak cuma bintang laut.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln43');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln44"&gt;Manusia juga ada.)&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln44');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln45');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln46');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln47');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln48"&gt;Setelah membaca semua ini, kesimpulannya... tetep :&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln48');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }&lt;/script&gt;&lt;div id="ln0"&gt;Satu hari Sultan merasa sungguh "boring n bete abis", jadi dia tanya Bendahara, "Bendahara, siapa paling pandai saat ini?"&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln0');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln1"&gt;"Abunawas" jawab Bendahara...&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln1');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln2');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln3"&gt;Sultan pun manggil Abunawas dan baginda bertitah : "Kalau kamu pandai, coba buat satu cerita seratus kata tapi setiap kata mesti dimulai dengan huruf 'J' ".&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln3');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln4');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln5"&gt;Terperanjat Abunawas, tapi setelah berfikir, diapun mulai bercerita :&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln5');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln6');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln7"&gt;Jeng Juminten janda judes, jelek jerawatan, jari jempolnya jorok. Jeng juminten jajal jualan jamu jarak jauh Jogya-Jakarta.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln7');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln8');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln9"&gt;Jamu jagoannya: jamu jahe. "Jamu-jamuuu..., jamu jahe-jamu jaheee...!"&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln9');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln10"&gt;Juminten jerit-jerit jajakan jamunya, jelajahi jalanan.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln10');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln11');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln12"&gt;Jariknya jatuh, Juminten jatuh jumpalitan.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln12');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln13');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln14"&gt;Jeng Juminten jerit-jerit: "Jarikku jatuh, jarikku jatuh..." Juminten jengkel,&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln14');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln15"&gt;jualan jamunya jungkir-jungkiran, jadi jemu juga.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln15');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln16');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln17"&gt;Juminten jumpa Jack, jejaka Jawa jomblo, juragan jengkol, jantan,&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln17');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln18"&gt;juara judo. Jantungnya Jeng Juminten janda judes jadi jedag-jedug.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln18');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln19"&gt;Juminten janji jera jualan jamu, jadi julietnya Jack.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln19');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln20');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln21"&gt;Johny justru jadi jelous Juminten jadi juliet-nya Jack.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln21');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln22');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln23"&gt;Johny juga jejaka jomblo, jalang, juga jangkung. Julukannya, Johny Jago Joget.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln23');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln24"&gt;"Jieehhh, Jack jejaka Jawa, Jum?" joke-nya Johny.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln24');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln25');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln26"&gt;Jakunnya jadi jungkat-jungkit jelalatan jenguk Juminten. "Jangan jealous, John..." jawab Juminten.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln26');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln27');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln28"&gt;Jumat, Johny jambret, jagoannya jembatan Joglo jarinya jawil-jawil&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln28');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln29"&gt;jerawatnya Juminten. Juminten jerit-jerit: "Jack, Jack, Johny jahil, jawil-jawil!!!"&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln29');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln30');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln31"&gt;Jack jumping-in jalan, jembatan juga jemuran. Jack jegal Johny, Jebr eeet..., Jack jotos Johny.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln31');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln32');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln33"&gt;Jidatnya Johny jenong, jadi jontor juga jendol... jeleekk.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln33');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln34');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln35"&gt;"John, jangan jahilin Juminten...!" jerit Jack.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln35');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln36');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln37"&gt;Jantungnya Johny jedot-jedotan, "Janji, Jack, janji... Johnny jera," jawab Johny.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln37');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln38');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln39"&gt;Jack jadikan Johny join jualan jajan jejer Juminten.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln39');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln40');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln41"&gt;Jhony jadi jongosnya Jack-Juminten, jagain jongko, jualan jus jengkol&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln41');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln42');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln43"&gt;jajanan jurumudi jurusan Jogja-Jombang, julukannya Jus Jengkol Johny "Jolly-jolly Jumper" Jumpalagi, jek........!!!&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln43');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln44');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln45');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln46"&gt;Jeringatan :&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln46');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln47"&gt; Jangan joba-joba jikin jerita jayak jini jagi ja, juga jangan jikin jerita jengan juruf-juruf jainnya!!&lt;br /&gt;JUJAH....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cerita Polisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln47');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }&lt;/script&gt;&lt;div id="ln0"&gt;Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln0');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln1"&gt;tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln1');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln2"&gt;ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln2');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln3"&gt;Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln3');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln4');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln5"&gt;Kepada Yth&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln5');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln6"&gt;Tuhan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln6');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln7"&gt;di Surga&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln7');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln8');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln9"&gt;Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln9');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln10"&gt;tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln10');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln11"&gt;saya butuh uang Rp 30.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln11');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln12"&gt;membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln12');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln13"&gt;uang buku Rp 10.000.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln13');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln14"&gt;Jadi semuanya Rp 70.000*&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln14');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln15');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln16"&gt;Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln16');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln17');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln18"&gt;Dari: Ucok&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln18');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln19');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln20"&gt;Ucok pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln20');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln21"&gt;Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Ucok ,&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln21');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln22"&gt;sehingga tidak tega untuk mengembalikan suratnya. Bingung mau di&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln22');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln23"&gt;kemanakan surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln23');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln24"&gt;terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln24');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln25"&gt;hatinya untuk menceritakan hal tersebut kepada anak buahnya. alhasil, para&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln25');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln26"&gt;polisi pun mengumpulkan dana utk diberikan ke Ucok, tetapi dana yang terkumpul&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln26');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln27"&gt;Hanya Rp 65.000,-&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln27');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln28');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln29"&gt;Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop,&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln29');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln30"&gt;menuliskan keterangan: "Dari Tuhan di Surga" dan menyerahkan ke&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln30');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln31"&gt;anak buahnya untuk di kembalikan ke Ucok&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln31');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln32');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln33"&gt;Menerima uang tersebut, Ucok merasa sangat senang permintaannya&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln33');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln34"&gt;terkabul, walaupun yang diterima hanya Rp 65.000,-. Ucok pun&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln34');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln35"&gt;bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln35');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln36"&gt;lagi.&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln36');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln37');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }             &lt;/script&gt;&lt;div id="ln38"&gt;"TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;                 var curDiv = document.getElementById('ln38');                 curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);                 var links = curDiv.getElementsByTagName('a');                 for(var i = links.length; i &gt;= 0; --i) {                     if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + "...";                 }&lt;/script&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;@anggit-buletin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-7232116036966478418?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/7232116036966478418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=7232116036966478418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7232116036966478418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7232116036966478418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/humoure-corner.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-4692549707643033038</id><published>2008-10-24T19:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T19:13:42.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='health - merry magdalena'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="post-title"&gt;Coklat Hitam Cegah Kerusakan Jantung&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;  &lt;a href="http://netsains.com/wp-content/uploads/2008/09/chocolate1.jpg"&gt;&lt;img src="http://netsains.com/wp-content/uploads/2008/09/chocolate1.jpg" alt="Coklat Hitam Cegah Kerusakan Jantung" class="post-image" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lagi-lagi penggemar coklat mendapat kabar baik. Mengunyah satu keping kotak coklat hitam sehari mampu mencegah kerusakan jantung, demikian menurut ilmuwan Italia. Tapi itu khusus coklat hitam saja, bukan coklat yang sudah bercampur susu. Cukup 6,7 gram coklat sehari, sudah merupakan takaran ideal mencegah gangguan jantung, demikian menurut studi yang diadakan Proyek Moli-san, salah satu studi terbesar yang pernah diadakan di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Flavonoid&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kerusakan kronis jaringan di sistem sirkulasi sangat berisiko memicu penyakit kardiovaskular seperti stroke. Salah satu penanda kerusakan di dalam darah adalah protein C-reaktif. Studi ini menemukan bahwa ada hubungan antara asupan coklat hitam dengan kandungan protein ini dalam darah sebanyak 4.849 subjek relawan yang sehat dan bebas dari faktor risiko ( kolesterol tinggi, tekanan darah dan parameter lain).  Temuan anyar ini telah dipublikasikan di Journal of Nutrition.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kami mulai dari hipotesa bahwa kandungan antioksidan dalam biji kokoa cukup tinggi, terutama flavonoid dan jenis polifenol. Bisa jadi hal ini menguntungkan bagi penderita kerusakan,” ujar  Romina di Giuseppe, pimpinan studi tersebut.&lt;br /&gt;Ternyata hasilnya cukup mendukung. Orang yang banyak mengonsumsi coklat hitam akan mengalami penurunan protein C-reaktif dalam darahnya. Dengan kata lain, coklat bisa mengurangi kerusakan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-4692549707643033038?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/4692549707643033038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=4692549707643033038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4692549707643033038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4692549707643033038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/coklat-hitam-cegah-kerusakan-jantung.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-6714141401576048076</id><published>2008-10-24T18:40:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T18:47:02.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - bee'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tinjauan Psikologis Terhadap Anak-anak Terlantar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;            Perhatian masyarakat terhadap anak-anak terlantar masih sering dikaitkan dengan kemiskinan atau kondisi peperangan. Padahal masalah penelantaran anak terjadi di banyak tempat, di berbagai negara, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun. Keberadaan anak-anak terlantar adalah suatu peristiwa yang sebenarnya terjadi sehari-hari namun banyak tidak disadari oleh masyarakat.&lt;br /&gt;          Penelantaran anak dipengaruhi oleh adanya berbagai masalah di lingkungan sosial suatu masyarakat tertentu. Masalah ketidaklayakan perlakuan terhadap anak berkaitan dengan karakter individu yang bersangkutan, kondisi keluarga, kondisi lingkungan hidup masyarakat, khususnya di wilayah kehidupan bertetangga, dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;          Penelantaran anak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;neglected children&lt;/span&gt;) merupakan salah satu bentuk ketidaklayakan perlakuan terhadap anak. Bentuk-bentuk ketidaklayakan perlakuan terhadap anak adalah pelecehan fisik, penelantaran, pelecehan seksual, dan ketidaklayakan pembinaan hubungan emosional. Semua itu melibatkan tindakan menyakiti anak secara fisik maupun emosional, eksploitasi anak, dan menempatkan anak dalam situasi yang mengancam kesejahteraan anak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Deprivasi (keterasingan)&lt;/span&gt; pendidikan merupakan salah satu bentuk penelantaran anak. Orang tua yang tidak memberikan peluang pendidikan yang layak bagi anak-anaknya berarti menelantarkan anak-anak mereka untuk memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara baik. Lingkungan sosial yang tidak memberikan failitas pendidikan yang baik bagi anak-anak juga berarti menelantarkan anak-anak.&lt;br /&gt;          Anak-anak yang mengalami ketidaklayakan perlakuan cenderung menunjukkan gangguan perkembangan meliputi ganguan afeksi, pengendalian diri yang rendah, ketidakmatangan mekanisme pertahanan dan distorsi dalam mengkaji realita. Ganguan afeksi yang muncul meliputi mudah tersinggung, cepat marah, depresi, kecenderungan berikap pasif. Anak-anak yang mengalami gangguan ini menunjukkan perilaku yang bersikap masa bodoh. Selanjutnya menunjukkan kelemahan dalam pengendalian impuls atau dorongan perilaku. Sehingga mereka mudah menunjukkan amarah, membentak-bentak, berteriak-teriak atau bisa juga menyerang secara fisik. Mereka mengalami gangguan karena penelantaran menyebabkan mereka mengalami hambatan memahami kasih sayang, memperoleh penghargaan dan kelayakan. Contohnya; upaya mereka untuk melakukan perbuatan baik tidak mendapatkan perhatian dari orang tua, akibatnya mereka tidak pernah belajar bahwa hal yang mereka lakukan adalah hal yang baik. Mereka justru memperolah perhatian saat melakukan hal yang salah, akibatnya mereka akan mengembangkan perilaku-perilaku keliru untuk memperoleh perhatian yang mereka harapkan. Sehingga berkembang persepsi bahwa dengan jalan membandel mereka  akan memeperoleh perhatian yang lebih besar dari orang tua.&lt;br /&gt;          Ketidaklayakan perlakuan terhadap anak-anak menimbulkan beragam masalah seperti kenakalan anak, tindak kekerasan, kecenderungan melukai diri sendiri, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;PTSD (post traumatic stress disorder)&lt;/span&gt;, depresi, dan masalah lainnya. Namun masalah yang paling sering muncul adalah masalah sekolah. Anak-anak telantar tidak mudah menyesuaikan diri mereka untuk mengikuti pendidikan mereka di sekolah karena mereka tidak biasa mengikuti aturan-aturan sekolah. Bagi anak-anak telantar proses belajar merupakan tekanan yang besar dan kurangnya bekal keterampilan untuk mengatasi masalah itu. Disamping itu, fasilitas sosial yang dimiliki sangatlah terbatas.&lt;br /&gt;          Mekanisme pertahanan berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pembatalan (undoing)&lt;/span&gt;, tinggi pada anak-anak telantar. Pembatalan merupakan bentuk mekanisme pertahanan yang bertujuan secara simbolis membatalkan peristiwa yang dialami. Salah satu contoh bentuk pembatalan yang dialami anak telantar adalah bunuh diri untuk membatalkan ketidaklayakan perlakuan yang mereka alami. Mereka merasa tidak memiliki makna bagi keluaga, sehingga berupaya membatalkan kehadiran mereka lewat bunuh diri.&lt;br /&gt;          Anak-anak telantar sulit mengembangkan kelekatan emosional dengan  orang lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(emosional attachment)&lt;/span&gt;, karena mereka terbiasa ditelantarkan dan ditolak kehadirannya dalam keluarganya sendiri. Hambatan untuk mengembangkan hubungan emosional dengan erat merupakan bentuk gangguan kelekatan amosional &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(attachment disorder).&lt;/span&gt; Akibatnya mereka tumbuh sebagai anak yang sulit dikendalikan dan mengalami gangguan perilaku.&lt;br /&gt;Keluarga adalah lingkungan sosial utama yang mempengaruhi peluang terbentuknya atau terhindarnya anak dari penelantaran. Anak-anak telantar kebanyakan tumbuh dari keluarga yang kaku, tidak stabil dan mengalami konflik peran atau hambatan komunikasi. Keluarga yang kaku adalah keluarga yang menerapkan aturan-aturan secara kaku terhadap anggota keluarganya. Kesempatan anak untuk bermain menjadi terbatas, dan mereka diharuskan mengerjakan tugas-tugas mereka sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Dalam keluarga yang kaku, anak-anak tidak berpeluang untuk mengemukakan pendapat, intinya harus patuh pada aturan keluarga. Hambatan komunikasi dalam keluarga juga merupakan salah satu faktor terbentuknya penelantaran anak. Orang tua sesungguhnya sebagai pelindung anak. Dalam kasus penelantaran anak, anak-anak merasa tidak dilindungi bahkan sering kali mereka ditugasi mencari nafkah bagi kedua orang tuanya padahal seharusnya mereka masih harus belajar dan bermain.&lt;br /&gt;          &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dampak penelantaran anak menimbulkan beragam masalah sosial meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Borderline Personality Disorder (BPD) &lt;/span&gt;adalah jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan ketidakstabilan hubungan interpersonal, ketidakjelasan konsep diri, ketidakstabilan afeksi dan kecenderungan bertindak impulsive. Individu yang ditelantarkan mengalami kecemasan ditelantarkan, mudah merasa takut ditinggal sendiri, karena mereka menganggap diri mereka ditelantarkan. Toleransi mereka rendah dan mudah menunjukkan amarah yang tidak pada tempatnya. Berkenaan dengan kasus penelantaran, dampak ini bisa terjadi karena anak-anak yang mengalami kondisi traumatis akibat penelantaran menjadi sensitive apabila menghadapi situasi ketika ia ditinggalkan seseorang yang dianggapnya sebagai pelindung.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phobia sosial &lt;/span&gt;ditandai dengan takut tampil di hadapan umum karena bisa menimbulkan rasa malu. Mereka yang phobia sosial merasa takut kalau orang lain menilai diri mereka bodoh, rendah dan lemah. Anak yang mengalami penelantaran kemungkinan mengalami phobia sosial, karena mereka tidak terbiasa tampil di hadapan publik. Mereka juga mungkin merasa rendah diri karena keterbatasan hidup mereka akibat penelantaran. Akibatnya mereka cenderung menjauhi situasi untuk tampil secara individu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;IQ rendah  (low intelligence quotients)&lt;/span&gt; merupakan salah satu akibat penelantaran anak. Rendahnya IQ terkait dengan kemungkinan hambatan perkembangan akibat ketidakseimbangan gizi yang mereka peroleh, hambatan respon akibat tidak memperoleh cukup perangsangan dalam program pengasuhan dan akibat keterbatasan pengetahuan akibat deprivasi pendidikan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Kecanduan alkohol dan narkoba &lt;/span&gt;mungkin terjadi pada anak-anak telantar akibat dari perilaku mencontoh orang tua yang mengalami kecanduan maupun mencontoh orang lain karena orang tua tidak mengawasi lingkungan bermain mereka. Kecanduan alkohol menyebabkan tingginya toleransi seseorang terhadap alkohol sehingga pada suatu saat tidak lagi peduli untuk terus mengkonsumsi alkohol sekalipun kondisi fisiknya terancam.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;            Masalah ketidaklayakan perlakuan terhadap anak termasuk penelantaran anak seringkali terkait dengan masalah kemiskinan, kehidupan masyarakat yang terisolasi, dan kelangkaan dukungan sosial. Oleh karena itu, salah satu kunci untuk mangatasi masalah penelantaran anak adalah dengan memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menyediakan berbagai fasilitas sosial yang dapat dimanfaatkan oleh para keluarga untuk mendukung program perkembangan anak. Untuk mendukung upaya tersebut, keterlibatan masyarakat secara menyeluruh merupakan hal yang penting. Masyarakat harus lebih memberdayakan diri untuk mampu menjangkau sentra-sentra layanan yang tersedia demikian juga instasi pemerintah maupun swasta harus meningkatkan layanan sosial yang dapat menjangkau anggota masyarakat hingga pelosok daerah. Semakin lama anak-anak mengalami penelantaran, maka semakin besar beban psikologis yang mereka hadapi. Oleh karena itu perlu juga dikembangkan klinik-klinik yang dapat mengevaluasi kondisi anak-anak dalam proses perkembangan mereka. Perlu pula tenaga professional yang bergerak di bidang sosial, kesehatan masyarakat, serta pendidikan untuk membina kerja sama dengan keluarga dalam rangka menerapkan program layanan sosial bagi anak-anak telantar. Dalam upaya membina kerjasama perlu dipertimbangkan aspek budaya yang berlaku dalam masyarakat serta landasan etika dalam menjalankan program layanan tersebut. Karena program untuk mengatasi penelantaran anak harus melibatkan banyak pihak yaitu anak yang bersangkutan, keluarga, masyarakat setempat dan masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-6714141401576048076?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/6714141401576048076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=6714141401576048076' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6714141401576048076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6714141401576048076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/tinjauan-psikologis-terhadap-anak-anak.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-2731910636212857738</id><published>2008-10-24T18:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T18:15:47.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bee - andar ismail'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Berteman Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang menikah? Karena jatuh Cinta. Mengapa rumah tangganya bahagia? Bukan karena bangun cinta. Jatuh cinta berebeda dengan bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, dalam sepuluh menit saja juga bisa. Tetapi membangun cinta itu perlu waktu seumur hidup.&lt;br /&gt;Mengapa jatuh cinta itu gampang? Karena ketika jatuh cinta, kita buta, bisu dan tuli. Kita buta sehingga tidak bisa melihat keburukan si dia. Seandainya kita melihat, kita tidak mencelanya karena kita bisu. Dan seandainya kita mencela, dia tidak akan mendengar sebab dia tuli.. itulah sebabnya pada masa pacaran dan bulan madu, biasanya pasangan akan rukun-rukun saja.&lt;br /&gt;Setelah masa bulan madu berakhir, barulah kita melihat keburukan si dia, lalu kita mengkritik, ia membela diri dan akhirnya pertengkaran pun terjadi.&lt;br /&gt; Kalau begitu apakah sebaiknya kita lakukan? Kita perlu menyepakati pedoman berumah tangga demi penyesuaian diri kita sebagai pasangan hidup.&lt;br /&gt; Interaksi dengan teman hidup memang berbeda dengan interaki dengan teman di kampus, kantor yang hanya berlangsung beberapa jam saja sehari. Kita berinteraksi dengan pasangan hidup kita selama 24 jam sehari selama tujuh hari. Interaksi yang intensif berdampak positif dan negatif. Positifnya, kita betul-betul saling mengenal watak dan kebiasaan masing-masing. Semua belang kita tersingkap. Tidak ada sifat buruk yang tersembunyi di balik topeng. Negatifnya, kita jadi mudah saling kecewa dan jengkel terhadapa semua keburukan itu.&lt;br /&gt; Disinilah letak perbedaan antara jatuh cinta dan bangun cinta. Kita jatuh cinta dalam keadaan menyukai. Padahal bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel. Dalam suasana jengkelitu, cinta bukan berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik, lalu bersama-sama mencari solusi yang akseptebel untuk semua pihak.&lt;br /&gt; Dalam cinta yang dewasa tidakada uneg-uneg yang dipendam. Memang ada persoalan yang sensitif untuk dibicarakan, seperti tentang mertua, hubungan seksual, bantuan uang untuk keponakan, namun hal itu pun perlu untuk dibicarakan supaya kejengkelan tidak berlarut-larut.&lt;br /&gt; Prasarat untuk keberhasilan pembicaraan itu adalah bahwa kita saling memperhitungkan perasaan. Si istri berkata, “Kalau kamu lebih meladeni ibumu daripada aku, kamu tidur saja dengan ibumu”. Ucapan seperti itu hanya memperhitungkan perasaan sendiri, yaitu perasaan jengkel terhadap suami. Padahal dengan ucapan seperti itu bisa membuat perasaan suami menjadi terluka. Cinta yang dewasa menegur dan memarahaibukan secara destruktif, melainkan konstruktif. Kita saling memperhatikan perasaan masing-masing. Rasul Paulus memakai istilah “memperhatikan kepentingan” yang bermaksud serupa. Tulisnya, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”  (Flp 2:4).&lt;br /&gt; Jika suami istri hanya memperhatikan perasaannya sendiri dan kurang memperhatikan perasaan pihak lain, maka mereka akan saling melukai hati. Makin berlarut, makin dalam luka itu. Suasana terasa menyiksa dan pernikahan seakan menjadi neraka bagi mereka.&lt;br /&gt; Apakah rumaha tangga ini bisa utuh kembali? Tentu saja! Caranya sederhana.coaba ingat-ingat, dulu ketika masih berpacaran, kita mencari teman hidup atau musuh hidup? Lalu sekarang mengapa kita memusuhi dia?&lt;br /&gt; Berteman hidup dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudah itu kita perlu bangun cinta. Membangun cinta berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, memahami, mengalah, bertanggung jawab, menopang, setia, mendengarkan, memperhitungkan perasaan atau memperhatikan kepentingan.&lt;br /&gt; Mau punya teman hidup? Silahkan jatuh cinta. Jatuhlah sedalam-dalamnya. Tetapi sesudah itu bangunlah! Bangun cinta! Selamat berteman hidup!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@Bee…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-2731910636212857738?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/2731910636212857738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=2731910636212857738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2731910636212857738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2731910636212857738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/selamat-berteman-hidup-mengapa-orang.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-8290328660559100797</id><published>2008-10-24T18:10:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T18:56:24.037-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - merry magdalena'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awas, Stres Akibat Ekonomi Picu Bunuh Diri!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah krisis ekonomi global seperti sekarang, jangan heran kalau banyak orang stres. Saham terpuruk, keuangan tak menentu, harga barang melambung. Memang harta bukan segalanya, tapi tak bisa dipungkiri banyak kasus stres bahkan bunuh diri dipicu oleh masalah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loren Coleman, penulis “The Copycat Effect,” yang juga banyak menganalisa kasus bunuh diri, mengingatkan bahwa kasus bunuh diri selalu meningkat selama terjadi stres akibat masalah ekonomi dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejumlah studi historis yang dilakukan pakar sosiologi Steven Stack dan lainnya juga menemukan bahwa bunuh diri serta kasus kekerasan lain meningkat dalam periode depresi ekonomi dan perang,” jelasnya.&lt;br /&gt;Walau tak selalu mendorong untuk bunuh diri, namun stres juga mengakibatkan hal-hal berbahaya lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres memicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Stres juga membuat orang melakukan perilaku tak sehat seperti merokok dan minum minuman keras. Saat stres kita cenderung mencari makanan yang enak, cenderung berlemak dan berkolesterol tinggi, juga malas berolahraga. Paduan antara makanan berlemak dan kemalasan inilah yang memicu masalah kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi stres berkepanjangan membuat orang tak lagi berpikir rasional. Mereka akan beralih ke kepercayaan mistis seperti astrologi, angka keberuntungan, arti mimpi, dan sejenisnya. Semua ini mendorong mereka melakukan langkah yang tak logis lagi dan membuat gaya hidup kian terperosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin terhindar dari itu semua? Ekspresikan saja stres Anda ke gaya hidup yang lebih sehat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-8290328660559100797?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/8290328660559100797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=8290328660559100797' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8290328660559100797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8290328660559100797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/awas-stres-akibat-ekonomi-picu-bunuh.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-1181403217166400128</id><published>2008-10-23T04:13:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T04:15:07.811-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - merry magdalena'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati saja memilih pemimpin, siapa tahu dia cuma pengidap narsis yang berbahaya. Masih ingat studi tentang orang narsis? Kali ini ada lagi studi lain. Pengidap narsisme dikatakan suka sekali mengemban tugas, senang menjadi pemimpin, dan bahkan cenderung menjadi politisi. Tapi bukan berarti mereka adalah pemimpin yang baik. Studi ini juga mengatakan bahwa orang narsis tidak memiliki kelebihan lain dalam bidang kepemimpinan. Melebih-lebihkan kemampuan dan bakatnya, egois,  juga sering dilakukan oleh orang narsis. Tapi ingat, narsis ini beda dengan rasa percaya diri yang tinggi. Itu adalah dua hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suka Memimpin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang dengan percaya diri tinggi biasanya sangat konfiden dan menarik, mereka masih punya komponen peduli dengan orang lain,” ujar Amy Brunell, psiklog dari Ohio State University.”Sedangkan kaum narsis hanya terpusat menonjolkan bakat dan kemampuannya tanpa peduli perasaan orang lain.”&lt;br /&gt;Namun tak heran jika orang narsis bisa jadi pemimpin. Mereka suka kekuatan, kekuasaan, egois dan mampu tampil menarik dan sangat terbuka. Masalahnya adalah mereka bukan pemimpin yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil studi yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Bulletin ini melibatkan 432 pelajar yang mengikuti survei seputar kepribadian. Terlihat bahwa pelajar dengan skor tinggi dalam dimensi narsism, yaitu merindukan kekuasaan, memang terbukti jadi pemimpin kelompok. Studi lain melibatkan 150 orang manajer bisnis yang sudah mengecap pendidikan MBA program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brunell yakin bahwa hasil studi itu berlaku juga bagi semua profesi dan aspek kehidupan, mulai dari politisi sampai pebisnis. “Saya tak akan heran jika banyak orang narsis menyalonkan diri sebagai kandidat presiden,” ujar Brunell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di masa menjelang Pemilu ini, waspadalah memilih pemimpin bangsa yang narsis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-1181403217166400128?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/1181403217166400128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=1181403217166400128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1181403217166400128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1181403217166400128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/kaum-narsis-bukan-pemimpin-yang-baik.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-1773396387285885146</id><published>2008-10-23T04:06:00.001-07:00</published><updated>2008-10-24T19:04:16.715-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi-arli  aditya parikesit'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu ternyata manusia bisa membedakan mana saudara biologis dan mana bukan berdasarkan naluri bawah sadar. Bagaimana bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dasar dalam biologi evolusi telah lama menyatakan bahwa hubungan keluarga biologis adalah fondasi dalam unit keluarga. Itu tidak hanya menciptakan rasa altruisme yang eksis diantara anggota keluarga yang berhubungan secara genetis, namun juga menciptakan pembatas, yang terkait hubungan seksual di dalam keluarga inti. Pertanyaan masih menggantung, mengenai bagaimana cara manusia mengenali anggota keluarga-terutama saudara kandung- sebagai berhubungan dekat secara genetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB), telah menemukan bukti akan keberadaan mekanisme bahwa sadar pada otak manusia yang mengidentifikasi saudara kandung secara genetis atas dasar signal yang memandu nenek moyang pemburu kita. Penemuan mereka telah diterbitkan di Jurnal Nature. Dalam kajian yang melibatkan lebih dari 600 subjek tes, peneliti menemukan bahwa manusia merasa lebih altruistik terhadap individu yang oleh mekanisme tersebut dikenali sebagai saudara kandung, dan, pada waktu yang sama, merasakan tingginya kehendak untuk menghindari berhubungan seks dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Paradigma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paradigma lama menyatakan bahwa Darwinisme diterapkan pada manusia secara fisis, namun tidak secara sosial. Namun sekarang kita lihat, bahwa terjadi evolusi pada mekanisme yang akhirnya mengatur aspek penting dari Sifat sosial manusia,’ demikian kata John Tooby, Profesor antropologi dan wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi di UCSB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melakukan kajian tersebut dengan Leda Cosmides, profesor psikologi dan juga wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi, dan Debra Lieberman, mantan mahasiswa pada pusat kajian tersebut, dan sekarang profesor psikologi pada Universitas Hawaii. Mekanisme seperti yang ditemukan pada kajian ini telah ditemukan pada banyak spesies, demikian menurut dia, namun keberadaannya pada manusia telah menjadi kontroversi. Menurut peneliti, pengembangan dari altruisme antara saudara kandung adalah hasil dari seleksi alam, dimana penghindaran mereka pada hubungan seks satu dengan lainnya, dan penghindaran terhadap hubungan seks diantara saudara kandung secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sosioekologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan pada kajian ini mengindikasikan, bahwa sensibilitas tersebut bukan terutama karena hasil sosialisasi dari keluarga atau orang tua, namun adalah sistim motivasi yang berevolusi untuk menanggapi signal dari kekerabatan genetis. Pertanyaan yang dicoba dijawab oleh peneliti, adalah bagaimana saudara kandung mengenali pasangan genetik mereka yang pas (pasangan yang secara genetis identik). Berdasarkan sosioekologi dari nenek moyang manusia yang masih pemburu, mereka menemukan jawaban pada satu set signal yang membolehkan manusia untuk mengidentifikasi kakak atau adik mereka sebagai saudara kandung. Untuk saudara kandung yang lebih tua, apa yang dinamakan peneliti sebagai ‘asosiasi maternal perinatal’-menlihat perhatian ibu terhadap saudara kandung yang masih bayi- mengaktifkan mekanisme pada otak, yang pada akhirnya, meningkatkan perasaan altruisme dan penghindaran seksual terhadap saudara kandung yang lebih muda. Signal ini, bagaimanapun, tidak tersedia pada saudara kandung yang lebih muda, dimana urutan lahir mereka tidak memungkinkan dia melihat ibunya merawat dan memperhatikan saudara kandung yang lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saudara kandung ini, mekanisme tersebut diaktivasi oleh banyaknya waktu mereka hidup bersama dalam suatu keluarga selama periode dari bayi sampai ke remaja. Peneliti menemukan bahwa ‘residensi bersama’ ini mengatur alturisme dan penghindaran seksual dari saudara kandung terhadap saudara tiri dan saudara adopsi juga-inidvidual dimana secara sadar tidak berhubungan secara genetik. “Ini menunjukkan bahwa mekanisme beroperasi secara independen dari kepercayaan kita terhadap hubungan keluarga,’ demikian kata Cosmides. “Signal tersebut mengatur altruisme saudara kandung dan penghindaran seksual, tidak peduli apa yang kita percaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan dari mekanisme yang didisain untuk menjadikan hubungan keluarga ke arah non erotis telah menyebabkan teori Sigmund Freud mengenai anggota keluarga adalah obyek hasrat seksual yang utama dan pertama, akhirnya diragukan. Demikian penjelasan pengarang. Ini juga menolong untuk menyelesaikan debat yang sudah berlangsung lama dalam antropologi mengenai apakah hubungan keluarga adalah secara sosial diciptakan murni hanya oleh kultur, atau terdapat keterlibatan mekanisme evolusi di dalam otak yang berperan. Hasil kajian tersebut juga bisa bermanfaat untuk profesional dunia kesehatan, seperti psikiatri dan psikologi, yang merawat korbat inses dan pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teori tersebut memberikan cara untuk mengidentifikasi siapa saja yang beresiko menjadi korban dan pelaku inses,’ demikian kata Tooby. ” Saudara kandung yang telah hidup secara terpisah dalam periode sangat panjang sama sekali tidak terpapar signal dari otak tersebut. Ini bisa memberikan penjelasan, mengapa seseorang bisa memiliki tendensi ke arah inses.” Ini juga menjelaskan, demikian kata dia, cara untuk membangun keluarga yang dapat lebih kuat terikat oleh ikatan perhatian dan cinta kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-1773396387285885146?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/1773396387285885146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=1773396387285885146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1773396387285885146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1773396387285885146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/mekanisme-bawah-sadar-manusia-mengenali_23.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-8861026522780903426</id><published>2008-10-23T04:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-23T04:08:52.679-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi-arli  aditya parikesit'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mekanisme Bawah Sadar Manusia Mengenali Saudara Kandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu ternyata manusia bisa membedakan mana saudara biologis dan mana bukan berdasarkan naluri bawah sadar. Bagaimana bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori dasar dalam biologi evolusi telah lama menyatakan bahwa hubungan keluarga biologis adalah fondasi dalam unit keluarga. Itu tidak hanya menciptakan rasa altruisme yang eksis diantara anggota keluarga yang berhubungan secara genetis, namun juga menciptakan pembatas, yang terkait hubungan seksual di dalam keluarga inti. Pertanyaan masih menggantung, mengenai bagaimana cara manusia mengenali anggota keluarga-terutama saudara kandung- sebagai berhubungan dekat secara genetis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim peneliti dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB), telah menemukan bukti akan keberadaan mekanisme bahwa sadar pada otak manusia yang mengidentifikasi saudara kandung secara genetis atas dasar signal yang memandu nenek moyang pemburu kita. Penemuan mereka telah diterbitkan di Jurnal Nature. Dalam kajian yang melibatkan lebih dari 600 subjek tes, peneliti menemukan bahwa manusia merasa lebih altruistik terhadap individu yang oleh mekanisme tersebut dikenali sebagai saudara kandung, dan, pada waktu yang sama, merasakan tingginya kehendak untuk menghindari berhubungan seks dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Paradigma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paradigma lama menyatakan bahwa Darwinisme diterapkan pada manusia secara fisis, namun tidak secara sosial. Namun sekarang kita lihat, bahwa terjadi evolusi pada mekanisme yang akhirnya mengatur aspek penting dari Sifat sosial manusia,’ demikian kata John Tooby, Profesor antropologi dan wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi di UCSB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melakukan kajian tersebut dengan Leda Cosmides, profesor psikologi dan juga wakil direktur dari Pusat Psikologi Evolusi, dan Debra Lieberman, mantan mahasiswa pada pusat kajian tersebut, dan sekarang profesor psikologi pada Universitas Hawaii. Mekanisme seperti yang ditemukan pada kajian ini telah ditemukan pada banyak spesies, demikian menurut dia, namun keberadaannya pada manusia telah menjadi kontroversi. Menurut peneliti, pengembangan dari altruisme antara saudara kandung adalah hasil dari seleksi alam, dimana penghindaran mereka pada hubungan seks satu dengan lainnya, dan penghindaran terhadap hubungan seks diantara saudara kandung secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sosioekologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan pada kajian ini mengindikasikan, bahwa sensibilitas tersebut bukan terutama karena hasil sosialisasi dari keluarga atau orang tua, namun adalah sistim motivasi yang berevolusi untuk menanggapi signal dari kekerabatan genetis. Pertanyaan yang dicoba dijawab oleh peneliti, adalah bagaimana saudara kandung mengenali pasangan genetik mereka yang pas (pasangan yang secara genetis identik). Berdasarkan sosioekologi dari nenek moyang manusia yang masih pemburu, mereka menemukan jawaban pada satu set signal yang membolehkan manusia untuk mengidentifikasi kakak atau adik mereka sebagai saudara kandung. Untuk saudara kandung yang lebih tua, apa yang dinamakan peneliti sebagai ‘asosiasi maternal perinatal’-menlihat perhatian ibu terhadap saudara kandung yang masih bayi- mengaktifkan mekanisme pada otak, yang pada akhirnya, meningkatkan perasaan altruisme dan penghindaran seksual terhadap saudara kandung yang lebih muda. Signal ini, bagaimanapun, tidak tersedia pada saudara kandung yang lebih muda, dimana urutan lahir mereka tidak memungkinkan dia melihat ibunya merawat dan memperhatikan saudara kandung yang lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saudara kandung ini, mekanisme tersebut diaktivasi oleh banyaknya waktu mereka hidup bersama dalam suatu keluarga selama periode dari bayi sampai ke remaja. Peneliti menemukan bahwa ‘residensi bersama’ ini mengatur alturisme dan penghindaran seksual dari saudara kandung terhadap saudara tiri dan saudara adopsi juga-inidvidual dimana secara sadar tidak berhubungan secara genetik. “Ini menunjukkan bahwa mekanisme beroperasi secara independen dari kepercayaan kita terhadap hubungan keluarga,’ demikian kata Cosmides. “Signal tersebut mengatur altruisme saudara kandung dan penghindaran seksual, tidak peduli apa yang kita percaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan dari mekanisme yang didisain untuk menjadikan hubungan keluarga ke arah non erotis telah menyebabkan teori Sigmund Freud mengenai anggota keluarga adalah obyek hasrat seksual yang utama dan pertama, akhirnya diragukan. Demikian penjelasan pengarang. Ini juga menolong untuk menyelesaikan debat yang sudah berlangsung lama dalam antropologi mengenai apakah hubungan keluarga adalah secara sosial diciptakan murni hanya oleh kultur, atau terdapat keterlibatan mekanisme evolusi di dalam otak yang berperan. Hasil kajian tersebut juga bisa bermanfaat untuk profesional dunia kesehatan, seperti psikiatri dan psikologi, yang merawat korbat inses dan pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teori tersebut memberikan cara untuk mengidentifikasi siapa saja yang beresiko menjadi korban dan pelaku inses,’ demikian kata Tooby. ” Saudara kandung yang telah hidup secara terpisah dalam periode sangat panjang sama sekali tidak terpapar signal dari otak tersebut. Ini bisa memberikan penjelasan, mengapa seseorang bisa memiliki tendensi ke arah inses.” Ini juga menjelaskan, demikian kata dia, cara untuk membangun keluarga yang dapat lebih kuat terikat oleh ikatan perhatian dan cinta kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-8861026522780903426?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/8861026522780903426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=8861026522780903426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8861026522780903426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8861026522780903426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/mekanisme-bawah-sadar-manusia-mengenali.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-7173045352026034501</id><published>2008-10-22T23:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T23:37:35.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - rihard carlson'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ingatlah Untuk Bersyukur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seorang remaja putri berusia delapan belas tahun pernah bertanya kepada saya, “Jika harus memilih satusaja saran yang menurut Anda akan membuat hidup seorang remaja lebih baik, mana yang akan Anda pilih?”.&lt;br /&gt;Jika harus memilih, saya akan menganjurkan untuk memberikan jauh lebih banyakperhatian pada sikap bersyukur. Satu sikap sederhana ini, “sikap bersyukur” mempunyai kekuatan untuk mengubah hidupmu.&lt;br /&gt;Bersikap bersyukur berarti lebih banyak memikirkan apa yang kamu miliki  dan apa yang baikdalam hidupmu daripada memikirkan apa yang salah, apa yang tidak ada, apa yang harus lebih baik, dan apa yang tidak kamu miliki.&lt;br /&gt;Strategi ini kelihatannya sangat sederhana, tapi kenyataannya, hal ini jauh lebih mudah dikataklandarpada dilakukan. Karena kita hidup dalam dunia yang begitu dipenuhi oleh keinginan untuk mencapai berbagai hal, sangat mudah untuk terjebak dalam kebiasaan memusatkan perhatian pada apa yang kurang dalam hidupmu, pada berbagai kelemahan dan masalahnya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh bila kamu telah berhasil menjawab 95 persen soal tes dengan benar, pertanyaan pertama yang sering diajukan adalah “Bagaimana dengan yang lima persen?” setelah saya memenangkan benyak penghargaan selama bertahun-tahun, pertanyaan pertama yang saya ajukan hampir selalu, “Selanjutnya apa?”.&lt;br /&gt;Kita semua tahu betapa menggodanya untuk memusatkan perhatian pada kekurangan tubuh kita daripada pada apa yang kita sukai, atau pada apa yang kurang pada orang tua kta, atau guru kita, atau kulit kta atau apapun. Jika kamu melakukan sepuluh hal dalam satu hari dan sembilan diantaranya berjalan dengan baik, yang mana yang kemungkinan paling besar kankamu bicarakan pada waktu makan malam? Kiat hampir selalu membicarakan satu-satunya hal yang tidak berjalandengan baik. Bagian terburuk dari hari kita. Seolah kita telah menyiapkan diri sendiri untuk menderita. Kebiasaan kita terus menerus memusatkan perhatian pada apa yang tidak ada, yang salah, atau pada betapa besarnya keinginan kita untuk menjadi lebih baik lagi atau menyelesaikan banyakhal membuat kita tidak bisa merasa bahagai saat ini.&lt;br /&gt;Sebagai percobaan, cobalah sesuatu yang baru. Pikirkan lebih banya lagi apa yang baik dalam hidupmu daripada yang buruk. Mulailah di pagi hari dengan bangun dan memikirkan sedikitnya tiga hal yang harus kamu syukuri. Jika mungkin tulislah dalam sebuah jurnal. Kamu akan kagum melihat apa yang akan terjadi, betapa akan jauh lebih barbahagianya kamu, ketika kamu memusatkan perhatian tidakpada tubuhmu yang tidak sempurna, tapi pada betapa beruntungnya kamu memiliki tubuh yang berfungsi, tidak pada ketidaksempurnaan orang tuamu, tidak pada apa yang buruk dalam dirimu, tetapi pada apa yang sukai pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Bagian lain dari bersyukur adalah pengungkapan rasa syukur kepada orang lain. Seperti juga kamu mungkin senang ketika seseorang menyatakan penghargaannya kepadamu, orang lain juga senang mendengarnya.cobalah ingat, setiap kali ada kesempatan, untuk tidak menganggap orang lain sudah sepantasnya melakukan hal tertentu bagimu. Tunjukkan penghargaan danrasa syukurmu. Ucapkan “terima kasih “ dengan tulus. Tulislah pesan terima kasih ketika seseorang melakukan sesuatu yang menyengkan untukmu, atau tinggalakan pesan pada emailnya yang menunjukkan perhatianmu.&lt;br /&gt;Mengungkapkan penghargaanmu akan memberikan beberapa keuntungan. Pertama, tindakan itu akan menambah sukacita orang lain. Kedua, selalu ingat untuk mengungkapkan rasa syukur akan mengarahkan pikiranmu pada hal-hal yang berjalan dengan baik dalam hidupmu, apa yang dilakukan orang lain untukmu, dan apa yang harus kamu syukuri. Yang menyenangkan adalah ketika kamu mencari apa yang baik,kamu akan menemukan semakin banyak hal semacam itu.&lt;br /&gt;Boleh percaya atau tidak, jika kamu mencoba mengungkapkan rasa syukurmu, pengalaman itu akan sangat membuka matamu. Ketika terbiasa melakukannya, kamu kan menyadari perbedaan besar dalam kualitas hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;@Bee…-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-7173045352026034501?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/7173045352026034501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=7173045352026034501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7173045352026034501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7173045352026034501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/ingatlah-untuk-bersyukur-seorang-remaja.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-8040563143462593579</id><published>2008-10-22T23:25:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T23:27:28.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - nova'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Comic Sans MS"; 	panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:56.7pt 89.85pt 85.05pt 89.85pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1346831982; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:42489986 -360646468 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:45.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:45.0pt; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-weight:bold;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t136" coordsize="21600,21600" spt="136" adj="10800" path="m@7,l@8,m@5,21600l@6,21600e"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="sum #0 0 10800"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #0 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @3"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 @3 0"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 21600 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 @4 21600"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @5 @6"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @8 @5"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @7 @8"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @6 @7"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @6 0 @5"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path textpathok="t" connecttype="custom" connectlocs="@9,0;@10,10800;@11,21600;@12,10800" connectangles="270,180,90,0"&gt;  &lt;v:textpath on="t" fitshape="t"&gt;  &lt;v:handles&gt;   &lt;v:h position="#0,bottomRight" xrange="6629,14971"&gt;  &lt;/v:handles&gt;  &lt;o:lock ext="edit" text="t" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t136" style="'width:365.25pt;" fillcolor="#dcebf5"&gt;  &lt;v:fill color2="#55261c" colors="0 #dcebf5;5243f #83a7c3;8520f #768fb9;13763f #83a7c3;34079f white;36700f #9c6563;38011f #80302d;46531f #c0524e;61604f #ebdad4;1 #55261c" method="none" focus="100%" type="gradient"&gt;  &lt;v:shadow color="#868686"&gt;  &lt;o:extrusion ext="view" color="silver" on="t" rotationangle=",-6" viewpoint=",34.72222mm" viewpointorigin=",.5" skewangle="135" brightness="4000f" lightposition="0,50000" lightlevel="52000f" lightposition2="0,-50000" lightlevel2="14000f" type="perspective" lightharsh2="t"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" string="Mengatasi &amp;quot;Hobi&amp;quot; Isap Jempol&amp;#13;&amp;#10;&amp;amp; Gigit Kuku"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img style="width: 508px; height: 46px; font-weight: bold;" src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Mengatasi &amp;quot;Hobi&amp;quot; Isap Jempol &amp;amp; Gigit Kuku" shapes="_x0000_i1025" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;A&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;da banyak alasan kenapa si kecil suka mengisap jari (umumnya jempol), atau menggigit kukunya. Penyebab dari sekadar rasa ingin tahu seperti apa rasanya, mengatasi rasa bosan , stress atau berusaha menutupi rasa takut&lt;/span&gt;. &lt;b style=""&gt;Yang jelas, kebiasaan ini dikenal dengan sebutan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"  &gt;nervous habit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;, alias kebiasan yang disebabkan oleh perasaan takut atau gelisah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Selain isap jempol, ada kebiasaan lain semisal gigit kuku, mengupil, memainkan rambut (memelintir atau menarik-narik rambut), serta menggeretakkan gigi. &lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Celakanya&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;, jika tidak cepat-cepat ditangani, kebiasaan ini kerap terbawa hingga si anak tumbuh dewasa.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;       Tumbuh dan berkembang merupakan proses yang menggelisahkan bagi anak dan banyaknya tekanan yang muncul bersamaan, kerap tidak tidak tertangkap oleh orang tua.  Bila si kecil melakukan kebiasaan ini secara tidak berlebihan (dan tidak melukai dirinya), juga secara tidak sadar (misal selagi menonton teve), atau bila dia cenderungmenggigit sebagai respon terhadap situasi tetentu (ketika akan menghadapi ujian),&lt;/span&gt; &lt;b style=""&gt;Anda tidak perlu cemas berlebihan. Itu hanyalah cara anak menghadapi stress ringan. Kemungkinan besar cara ini akan berhenti dengan sendirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:blue;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Namun, bila kebiasaan menggigit kuku atau mengisap ibu jaritetap berlangsung atau tidak dapat dihindari, ada beberapa cara sederhana untuk membantu si kecil menghentikan kebiasaan tersebut. Yaitu :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Cari Sebabnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Yang pertama harus anda lakukan adalah bertanya padanya, apa yang memebuatnya gelisah. Biasanya respon awalkita bila anak melakukan sesuatu yang mengkhawatirkan adalah mencoba menghentikan kebiasannya. Hal ini boleh saja sebagai sasaran jangka panjang. Namun,sebelummelakukan kita perlu mengetahui penyebabnya dan memikirkan apakah anak mengalami stress dan itulah yang perlu ditanyakan pada si kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jika sudah tahu apa yang membuat anak gelisah, bisa karena baru pindah rumah, perceraian orang tua, sekolah baru ataupun ujian, bantulah anak untuk mengungkapkan kekhawatirannya. Bagi sebagian besar anak, mereka akan berpikir, hal itu memang mudah untuk diucapkandaripada dilakukan. Toh, tetap tak ada salahnya Anda mencoba menyakinkan anak agarbersedia meninggalkan kebiasaan buruknya dengan tips-tips berikut ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Yang perlu diingat, jangan pernahlelah mengingatkan si kecil bahwa setiap orangmemeberi respon teknik yang berbeda dan dukung anak untuk mencoba berbagai macam solusi bila yang pertama tidak berhasil. Pada umumnya, semakin besar seorang anak, semakin besar rasa tanggung jawab yang dapat dilakukan atas usahanya. &lt;b style=""&gt;Jangan lupa pula ingatkan anak dan diri sendiri, pada akhirnya kesabaran dan ketekunan akan membuahkan hasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jangan Memarahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kecuali bila anak memang betul-betul ingin berhenti menggigit kukunya, tidak banyak yang dapat Anda lakukan. Seperti&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"  &gt;nervous&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"  &gt;habit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;lainnya, menggigit kuku cenderung dilakukan tanpa sadar. Bila anak tidak menyadarinya, maka memarahi atau memaksanya menghentikan kebiasaan buruknya itu merupakan cara yang sia-sia. Bahkan orang dewasa pun mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan tersebut dan sebagian besar orang tua &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyadari, justru merekalah yang memeberi contoh dari perilaku tadi. Jujurlah, apakah Anda suka memainkan telinga, memilin-milin rambut saat sedang berbicara di telepon?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tentukan Batasannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“dilarang menggigit kuku di meja makan” merupaka peraturan yang masuk akal sama halnya “Tidak boleh memberi makanan anjing dari piringmu”. Bila Anda sungguh-sungguh tidak dapat menerima kebiasaan buruknya itu, jelaskan baik-baik bahwa Anda tahu baginya sulit untuk meninggalkan kebiasaan tersebut tetapi,”Bunda ingin kamu tahu, Bunda tak suka melihatnya dan akan meninggalkan ruangan untuk beberapa saat bila kamu masih melakukannya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bisa juga dengan mengingatkan anak bahwa mengisap jempol atau menggigit kuku adalah kebiasaan buruk dan tidak sopan, oleh karena itu bila dia tidak tahan ingin melakukannya sebaiknya jangan dilakukan di depan umum. Yang terpenting adalah, membuat anak mengerti untuk menjaga agar kebiasaan tersebut tidak meluas sehingga mengganggu orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada umumnya, sejauh anak tidak menyakiti atau melukai dirinya sendiri dan tidak tampak mengalami stres yang berlebihan, yang terbaik untuk Anda lakukan adalah menjaga kebersihan jari/kukunya. Ingatkan anak untuk tetap menjaga kebersihan tangannya, sering mencuci tangan, menggunting kuku secara teratur,dan bersusaha untuk mengalihkan perhatian bila keinginan menggigit kuku/mengisap jempol muncul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bila Anda menekan atau memaksanya untuk menghentikan kebiasaanya, Anda hanya akan membuat dia semakin stres dan resikonya akan semakin hebat. Semakin sedikit kerewelan Anda, semakin lebih mudah baginya untuk menghentikan kebiasaanyasesuai dengan keinginannya bila dia sudah siapdan dia akan merasa lebih nyaman untuk meminta bantuan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Beri Bantuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jika teman-temannya mengejeknya karena kebiasaannya menggigit jarinya, dia mungkin siap untuk berhenti dan anak akan membutuhkan bantuan Anda. Pertama-tama, bicarakan tentang anak-anak yang menggodanya. Dukung dia bagaimana perasaanya. Yakinkan anak, bahwa Anda akan selalu mencintainya,tidak peduli bagaimanapun bentuk kuku atau jempolnya. Lalu bicarakan tentang beberapa kemungkinan solusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ajak Diskusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ajak anak untuk membicarakan&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;cara menghentikan suatu kebiasaan buruk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Anda dapat memulai pembicaraan mengenai apa yang dimaksud dengan nervous habit dan bagaimana menghentikannya. Lalu tentukan sejauh mana keterlibatan Anda. Apakah anak ingin Anda mengingatkannya bila dia lupa atau apakah bila Anda mengingatkannya akan membuat dia merasa terganggu? Semakin besar anak maka semakin sedikit ia menginginkan keterlibatan orang tuanya.&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bantu Menyadari Kebiasaannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dukung anak untuk mejadi lebih sadar kapan dan dimana dia dapat mengisap jempol/menggigit kukunya. Buat persetujuan bersama bagaimana cara Anda mengingatkannya, terutamabila di depan umum. Entah dengan menggunakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahasa tubuh tertentu atau kode kata-kata yang sudah Anda sepakati bersama anak. Ada anak yang lebih senang diperingatkanmelalui bahasa tubuh. Pilihan ani memebantu sejauh anak yang memilihnya. Bila tidak, hal ini akan tampak seperti hukuman baginya. Beberapa teknik yang dapat dicobaantara lain, memasang plester di jari atau mengoleskan cairan yang rasanya pahit atau tidak enak(yang tidak berbahaya bagi anak Anda menggosok matanya) di jarinya akan membuatnya tidak ingin menggigit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tawarkan Alternatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Beri saran agar ia mengganti kebiasaanya dengan satu atau dua kegiatanlalu mintalah ia mempraktekkan kebiasaan alternative tersebut dalam beberapa menitsebelum masuk kelas atau sebelum tidur di malam hari. Anda dapat menambahkan beberapa teknik relaksasi yang dapat dicobanyabila ia merasa sangat ingin menggigit. Misalnya, menarik nafas dalam-dalamatau menggenggam dan melepas kepalan tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kapan Harus Khawatir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada kasus-kasus yang jarang terjadi, menggigit kuku dapat merupakan tanda kegelisahan yang berlebihan. Jika itu yang terjadi, konsultasikan anak ke dokter. Terlebih jika menggigit kukunya sangat kuat sehingga menyebabkan luka dan berdarah, jempolnya mengecil karena terlalu sering diisap atau bila kebiasaan buruknya itu dilakukan bersamaan dengan perilaku lain yang mengkhawatirkan sepertimanarik alisnya atau menarik rambutnya, atau bila dia tidak dapat tidur nyenyak. Konsultasikan ke dokter anak atau ke psikolog bila kebiasaan tersebut mendadak menjadi lebih hebat dan sering.&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:fuchsia;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-8040563143462593579?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/8040563143462593579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=8040563143462593579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8040563143462593579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/8040563143462593579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/v-behaviorurldefaultvml-o_4651.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-729669796980334958</id><published>2008-10-22T23:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T23:16:14.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='love - gf'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temukan Pasangan Hidupmu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang tidak asing dikalangan anak muda adalah CINTA, mencari PASANGAN HIDUP dan seputarnya.setiap anak muda pasti berharap bahwa mereka akan menemukan seseorang yang dicintainya, dan berharap untuk menjadi yang untuk selamanya atau sebagai cinta terakhirnya. Tetapi seringkali kenyataan yang kita hadapi tidak seindah harapankita. Seringkali ada permasalahan yang terjadi dan kadang yang terjadi justru menyakiti hati kita dan orang yang kita cintai tersebut. Jadi daripada nyesel, disini ada beberapa hal yang dapat dijadikan  pertimbangan dalam menemukan pasangan hidupmu……………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Kenalan dulu donk…  ya kalo ga’ kenal gimana bisa tau namanya, rumahnya, aktivitasnya, dllsbgnya….&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  Mengenal dia itu penting…  yang ini beda ama yang nomor satu, mengenal berarti lebih mengarah kearah karakternya. Kalian tetap baik berteman, karena dari berteman itu segalanya jadi transparan, ga’ ada yang ditutupi atau pura-pura. Kamu bisa tau kelebihan dan kekurangan dia, seperti apa kalau dia marah, sebel, atau kalau dia lagi seneng, apa aja yang disukai n’ tidak disukainya dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Libatkan teman-teman… karena biasanya teman itu lebih tau, lebih bisa mengerti,, karena kalau kita udah kena yang namanya CINTA itu bisa-bisa kita lupa mana yang namanya baik n’ mana yang buruk, segalanya terlihat baik. Kalau ada temen ka nada yang ingetin kalau itu baik atau buruk…&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  Tanyakan pada diri sendiri apa komitmenmu…  dalam pacaran nanti kalau cuman buat seneng-seneng, lebih baik ya berteman ajalah kan bisa tetep bisa seneng-seneng……..&lt;br /&gt; Jangan terburu-buru!!!!   butuh waktu untuk mengambil keputusanpacaran sama pentingnya dengan mengambil keputusan untuk menikah, makanya lebih baik jaga hubungan kalian dengan berteman dan bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;  Libatkan ORTU….  ceritakan perasaanmu itu ke ortu, harus minta restu ortu doonnkk, kalo direstui mereka juga akan mendoakan pergumulanmu itu loh………&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  Yang terpenting dari semuanya itu adalah libatkan TUHAN, minta hikmat dari TUHAN, doakan si calon pasanganmu atau pasanganmu itu, apa bener dia adalah pasangan tulang rusukmu atau apakah kamu itu tulang rusuknya dia, karena tulang rusuk ga’ akan masuk ke lobang yang salah, harus pas dariman tulang rusuk itu diambil.&lt;br /&gt;Nah  kalau semuanya udah OK, katakan kalau kamu mengasihinya. Sekali lagi perla diINGAT,, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEPUTUSAN PACARAN = KEPUTUSAN MENIKAH.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-729669796980334958?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/729669796980334958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=729669796980334958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/729669796980334958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/729669796980334958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/temukan-pasangan-hidupmu.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-4055689699585982397</id><published>2008-10-22T23:03:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T23:03:31.699-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;      Tuhan Tau        &lt;/h3&gt;                 &lt;div class="post-body"&gt;  &lt;p&gt;       &lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari semua usaha yang sia-sia...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN tau betapa keras engkau sudah berusaha&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika kau menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN sudah menghitung air matamu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jika kau pikir hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN sedang menunggu bersama denganmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN selalu ada disampingmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika kau pikir kau sudah mencoba segalanya dan tidak tau hendak berbuat apa lagi...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN punya jawabannya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN dapat menenangkanmu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN sedang berbisik kepadamu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika segala sesuatu berjalan dengan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN telah memberkatimu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN selalu tersenyum padamu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;TUHAN slalu tau dan slalu ada karna Dia yang memilikimu dan...&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;memberkatimu karna Dia mengasihimu, slalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="blogger-labels"&gt;Labels: &lt;a rel="tag" href="http://chrijtheo.blogspot.com/search/label/poem%20from%20Him"&gt;poem from Him&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-4055689699585982397?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/4055689699585982397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=4055689699585982397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4055689699585982397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4055689699585982397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/tuhan-tau-jika-kau-merasa-lelah-dan-tak.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-6793046414942361840</id><published>2008-10-22T22:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T23:17:53.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROBLEMA SOSIAL YANG DILATARBELAKANGI OLEH PERBEDAAN GENDER - based on Budaya JAWA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Pada dasarnya, semua orang sepakat bahwa perempuan dan laki-laki berbeda. Manakala kita melihat karakteristik dari masing-masing secara fisik, kita akan dengan mudah membedakannya. Perbedaan alami yang dikenal dengan perbedaan jenis kelamin sebenarnya hanyalah  perbedaan biologis yang dibawa sejak lahir antara perempuan dan laki-laki.      Permasalahan antara perbedaan ini tidak akan muncul apabila  perbedaan itu tidak menjadikan ketidakadilan, tidak  menjadikan pertentangan dan tidak ada penekanan dan penindasan satu di antara yang lain. Pada kenyataannya, perbedaan itu telah merambat pada salah satu pihak yang merasa dan dianggap&lt;br /&gt;lebih tinggi derajatnya, lebih berkuasa dan lebih segalanya dari pihak lain. Hal inilah yang memunculkan adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan atau lebih dikenal dengan istilah kesetaraan gender telah menjadi pembicaraan yang hangat akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;         Gender berasal dari bahasa Latin, yaitu “genus”, berarti tipe atau jenis. Jender adalah sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya.  Karena dibentuk oleh sosial dan budaya setempat, maka gender tidak berlaku selamanya tergantung kepada waktu (tren) dan tempatnya.  Sebagai contoh: kalau dulu hanya perempuan yang menggunakan anting-anting, tren akhir-akhir ini ternyata banyak juga laki-laki yang menggunakan anting-anting.  Gender juga sangat tergantung kepada tempat atau wilayah, misalnya kalau di sebuah desa perempuan memakai celana dianggap tidak pantas, maka di tempat lain bahkan sudah jarang menemukan perempuan memakai rok.  Karena bentukan pula, maka gender bisa dipertukarkan.  Misalnya kalau dulu pekerjaan memasak selalu dikaitkan dengan perempuan, maka sekarang ini sudah mulai banyak laki-laki yang malu karena tidak bisa mengurusi dapur atau susah karena harus tergantung kepada perempuan untuk tidak kelaparan.&lt;br /&gt;          Yang dimaksud dengan ketidakadilan gender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasarkan alasan jender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengkibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasinya, persamaan antara laki-laki  dan perempuan, maupun hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain. Beberapa bentuk diskriminasi terhadap gender adalah&lt;br /&gt;•  Marginalisasi (peminggiran).  Peminggiran banyak terjadi dalam bidang ekonomi.  Misalnya banyak perempuan hanya mendapatkan pekerjaan yang tidak terlalu bagus, baik dari segi gaji, jaminan kerja ataupun status dari pekerjaan yang didapatkan.  Hal ini terjadi karena sangat sedikit perempuan yang mendapatkan peluang pendidikan.  Peminggiran dapat terjadi di rumah, tempat kerja, masyarakat, bahkan oleh negara yang bersumber keyakinan, tradisi/kebiasaan, kebijakan pemerintah, maupun asumsi-asumsi ilmu pengetahuan (teknologi).&lt;br /&gt;•   Subordinasi (penomorduaan), anggapan bahwa perempuan lemah, tidak mampu memimpin, cengeng dan lain sebagainya, mengakibatkan perempuan jadi nomor dua setelah laki-laki&lt;br /&gt;• Stereotip (citra buruk) yaitu pandangan buruk terhadap perempuan. Misalnya perempuan yang pulang larut malam adalah pelacur, jalang dan berbagai sebutan buruk lainnya.&lt;br /&gt;• Violence (kekerasan), yaitu serangan fisik dan psikis. Perempuan, pihak paling rentan mengalami kekerasan, dimana hal itu terkait dengan marginalisasi, subordinasi maupun stereotip diatas. Perkosaan, pelecehan seksual atau perampokan contoh kekerasan paling banyak dialami perempuan.&lt;br /&gt;• Beban kerja berlebihan, yaitu tugas dan tanggung jawab perempuan yang berat dan terus menerus. Misalnya, seorang perempuan selain melayani suami (seks), hamil, melahirkan, menyusui, juga harus menjaga rumah. Disamping itu, kadang ia juga ikut mencari nafkah (di rumah), dimana hal tersebut tidak berarti menghilangkan tugas dan tanggung jawab diatas.&lt;br /&gt;Salah satu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;contoh ketidaksetaraan gender ada pada kebudayaan Jawa&lt;/span&gt;. Dalam masyarakat Jawa, berkembang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;patriaki&lt;/span&gt;, di mana ukuran fisik dan seluruh sistem otot para lelaki yang lebih unggul, bersama dengan peran biologis wanita yang melahirkan anak, menghasilkan suatu pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, yang masih berlaku hingga sekarang. Kaum lelaki menjadi penyedia kebutuhan hidup dan pelindung dalam menghadapi dunia di luar keluarga itu. Tanggung jawab yang mendalam sedemikian dapat memberikan otonomi dan kesempatan yang relative besar. Pembagian kerja ini menyebabkan berkembangnya peran-peran sosial yang terbatas bagi kedua jenis kelamin, dan terciptanya perbedaan kekuasaan dalam beberapa hal lebih menguntungkan kaum lelaki. Dalam bentuknya yang paling dasar, otoritas berdasarkan peraturan terkondisi secara biologis. Kepala rumah tangga, suami, para sesepuh, kakek kandung dan berbagai jenis orang-orang kuat lainnya memaksakan dan mempertahankan ketertiban dalam zona pengaruh mereka.  Perlahan dari peran yang dikembangkan dalam kebudayaan pra modern.  Jenjang wewenang yang berasal dari perbedaan biologis meluas secara mendalam ke dunia publik. Dewasa ini kaum lelaki mendominasi lembaga-lembaga ekonomi, politik dan keagamaan di mana-mana.. Dalam budaya Jawa, banyak istilah-istilah yang mendudukkan posisi perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Dan istilah-istilah itu sudah tertanam dalam dalam hati masyarakat, sehingga dimaklumi dan diterima begitu saja. Contohnya, dalam istilah Jawa ada menyebutkan bahwa istri sebagai &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;kanca wingking&lt;/span&gt;, a&lt;span style="font-style: italic;"&gt;rtinya teman belakang, sebagai teman dalam mengelola urusan rumah tangga, khususnya urusan anak, memasak, mencuci dan lain-lain&lt;/span&gt;. Ada lagi istilah lain &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;suwarga nunut neraka katut&lt;/span&gt;. Istilah itu juga diperuntukkan bagi para istri, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bahwa suami adalah yang menentukan istri akan masuk surga atau neraka. Kalau suami masuk surga, berarti istri juga akan masuk surga, tetapi kalau suami masuk neraka, walaupun istri berhak untuk masuk surga karena amal perbuatan yang baik, tetapi tidak berhak bagi istri untuk masuk surga karena harus katut atau mengikuti suami masuk neraka&lt;/span&gt;. Ada lagi istilah yang lebih merendahkan lagi bagi para istri, yaitu bahwa seorang istri harus bisa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;manak, macak, masak &lt;/span&gt;dan berapa kata yang berawal ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;m’&lt;/span&gt; yang lain lagi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahwa seorang istri itu harus bisa memberikan keturunan, harus selalu berdandan untuk suaminya dan harus bisa memasak untuk suaminya.&lt;/span&gt; Istilah lain yang melekat pada diri seorang perempuan atau istri yakni &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;apur, pupur, kasur, sumur&lt;/span&gt; dan mungkin masih ada akhiran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ur-ur”&lt;/span&gt; yang lain yang bisa diteruskan untuk dilekatkan pada perempuan. Citra, peran dan status sebagai perempuan, telah diciptakan oleh budaya. Citra bagi seorang perempuan seperti yang diidealkan oleh budaya, antara lain, lemah lembut, penurut, tidak membantah, tidak boleh “melebihi” laki-laki. Peran yang diidealkan seperti pengelola rumah tangga, sebagai pendukung karir suami, istri yang penurut dan ibu yang mrantasi. Citra yang dibuat untuk laki-laki antara lain, “serba tahu”, sebagai panutan harus “lebih” dari perempuan, rasional, agresif. Peran laki-laki yang ideal adalah sebagai pencari nafkah keluarga, pelindung, “mengayomi”, sedangkan status idealnya adalah kepala keluarga. Perempuan masih dianggap the second class yang sering disebut sebagai “warga kelas dua” yang keberadaannya tidak begitu diperhitungkan. Implikasi dari konsep dan common sense tentang pemosisian yang tidak seimbang telah menjadi kekuatan di dalam pemisahan sektor kehidupan ke dalam sector “domestik” dan sektor “publik”, di mana perempuan dianggap orang yang berkiprah dalam sektor domestik sementara laki-laki ditempatkan dalam sektor publik. Ideologi semacam ini telah disyahkan oleh berbagai pranata dan lembaga sosial, yang ini kemudian menjadi fakta sosial tentang status dan peran yang dimainkan oleh perempuan.&lt;br /&gt;          Untuk mengubah ideologi gender yang telah berurat akar di dalam kehidupan masyarakat kita bukan merupakan suatu hal yang mudah, tetapi untuk mengubah suatu budaya memerlukan proses yang panjang. Untuk mewujudkan kesetaraan gender perlu dilakukan berbagai tindakan yang didasari komitmen kuat untuk mengangkat perempuan dari kemiskinan struktural mulai dari individu atau diri sendiri, masyarakat, negara dan dunia internasional. Tentu saja semuanya harus dimulai dari kemauan diri untuk berubah dengan melakukan gerakan transformasi, di mana gerakan tersebut berupaya menciptakan hubungan antara sesama manusia yang secara fundamental lebih baik dan baru. Untuk memperjuangkan kesetaraan gender tidak sama dengan perjuangan perempuan melawan laki-laki. Persoalan penindasan terhadap perempuan adalah persoalan sistem dan struktur dalam masyarakat (ketidakadilan gender) bukan persoalan kaum laki-laki. Adanya kesadaran yang diikuti kemauan untuk membongkar pemahaman diri sendiri dari alam bawah sadar ketidakadilan yang membelenggu akan terus menerus mendorong diri untuk melakukan perubahan yang lebih luas dalam masyarakat. Pada intinya adalah, perempuan harus bisa memperjuangkan haknya, meningkatkan kemampuan, berani ambil bagian dan menunjukkan kemampuannya itu di berbagai bidang, jangan hanya berdiam diri saja menerima “perlakuan” yang sebenarnya artificial. Lama-kelamaan  ‘ketidakadilan gender’  akan dapat diminamilisir bahkan diakhiri untuk tujuan  penghargaan hak asasi yang paling hakiki. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri. Dari lingkungan yang paling kecil, keluarga. Tatanan budaya, khususnya budaya Jawa yang sebenarnya adi luhung, seharusnya tidak malah dijadikan  sebagai kambing hitam dalam menciptakan ketidakadilan gender. Pranata budaya harusnya tidak menghalangi para perempuan untuk berkiprah dan menunjukkan eksistensinya dalam ranah publik. Sehingga antara budaya dan kesetaraan gender dapat berjalan seirama tanpa harus dipertentangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-6793046414942361840?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/6793046414942361840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=6793046414942361840' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6793046414942361840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/6793046414942361840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/problema-sosial-yang-dilatarbelakangi.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-1373316979070794811</id><published>2008-10-22T22:48:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T23:20:23.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='love  - koran kampus  UKDW'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Century Gothic"; 	mso-font-alt:"Trebuchet MS"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Monotype Corsiva"; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:56.7pt 89.85pt 85.05pt 89.85pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1308122755; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:172249790 -766455082 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:image; 	list-style-image:url("file:///C:/DOCUME~1/mynet-07/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif"); 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol; 	color:windowtext;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; color: rgb(102, 102, 102);" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t156" coordsize="21600,21600" spt="156" adj="2809,10800" path="m@25@0c@26@3@27@1@28@0m@21@4c@22@5@23@6@24@4e"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="val #0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @0 41 9"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @0 23 9"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 #0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @3"&gt;   &lt;v:f eqn="sum #1 0 10800"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 #1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 2 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 4 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @9"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @10"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @11"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 2 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 4 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @15"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @16"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @17"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @14 0"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @13 @15"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @12 @16"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 21600 @17"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 0 @20"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @9 @19"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @10 @18"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @11 21600"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @24 0 @21"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @4 0 @0"&gt;   &lt;v:f eqn="max @21 @25"&gt;   &lt;v:f eqn="min @24 @28"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @0 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @33"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @26 @27"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @24 @28"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @22 @23"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @21 @25"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path textpathok="t" connecttype="custom" connectlocs="@35,@0;@38,10800;@37,@4;@36,10800" connectangles="270,180,90,0"&gt;  &lt;v:textpath on="t" fitshape="t" xscale="t"&gt;  &lt;v:handles&gt;   &lt;v:h position="topLeft,#0" yrange="0,4459"&gt;   &lt;v:h position="#1,bottomRight" xrange="8640,12960"&gt;  &lt;/v:handles&gt;  &lt;o:lock ext="edit" text="t" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t156" style="'width:280.5pt;" fillcolor="#f9c" stroked="f"&gt;  &lt;v:shadow on="t" color="silver" opacity="52429f" offset="3pt,3pt"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" xscale="f" string="When I say &amp;#13;&amp;#10;&amp;quot;I Love You&amp;quot;"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204); font-weight: bold;"&gt;When I Say " I LOVE U..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When a dog says ‘I love you, ’it means “I’d love to have puppies with you”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When a monkey says ‘I love you, ‘ it means “I’d love to share bananas with you”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When a playful person says ‘I love you, ‘ it means “I’d love to have fun with U”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When a young man in love says ‘I love you, ‘it means “I’d love to &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;go places with you”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When a materialistic girl says ‘I love you, ‘ it means “I’d love to go shopping with you”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When a mother or a wife says ‘I love You, ‘it means “I’ll do anything for you”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When a husband says ‘I love U, ‘it means “I’ll provide for U”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When true lovers say ‘I love u, ‘it means “I DON’T want to have a life without U”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 35.7pt; text-align: justify; text-indent: -17.85pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Symbol;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="18" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;When I say ‘I love you, ‘it means&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;……..(?????complete u’r poem yourself)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: right; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);font-family:webdings;font-size:78%;"  &gt;HAPPY VALENTINE’s DAY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: right; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: right; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: right; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:20;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 17.85pt; text-align: right; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:8;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-1373316979070794811?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/1373316979070794811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=1373316979070794811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1373316979070794811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/1373316979070794811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/v-behaviorurldefaultvml-o.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-2993711149431449603</id><published>2008-10-22T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T22:47:48.478-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips Asik n' Komplit Jadi Remaja Putri...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Memasuki usia remaja, kamu akan banyak mengalami hal-hal yang menakjubkan. Segalanya berbeda dengan masa di waktu kecil… banyak hal yang perlu kamu ketahui agar kamu siap menjadi remaja putri. Nah simak ya tips-tips di bawah ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Perubahan di Masa Remaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Kini saat kamu memasuki masa pubertas. Cobalah perhatikan dirimu… apakah kamu merasakan suatu perubahan…? Di masa ini kamu akan mengalami perubahan Psikologis dan perubahan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Perubahan Psikologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Contohnya, kamu mungkin mulai tertarik dengan lawan jenismu, atau kamu mungkin punya idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Perubahan Fisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Muncul rambut di ketiak dan skitar daerah kewanitaanmu   &lt;br /&gt; Buah dada membesar&lt;br /&gt; Pinggul mulai membentuk&lt;br /&gt; Dan… kamu akan mengalami peristiwa penting sebagai wanita…HAID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;Kenali Tubuhmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjelaskan tentang HAID… yuk kita kenali dulu tubuhmu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Indung Telur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 indung telur, sebelah kiri dan kanan rongga pinggul. Ukurannya kurang lebih sebesar ibu jari tangan. Disinilah proses pematangan sel telur, yang kemudian dikeluarkan untuk proses pembuahan. Biasanya tiap siklus haid, keluar satu sel telur.&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Saluran Telur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saluran ini terletak di kanan atas dan kiri atas rahim. Ia Sangay diperlukan untuk menyalurkan sel telur matang dari indung telursehingga masuk ke dalam rahim. Di dalam saluran ini pula terjadi pembuahan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Rahim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di saat tidak hamil, besarnya rahim sebesar telur ayam. Di sinilah tempat berkembangnya janin dan dari sinilah asalnya darah haid.&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;Vagina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rahim berhubungan dengan dunia luar mlalui liang ini. Lewat liang inilah bayi keluar dan darah haid keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Apakah HAID itu…?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Haid adalah keluarnya darah dari dalam rahim yang terjadi karena sel telur tidak dibuahi. Umumnya haid berkisar antara 3 sampai 8 hari. Haid akan dialami oleh semua wanita yang normal. Karena itu kamu tidak perlu was-was bila mengalami peristiwa ini. Umunya wanita mengalami haid pertamanya pada usia 10 hingga 16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Haid Tak Teratur  di Tahun Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu cemas! Haid terjadi akibat sel telur matang dan tidak dibuahi, lalu keluar dalam bentuk darah haid. Nah, di tahun pertama haid, lama proses pematangan sel telur tidak selalu sama. Akibatnya, haid pun jadi tak teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Keluhan di Saat Haid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 macam keluhan di saat haid, yaitu keluhan fisik dan psikologi.&lt;br /&gt;         &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Keluhan Fisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Buah dada nyeri, tegang dan sakit bila di sentuh.&lt;br /&gt; Perut kembung dan nyeri, akibat banyaknya udara dan cairan di perut kita.&lt;br /&gt; Cepat lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Keluhan Psikologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Cepat tersinggung&lt;br /&gt; Cengeng&lt;br /&gt; Sumar berkonsentrasi&lt;br /&gt; Marah tanpa sebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Tips Mengatasi Nyeri Haid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nyeri saat haid memang sangat mengganggu. Inilah beberapa tips untuk mengurangi nyeri haid :&lt;br /&gt; Olah raga ringan secara teratur          &lt;br /&gt; Kurangi makanan manis&lt;br /&gt; Kurangi kopi, karbohidrat dan coklat&lt;br /&gt; Perbanyak protein dan buah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Menjaga Kebersihan di Saat Haid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jagalah daerah kewanitaanmu agar terjaga kebersihannya. Bersihkan dengan air dari depan ke belakang. Jangan sekali-kali menyiram dari belakang atau dengan tangan yang telah menyentuh lubang dubur yang banyak mengandung kuman.&lt;br /&gt;Ganti pembalut 3 kali sehari atau 4 jam sekali dan jangan memakai pembalut yang sama dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Berapa lamakah siklus haid yang normal???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika masih diantara 21-35 hari dari 1 siklus ke siklus lainnya, maka masih normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;@ Bee…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-2993711149431449603?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/2993711149431449603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=2993711149431449603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2993711149431449603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/2993711149431449603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/tips-asik-n-komplit-jadi-remaja-putri.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-3611734120540364478</id><published>2008-10-22T22:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T23:11:49.075-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Microsoft Sans Serif"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421663 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;YOU SHOULD READ THIS STORY…………………&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:24;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;da seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milanor Camarine Sur (Filiphina) yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya, dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. Setiap kali berhasil melewati jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang pendeta yang merasa terharumenjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut. “Bagaimana kabarmu Andy? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Apakah kamu akan ke sekolah?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="ES"&gt;“Ya, Bapa Pendeta!” balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati pendeta tersebut. Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, “Jangan menyeberang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke gereja dan saya akan menemani kamu untuk menyeberang, jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu dapat pulang ke rumah dengan selamat.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Tarima kasih, Bapak Pendeta.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu mau tinggal tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Aku hanya ingin menyapa Tuhan … sahabatku.” Dan pendeta tersebut segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;depan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga. “Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayah mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakanhanyalah kue ini. Tarima casi buat kue ini Tuhan! Aku tadi melihat anakkucing malangyang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. Lucunya,aku nggak begitu lapar. Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tetapi tidak apa-apa…paling tidak aku tetap dapat pergi ke sekolah. Orang 2 berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapatemanku sudah berhenti ekolah. Tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi, tolong Tuhan! Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Ni memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang ibu, Tuhan… Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini… disini… aku rasa Engkau tahu yang ini kan? Tolong jangan marahi ibuku ya…? Dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku… itulah mengapa dia memukul kami. Oh Tuhan, aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik di kelasku, namanya Anita… menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku. Hei…ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Aku harap Engkau akan menyukainya. Ooopss! aku harus pergi sekarang.” Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu,” bapak Pendeta… Bapak Pendeta… Aku sudah selesai bicara dengan Sahabatku, Anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!!” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, andy tidak pernah absen sekalipun. Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaatnya setiap hari Minggu karena ia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang begitu murni kepada Allah… suatu pandangan dalam situasi yang negative. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="ES"&gt;Pada hari natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga Ia tidak bisa memimpingereja dan dirawat di RS. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka. Mereka sedang berlutut memegangi rosario ketika andy tiba dari pesta natal di sekolahnya, dan menyapa..”Halo Tuhan… Aku…!”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Kurang ajar kamu bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa?!Keluar!!” Andy begitu terkejut, “Dimana Bapa Pendeta Agaton? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya, dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus ini hari ulang tahunNya, aku juga punya hadiah untukNya…”ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita tersebut menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja. Sambil membuat tanda salib ia berkata, “Keluarlah bocah.…kamu akan mendapatkannya!” karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan gereja. Dia mulai menyeberang ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang, disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;Andy melindungi hadiah tersebut di dalan saku bajunya, sehingga ia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar…dan andy tewas seketika. Orang2 disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut. Tiba2 entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah halus dan lembut namun penuh dengan air matadatang dan memeluk bocah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="ES"&gt;Dia menangis. Orang2 penasaran dan bertanya “ Maaf Tuan, apakah Tuan keluarga bocah ini?” Pria tersebut dengan hati berduka segera berdiri dan menjawab, “Dia sahabatku.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hanya itu yang Ia katakan lalu mengambil bungkusan hadiah dari dalam baju bocah tersebut dan menaruh di dadanya. Dia berdiri dan membawa pergi bocah tersebut dan keduanya kemudian menghilang. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran. Di malam natal Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;Dia berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="ES"&gt;Pendeta itu bertemu dan bercakap2 dengan kedua orang tua Andy. “Bagaimana Anda mengetahui putera Anda meninggal?” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;“Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari” ucap ibu Andy terisak. “Apa katanya?” Ayah Andy berkata, “Dia tak mengucapkan sepatah katapun, Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun Dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Ia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai Dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakan rambut Andy darinya dan memberikan kecupan dikeningnya kemudian Dia membisikan sesuatu…” “Apa yang Dia katakana?” “Dia berkata kepada puteraku…”Ujar sang ayah ”Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu, Engkau akan bersamaku” Dan sang ayah melanjutkan, “Anda tahu kemudian, semuanya terasa begitu indah, aku menangis tetapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu aku menangis karena bahagia… Aku tidak dapat menjelaskannya bapak pendeta, tetapi ketika Dia meninggalkan kami ada sesuatu kedamaian yang memenuhi hati kani, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku… Aku tak dapat melukiskan sukacita yang ada dalam hatiku. Aku tahu puteraku sudah berada di surga sekarang. Tapi tolong katakan padaku, bapak pendeta…&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;siapakah pria yang selalu berbicara dengan puteraku di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali pada waktu puteraku meninggal.” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"   lang="ES"&gt;Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes di pipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik, “Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa kecuali dengan Tuhan.” &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-3611734120540364478?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/3611734120540364478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=3611734120540364478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3611734120540364478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/3611734120540364478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/normal-0-false-false-false.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-7412069796686485124</id><published>2008-10-22T22:36:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T23:21:34.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi - KOMPAS'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ERDEKA DARI GANGGUAN JIWA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahunnya pada 10 Oktober selalu diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Dunia. Dalam peringatan hari tersebut, tujuan  yang paling utama tak lain hanya untuk mengatasi masalah gangguan-gangguan kesehatan jiwa yang sudah mengkhawatirkan dan sudah mencapai titik klimaks pada dewasa ini akibat dari sering tejadinyaberbagai konflik, “peperengan”, korupsi, pengangguran, serta lilitan krisis ekonomi yang terus berkepanjangan.&lt;br /&gt;Menurut data yang dihimpun dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masalah gangguan kesehatan jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi masalah yang sangat serius dan harus segera ditangani. Sebab, bagaimanapun juga kesehatan jiwa merupakan suatu yang palingurgen dalam kehidupan sehari-hari. WHO manyatakan, paling tidak ada satu dari empat orang di dunia  yang mengalami masalah mental.&lt;br /&gt;Peringatan Hari Kesehatan Jiwa tahun ini tentunya merupakan momen yang paling strategis serta tepat untuk paling tidak mengurangi segala bentuk gangguan penyakit jiwa yang sering melanda manusia di sunia khususnya di Indonesia seperti sekarang ini. Sebab, peringatan hari kesehatan jiwa  tahun ini bertepatan dengan Ramadhan serta berdekatan dengan Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Puasa Sebagai Terapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmiah sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Dr Alan Cott dalam karya besarnya yang berjudul Fasting  as a Way of Life dan Fasting the Ultimate Diet, ternyata secara tidak langsung ritual puasa dan idul fitri tersebut dapat dijadikan suatu srana terapi yang paling efektif untuk menanggulangi  dan menangani masalah  gangguan kesehatan bagi jiwa manusia yang acap kali terjadi  dalam diri kita, di samping pada akhirnya juga jasmaninya akan lebih sehat.&lt;br /&gt;Dalam bukunya tersebut, Alan Cott menyebutkan bahwa gangguan jiwa yang parah dapat disenbuhkan dengan jalan  berpuasa. Penelitian yang dilakukan Alan Cott  terhadap pasien gangguan jiwa di RS Grace Square  New York menemukan hasil yang sejalan dengan pemikiranny tersebut. Pasien yang mengalami gangguan sakit jiwa, baik tingkat tinggi maupun rendah, ternyata dapat sembuh dengan jalan terapi puasa. Ditinjau dari segi penyembuhan kecemasan dilaporkan pula bahwa penyakit seperti susah tidur dan merasa rendah diri dapat disembuhkan pula dengan ritual puasa.&lt;br /&gt;Adanya gangguan kesehatan jiwa pada manusia ini sebenarnya banyak sekali penyebabnya, baik secara ekstern maupun intern yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, menurut Prof Dr dr H Aris Sudiyanto SpKJ, guru besar Ilmu Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, setidaknya ada tiga golongan yang paling utama penyebab gangguan jiwa pada manusia ini.&lt;br /&gt;Pertama, gangguan fisik, biologic, atau organic. Penyebabnya yang tak lain berasal dari faktor keturunan, kelainan pada otak, penyakit infeksi (tifus, hepatitis, malaria), serta kecanduan obat dan alcohol.&lt;br /&gt;Kedua, gangguan yang disebabkan oleh cacat mental, emosional, atau kejiwaan seseorang. Penyebabnya antara lain karena salah asuh, hubungan yang patologis diantara anggota keluarga disebabkan frustasi, konflik dan tekanan krisis.&lt;br /&gt;Ketiga, gangguan sosial atau lingkungan yang berada di sekitarnya. Penyebabnya dapat berupa stressor psikososial (baca:perkawinan, problem orang tua, hubungan antar personal dalam pekerjaan, sekolah atau lingkungan hidup, dalam masalah keuangan, hukum, perkembangan diri,  faktor keluarga, penyakit fisik dan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menuju hidup sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika dikajilebih mendalam lagi, ternyata ritual puasa tersebut bukan hanya dijadikan sebuah terapi saja, melainkan juga dapat membentuk masyarakat yag sehat, baik secara jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;Untuk mencapai masyarakat sehat tersebut, harus berawal dari pribadi-pribadi yang sehat pula, baik jasmani maupun rohaninya. Dalam hal semacam ini, Erich Fomm(1995) mengungkapkan bahwa pribadi yang sehat mental adalah pribadi yang produktif dan tidak teralienasi, pribadi yang menghubungkan dirinya sendiri dengan duniapenuh cinta, yang menggunakan akal budinya untuk mengungkap realitas-realitas di sekitarnya secara obyektif, yang merasa dirinya sendiri sebagai satu kesatuan individu yang unik dan pada saat yang sama merasa satu dengan seasamanya, dalam artian dalam dirinya mempunyai rasa solidaritas yang tinggi.&lt;br /&gt;Pendek kata, kondisi ewarasan dan kesehatan mental seseorang  dapat dicapai hanya dengan perubahan-perubahan simultan dalam perbagai bidang pembangunan yang berada di sekitar kita. Bisa berupa bidang industri, pendidikan, oraganisasi politik, spiritual, orientasi filosofis, struktur karakter, perilaku manusia, aktivitas kebudayaan suatu masyarakat dan kebiasaan yang  ada dalam komunitas tersebut.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan kondisi kesehatan jiwa manusia yang benar-benar seperti itu, salah satu kunci  yang paling utama tidak lain adalah setiap jiwa dan raga kita harus dapat melakukan peningkatan serta pembangaunan akan kualitas hidup yang dapat menjaminterciptanya kondisi sehat yang sesungguhnya, yaitu melalui terapi puasa.&lt;br /&gt;Dengan ritual, kita akan mendapat jiwa yang fitrah (suci). Dan kondisi yang semacam itu pasti akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang jernih dan sehat pula. Dengan demikian, kita dapat memahami serta mengerti akan keberadaan kita di negara Indonesia sebagai makhluk sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-7412069796686485124?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/7412069796686485124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=7412069796686485124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7412069796686485124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/7412069796686485124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/m-erdeka-dari-gangguan-jiwa-setiap.html' title=''/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-4684549805592524912</id><published>2008-10-22T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T22:35:22.909-07:00</updated><title type='text'>eros</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:56.7pt 89.85pt 85.05pt 89.85pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t136" coordsize="21600,21600" spt="136" adj="10800" path="m@7,l@8,m@5,21600l@6,21600e"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="sum #0 0 10800"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #0 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @3"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 @3 0"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 21600 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="if @0 @4 21600"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @5 @6"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @8 @5"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @7 @8"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @6 @7"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @6 0 @5"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path textpathok="t" connecttype="custom" connectlocs="@9,0;@10,10800;@11,21600;@12,10800" connectangles="270,180,90,0"&gt;  &lt;v:textpath on="t" fitshape="t"&gt;  &lt;v:handles&gt;   &lt;v:h position="#0,bottomRight" xrange="6629,14971"&gt;  &lt;/v:handles&gt;  &lt;o:lock ext="edit" text="t" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t136" style="'width:198pt;" fillcolor="#063" strokecolor="green"&gt;  &lt;v:fill src="file:///C:\DOCUME~1\mynet-07\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="Paper bag" type="tile"&gt;  &lt;v:shadow on="t" type="perspective" color="#c7dfd3" opacity="52429f" origin="-.5,-.5" offset="-26pt,-36pt" matrix="1.25,,,1.25"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" string="e r o s"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;eros&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 204, 102);"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Pada umumnya orang mengenal bahwa &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;(love) dibagi menjadi empat macam: eros, philea, storge dan agape. Masing-masing memiliki karakternya sendiri lalu dari padanya muncullah pembuatan peringkat dan Agape dimengerti sebagai &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt; yang paling luhur dan mulia. Sementara itu eros sering dianggap sebagaian orang sebagai “wujud” &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt; yang kurang mulia karena dikaitkan dengan kedagingan. Bahkan dalam banyak hal dikaitkan dengan hal-hal yang dipandang tabu atau porno. Sebagai contoh dalam keluarga, apakah suami-istri menempatkan &lt;i style=""&gt;eros &lt;/i&gt;dapat terekspresi secara natural (dalam artian proporsional) pada anak kita? Seorang suami untuk merangkul atau mencium istrinya masih banyak yang harus bersembunyi (‘delikan’) supaya tidak dilihat anaknya, karena dimengerti hal itu sebagai hal yang tabu bagi anak. Setidaknya bagi sebagian keluarga memposisikan &lt;i style=""&gt;eros&lt;/i&gt; sedemikian rupa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah &lt;i style=""&gt;eros&lt;/i&gt; tidak dimungkinkan mengandung agape? Satu hal yang patutnya disadari terlebih dahulu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa pembagian &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt; menjadi empat mecam bukanlah satu-satunya pandangan tentang &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Eros&lt;/i&gt; sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dengan agape yang terkait dengan kasih Illahi. Kitab Kidung Agung menggunakan bahasa erotis untuk mengungkapkan kemesraan antara Tuhan dan umat, misalnya pada pasal 7 ayat 6-9 : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Betapa cantik, betapa jelita engkau hai tercinta diantara segala yang disenangi. Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya. Kataku: ‘ Aku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel. Kata-katamu manis bagaikan anggur!”. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ya anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Penggunaan &lt;i style=""&gt;eros &lt;/i&gt;ini dipertegas oleh Tuhan Yesus dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengumpamakan diriNya sebagai mempelai laki-laki bagi gerejaNya sebagai memepelai perempuan. &lt;i style=""&gt;Eros&lt;/i&gt; yang mengandung arti cinta pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keindahan mengandung suatu keterkaitan antara dinamika duniawi dan sorgawi yang terekspresi pada hasrat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Apabila kita merenungkan kembali keberadaan kita sebagai menusia pada penciptaan, maka disana kita menjumpai bahwa manusia diciptakan menurut gamabar dan rupa Allah (Kej 1:26) dan juga diciptakan dari debu tanah (Kej 2:27); maka secara spiritual, erotisme dalam diri manusia merupakan manifestasi erotisme Allah. John Climacus, seorang spiritualist abad VI mengatakan : “Bila kita mengasihi Tuhan dengan kekuatan &lt;i style=""&gt;eros&lt;/i&gt;, maka &lt;i style=""&gt;eros &lt;/i&gt;akan mengalami transformasi menjadi &lt;i style=""&gt;agape&lt;/i&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kepaduan antara&lt;i style=""&gt; eros&lt;/i&gt; dengan &lt;i style=""&gt;agape&lt;/i&gt; akan mempengaruhi pemahaman kita tentang keterkaitan seksualitas dengan spiritualitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan keyakinan kita bahwa Allah telah berinkarnasidalam diri Yesus dan menjadi daging ini hendaknya pengalaman dalam hidup kita merupakan pengalaman bersama Allah pula. &lt;i style=""&gt;Eros&lt;/i&gt; hendaknya menjadi wahana menyatukan Allah dalam pengalaman hidup ini. Dengan demikian apabila kita mengkontemplasikan &lt;i style=""&gt;eros &lt;/i&gt;maka di situ akan melahirkan spiritualitas perjumpaan (spiritualitas union) antara manusia dan Allah. Dan &lt;i style=""&gt;eros&lt;/i&gt; menjadi sebuah hasrat yang kudus ( a holy desire). Saya menawarkan sebuah kontemplasi &lt;i style=""&gt;eros&lt;/i&gt; yaitu :temukan keindahan bersama pasangan saudara dan nikmati kebersamaan yang ada kemuduan renungkan secara mendalam “ nilai perjumpaan dengan Allah” selama bersama pasanganmu., lalu sharingkan itu pada pasangan saudara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Akhirnya, &lt;i style=""&gt;Kahlil Gibran, seorang theolog asal Libanon, mengatakan : &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;tak memberikan apa-apa, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, pun tidak mengambil apa-apa, kecuali dari dari dirinya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt; tidak memiliki ataupun dimiliki; karena &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt; telah cukup untuk &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: green;"&gt;Pdt. Stefanus Christian Haryono,MACF&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                &lt;/span&gt;Pendeta UKDW&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                &lt;/span&gt;Koran Kampus UKDW vol 1/3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: green;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                &lt;/span&gt;Februari-Maret 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-4684549805592524912?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/4684549805592524912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=4684549805592524912' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4684549805592524912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4684549805592524912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/eros.html' title='eros'/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-332837738005116880.post-4413327150007694410</id><published>2008-10-22T22:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T22:32:51.709-07:00</updated><title type='text'>jalan terbaik lupakan mantan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmynet-07%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:917330011; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:777688546 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.0in; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} @list l1 	{mso-list-id:1713312241; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:782164360 -827274318 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:image; 	list-style-image:url("file:///C:/DOCUME~1/mynet-07/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif"); 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol; 	color:windowtext;} @list l2 	{mso-list-id:1848405765; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:141857700 1961143836 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-size:14.0pt; 	mso-ansi-font-weight:bold;} @list l2:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l3 	{mso-list-id:1854685250; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:851709420 1684956252 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:image; 	list-style-image:url("file:///C:/DOCUME~1/mynet-07/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif"); 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:63.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:63.0pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol; 	color:windowtext;} @list l3:level2 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:o; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Courier New";} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:26;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jalan terbaik LUPAKAN MANTAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;nda sudah berpisah dengan mantan, dan menurut Anda getaran lama sudah tak bersisa. Lalu Anda mulai marasa siap untuk kencan lagi. Tapi mengapa belum juga menemukan seseorang yang cocok? Bisa jadi, ternyata sesungguhnya Anda belum benar-benar melupakan sang mantan!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Berikut ini beberapa tuntunan bagi anda untuk mulai berkencan lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:16;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anda Akan Siap Bila :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="34" height="16" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Sudah mencoret namanya dari daftar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -27pt; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Nama mantan hanya disebut untuk proses perceraian atau putus hubungan dan sesudah itu Anda perlu menyingkirkan namanya dari benak. Tetapi bila sesudah Anda berpisah masih sering menyebut dan membicarakan mengenai kebaikan dan keburukannya, berarti Anda masih memikirkan dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -27pt; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="29" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Menghapus kenangan akan dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Segala sesuatu yang mengingatkan Anda padanya, semanis apa pun, akan menghantui Anda. Singkirkan dan simpan foto-foto Anda dengan dia, maupun benda-benda pemberiannya ke suatu tempat yang jauh dari jangkauan dan pandangan mata Anda. Jangan lupa hapus nomor teleponnya dari ponsel Anda. Demikian juga pesan singakat atau voice mail darinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="29" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Jangan Menderita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Bila ada benda-benda atau sesuatu yang tidak dapat disingkirkan yang mau tidak mau membuat Anda teringat padanya, seperti misalnya lagu kenangan Anda berdua dilantunkan di suatu tempat, jangan sampai membuat Anda jadi cengeng. Atau di suatu pesta tersaji salah satu makanan kegemaran mantan, jangan sampai membuat Anda sedih, karena hal itu tidak pada tempatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="29" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Mantan Punya Pacar Baru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Mendengar mantan sudah mempunyai teman kencan baru, wajar saja bila membuat Anda cemburu pada awalnya. Namun, bila disadari, semestinya Anda merasa bahagia telah lepas dari dia dan sudah saatnya bagi Anda untuk melakukan hal yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="29" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Berhenti Membandingkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dapat dimengerti bila tidak/belum ada getaran antaraAnda dan teman kencan baru. Bila tidak siap memulai suatu hubungan, Anda akan memakai berbagai macam alas an mengapa teman kencan tidak berhasil menaklukkan hati Anda. Jangan salahkan teman kencan baru, karena masalahnya justru pada Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="29" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Tak Masalah Berakhir Pekan Sendirian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Bila biasanya Anda menghabiskan akhir pekan berdua dan sekarang harus menjalani sendirian, pasti tidaklah mudah. Bagaimana Anda dapat melewati hari tersebut tanpa seseorang di samping Anda? Sebenarnya perasaan cemas tersebut akan hilang dengan sendirinya. Anda harus menyadari bahwa Anda memang sudah sendiri dan harus menikmati akhir pekan dengan sebaik-baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:16;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KIAT MELUPAKAN &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Ingat Hal-Hal yang Buruk Dari Dirinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Pada umumnya wanita cenderung mengingat sisi baik dari mantannya, Anda harus mengingat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sisi buruk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari mantan. Misaknya, selalu mengoceh pada waktu menonton film, mengeluarkan suara yang tidak enak pada waktu makan, membuang sampah sembarangan, atau kerap tidak tepat waktu. Bila perlu minta sahabat untuk menambahkan daftarsisi buruk dari mantan Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-indent: -27pt; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Cari Tempat Curhat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 27pt; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Anda sedang melamar pekerjaan dan perlu saran dari seseorang? Biasanya Anda harus meminta saran dari mantan. Nah, sekarang ini, jangan lakukan itu! Telepon kakak Anda dan minta sarannya. Atau uang kos naik lagi? Keluhkan hal ini pada teman sekerja. Anda harus membiasakan diri untuk mencari seseorang sebagai tempat berkeluh kesah, tempat anda memerlukandukungan dan nasehat. Dengan demikian, anda betul-betul bisa dapat menghilangkan kehadiran mantan dari pikiran Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 27pt; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Ciptakan Fantasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kita pasti selalu berpikir bila seandainya perpisahan itu tidak terjadi. Masalahnya, Anda sudah berpisahdan daripada hanya membicarakan sesuatu yang sudah menjadi bubur, lebih baik buat daftar beberapa pria yang anda idamkan untuk masa depan dan ceritakan hal ini pada teman-teman wanita Anda. Siapa tahu mereka punya kenalan pria yang mirip seperti yang Anda gambarkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:22;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;JIKA MANTAN MANTAN MENYEBALKAN&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ingatkah&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;saat terakhir bersama mantan pasangan? Apa yang terjadi? Apa yang Anda lakukan atau katakan? Bila kita mencoba mengatasi kejadian atau orang yang membuat kita stress, maka yang terjadi dapat berupa tiga tipe respon yang tidak sehat, yaitu bertengkar (baik secara fisik ataupun emosi, berkelahi, atau mempertahankan diri dan membungkam).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Sekarang tanyakan pada diri sendiri, perilaku mana dari ketiga yang disebutkan tadi yang Anda alami bila berinteraksi dengan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mantan? Tidak satu pun dari perilaku tersebut akan membantu Anda. Sesuat yang aneh bila seseorang melakukan hal yang sama berulang kali dan mengharapkan hasil yang berbeda. Apakah Anda termasuk orang jenis ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Nah, berikut ini sejumlah alat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang Anda perlukan dan perlu dilatih terus jika berhadapan dengan mantan yang berperilaku menjengkelkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 63pt; text-indent: -0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="*" width="13" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Tetapkan Kembali Hubungan Di Dalam Pikiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Jangan lagi berpikir bahwa hubungan dengan mantan merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;arena perkelahian. Dengan menggunakan istilah “Ayahnya anak-anak” atau “Ibunya anak-anak” akan jauh lebih baik daripada menyebutnya dengan kata ”Mantan saya”. Bila mungkin, lepaskan dan tinggalkan semua masalah suami-istri, kecuali masalah sebagai orangtua.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila berinteraksi dengan manta, bicaralah dengan pelan, karena halini akan membuat Anda lebih tenang. Tarik nafas panjang dan jangan langsung memberi respon. Lalu tanyakan padanya bila ia ingin melanjutkkannya di lain waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -27pt; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/mynet-07/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="*" width="13" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Sadar Dan Tetap Fokus Pada Diri Sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Rasakan kaki Anda menginjak lantai, hubungkan dengan nafas dan lemaskan bahu. Dengan melemaskan tubuh, pikiran Anda akan lebih tenang. Sangat penting unutk membuat permintaan selama pembicaran dan bukan tuntutan semisal “ Maukah kamu….”, dan bukan “Kamu harus…”. Jaga nada suara agar tetap netral, tidak bersikap bermusuhan, sera berbicara dengan singkat dan jelas. Jangan katakana berulang kali permintaan Anda. Hindari kata-kata yang mengandung emosi seoerti “Saya sangat marah karena kamu….”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Berikut ini sejumlah kalimat yang dapat Anda coba saat mencari solusi bila timbul masalah yang menyangkut kerjasama dengan mantan sebagai orangtua dari anak-anak anda berdua sementara mantan suami Anda tidak mau bekerjasama dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Saya ingin memastikan apakah saya mengerti apa yang kamu katakan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: 0in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“ Persisnya apa yang kamu minta dari saya?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: 0in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Sebaiknya kita bicarakan masalah ini lain kali saja”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“saya rasa kamu tidak mengerti apa yang saya katakan. Biar saya coba jelaskan kembali”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: 0in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Bisakah kamu ulangi apa yang sudah saya katakan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: 0in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“biar saya mengajukan beberapa usul”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“Saya mengerti yang kamu inginkan adalah yang terbaik untuk anak-anak kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: -0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;                    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;“ Sangat membantu sekali apa yang telah kamu lakukan terhadap anak-anak minggu lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Bila cara ini gagal, lebih baik katakan pada mantan bahwa anda ingin mengatur pertemuan lain kali untuk membicarakannya kembali. Anda harus mau melihat seberapa besar kontribusi Anda terhadap stress yang anda alami. Melakukan hal ini berarti aAnda bertanggunggung jawab terhadap diri sendiri dan tidak lagi mengharapkan orang lain untuk berubah. Bila Anda tetap tidak menyerah untuk meminta mantan untuk berubah, minta dia untuk mengerti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau mengakui kerja keras Anda. Karena bila tidak, Anda terus akan merasa lemah dan menjadi korban perilaku mantan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Bila Anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberikan yang terbaik, Anda akan menguasai situasi dan menjadi sangat mampu mengahadapi setiap orang yang sulit yang dijumpai di dalam kehidupan. Dengan menyadari bahwa Anda telah menyembuhkan jiwa serta raga,Anda akan menemukan kembalijiwa Anda. Hal ini merupakan karunia yang tak terhingga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 204);font-family:Tahoma;" &gt;Nova&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Tahoma;" &gt;1005/xx.28mei-3 juni2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/332837738005116880-4413327150007694410?l=beenett.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beenett.blogspot.com/feeds/4413327150007694410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=332837738005116880&amp;postID=4413327150007694410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4413327150007694410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/332837738005116880/posts/default/4413327150007694410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beenett.blogspot.com/2008/10/jalan-terbaik-lupakan-mantan.html' title='jalan terbaik lupakan mantan'/><author><name>beenettasoy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07182973571592807252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_YSvh78K0c6M/SVApIE8YdSI/AAAAAAAAAA8/LNou-h0qAkY/S220/PICT0017.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
